Ketika ngerumpi dengan teman-temannya, tiba-tiba hai hai bermimpi. Di dalam mimpinya itu Bengcu ditugasi Yang Mahatinggi untuk menghakimi seorang pahlawan jihad dan seorang pahlawan martir. Konon keduanya naik banding karena merasa amal baktinya sebagai jihad dan martir tidak dihargai sebagaimana mestinya. Di dunia keduanya dihormati dan dipuja sebagai pahlawan iman yang mati sahid bagi agamanya masing-masing. Inilah yang teringat oleh hai hai ketika mimpinya berlalu.
Bengcu : Handai taulanku sekalian, handai taulanku sekalian, saya tidak pernah memohon untuk dijadikan hakim namun karena sudah ditugasi baiklah kita menyelesaikannya dengan baik.
Jihad : Bapak hakim yang terhormat, saya sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Anda orang Kristen mustahil mampu mengadili orang islam dengan adil.
Martir : Bapak hakim yang mulia, saya juga sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Saya sudah membaca beberapa blog-blog anda dan menurut saya anda bukan orang Kristen, anda adalah serigala berbulu domba, mustahil mengadili orang Kristen dengan adil.
Bengcu : Hai jihad dan hai martir, ini bukan tempat yang tepat untuk menjilat dan memelintir. Bila anda menghormati saya, mustahil meragukan keadilan saya. Bila anda memuliakan saya mustahil meragukan ketulusan saya. Keberatan anda berdua ditolak. Namun, anda berdua diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa saya mustahil mengadili dengan benar. Seperti yang saya katakan tadi, saya ditugasi, bukan minta dijadikan hakim.
Jihad : Anda percaya bahwa Alquran diturunkan dari sorga?
Bengcu : Tidak! Hanya orang-orang yang tidak mempelajari Alquran dengan hati-hati dan teliti yang meyakini dan mengajarkan bahwa Alquran diturunkan dari sorga.
Jihad : Benarkan? Anda seperti orang Kristen lainnya yang tidak percaya Alquran diturunkan dari langit. Anda mustahil mengadili orang Islam dengan adil bila tidak percaya Alquran diturunkan dari langit.
Bengcu : Saya percaya Alquran adalah sumber pustaka dan standard kebenaran untuk mengadili muslim seperti anda. Itu cukup bagi anda bukan?
Jihad : Kenapa anda tidak percaya bahwa Alquran diturunkan dari langit? Bukankah itu yang diyakini oleh orang Islam? Bila tidak percaya, bagaimana mungkin anda menghakimi saya dengan adil?
Bengcu : Saya tidak percaya Alquran diturunkan dari sorga karena Alquran mengajarkan hal demikian.
Jihad : Alquran diturunkan dari langit, malaikat Jibril yang menurunnya kepada nabi Mohamad SAW.
Bengcu : Pada mulanya memang Allah berencana menurunkan Alquran dari sorga namun hal itu sama sekali tidak pernah terlaksana. Anda tahu kenapa hal itu tidak terlaksana? Karena nabi Mohamad SAW buta huruf. Tiga kali malaikat Jibril mengujinya namun Nabi tidak bisa membacanya. Itu sebabnya malaikat Jibril lalu memutuskan untuk mendiktekannya. Selain buta huruf, nabi juga tidak bisa menulis, itu sebabnya yang didiktekan oleh malaikat Jibril tidak dicatatnya namun didiktekan kembali dan dicatat oleh sahabat-sahabatnya. Apa yang diajarkan oleh Alquran itu sangat gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Alquran yang kita miliki saat ini didiktekan oleh malaikat Jibril kepada nabi dan dicatat oleh para sahabat nabi ketika nabi mendiktekannya. Anda punya alasan lain? Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alquran untuk mendukung apa yang saya katakan?
Jihad : Tidak perlu. Izinkan saya bertanya lagi. Anda percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah?
Bengcu : Saya percaya Alkitab adalah firman Allah.
Jihad : Anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia?
Bengcu : Saya percaya Yesus Kristus adalah juruselamat dunia karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab.
