Ketika ngerumpi dengan teman-temannya, tiba-tiba hai hai bermimpi. Di dalam mimpinya itu Bengcu ditugasi Yang Mahatinggi untuk menghakimi seorang pahlawan jihad dan seorang pahlawan martir. Konon keduanya naik banding karena merasa amal baktinya sebagai jihad dan martir tidak dihargai sebagaimana mestinya. Di dunia keduanya dihormati dan dipuja sebagai pahlawan iman yang mati sahid bagi agamanya masing-masing. Inilah yang teringat oleh hai hai ketika mimpinya berlalu.
Bengcu : Handai taulanku sekalian, handai taulanku sekalian, saya tidak pernah memohon untuk dijadikan hakim namun karena sudah ditugasi baiklah kita menyelesaikannya dengan baik.
Jihad : Bapak hakim yang terhormat, saya sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Anda orang Kristen mustahil mampu mengadili orang islam dengan adil.
Martir : Bapak hakim yang mulia, saya juga sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Saya sudah membaca beberapa blog-blog anda dan menurut saya anda bukan orang Kristen, anda adalah serigala berbulu domba, mustahil mengadili orang Kristen dengan adil.
Bengcu : Hai jihad dan hai martir, ini bukan tempat yang tepat untuk menjilat dan memelintir. Bila anda menghormati saya, mustahil meragukan keadilan saya. Bila anda memuliakan saya mustahil meragukan ketulusan saya. Keberatan anda berdua ditolak. Namun, anda berdua diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa saya mustahil mengadili dengan benar. Seperti yang saya katakan tadi, saya ditugasi, bukan minta dijadikan hakim.
Jihad : Anda percaya bahwa Alquran diturunkan dari sorga?
Bengcu : Tidak! Hanya orang-orang yang tidak mempelajari Alquran dengan hati-hati dan teliti yang meyakini dan mengajarkan bahwa Alquran diturunkan dari sorga.
Jihad : Benarkan? Anda seperti orang Kristen lainnya yang tidak percaya Alquran diturunkan dari langit. Anda mustahil mengadili orang Islam dengan adil bila tidak percaya Alquran diturunkan dari langit.
Bengcu : Saya percaya Alquran adalah sumber pustaka dan standard kebenaran untuk mengadili muslim seperti anda. Itu cukup bagi anda bukan?
Jihad : Kenapa anda tidak percaya bahwa Alquran diturunkan dari langit? Bukankah itu yang diyakini oleh orang Islam? Bila tidak percaya, bagaimana mungkin anda menghakimi saya dengan adil?
Bengcu : Saya tidak percaya Alquran diturunkan dari sorga karena Alquran mengajarkan hal demikian.
Jihad : Alquran diturunkan dari langit, malaikat Jibril yang menurunnya kepada nabi Mohamad SAW.
Bengcu : Pada mulanya memang Allah berencana menurunkan Alquran dari sorga namun hal itu sama sekali tidak pernah terlaksana. Anda tahu kenapa hal itu tidak terlaksana? Karena nabi Mohamad SAW buta huruf. Tiga kali malaikat Jibril mengujinya namun Nabi tidak bisa membacanya. Itu sebabnya malaikat Jibril lalu memutuskan untuk mendiktekannya. Selain buta huruf, nabi juga tidak bisa menulis, itu sebabnya yang didiktekan oleh malaikat Jibril tidak dicatatnya namun didiktekan kembali dan dicatat oleh sahabat-sahabatnya. Apa yang diajarkan oleh Alquran itu sangat gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Alquran yang kita miliki saat ini didiktekan oleh malaikat Jibril kepada nabi dan dicatat oleh para sahabat nabi ketika nabi mendiktekannya. Anda punya alasan lain? Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alquran untuk mendukung apa yang saya katakan?
Jihad : Tidak perlu. Izinkan saya bertanya lagi. Anda percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah?
Bengcu : Saya percaya Alkitab adalah firman Allah.
Jihad : Anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia?
Bengcu : Saya percaya Yesus Kristus adalah juruselamat dunia karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab.
Jihad : Bila anda percaya Alkitab adalah firman Allah, mustahil anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia.
Bengcu : Kenapa mustahil?
Jihad : Bukankah bila percaya Alkitab adalah firman Allah maka anda harus percaya bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab?
Bengcu : Alkitab memang mengajarkan bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Hanya para teolog Kristen yang tidak belajar Alkitab dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak memahaminya dengan benar yang mengajarkan bahwa Yesus diutus kepada dunia.
Martir : Mohon maaf, pak hakim anda tidak boleh memutarbalikkan isi Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus diutus bagi dunia.
Jihad : Bila Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel bagaimana Dia menjadi juruselamat dunia?
Bengcu : Saudara martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Alkitab mengajarkannya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Baiklah saya akan kutip ayat Alkitabnya agar anda memahaminya.
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Matius 15:24
Saudara Martir, bukankah Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia hanya diutus kepada bangsa Israel? Bahkan Dia menyatakan hanya diutus kepada domba yang hilang dari umat Israel?
Martir : Anda tidak bisa memahami ayat tersebut dengan akal budi, namun harus memahaminya secara rohani.
Bengcu : Saudara Martir, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa ayat tersebut tidak boleh dipahami dengan akal budi dan harus dipahami secara rohani. Alkitab mencatatnya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Yesus tidak bodoh. Itu sebabnya bila hendak menyatakan Dia tidak hanya diutus kepada bangsa Isarel, Dia pasti menggunakan kata dan menyusun kalimat lain untuk menyetakannya.
Martir : Anda …….
Bengcu : Anda sebaiknya diam. Bila menyangkal ayat tersebut itu berarti anda menganggap Yesus adalah pembual atau bodoh sehingga nggak mampu menyatakan maksud-Nya dengan tegas dan gamblang. Saudara jihad, silahkan melanjutkan.
Jihad : Karena Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel, menurut anda bahkan bukan seluruh Israel namun hanya domba-domba Israel yang tersesat, itu berarti mustahil Yesus adalah juruselamat dunia, bukan?
Bengcu : Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Menurut hukum taurat, imam dan hakim Israel memiliki kuasa menghakimi. Yang mereka ampuni akan diampuni yang mereka jatuhi hukuman pasti dihukum. Itu sebabnya ketika imam Agung Kayafas menjatuhkan vonis bahwa Yesus bersalah dan menetapkan hukuman mati bagi-Nya, tidak ada satu kuasa pun yang mampu menentangnya. Itu sebabnya Dia tetap dihukum mati walaupun hukum manusia yang diwakili oleh raja Herodes dan Pontius Pilatus memvonis Dia tidak bersalah.
Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. Ulangan 17:12
Yesus tidak menyalahkan orang-orang yang menyalibkan-Nya bahkan mendukung alias pasrah menerima-Nya. Ketika ajal menjelang, Yesus berdoa, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.” Dia menunjukkan cinta kasih-Nya kepada bangsa Israel yang memvonis mati dan bangsa-bangsa lain yang berteriak-teriak mendukung penyaliban-Nya.
Allah membangkitkan Yesus dari kematian untuk membuktikan kepada bangsa Israel bahwa hukum taurat sudah dibatalkan itu sebabnya yang ditetapkan MATI berdasarkan hukum taurat hidup kembali.
Allah memandang apa yang dilakukan oleh Yesus itu sangat baik. Itu sebabnya Allah lalu memberikan segala kuasa di sorga dan di dunia kepada Yesus. Setelah memiliki segala kuasa di sorga dan di dunia maka hal pertama yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah mengampuni seluruh dunia alias seluruh umat manusia. Itu sebabnya Dia lalu mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil alias kabar baik itu ke seluruh dunia.