Jihad : Bila anda percaya Alkitab adalah firman Allah, mustahil anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia.
Bengcu : Kenapa mustahil?
Jihad : Bukankah bila percaya Alkitab adalah firman Allah maka anda harus percaya bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab?
Bengcu : Alkitab memang mengajarkan bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Hanya para teolog Kristen yang tidak belajar Alkitab dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak memahaminya dengan benar yang mengajarkan bahwa Yesus diutus kepada dunia.
Martir : Mohon maaf, pak hakim anda tidak boleh memutarbalikkan isi Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus diutus bagi dunia.
Jihad : Bila Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel bagaimana Dia menjadi juruselamat dunia?
Bengcu : Saudara martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Alkitab mengajarkannya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Baiklah saya akan kutip ayat Alkitabnya agar anda memahaminya.
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Matius 15:24
Saudara Martir, bukankah Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia hanya diutus kepada bangsa Israel? Bahkan Dia menyatakan hanya diutus kepada domba yang hilang dari umat Israel?
Martir : Anda tidak bisa memahami ayat tersebut dengan akal budi, namun harus memahaminya secara rohani.
Bengcu : Saudara Martir, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa ayat tersebut tidak boleh dipahami dengan akal budi dan harus dipahami secara rohani. Alkitab mencatatnya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Yesus tidak bodoh. Itu sebabnya bila hendak menyatakan Dia tidak hanya diutus kepada bangsa Isarel, Dia pasti menggunakan kata dan menyusun kalimat lain untuk menyetakannya.
Martir : Anda …….
Bengcu : Anda sebaiknya diam. Bila menyangkal ayat tersebut itu berarti anda menganggap Yesus adalah pembual atau bodoh sehingga nggak mampu menyatakan maksud-Nya dengan tegas dan gamblang. Saudara jihad, silahkan melanjutkan.
Jihad : Karena Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel, menurut anda bahkan bukan seluruh Israel namun hanya domba-domba Israel yang tersesat, itu berarti mustahil Yesus adalah juruselamat dunia, bukan?
Bengcu : Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Menurut hukum taurat, imam dan hakim Israel memiliki kuasa menghakimi. Yang mereka ampuni akan diampuni yang mereka jatuhi hukuman pasti dihukum. Itu sebabnya ketika imam Agung Kayafas menjatuhkan vonis bahwa Yesus bersalah dan menetapkan hukuman mati bagi-Nya, tidak ada satu kuasa pun yang mampu menentangnya. Itu sebabnya Dia tetap dihukum mati walaupun hukum manusia yang diwakili oleh raja Herodes dan Pontius Pilatus memvonis Dia tidak bersalah.
Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. Ulangan 17:12
Yesus tidak menyalahkan orang-orang yang menyalibkan-Nya bahkan mendukung alias pasrah menerima-Nya. Ketika ajal menjelang, Yesus berdoa, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.” Dia menunjukkan cinta kasih-Nya kepada bangsa Israel yang memvonis mati dan bangsa-bangsa lain yang berteriak-teriak mendukung penyaliban-Nya.
Allah membangkitkan Yesus dari kematian untuk membuktikan kepada bangsa Israel bahwa hukum taurat sudah dibatalkan itu sebabnya yang ditetapkan MATI berdasarkan hukum taurat hidup kembali.
Allah memandang apa yang dilakukan oleh Yesus itu sangat baik. Itu sebabnya Allah lalu memberikan segala kuasa di sorga dan di dunia kepada Yesus. Setelah memiliki segala kuasa di sorga dan di dunia maka hal pertama yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah mengampuni seluruh dunia alias seluruh umat manusia. Itu sebabnya Dia lalu mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil alias kabar baik itu ke seluruh dunia.
Nah, saudara Jihad, Yesus Kristus disebut juruselamat dunia karena Dia mengampuni seluruh umat manusia, bukan karena Dia mati menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah seperti yang diyakini dan diajarkan oleh orang-orang Kristen yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar. Dengan segala kuasa baik di sorga maupun di dunia Yesus Kristus mengampuni dunia alias seluruh umat manusia. Mustahil ada kuasa yang mampu menentang pengampunan-Nya bukan?