Nah, saudara Jihad, Yesus Kristus disebut juruselamat dunia karena Dia mengampuni seluruh umat manusia, bukan karena Dia mati menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah seperti yang diyakini dan diajarkan oleh orang-orang Kristen yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar. Dengan segala kuasa baik di sorga maupun di dunia Yesus Kristus mengampuni dunia alias seluruh umat manusia. Mustahil ada kuasa yang mampu menentang pengampunan-Nya bukan?
Saudara Jihad, nampaknya anda mempelajari Alkitab dengan baik. Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan? Juga bagi anda, saudara Martir, perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan?
Martir : Pak hakim, anda tidak perlu mengutip ayatnya karena saya tahu yang anda katakan benar walaupun tidak memahaminya sebelumnya. Saat ini saya memahaminya. Terima kasih untuk pencerahannya.
Jihad : Pak hakim, selama hidup saya juga belum pernah mendengar ajaran demikian, namun saya percaya apa yang anda katakana benar. Namun, saya orang Islam. Ketika hidup, saya hidup dengan Alquran sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran, bukan Alkitab.
Bengcu : Baiklah saya tidak akan mengutip ayat-ayat Alkitabnya. Biarlah yang ingin tahu mencarinya sendiri sebab semuanya tercatat dengan gamblang dan tegas di dalam Alkitab. Saudara Jihad, anda membunuh karena ajaran Alquran, ayat mana yang mendukung tindakan anda itu?
Jihad : Pak hakim, bila anda memang belajar Alquran, perlukah saya mengutip ajarannya?
Bengcu : Tentu saja anda perlu mengutipnya karena anda sedang dihakimi bukan?
Jihad : Baiklah saya akan mengutipnya:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(QS. AlBaqoroh:190)
Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu. (Q.S. Al-Baqarah: 194)
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. (Q.S. An Nahl: 126)
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. (Q.S. Asy Syura: 40)
“Barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan lisannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan hatinya maka dia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun sebesar biji sawi.” (H.R Imam Muslim)
Bengcu : Saudara jihad, apakah anda dibunuh, itu sebabnya anda membunuh? Apakah anda disiksa itu sebabnya anda menyiksa? Apakah anda diserang itu sebabnya menyerang? Apakah anda dijahati itu sebabnya menjahati?
Jihad : Pak hakim, banyak umat Islam yang didzolimi.
Bengcu : Mereka yang didzolimilah yang memiliki hak untuk melakukan pembalasan, bukan anda. Apakah mereka memberikan haknya kepada anda?
Jihad : Mereka terlalu lemah dan pengecut untuk melakukan jihad.
Bengcu : Ajarilah mereka menjadi kuat dan jantan, bukannya mengambil haknya tanpa seizin mereka. Di samping itu, bukankah Alquran mengajarkan bahwa mengampuni itu jauh lebih baik?
“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka telah lakukan kepadamu, namun sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar” (Q.S. Nahl: 126).
Jihad : Alquran mengajarkan bahwa darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Saudara Jihad, bukankah anda tidak menumpahkan darah mukmin karena haram?
Jihad : Benar. Namun, darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Bila darah orang kafir itu halal, bukankah itu berarti anda harus menjaganya, bukannya menumpahkannya?
Jihad : Nabi mengajarkan:
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat kemudian bila mereka telah melakukan hal itu, maka mereka melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah Ta’ala”. (Muttafaq ‘alaih)
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah: 5)
Bengcu : Saudara Jihad, yang harus anda lakukan adalah memerangi manusia sampai mereka mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat, bukannya membunuh mereka sehingga MUSTAHIL mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Ketahuilah bahwa yang harus anda perangi adalah kedegilan hatinya, bukan menumpahkan atau membunuh sehingga mustahil mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Jihad : Bukankah Alquran memerintahkan untuk membunuh orang-orang musyrikin itu di mana saja dijumpai mereka?
Bengcu : Anda benar namun hal itu harus dilakukan setelah habis bulan-bulan Haram itu. Pertanyaannya adalah, kapan bulan-bulan haram itu habis? Apakah anda membunuh ketika bulan-bulan haram itu telah habis? Bulan apakah itu? Sekali lagi, izinkan saya bertanya, “Kapan bulan-bulan haram itu habis?” Nah, Saudara Jihad, pikirkan baik-baik yang telah kita diskusikan dan jangan pernah mengagul-agulkan diri apalagi mengharapkan balas jasa karena segala jihad anda. Kita akhiri sampai di sini. Jangan sampai ayam berkokok tiga kali.
Jihad : Pak hakim ….. Baiklah!
Bengcu : Saudara Martir mari kita membahas masalah anda. Apa yang telah anda lakukan seumur hidup anda?
Martir : Pak hakim, seumur hidup saya jadi orang Kristen yang memberitakan Injil. Saya mati di pasar. Mati digebukin rame-rame ketika kotbah kepada para pengunjung pasar. Saya …
Bengcu : Diamlah! Saya tahu apa yang anda tuntut. sudara Martir, izinkan saya bertanya, “Apa arti Injil?”
Martir : Tentu saja tahu apa arti Injil. Pak hakim, anda orang Kristen namun tidak tahu arti Injil? Mengenaskan.
Bengcu : Diamlah! Saya yang menjadi hakim di sini dan anda yang sedang dihakimi. Anda mau dihukum karena menghina hakim? Jawablah pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Maksud saya bukan …..
Bengcu : Peduli setan dengan maksud anda! Jawab saja pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Injil artinya kabar baik!
Bengcu : Itukah yang anda akui anda beritakan seumur hidup anda? Kenapa anda memberitakannya?
Martir : Benar! Saya memberitakannya. Saya memberitakannya karena itu adalah Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Saya memberitakannya karena mencintai Tuhan Yesus dan mengasihi sesama manusia.
Bengcu : Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Beritakanlah Injil alias kabar baik sampai ke ujung dunia. Anda tahu ujung dunia ada di mana?
Martir : Pak hakim anda tidak boleh memahami Alkitab secara hurufiah. Anda harus menafsirkannya sesuai konteks. Ujung-ujung dunia harus di …..
Bengcu : Saudara Martir, anda benar-benar menyebalkan. Saya hanya bertanya, Anda tahu ujung dunia ada di mana? Bila tahu katakan tahu bila tidak tahu katakan tidak tahu. Itulah tahu. Bila saya bertanya, jawablah, tolong jangan mengajari saya. Anda tahu ujung dunia di mana?
Martir : Maaf, pak, saya tidak tahu.
Bengcu : Nah, itu lebih baik! Jadi orang jangan sombong. Bila diri sendiri tidak paham bukan berarti orang lain mustahil paham. Bila diri sendiri tidak tahu, bukan berarti orang lain mustahil tahu. Ujung dunia adalah perbatasan antara dunia dan sorga. Sampai ke sanalah kabar baik alias Injil itu harus dikabarkan.
Martir : Pak hakim ……
Bengcu : Benarkah anda mengabarkan kabar baik? Baiklah saya akan panggilkan satu orang saksi. Kongzi, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Xiaosun 孙小 (cucu kecil) terpaksa merepotkan anda. Silahkan memperkenalkan diri anda.
Kongzi : Xiaozi 小子 (anak kecil ini) bermarga Kong 孔 dan bernama Qiu 丘 (bukit) setelah dewasa murid-murid memanggilku Kong fuzi 孔夫子 (guru Kong) dan setelah kembali kepada Tian 天 digelari Kongzi 孔子 (Almarhum guru Kong). Lahir 551 sebelum masehi dan mati 470 sebelum masehi. Seumur hidup, selama 81 tahun, xiaozi belajar untuk menjadi junzi 君子 (susilawan). Hanya meneruskan, tidak mengajarkan hal baru.
Bengcu : Saudara Martir, tolong beritahu saya, apakah Kongzi selamat alias masuk sorga?
Martir : Allah adalah KEBENARAN. Upah dosa adalah MAUT. Itu sebabnya manusia yang telah berdosa harus ditebus oleh manusia lain yang tidak berdosa yaitu Adam ke dua (Yesus). Itu sebabnya Yesus harus menderita dan tertumpah darah-Nya di kayu salib untuk menggantikan manusia. Itulah satu-satu nya cara menyelamatkan manusia. (Terima kasih Tuhan atas karya-Mu itu!!). Korban binatang untuk pakaian Adam dan Hawa, dilanjutkan dengan korban binatang bangsa Israel adalah simbol atau gambaran kematian Yesus di salib. Dapatkah Allah menyelamatkan manusia tanpa menumpahkan darah Yesus? Bukankah Allah mahaberdaulat? TIDAK! TIDAK BISA! Allah yang MAHAADIL dan MAHABENAR harus menumpahkan darah Yesus untuk menebus manusia berdosa. Itulah satu-satunya cara untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Karena semua manusia telah berdosa, maka harus ditebus oleh darah Yesus agar bisa selamat! Perhatikan, betapa KONSISTEN nya ajaran Alkitab itu. Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati!
Hanya kepada bangsa Israel Allah memberikan Firman Tuhan yaitu janji keselamatan dan Hukum Taurat. Apa tujuan Allah memberikan “JANJI” kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel)? Untuk menjadi MODEL suatu bangsa yang berkenan kepada Allah. ISRAEL adalah TYPE (tipologi = gambaran) gereja! Pilihan Allah atas Israel mustahil dibantah. Ini ajaran Alkitab yang eksplisit! Allah memang MEMILIH bangsa Israel menjadi umat-Nya, walau pun tidak semua orang Israel diselamatkan. Bangsa lain diselamatkan karena “dicangkokkan” menjadi bangsa Israel rohani! Oleh karena itu, JANGAN MEMANDANG RENDAH bangsa Israel lahiriah. Kita adalah cabang yang ditopang oleh akar dan pokok yaitu Israel lahiriah.
ISRAEL adalah model bangsa yang diselamatkan dan dikuduskan. Model-model lain adalah: Abraham adalah model orang beriman. Daud model pemimpin yang baik, sekaligus model bahwa orang yang diurapi Tuhan pun bisa jatuh ke dalam dosa yang keji. Salomo model orang yang diurapi Tuhan lalu memberontak melawan Allah. Paulus adalah model orang jahat yang menerima panggilan Tuhan menjadi rasul-Nya. Yudas adalah model murid Yesus (orang Kristen) yang jahat dan menolak kasih karunia Tuhan! Yohanes model orang yang bersandar pada Tuhan! Dan masih banyak model-model lain yang melaluinya kita mengambil pelajaran.
Walaupun hukum taurat tercatat di dalam hati manusia namun apakah Allah memberi janji keselamatan kepada bangsa Tiongkok? Tidak!
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Bangsa Israel diselamatkan karena korban binatang yang adalah symbol dari korban Yesus. Bangsa Israel menerima anugerah keselamatan dari Allah, itu sebabnya Allah memberikan Hukum Taurat dan menjanjikan Mesias kepada mereka. Bangsa lain pasti binasa karena semua manusia telah berbuat dosa. Maaf! Kong fuzi, walaupun orang baik, namun dia tidak akan masuk sorga.
Bengcu : Saudara Martir, itukah kabar baik alias Injil yang anda beritakan?
Martir : Saya hanya memberitakan firman Allah yang ya dan amin. Halleluyah!
Bengcu : Kongzi, apakah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah kabar bai?
Kongzi : Xiaozi (anak kecil ini) tidak berani tidak menyatakan bahwa itu mustahil kabar baik sebab semua yang bertelinga mendengar dan yang bermata melihat bahwa itu adalah kabar paling MENGENASKAN di Tianxia 天下 (kolong langit).
Bengcu : Mbah Paijo, silahkan memperkenalkan diri.
Paijo : Nama saya Paijo. Sejak kecil memeluk agama Budha dan meninggal ketika berumur 80 tahun. Pada waktu berumur 65 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama Martir. Pada raktu berumur 70 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama hai hai.
Bengcu : Mbah Paijo, apa yang dikatakan oleh saudara Martir kepada anda ketika kalian bertemu?
Paijo : Dia bilang saya pasti masuk neraka karena menyembah berhala. Dia bilang kalau mau masuk sorga harus percaya Yesus dan jadi orang Kristen.
Bengcu : Bukankah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah Kabar baik?
Paijo : Walah ….. itu kabar buruk lah yao! Sudah 65 tahun jadi orang Budha lalu ditakut-takuti masuk neraka kalau nggak mau jadi orang Kristen kok disebut kabar baik tho mas hakim?
Bengcu : Kenapa mbah Paijo nggak pindah agama jadi Kristen?
Paijo : Wele-wele …. Lha wong saya itu dari lahir sudah orang budha je. Sejak kecil itu ya main ne di candi Borobudur, Mendut dan candi lain ne. Wes kadung betah, kadung seneng kok tiba-tiba harus jadi Kresten tho?
Bengcu : Mbah Paijo nggak takut masuk neraka? bukankah saudara Martir mengajarkan bahwa si mbah pasti masuk neraka kalau nggak percaya Yesus dan jadi Kristen?
Paijo : Lha gimana mbah mau percaya? Katane kabar baik kok malah bilang si mbah pasti masuk neraka? Kalau pasti masuk neraka itu kabar buruk nama ne. Kata ne masuk sorga itu anugerah tapi kok syarat e musti jadi Kresten tho? Lha itu jenengnya ngapusi. Anugerah ya anugerah, kok ada syarat e. Kalau ada syarat e ya bukan anugerah tho? Weis …. Jaman ne jaman edan. Kabar baik kok meden-medeni (nakut-nakuti)!
Bengcu : Saudara Martir, anda mendengar sendiri bukan bahwa yang anda kabarkan itu bukan kabar baik sama sekali? Bukankah Amanat Agung Yesus Kristus adalah memberitakan Injil alias kabar baik?
Martir : Pak Hakim, anda orang Kristen. Mustahil nggak tahu bahwa yang saya beritakan adalah Injil Yesus Kristus. Saya memberitakan kabar baik bahwa satu-satunya jalan masuk sorga adalah percaya Yesus dan menjadi Kristen.
Bengcu : Saudara Martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, namun faktanya adalah anda sama sekali tidak memberitakan kabar baik sebab yang anda beritakan adalah kabar buruk. Nah, mbah Paijo, pernahkah anda mendengar kabar baik dari murid Yesus Kristus?
Paijo : Pernah pak hakim yaitu waktu simbah ketemu hai hai. Waktu itu simbah tanya apa bener Yesus itu juruselamat dunia? Hai hai bilang bener, makane simbah Paijo juga sudah diselamatkan, makane dikatakan keselamatan itu adalah anugerah bukan balas jasa apalagi hasil usaha manungsa. Nah ….. Itu pancen kabar baik! Mbah seneng dengernya.