Saudara Jihad, nampaknya anda mempelajari Alkitab dengan baik. Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan? Juga bagi anda, saudara Martir, perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan?
Martir : Pak hakim, anda tidak perlu mengutip ayatnya karena saya tahu yang anda katakan benar walaupun tidak memahaminya sebelumnya. Saat ini saya memahaminya. Terima kasih untuk pencerahannya.
Jihad : Pak hakim, selama hidup saya juga belum pernah mendengar ajaran demikian, namun saya percaya apa yang anda katakana benar. Namun, saya orang Islam. Ketika hidup, saya hidup dengan Alquran sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran, bukan Alkitab.
Bengcu : Baiklah saya tidak akan mengutip ayat-ayat Alkitabnya. Biarlah yang ingin tahu mencarinya sendiri sebab semuanya tercatat dengan gamblang dan tegas di dalam Alkitab. Saudara Jihad, anda membunuh karena ajaran Alquran, ayat mana yang mendukung tindakan anda itu?
Jihad : Pak hakim, bila anda memang belajar Alquran, perlukah saya mengutip ajarannya?
Bengcu : Tentu saja anda perlu mengutipnya karena anda sedang dihakimi bukan?
Jihad : Baiklah saya akan mengutipnya:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(QS. AlBaqoroh:190)
Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu. (Q.S. Al-Baqarah: 194)
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. (Q.S. An Nahl: 126)
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. (Q.S. Asy Syura: 40)
“Barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan lisannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan hatinya maka dia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun sebesar biji sawi.” (H.R Imam Muslim)
Bengcu : Saudara jihad, apakah anda dibunuh, itu sebabnya anda membunuh? Apakah anda disiksa itu sebabnya anda menyiksa? Apakah anda diserang itu sebabnya menyerang? Apakah anda dijahati itu sebabnya menjahati?
Jihad : Pak hakim, banyak umat Islam yang didzolimi.
Bengcu : Mereka yang didzolimilah yang memiliki hak untuk melakukan pembalasan, bukan anda. Apakah mereka memberikan haknya kepada anda?
Jihad : Mereka terlalu lemah dan pengecut untuk melakukan jihad.
Bengcu : Ajarilah mereka menjadi kuat dan jantan, bukannya mengambil haknya tanpa seizin mereka. Di samping itu, bukankah Alquran mengajarkan bahwa mengampuni itu jauh lebih baik?
“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka telah lakukan kepadamu, namun sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar” (Q.S. Nahl: 126).
Jihad : Alquran mengajarkan bahwa darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Saudara Jihad, bukankah anda tidak menumpahkan darah mukmin karena haram?
Jihad : Benar. Namun, darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Bila darah orang kafir itu halal, bukankah itu berarti anda harus menjaganya, bukannya menumpahkannya?
Jihad : Nabi mengajarkan:
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat kemudian bila mereka telah melakukan hal itu, maka mereka melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah Ta’ala”. (Muttafaq ‘alaih)
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah: 5)
Bengcu : Saudara Jihad, yang harus anda lakukan adalah memerangi manusia sampai mereka mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat, bukannya membunuh mereka sehingga MUSTAHIL mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Ketahuilah bahwa yang harus anda perangi adalah kedegilan hatinya, bukan menumpahkan atau membunuh sehingga mustahil mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Jihad : Bukankah Alquran memerintahkan untuk membunuh orang-orang musyrikin itu di mana saja dijumpai mereka?
Bengcu : Anda benar namun hal itu harus dilakukan setelah habis bulan-bulan Haram itu. Pertanyaannya adalah, kapan bulan-bulan haram itu habis? Apakah anda membunuh ketika bulan-bulan haram itu telah habis? Bulan apakah itu? Sekali lagi, izinkan saya bertanya, “Kapan bulan-bulan haram itu habis?” Nah, Saudara Jihad, pikirkan baik-baik yang telah kita diskusikan dan jangan pernah mengagul-agulkan diri apalagi mengharapkan balas jasa karena segala jihad anda. Kita akhiri sampai di sini. Jangan sampai ayam berkokok tiga kali.
Jihad : Pak hakim ….. Baiklah!
Bengcu : Saudara Martir mari kita membahas masalah anda. Apa yang telah anda lakukan seumur hidup anda?
Martir : Pak hakim, seumur hidup saya jadi orang Kristen yang memberitakan Injil. Saya mati di pasar. Mati digebukin rame-rame ketika kotbah kepada para pengunjung pasar. Saya …
Bengcu : Diamlah! Saya tahu apa yang anda tuntut. sudara Martir, izinkan saya bertanya, “Apa arti Injil?”
Martir : Tentu saja tahu apa arti Injil. Pak hakim, anda orang Kristen namun tidak tahu arti Injil? Mengenaskan.
Bengcu : Diamlah! Saya yang menjadi hakim di sini dan anda yang sedang dihakimi. Anda mau dihukum karena menghina hakim? Jawablah pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Maksud saya bukan …..
Bengcu : Peduli setan dengan maksud anda! Jawab saja pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Injil artinya kabar baik!
Bengcu : Itukah yang anda akui anda beritakan seumur hidup anda? Kenapa anda memberitakannya?
Martir : Benar! Saya memberitakannya. Saya memberitakannya karena itu adalah Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Saya memberitakannya karena mencintai Tuhan Yesus dan mengasihi sesama manusia.
Bengcu : Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Beritakanlah Injil alias kabar baik sampai ke ujung dunia. Anda tahu ujung dunia ada di mana?
Martir : Pak hakim anda tidak boleh memahami Alkitab secara hurufiah. Anda harus menafsirkannya sesuai konteks. Ujung-ujung dunia harus di …..
Bengcu : Saudara Martir, anda benar-benar menyebalkan. Saya hanya bertanya, Anda tahu ujung dunia ada di mana? Bila tahu katakan tahu bila tidak tahu katakan tidak tahu. Itulah tahu. Bila saya bertanya, jawablah, tolong jangan mengajari saya. Anda tahu ujung dunia di mana?
Martir : Maaf, pak, saya tidak tahu.
Bengcu : Nah, itu lebih baik! Jadi orang jangan sombong. Bila diri sendiri tidak paham bukan berarti orang lain mustahil paham. Bila diri sendiri tidak tahu, bukan berarti orang lain mustahil tahu. Ujung dunia adalah perbatasan antara dunia dan sorga. Sampai ke sanalah kabar baik alias Injil itu harus dikabarkan.
Martir : Pak hakim ……
Bengcu : Benarkah anda mengabarkan kabar baik? Baiklah saya akan panggilkan satu orang saksi. Kongzi, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Xiaosun 孙小 (cucu kecil) terpaksa merepotkan anda. Silahkan memperkenalkan diri anda.
Kongzi : Xiaozi 小子 (anak kecil ini) bermarga Kong 孔 dan bernama Qiu 丘 (bukit) setelah dewasa murid-murid memanggilku Kong fuzi 孔夫子 (guru Kong) dan setelah kembali kepada Tian 天 digelari Kongzi 孔子 (Almarhum guru Kong). Lahir 551 sebelum masehi dan mati 470 sebelum masehi. Seumur hidup, selama 81 tahun, xiaozi belajar untuk menjadi junzi 君子 (susilawan). Hanya meneruskan, tidak mengajarkan hal baru.
Bengcu : Saudara Martir, tolong beritahu saya, apakah Kongzi selamat alias masuk sorga?