Bengcu : Apakah hai hai mengajak simbah masuk Kristen?
Paijo : weleh ….. Waktu hai hai tanya, apakah simbah mau jadi murid Yesus? Kalau mau nanti diajari ajaran yang diajarkan Yesus. Simbah bilang, mbok ajarin dulu nanti biar simbah tahu.
Bengcu : Apa yang diajarkan hai hai?
Paijo : Wah yang diajari buanyak je. Tapi ya intine cuman mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Apakah akhirnya simbah jadi murid Yesus?
Paijo : Lha pasti lah yao! Wong ajarane pancen bener jhe.
Martir : Apakah simbah lalu jadi Kristen?
Paijo : Lha nggak lah yao! Wong untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, wae kok masak musti jadi Kresten dulu tho?
Martir : Bukankah menjadi murid Yesus itu harus percaya Yesus? Apakah simbah percaya Yesus?
Paijo : Lha kalau nggak percaya Yesus kok ya simbah belajar ajaranya lalu ngamalanke tho nak? Dipelajari lalu diamalkan itu kan artinya simbah percaya tho nak?
Martir : Orang Kristen harus ke gereja.
Paijo : Lha itu kabar buruk nak! Memang e Yesus ngajarake ke grejo tho? Kok simbah nggak nemu di Alkitab yo? Wa .. gini-gini simbah ya katam jhe baca Alkitab.
Martir : Orang Kristen harus mengadakan perjamuan kudus.
Paijo : Wah, kalau perjamuan kudus mengenang kematian Yesus itu ya nggak usah ke grejo yo bisa kok nak. Hai hai itu kalau ngajak perjamuan kudus senengane pake telo bakar dan kopi pait. Weis …. Pancen marem rasa ne.
Bengcu : Nah, saudara Martir, anda tahu sekarang kenapa anda digebukin? Itu karena alih-alih memberitakan kabar baik anda justru memberitakan kabar buruk. Kabar buruk adalah: Kamu pasti masuk neraka karena bla bla bla … Kamu baru bisa masuk sorga kalau bla bla bla … Sedangkan kabar baik adalah: Bersyukurlah sebab dosamu telah diampuni dan kamu akan ditolong oleh Roh Kudus untuk menjadi manusia yang yang melakukan perbuatan baik. Kamu akan ditolong oleh roh Kudus untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Bapak hakim yang terhormat, maukah anda menjelaskan kepada saya tentang DOSA?
Bengcu : DOSA? Upah dosa adalah MAUT. Tolong jangan ditafsirkan menjadi karena dosa maka manusia DIHUKUM Allah Yesus lalu menggantikannya. Anda mau tahu dosa? Dosa menurut ajaran Alkitab? Baiklah saya akan beritahu anda apa itu dosa? Dengan demikian maka anda bisa memahami kenapa di atas kayu Salib Yesus berdoa, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.”
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka Kejadian 1:27
Sekarang anda paham apa itu DOSA, bukan?
Martir : BELUM! Saya belum memahaminya. Saya tidak memahaminya.
Bengcu : Allah yang berfirman MENGAJAK untuk MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita sementara Allah yang MENANGGAPI firman menciptakan manusia menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah. DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan PENOLONG (Ezer) baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18
DOSA adalah karena TUHAN Allah belum menjadikan PENOLONG alias EZER alias PARAKLETOS yang sepadan baginya. Itu sebabnya di Perjanjian Baru Allah menggenapi penciptaan-Nya.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang PENOLONG (Parakletos) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Yohanes 14:16
Martir : Anda …..????Z@#@#$%&???
Begitu saja hai hai terbangun dari mimpinya. Dia pun melanjutkan ngerumpi dan menceritakan mimpinya kepada teman-temannya.
@hai:
Inti teori lu ‘Penciptaan Belum Sempurna’, gue ngangguk2 sejauh ini. Intinya, manusia (adam) memang ‘belum sempurna’ (di Kejadian dibilang ‘baik’, mungkin karena ‘belum sempurna’ bisa juga ‘baik’). Perdebatan menggunakan bahasa ‘belum sempurna’ sepertinya bikin rame. Apapun terminologi ‘belum sempurna’, sebenarnya konsisten dengan 1 Korintus 15:45, yang mana si Adam hanya ‘hidup’, tapi tidak seperti Adam terakhir (Yesus) yang ‘life-giving spirit’.
Nah, perdebatan lu terutama dengan Bingo, sepertinya muter2 di terminologi ‘belum sempurna’ ini.
Pertanyaan lebih lanjut, minta impartasi dong:
1. Kalau manusia ‘sempurna’ (yang sudah dilahirkan kembali dalam Yesus), ini kan jelas (dalam hubungan mereka dengan Allah). Tapi, bagaimana dengan manusia2 ‘belum sempurna’ (sebelum Yesus) yang dianggap Allah karena iman mereka? Apa mereka dapat status khusus (semata-mata karena dipilih Allah)? Lagipula, yang ‘sempurna’ juga dipilih, apa benar begini?
2. Konsekuensi dari Adam pertama diciptakan ‘belum sempurna’, apa si Adam ditakdirkan untuk ‘mati’? Maksud gue, ANDAI dia nggak makan buah pengetahuan baik dan jahat, apa Adam bakal mati juga? Soalnya, bahasa “… engkau akan mati” (mau mulai mati, ato mo apa kek), sepertinya mengindikasikan “… engkau tidak akan mati kalau tidak makan buah”. Nah, ini balik ke pertanyaan nomer satu, bagaimana dengan manusia2 ‘belum sempurna’ yang terpilih?
Masalahnya, kalau yang ‘belum sempurna’ memang ditakdirkan untuk mati, ini nggak sreg dengan masalah “…engkau akan mati” di atas. Maksudnya, sepertinya Adam memang memiliki pilihan untuk hidup saat itu.
PS: Pertanyaan diatas asli loh, soalnya mao pake teori TULIP2an juga belum terjawab dengan baik.
PPS: Perdebatan antara lu dan Bingo, gue no comment deh, soalnya Bingo banyak menggunakan argumen teori2 teologi yang udah ada (contoh: Free Will, TULIP, dll) yang mana menurut gue belum sempurna juga. Tapi, dia punya valid point juga. Intinya, kita semua disini masih belajar, jadi belum tentu ada yang benar.
@Paulus, menarik sekali membaca penjelasan anda dalam menanggapi penulis dan saudara Bingo.
+++++ Anda berkata:
Concupiscence, yang mengacu kepada ketidakteraturan keinginan daging, memang dialami semua manusia keturunan Adam dan Hawa. Tetapi kasusnya tentu sgt berbeda pada diri Adam dan Hawa, karena sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa mempunyai yang disebut sebagai the gift of integrity, yaitu segala keinginan daging yang tunduk kepada akal budi.
Pada kasus Adam dan Hawa, yg terjadi adalah ketidakteraturan “keinginan rohani” (dlm istilah pak Hai keinginan hati) yang melampaui takaran yang ditetapkan Allah tanpa dipengaruhi keterbatasannya atas ketertundukan pada ketidakteraturan daging.
+++++ Pertanyaan saya:
Bisa lebih dijelaskan mengenai ketidakteraturan keinginan daging dan ketidakteraturan keinginan rohani?
Setahu saya, keinginan daging ya keinginan daging dan keinginan roh ya keinginan roh dan keduanya bertentangan:
Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging –karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Bisa anda berikan landasan alkitab mengenai pemahaman ini kenapa anda katakan bahwa Adam dan Hawa memiliki ketidakteraturan keinginan rohani sedangkan kita memiliki ketidakteraturan keinginan rohani dan daging?
+++++ Anda berkata:
Kita dicipta sesuai GambarNya menuju Gambar dan Rupa… yg artinya menuju sempurna…… artinya menjadi salinan dari sebuah kesempurnaan
+++++ Pertanyaan saya:
Manusia pada Kejadian 1:28 memang diciptakan menurut gambar-Nya. Bagaimana menurut anda dengan Kejadian 5:1 yang menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut rupa Allah?
5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
Rusdy, orang yang mengaku MALAS belajar namun SOK NGAJAR, emang gua pikirin? Ha ha ha ha ha ha … Orang yang bertanya namun maksa dijawab seperti keinginannya? Ha ha ha ha ha ha ….. Itu namanya konslet. Gua gak peduli dengan orang-orang demikian. Untuk si bingo, gua dah tentuin SYARATNYA. Bila dia nggak mau, ya, emang gua pikirin?
DOSA (CHATTAH = HAMARTIA) berbeda dengan PELANGGARAN (PHESA – HAMARTANO). Untuk masalah DOSA, kita berhadapan dengan Allah (Elohim – Theos). Untuk masalah PELANGGARAN kita berhubungan dengan TUHAN (YHWH – Yesus). Yang TAHU tentang yang baik dan yang jahat adalah TUHAN (YHWH – Yesus). Itu sebabnya TUHAN (YHWH – Yesus) MENGADILI dan MEMVONIS.
Pada zaman Nuh, YHWH menghakimi dan menjatuhkan VONIS berupa hukuman MATI alias MUSNAH karena di matanya manusia itu JAHAT. Pada saat itu Allah Elohim menggenapai VONIS YHWH namun dengan ALASAN yang berbeda. BUKAN karena manusia JAHAT namun karena dunia RUSAK.
Ketika Yesus datang ke dunia, saat itu Dia menunggu penghakiman Allah (Elohim – Theos). Itu disebut hari TUHAN karena pada hari itulah manusia dan TUHAN-nya akan dihakimi oleh Allah alias Theos alias Elohim. apa yang terjadi pada saat itu? Ternyata, Allah alias Elohim alias Theos menghakimi melalui Yesus. VONISBYA adalah NOT GUILTY alias TIDAK BERSALAH karena manusia TIDAK TAHU apa yang dilakukannnya.
Yesus menebus manusia. Siapakah yang Dia tebus? Manusia-manusia Zaman Nuh dan bangsa Israel. Dari mana ditebusnya? Dari MAUT. Siapakah yang MENETAPKAN atau menghukum manusia zaman Nuh dan Israel? YHWH. Kenapa Dia menghukum mereka? Karena menurut-Nya mereka JAHAT dan patut di hukum. Hatinya PAHIT karena melihat kejahatan manusia. Itu sebabnya dia disebut malaikat APSINTUS. Dialah JURUKUNCI jurang maut. Kenapa bangsa-bangsa diluar Israel tidak DITEBUS-Nya? Karena bangsa-bangsa itu TIDAK terikat hukum TAURAT. Karena hukum taurat hanya mengikat bangsa Israel alias keturunan Abraham. Itu sebabnya Alkitab mencatat bahwa YHWH menggembalakan bangsa-bangsa dengan 2 tongkat yaitu Tongkat Ikatan untuk menggembalakan Israel dan tongkat KEMURAHAN untuk mengggembalakan bangsa-bangsa lain.
Rusdy, anda harus memisahkan antara ELOHIM = Allah yang MENGAMINI Firman dan YHWH = Allah yang menanggapi firman serta BAPA = Allah yang berfirman. Anda juga harus memisahkan antara PROSES penciptaan dan PENGHAKIMAN.
Yang PERNAH ada, Yang ADA dan yang AKAN datang.
Yang pernah ada = YHWH – Dia Datang sendirian alias atas nama diri-Nya sendiri di PL
Yang ADA = Yesus – Dia datang berdua dengan Kristus PB
Yang akan datang = Yesus Kristus – Dia AKAN datang dalam nama BAP – Sorga Dunia Baru
Rusdy, saat ini saya menempuh jalan berbeda. Sebelumnya saya menempu CARA menghajar dulu doktrin-doktrin yang ada lalu dari sana memperkenalkan ajaran BARU. Sekarang saya coba berbalik Mengajarkan ajaran baru dan membiarkan doktrin-doktrin lama menyerang.
@Penulis,
“Rusdy, orang yang mengaku MALAS belajar namun SOK NGAJAR, emang gua pikirin? Ha ha ha ha ha ha … Orang yang bertanya namun maksa dijawab seperti keinginannya? Ha ha ha ha ha ha ….. Itu namanya konslet. Gua gak peduli dengan orang-orang demikian. Untuk si bingo, gua dah tentuin SYARATNYA. Bila dia nggak mau, ya, emang gua pikirin?”
Kok ngalor-ngidul. Siapa suruh penulis mikirin saya…?
Kelihatannya pintar, tapi ujungnya bengkok. Sudah saya bilang, katakan saja ANDA MAU ADOPT AJARAN SIDHARTA GAUTAMA KE IMAN KRISTEN. Karena itu ANDA MENCARI PENJELASAN DOGMATIS ala Teolog yg gak lulus untuk memperoleh dasar kebenarannya. Saya tidak merasa ngajari siapapun. Saya hanya bertanya dan menyampaikan pendapat saya. Saya tidak suruh orang setuju dengan pandangan saya. Mbok sekolah Teologi dulu.
Orang awam dan peka, cukup lihat awal dan akhirnya. Kalo bener, baru dilihat prosesnya, apa bener juga. Dasar nampaknya bener, Ujungnya salah, walaupun Prosesnya nampak benar, tetap diangggap Salah. Dasar bener+Tujuan bener+Proses bener=Bener. Salah satu salah=Salah .
Jawab saja pertanyaan ini:
MENURUT ANDA, SAAT INI ANDA SEMPURNA ATAU TIDAK DALAM KONTEKS YANG ANDA MAKSUD…??
Gak usah dijawab dan dikomentari, kalo gak mau. Pembaca lain yang akan menilai.
GBU
@Pembaca,
“Rusdy, anda harus memisahkan antara ELOHIM = Allah yang MENGAMINI Firman dan YHWH = Allah yang menanggapi firman serta BAPA = Allah yang berfirman. Anda juga harus memisahkan antara PROSES penciptaan dan PENGHAKIMAN.”
Kok malah dia sendiri yg maksa org mikir seperti pikirannya(penulis)??
“Yang PERNAH ada, Yang ADA dan yang AKAN datang.
Yang pernah ada = YHWH – Dia Datang sendirian alias atas nama diri-Nya sendiri di PL
Yang ADA = Yesus – Dia datang berdua dengan Kristus PB
Yang akan datang = Yesus Kristus – Dia AKAN datang dalam nama BAP – Sorga Dunia Baru”
Ini PENAFSIRAN. Bukan PEMAHAMAN. Padahal penulis nyuruh org memahami, bukan menafsirkan. Memahami lebih sederhana dan kebanyakan org bisa mengerti, awam sekalipun. Kalo tafsiran, ya, penulis sendiri yang paling tau maknanya. Mbok sekalian bikin 3 Dewa saja, lebih mudah dipahami.