Martir : Allah adalah KEBENARAN. Upah dosa adalah MAUT. Itu sebabnya manusia yang telah berdosa harus ditebus oleh manusia lain yang tidak berdosa yaitu Adam ke dua (Yesus). Itu sebabnya Yesus harus menderita dan tertumpah darah-Nya di kayu salib untuk menggantikan manusia. Itulah satu-satu nya cara menyelamatkan manusia. (Terima kasih Tuhan atas karya-Mu itu!!). Korban binatang untuk pakaian Adam dan Hawa, dilanjutkan dengan korban binatang bangsa Israel adalah simbol atau gambaran kematian Yesus di salib. Dapatkah Allah menyelamatkan manusia tanpa menumpahkan darah Yesus? Bukankah Allah mahaberdaulat? TIDAK! TIDAK BISA! Allah yang MAHAADIL dan MAHABENAR harus menumpahkan darah Yesus untuk menebus manusia berdosa. Itulah satu-satunya cara untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Karena semua manusia telah berdosa, maka harus ditebus oleh darah Yesus agar bisa selamat! Perhatikan, betapa KONSISTEN nya ajaran Alkitab itu. Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati!
Hanya kepada bangsa Israel Allah memberikan Firman Tuhan yaitu janji keselamatan dan Hukum Taurat. Apa tujuan Allah memberikan “JANJI” kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel)? Untuk menjadi MODEL suatu bangsa yang berkenan kepada Allah. ISRAEL adalah TYPE (tipologi = gambaran) gereja! Pilihan Allah atas Israel mustahil dibantah. Ini ajaran Alkitab yang eksplisit! Allah memang MEMILIH bangsa Israel menjadi umat-Nya, walau pun tidak semua orang Israel diselamatkan. Bangsa lain diselamatkan karena “dicangkokkan” menjadi bangsa Israel rohani! Oleh karena itu, JANGAN MEMANDANG RENDAH bangsa Israel lahiriah. Kita adalah cabang yang ditopang oleh akar dan pokok yaitu Israel lahiriah.
ISRAEL adalah model bangsa yang diselamatkan dan dikuduskan. Model-model lain adalah: Abraham adalah model orang beriman. Daud model pemimpin yang baik, sekaligus model bahwa orang yang diurapi Tuhan pun bisa jatuh ke dalam dosa yang keji. Salomo model orang yang diurapi Tuhan lalu memberontak melawan Allah. Paulus adalah model orang jahat yang menerima panggilan Tuhan menjadi rasul-Nya. Yudas adalah model murid Yesus (orang Kristen) yang jahat dan menolak kasih karunia Tuhan! Yohanes model orang yang bersandar pada Tuhan! Dan masih banyak model-model lain yang melaluinya kita mengambil pelajaran.
Walaupun hukum taurat tercatat di dalam hati manusia namun apakah Allah memberi janji keselamatan kepada bangsa Tiongkok? Tidak!
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Bangsa Israel diselamatkan karena korban binatang yang adalah symbol dari korban Yesus. Bangsa Israel menerima anugerah keselamatan dari Allah, itu sebabnya Allah memberikan Hukum Taurat dan menjanjikan Mesias kepada mereka. Bangsa lain pasti binasa karena semua manusia telah berbuat dosa. Maaf! Kong fuzi, walaupun orang baik, namun dia tidak akan masuk sorga.
Bengcu : Saudara Martir, itukah kabar baik alias Injil yang anda beritakan?
Martir : Saya hanya memberitakan firman Allah yang ya dan amin. Halleluyah!
Bengcu : Kongzi, apakah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah kabar bai?
Kongzi : Xiaozi (anak kecil ini) tidak berani tidak menyatakan bahwa itu mustahil kabar baik sebab semua yang bertelinga mendengar dan yang bermata melihat bahwa itu adalah kabar paling MENGENASKAN di Tianxia 天下 (kolong langit).
Bengcu : Mbah Paijo, silahkan memperkenalkan diri.
Paijo : Nama saya Paijo. Sejak kecil memeluk agama Budha dan meninggal ketika berumur 80 tahun. Pada waktu berumur 65 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama Martir. Pada raktu berumur 70 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama hai hai.
Bengcu : Mbah Paijo, apa yang dikatakan oleh saudara Martir kepada anda ketika kalian bertemu?
Paijo : Dia bilang saya pasti masuk neraka karena menyembah berhala. Dia bilang kalau mau masuk sorga harus percaya Yesus dan jadi orang Kristen.