“Rusdy, saat ini saya menempuh jalan berbeda. Sebelumnya saya menempu CARA menghajar dulu doktrin-doktrin yang ada lalu dari sana memperkenalkan ajaran BARU. Sekarang saya coba berbalik Mengajarkan ajaran baru dan membiarkan doktrin-doktrin lama menyerang.”
Hlo katanya gak boleh dibandingkan dengan doktrin lama…?? Coba pembaca melihat komen penulis sebelum2nya.
GBU
@Pembaca,
Hanya share,
Kenapa sih utak-atik doktrin pakem yg sudah disepakati bersama? Apa faedahnya utk kemajuan Kabar Baik? Wong implementasi doktrin yg lama saja masih amburadul?
Bikin saja konsep2 baru, atau perumpamaan2 baru utk menjelaskan dengan lebih gamblang dan mudah dimengerti awam, alih2 selalu menggunakan konsep2 lama untuk implementasi?
Misal, Doktrin Tritunggal,…
Bikin implementasi pemahaman dengan konsep Quantum (caranya Sodara Paulus), atau mungkin konsep Ruang-Waktu-Materi, untuk menjelaskan maksud Tritunggal. Doktrinnya sendiri ndak diutak-atik.
Atau menelurkan pemahaman baru yang nyleneh, ndak berkait dengan Doktrin baku. MIsal, Adam dan Hawa tidak punya pusar, karena tidak pernah dilahirkan dari perempuan. Langsung diciptakan dari Tanah dan Tulang.
Kan banyak hal lain yg dapat dilakukan selain menghujat keyakinan Iman lain, bahkan mengubek2 Doktrin sendiri. Apa faedahnya buat Pekabaran Injil, selain mengundang pertentangan dan kebencian? Ujung2nya tidak bisa dipertangggungjawabkan karena yang memicu bukan org Teologi. Hanya awam yang sok pintar atau gak punya duit untuk sekolah tapi maksa ngobok2 hasil pikir para Bapak Gereja, Sarjana Teologi, dan pendiri aliran gereja.
GBU
@Bingo:
Pak Bingo…. mari kita uji keberatan bapak atas jawaban saya…..
1. Menurut Sodara Paulus, dapat diumpamakan bahwa, Allah (Pelukis) dulu melukis (menciptakan) manusia dari Gambar (foto) Nya. Kalo saya tdk salah tangkap…..? Entah mengapa salinan (manusia) itu ternyata belum sempurna padahal Allah yg melukis sendiri dari fotoNya, bukan dari rupaNya sendiri. Kenapa Dia yg adalah Allah butuh foto diriNya sendiri utk melukis manusia?
2. 3. Sudah terjawab dengan pertanyaan saya pada point 1.
saya:
-Menurut pemahaman pak Bingo, manusia pertama yg diciptakan dlm wujud roh atau daging?
-Allah Bapa dalam bentuk Roh atau daging? apakah Bapa secara hakikat memiliki bentuk?
-Bisakah pak Bingo menjelaskan pada saya bagaimana cara melukiskan roh dalam bentuk daging? yg tdk berbentuk dilukis jadi sebuah bentuk?
-Apakah Allah Bapa sedang menduplikasikan DiriNya saat mencipta manusia?
Tidak! Allah Bapa mencipta manusia sesuai “bentuk perwujudanNya”. Bukan dalam bagaimana Adanya Dia yang sebenarnya. Allah Bapa mengambil “bentuk” utk memanifestasikan DiriNya. “bentuk manifestasi” itulah GambarNya…. sebuah perwujudan yg memiliki segala kepenuhan atas keilahianNya.
Dan Bentuk/Gambar itulah yg dipakai sbg patron penciptaan manusia.
Yesus adalah Gambar Allah …konsistensi alkitab… alkitabiah.
Yesuslah Sang Firman….konsistensi alkitab…alkitabiah.
Yesuslah pencipta segala yang ada …konsistensi alkitab…alkitabiah.
Anak memiliki hidup dari DiriNya sendiri..konsistensi alkitab…alkitabiah.
Saat saya menyebut Yesus di atas… saya maksudkan sbg hakikat
Anak…Putra….manifestasi Allah sendiri.
Jadi sejak mulanya adalah Firman… sejak mulanya manusia berurusan dgn GambarNya…..yaitu YHWH (Yesus) yg adalah bentuk manifestasiNya sendiri.
GambarNya sdh sempurna … sbg Gambar dan Rupa… maka dikatakan Gambar dan Rupa Kita….. bukan Gambar dan RupaKu.
Mengapa GambarNya sempurna…sementara Entah mengapa salinan (manusia) itu ternyata belum sempurna?
Karena Anak melakukan segala kehendak BapaNya. Salinan GambarNya? nurut sama ular.
sdh berulang kali saya tuliskan, Adam sempurna sbg ciptaan secara natur sbg manusia…..tapi belum sempurna sbg Gambar dan Rupa. Atau pak Bingo berpikiran bahwa yg telah sesuai dgn Gambar dan Rupa ternyata msh bisa tunduk pd ular? apa pak Bingo berpikir bahkan YHWH msh bisa tunduk pd ular???
Jadi kesimpulannya: Adam sempurna secara natur sbg manusia tetapi jika dilihat dari sisi ketundukkannya maka Adam belum sempurna…. sebab itu memang by process….sdh saya analogikan dgn kemampuan awal tanah utk menumbuhkan biji saja….kemudian berproses mjd tumbuhan sempurna lengkap dgn batang, ranting, daun dan bunga/buah…. penciptaan melalui proses…. dan proses Adam mjd Gambar dan Rupa memang belum selesai… maka kami sebut belum sempurna…. not ultimate perfect….Adam sedang menuju ke-kesempurnaan.
4. Jadi, karena kej 1:26 disebutkan “Nya”, maka “foto” lah yg dilukiskan. Padahal Kej 1:25 sebelumnya Allah menyebut diri “Kita”. Seandainya ayat 26 “Nya” diganti “Kita”, maka sempurnalah penciptaan manusia. Mengacu jawaban Sodara Paulus pada point 1-3.
saya yakin maksud anda ayat 26-27;
TIDAK! bahkan meski Nya diganti “Kita” atau “Mereka” sekalipun.
Sebab gambarNya… betul2 telah menjadi gambar dan rupa..identik/satu.. maka dikatakan Gambar dan Rupa Kita….. bukan Gambar dan RupaKu… bukan RupaKu dan RupaMu…..
5. “Manusia Lama”-nya tidak terjelaskan, karena menurut artikel sudah “Baru” saat penciptaan oleh-Nya. Berikut kutipannya,: “DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.”….. “Nya” di sana adalah Allah yg menanggapi Firman. Berbeda aksinya dengan Allah yang “Kita”.
memang pada sisi ini mungkin saya agak beda pandang dgn pak Hai. YHWH/Yesuslah pelaku langsung penciptaan, hanya oleh Dia dan dalam Dia saja. Jadi memang GambarNya..yaitu Sang Firman… yg mewujudkan kehendak Bapa. Jika mungkin ada kesan Sang Firman “salah tanggap”…. maka saya menyebutnya sbg suatu “tanggapan yg benar”…. yaitu mengacu pd kausa utama…. gambar dulu…sebab rupa hrs bersifat dua arah…yaitu ada penundukan diri secara sadar dan sukarela dari si gambar selama berproses…utk mjd gambar dan rupa Kita.