Bengcu : Bukankah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah Kabar baik?
Paijo : Walah ….. itu kabar buruk lah yao! Sudah 65 tahun jadi orang Budha lalu ditakut-takuti masuk neraka kalau nggak mau jadi orang Kristen kok disebut kabar baik tho mas hakim?
Bengcu : Kenapa mbah Paijo nggak pindah agama jadi Kristen?
Paijo : Wele-wele …. Lha wong saya itu dari lahir sudah orang budha je. Sejak kecil itu ya main ne di candi Borobudur, Mendut dan candi lain ne. Wes kadung betah, kadung seneng kok tiba-tiba harus jadi Kresten tho?
Bengcu : Mbah Paijo nggak takut masuk neraka? bukankah saudara Martir mengajarkan bahwa si mbah pasti masuk neraka kalau nggak percaya Yesus dan jadi Kristen?
Paijo : Lha gimana mbah mau percaya? Katane kabar baik kok malah bilang si mbah pasti masuk neraka? Kalau pasti masuk neraka itu kabar buruk nama ne. Kata ne masuk sorga itu anugerah tapi kok syarat e musti jadi Kresten tho? Lha itu jenengnya ngapusi. Anugerah ya anugerah, kok ada syarat e. Kalau ada syarat e ya bukan anugerah tho? Weis …. Jaman ne jaman edan. Kabar baik kok meden-medeni (nakut-nakuti)!
Bengcu : Saudara Martir, anda mendengar sendiri bukan bahwa yang anda kabarkan itu bukan kabar baik sama sekali? Bukankah Amanat Agung Yesus Kristus adalah memberitakan Injil alias kabar baik?
Martir : Pak Hakim, anda orang Kristen. Mustahil nggak tahu bahwa yang saya beritakan adalah Injil Yesus Kristus. Saya memberitakan kabar baik bahwa satu-satunya jalan masuk sorga adalah percaya Yesus dan menjadi Kristen.
Bengcu : Saudara Martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, namun faktanya adalah anda sama sekali tidak memberitakan kabar baik sebab yang anda beritakan adalah kabar buruk. Nah, mbah Paijo, pernahkah anda mendengar kabar baik dari murid Yesus Kristus?
Paijo : Pernah pak hakim yaitu waktu simbah ketemu hai hai. Waktu itu simbah tanya apa bener Yesus itu juruselamat dunia? Hai hai bilang bener, makane simbah Paijo juga sudah diselamatkan, makane dikatakan keselamatan itu adalah anugerah bukan balas jasa apalagi hasil usaha manungsa. Nah ….. Itu pancen kabar baik! Mbah seneng dengernya.
Bengcu : Apakah hai hai mengajak simbah masuk Kristen?
Paijo : weleh ….. Waktu hai hai tanya, apakah simbah mau jadi murid Yesus? Kalau mau nanti diajari ajaran yang diajarkan Yesus. Simbah bilang, mbok ajarin dulu nanti biar simbah tahu.
Bengcu : Apa yang diajarkan hai hai?
Paijo : Wah yang diajari buanyak je. Tapi ya intine cuman mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Apakah akhirnya simbah jadi murid Yesus?
Paijo : Lha pasti lah yao! Wong ajarane pancen bener jhe.
Martir : Apakah simbah lalu jadi Kristen?
Paijo : Lha nggak lah yao! Wong untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, wae kok masak musti jadi Kresten dulu tho?
Martir : Bukankah menjadi murid Yesus itu harus percaya Yesus? Apakah simbah percaya Yesus?
Paijo : Lha kalau nggak percaya Yesus kok ya simbah belajar ajaranya lalu ngamalanke tho nak? Dipelajari lalu diamalkan itu kan artinya simbah percaya tho nak?
Martir : Orang Kristen harus ke gereja.
Paijo : Lha itu kabar buruk nak! Memang e Yesus ngajarake ke grejo tho? Kok simbah nggak nemu di Alkitab yo? Wa .. gini-gini simbah ya katam jhe baca Alkitab.
Martir : Orang Kristen harus mengadakan perjamuan kudus.
Paijo : Wah, kalau perjamuan kudus mengenang kematian Yesus itu ya nggak usah ke grejo yo bisa kok nak. Hai hai itu kalau ngajak perjamuan kudus senengane pake telo bakar dan kopi pait. Weis …. Pancen marem rasa ne.
Bengcu : Nah, saudara Martir, anda tahu sekarang kenapa anda digebukin? Itu karena alih-alih memberitakan kabar baik anda justru memberitakan kabar buruk. Kabar buruk adalah: Kamu pasti masuk neraka karena bla bla bla … Kamu baru bisa masuk sorga kalau bla bla bla … Sedangkan kabar baik adalah: Bersyukurlah sebab dosamu telah diampuni dan kamu akan ditolong oleh Roh Kudus untuk menjadi manusia yang yang melakukan perbuatan baik. Kamu akan ditolong oleh roh Kudus untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Bapak hakim yang terhormat, maukah anda menjelaskan kepada saya tentang DOSA?
Bengcu : DOSA? Upah dosa adalah MAUT. Tolong jangan ditafsirkan menjadi karena dosa maka manusia DIHUKUM Allah Yesus lalu menggantikannya. Anda mau tahu dosa? Dosa menurut ajaran Alkitab? Baiklah saya akan beritahu anda apa itu dosa? Dengan demikian maka anda bisa memahami kenapa di atas kayu Salib Yesus berdoa, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.”
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka Kejadian 1:27
Sekarang anda paham apa itu DOSA, bukan?
Martir : BELUM! Saya belum memahaminya. Saya tidak memahaminya.
Bengcu : Allah yang berfirman MENGAJAK untuk MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita sementara Allah yang MENANGGAPI firman menciptakan manusia menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah. DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan PENOLONG (Ezer) baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18
DOSA adalah karena TUHAN Allah belum menjadikan PENOLONG alias EZER alias PARAKLETOS yang sepadan baginya. Itu sebabnya di Perjanjian Baru Allah menggenapi penciptaan-Nya.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang PENOLONG (Parakletos) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Yohanes 14:16
Martir : Anda …..????Z@#@#$%&???
Begitu saja hai hai terbangun dari mimpinya. Dia pun melanjutkan ngerumpi dan menceritakan mimpinya kepada teman-temannya.
@Paulus dan Penulis,…
Tak ada yg belum sempurna diciptakanNya, karena Allah sempurna. Kristus menyempurnakan Taurat, bukan menyempurnakan penciptaan manusia. Kristus datang menebus manusia dari hukuman dosa, menjadi “Adam kedua” yg berhasil melewati keinginan melawan perintah Tuhan alias Dosa. Allah memperhitungkan manusia benar jika Kristus menyatakannya benar.
Simple dan Unik. Begitulah Iman Kristen.
GBU.
@Bingo:
Pak Bingo, pertama2 anda harus pahami dulu bahwa saya dan pak Hai berasal dari latar belakang yg sgt berbeda dan cara pemahaman kami kadang juga berbeda….. tapi saya memang sgt terbuka thd semua pemikiran pak Hai… out of the box, sebuah pemikiran yg perlu kita apresiasi sbg sebuah kajian yg akan melengkapi pemahaman kita ttg kebenaran.
Anda tdk bisa berharap bahwa jawaban saya segaris dgn pak Hai meski saya juga mengadaptasi bbrp pemahaman beliau (thank’s pak Hai atas pencerahannya).
mengenai pertanyaan pak Bingo, satu2 dulu pak, dan ini tentunya ada beda dgn jawaban pak Hai.
1. Gambar-Nya adalah DOSA (tidak sempurna…?)
manusia adalah dicipta sesuai GambarNya….. berarti kita adalah copy dari GambarNya…. kita ini gambar salinan dari GambarNya.