6. Ternyata “foto” itu, yg pada poin satu dijadikan gambar contoh Allah utk menciptakan manusia yg belum sempurna, adalah Yesus Kristus. Hasil lukisan butuh foto untuk sempurna. Logikanya bagaimana menyatukan foto dengan lukisan? Pakai Photoshop? Kenapa harus pakai “foto” sih dulu Allah menciptakan manusia?
YHWH/Yesus – lah yg melakukan proses penciptaan. Dan krn perintahNya adalah membuat “sesuai” gambar dan rupa…..bukan menduplikasi gambar dan rupa… “sesuai” itu ada skalanya pak….. ada variabel2 penyesuaian… apa anda pikir YHWH juga punya rasa lapar dan haus??? punya syahwat??? sesuai berarti ada penyesuain….bukan duplikasi.
Wong diciptakan langsung gak pakai foto saja masih mungkin jatuh dalam dosa (Iblis, fallen Angels).
Apa menurut pak Bingo, fallen angels tdk dicipta dgn natur sempurna lengkap dgn kehendak bebas??
7. Yang salah adalah Alkitab, yang menyebutkan “Nya” di Kej 1:26, bukannya “Kita” seperti di ayat 25. Yang bikin “foto” harus mati disalib. Menyempurnakan bagi saya logikanya adalah seperti perintah servicer pada sebuah komputer, bisa ngurangi bisa nambahin, komputernya sama. Sedang mengampuni adalah menghapus seluruh nya dan melukis ulang manusia baru, dilahirkan baru, bukan diservice ulang. Penyertaan Roh Kudus (sebagai simbol hadirat Tuhan) baru dimungkinkan jika lukisan itu layak, alias sudah dilukis ulang.
Tidak ada yg salah dgn alkitab. Saya mempercayai alkitab sbg Firman Allah yg mati (berbentuk tulisan-buku- benda mati). Sama seperti saya mempercayai Yesus sbg Firman Allah yg hidup. Cara kita memahami yg kemungkinan besar salah.
8. Sekalilagi final decision karena ayat 26 tidak menggunakan “Kita” dalam Ibrani. Maka “Kita” dalam Yunani yg disebutkan pada Yoh 17:21, mengkoreksinya, setelah “foto” disalibkan.
Berbeda konteksnya…..sebab Yesus sdh berinkarnasi..mengambil wujud manusia…..tetapi Dia berkata tentang hakikatNya sbg Sang Anak.
9. Saya lebih suka mengatakan bahwa Adam-Hawa berada dalam hadirat Tuhan pada mulanya. Entah itu melihat atau sekedar mendengar (entah bagaimana caranya Allah mengenakan pakaian pada mereka setelah mereka malu). Jika mereka tdk dalam hadirat Tuhan, tentu mereka tidak perlu diusir dari Eden, Kej 3:23. Cukup dihukum seperti ayat selanjutnya.
Tidak seorangpun pernah/bisa melihat Allah… dan tidak seorangpun pernah naik ke surga kecuali Yesus…. ini sekaligus membuktikan bahwa Adam sama sekali berbeda dgn Yesus (bedakan dgn inkarnasi Yesus)….Adam sesuai dgn GambarNya yaitu Yesus… tapi sama sekali bukan duplikasi Yesus…. YHWH/Yesus berbeda natur dgn Adam.
Hadirat Tuhan ada di sorga….. dan tidak mungkin ada kejatuhan (dlm dosa) di sorga… kalau maksud pak Bingo dgn hadirat adalah perkenanNya…maka betul awalnya Adam beroleh perkenan di hadapan Allah.
10. Ini jawaban paling lugas dan tegas. Saya suka. Penciptaan Alam Semesta menurut Alkitab adalah 6 hari. Pada hari yang ketujuh Allah beristirahat, dan telah sempurna kerjaanNya, Kej 2:3. Masih ada hari lain untuk menyempurnakan ciptanNya yg “belum sempurna” kalo gitu? Dan cilakanya justru manusia yg belum sempurna diciptakanNya.
belum sempurna….artinya sedang dalam proses menuju sempurna….msh bagian dari proses penciptaan itu sendiri. Adam bukan produk jadi…tapi produk yg msh dlm proses….dan proses itu berjalan tanpa campur tangan lagi Allah secara langsung…maka sdh selesai bagi Allah……. bola ada di tangan Adam utk menyelesaikan proses…. maka YHWH/Yesus memberi rambu2 peringatan agar dia bisa lolos QC.
11. Blm dijawab.
substansinya sama dgn no 12..jadi sekaligus dijawab di nomer 12.
12. Saya berpandangan Sempurna sebagai Ciptaan tentu berbeda dengan Sempurna sebagai Pencipta. Tidak mungkin Ciptaan menyatu dengan Pencipta. Manusia telah sempurna sebagai ciptaan.Yg di sampaikan Alkitab adalah bahwa Ciptaan ini (manusia) akan “kembali dalam” HadiratNya, bukan menyatu seperti campuran kimia. Menjadi satu adalah menjadi serupa “Kembali” dengan Allah. Menjadi rekan/partner/apalah istilahnya, dimana Allah bisa bercakap-cakap dan bergaul erat dengan manusia kembali seperti waktu Allah bersama Adam di Eden.
Tidak terbersit sekalipun dlm benak saya ide konyol bahwa penyatuan antara ciptaan dan Pencipta seperti senyawa kimia. Saya praktisi kimia dan tdk mungkin memakai analogi konyol macam itu.
Pemahaman saya tentang penyatuan manusia dan pencipta seratus persen sama dengan magisterium gereja tentang tubuh mistik Kristus.
Bingo:
Bukan free will yg menimbulkan dosa. Bukan makannya yg dosa, memutuskan dalam hatinya untuk bersedia menurut Setanlah yg dosa. Kalo Allah sendiri yg memerintahkan makan, dan mereka nurut, itu bukan dosa, karena Allah sendiri yg memerintahkan makan. Jadi, kerusakan semata-mata akibat kecondongan hati manusia itu sendiri.
Saya:
saya sdh tuliskan bahwa Adan dan Hawa jatuh dlm dosa krn ketidak-teraturan rohani… keinginan hati yg melampaui apa yg pantas bagi naturnya.
Bingo:
Kristus mengangkat manusia dari kejatuhannya, karena kasih Allah. Seperti tegangan listrik. Kutub negatif tangan kiri Kristus memegang manusia yg rusak karena dosa, sementara kutub positif tangan kanan Kristus memegang tangan Allah. Kristus berpijar karena pertemuan kedua kutub itu dalam diriNya. Dia terbakar hangus karena perbedaan “tegangan” itu, sebagai korban penebusan. Allah memperhitungkan pengorbanan Anak TunggalNya itu sebagai kebenaran. Manusia diterima kembali karena Kristus. Dan karena pengorbananNya itu maka seluruh kolong langit ini ada dalam kuasa Kristus. Yoh 1: 1 Karena begitu besar kasih Allah pada manusia….dst.
Saya:
Yesus Kristus adalah juru selamat bagi manusia, tidak ada pertentangan dgn apa yg saya yakini.
Pak Bingo….. jelas sekali (benar spt komen sdr.Rusdy)…. bahwa kita muter2 di definisi : “belum sempurna”……anda mengacu pd kesempurnaan natur Adam sbg manusia saja… sedang saya mengacu pd natur manusia sempurna yg msh hrs disempurnakan dgn penundukkan diri padaNya utk dpt mencapai beatific vision…. natur sempurna manusia sdh hilang saat kejatuhan Adam…. maka berkat jasa Kristus kita sedang berproses menuju dua kesempurnaan sekaligus yaitu kembali mendapatkan natur manusia sempurna dan kesempurnaan di hadirat Tuhan utk dpt memandangNya sebagaimana Apa Dia AdaNya…(beatific vision)
GBU
Pak Hai,
Memang ada perbedaan KUALITAS antara Hawa dan suaminya sebelum dan setelah makan buah pengetahuan. Memang mereka belum tahu apa itu pengetahuan tentang yang jahat dan yang baik. Namun, setelahnya mereka tahu yang jahat dan yang baik.
Justru disitu saya mendapatkan adanya “ketidak-teraturan rohani”… sebuah keinginan hati dari Adam dan Hawa yg melampaui natur mereka sbg manusia..(yg saya yakin mrk sendiri blm tahu bahwa itu melampaui natur mereka)… oleh karenanya, dalam hal tsb YHWH sdh mengantisipasi dgn memberi rambu2 utk jgn memakannya agar jgn mrk melampaui natur mereka, agar jgn proses penciptaan yg blm rampung terdistorsi. Jadi memang disini saya berpikir bahwa bukan Penanggap Firman salah menanggapi Pemberi Firman… tetapi proses penanggapan itu terdistorsi insiden buah pengetahuan.
insiden ini berakibat menyebabkan kejatuhan derajat natur Adam dan Hawa…yg membuat proses penciptaan keluar dari track yg di-arrange Penaggap Firman.
Sesungguhnya tidak ada yang RUSAK karena yang terjadi adalah AKIL BALIK alias KEDEWASAAN….. saya hrs belajar lebih banyak lagi utk mengadaptasi yg ini…sebab saya msh memahami ada kehilangan natur sempurna sbg manusia pd diri Adam dan Hawa.
Kata DOSA dalam ayat tersebut diterjemahkan dari kata HAMARTANO yang artinya MELANGGAR. Kata itu berbeda dengan kata CHATTAH alias HAMARTIA. HAMARTIA memang menyebabkan seseorang melakukan HAMARTANO, namun TIDAK semua perbuatan manusia adl HAMARTANO.
Pak Hai, saya sedang mengadaptasi pemahaman ini dgn konsep invincible ignorance dalam magisterium katolik.
Mohon pak Hai kritisi pemahaman saya tentang distorsi proses penciptaan yg sedang dilakukan Penanggap Firman akibat insiden buah terlarang (faktor major ekstern bukan mal-praktek Sang Penanggap)
Salam.
@greentea:
+++++ Pertanyaan :
Bisa lebih dijelaskan mengenai ketidakteraturan keinginan daging dan ketidakteraturan keinginan rohani?
Setahu saya, keinginan daging ya keinginan daging dan keinginan roh ya keinginan roh dan keduanya bertentangan:
Bisa anda berikan landasan alkitab mengenai pemahaman ini kenapa anda katakan bahwa Adam dan Hawa memiliki ketidakteraturan keinginan rohani sedangkan kita memiliki ketidakteraturan keinginan rohani dan daging?
saya:
manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa, atau disebut sebagai concupiscentia/ concupiscence. Concupiscence/ kecenderungan berbuat dosa ini adalah mencakup keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16)………. dan itu bukanlah berasal dari Bapa tapi dari dunia.
bukankah ketika hari penciptaan manusia, Allah memandang semua itu sangat baik? kurang logis jika Adam dan Hawa yg (seandainya) juga terikat keinginan daging yg bukan berasal dari Bapa justru dianggap Tuhan sbg sangat baik bukan?
Inilah sebabnya, saya mengadopsi konsep dari St.Thomas Aquinas, bahwa pada awalnya semua keinginan daging dari “manusia pertama” sepenuhnya tunduk kepada akal budi (the gift of integrity) dgn kata lain pada mulanya manusia dicipta tanpa memiliki kecenderungan berbuat salah akibat nafsu kedagingan.
Lalu mengapa dpt terjadi insiden buah terlarang? tentunya bukan keinginan kedagingan penyebabnya sebab mrk tdk terikat oleh hal tsb. Maka yg paling masuk akal adalah keinginan hati yg melampaui natur mereka… natur mereka adalah manusia … tetapi mereka memiliki keinginan hati utk menjadi seperti Allah…menjadi natur Allah….jelas ini adalah bentuk ketidakteraturan keinginan rohani, terlepas apakah mereka tidak tahu bahwa hal itu baik atau jahat sebab memang mrk tdk memiliki pengetahuan ttg hal baik dan jahat.
Jadi pertanyaan yg hrs kita kaji bersama justru adalah: Apakah Adam dan Hawa sebelumnya tahu bahwa natur manusia tidak bisa sama dgn natur Allah? dan bahwa mrk tdk boleh mengingini utk menjadi seperti Allah?
Bagaimana dgn keturunan mereka? karena insiden buah terlarang, maka manusia pertama kehilangan “the gift of integrity” atau tunduknya daging terhadap akal budi (reason). Dan hal inilah yang membuat manusia pertama mempunyai nafsu-nafsu daging. Dan hilangnya natur sempurna tsb berimbas pd semua keturunan mereka. Dan kitapun terlahir dgn keinginan daging.
Sehingga Rasul Paulus menegaskan “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”(Gal 5:17)
Jelas ada perbedaan antara keinginan roh dgn ketidakteraturan keinginan rohani. Dan roh jelas berbeda dgn rohani.
Saya tdk mau meyakini seratus persen bahwa keinginan hati yg jahat adalah bagian dari keinginan daging.
Kalau kita menganalisa, maka perbuatan dosa terletak bukan pada pikiran (intellect) namun pada kehendak (will), karena apapun pikiran kita, namun pada akhirnya kehendak (will) kitalah yang membuat keputusan apakah kita akan melakukan dosa tersebut atau tidak. Dosa dapat disebabkan oleh sesuatu yang bersifat eksterior (dari luar) maupun sesuatu yang bersifat interior (dari dalam). Penyebab ekterior/dari luar dapat terjadi karena pengaruh, godaan maupun dari contoh-contoh yang buruk. Sedangkan penyebab dari dalam adalah karena (1) ketidakperdulian (ignorance), (2) kelemahan (infirmity) gairah (passion), (3) penyimpangan kehendak (malice of the will).
Maka saya berpikir bahwa kita memiliki ketidakteraturan keinginan rohani dan daging.
greentea:
+++++ Anda berkata:
Kita dicipta sesuai GambarNya menuju Gambar dan Rupa… yg artinya menuju sempurna…… artinya menjadi salinan dari sebuah kesempurnaan
+++++ Pertanyaan saya:
Manusia pada Kejadian 1:28 memang diciptakan menurut gambar-Nya. Bagaimana menurut anda dengan Kejadian 5:1 yang menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut rupa Allah?
5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
saya:
ada yg sesuai gambar
ada yg sesuai rupa
apa sdh ada yg sesuai gambar dan rupa???
ini spt sebuah silogisme…
gambar dan rupa adalah sempurna
gambar…belum sempurna
rupa….belum sempurna
kesimpulan: Belum ada MANUSIA yg “sempurna” saat penciptaan…..
mohon dikritisi.
salam hai,
Yesus menebus manusia. Siapakah yang Dia tebus? Manusia-manusia Zaman Nuh dan bangsa Israel. Dari mana ditebusnya? Dari MAUT
pertanyaan saya MAUT itu apa? atau siapa?
peace