GambarNya tidak sempurna? saya tdk mendapati pemahaman kalimat tsb dlm tulisan.
gambar salinan GambarNya masih membuthkan proses utk mencapai verifikasi QC dan mdp label sempurna. Tapi jatuh dalam dosa….but show must go on… maka dosa mjd bagian dari proses verifikasi….
GambarNya? GambarNya turun menyelamatkan salinan gambar agar dpt lolos QC…… melakukan penyelamatan dlm proses penyempurnaan.
2.Gambar-Kita adalah Tidak Berdosa. DOSA asalanya dari-Nya….?
dosa asalannya dari salinan gambar pertama dari GambaranNya.
3. Nya adalah Tidak Sempurna (asal DOSA)…
gugur krn jawaban atas pertanyaan 2.
4. Nya melakukan “penciptaan cacat” lalu disempurnakan oleh kita?hehehe.
Sudah saya jelaskan sebelumnya (di atas) bahwa penciptaan belum selesai pada tahap final PERFECT. Sebab proses itu membutuhkan final decision dari salinan gambar GambarNya. Bukan berarti manusia diciptakan seperti ‘barang salah produksi’ sehingga jatuh dalam dosa. Alkitab malah menyebutkan bahwa setelah menciptakan manusia, “Allah melihat semua yang dijadikan-Nya itu sangat baik” (Kej 1: 31), padahal pada hari- hari sebelumnya ‘hanya’ dikatakan “baik”. Justru karena diciptakan secitra dengan Allah, maka manusia dapat memilih sendiri apa yang menjadi keinginannya, yaitu untuk taat kepada-Nya maupun menolak-Nya. Sayangnya manusia pertama memilih untuk menolak kasih Allah dan menolak taat kepada Allah, karena lebih percaya kepada bujukan Iblis.
5. Disebutkan “manusia BARU”,…..Manusia LAMA-nya…..?
manusia BARU adalah salinan gambar yg dlm proses penyempurnaan memilih utk mjd sesuai Gambar dan Rupa. Final decision yg tepat utk memperoleh label SEMPURNA dan lolos QC.
“6. Mengikuti alur pikiran yg ada di situ, brarti “Nya” dengan sadar TELAH menciptakan manusia yg TIDAK SEMPURNA….?
Allah yang Mahatahu sudah mengetahui bahwa menciptakan manusia dengan akal budi dan kehendak bebas dapat menyebabkan manusia dapat menolak Dia. Tuhan tidak terkejut dengan dosa manusia pertama tersebut, yang akhirnya diturunkan kepada semua manusia. Maka sudah menjadi rencana-Nya pula bahwa Ia akan mengutus GambarNya, Yesus, untuk menebus dosa umat manusia.
7. Baru SEMPURNA setelah “Kita” terlibat dalam bentuknya, PENGAMPUNAN KRISTUS..PENYERTAAN ROH KUDUS….?”
apa ada yg salah dgn pernyataan tsb……???
Yoh 17 :21 “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita…,”
8. (sama dgn no.5) Kalo disitu disebutkan “manusia BARU”, manusia yg “LAMA” yg bagaimana? Sebab Adam dan Hawa SEJAK AWALNYA tentu HARUS SEMPURNA…?
sdh saya bahas pd komen sebelumnya bahwa Adam dan Hawa SBG “MANUSIA SEMPURNA” yg memiliki segala piranti sempurna dlm natur manusia, msh hrs melalui proses utk final decision utk mendapat label SEMPURNA.
9. Dibuktikan bahwa Dia(bukan Kristus…?) bersama-sama dan bercakap-cakap dengan mereka di Eden…?”
Sdh saya jawab juga bahwa Tuhan yg ada bersama2 Adam dan Hawa adalah TUHAN yg mengambil bentuk perwujudan. Yang dpt didengar langkah kakiNya dan suaraNya.
10. Jika, manusia saja belum sempurna diciptakan pada mulanya,…maka kita bisa bilang, tentu ada bagian lain ciptaanNya yg MUNGKIN belum sempurna juga….?
YA! Tuhan menciptakan blue-print yg sempurna…. dan msg2 berproses utk mewujudkan kesempurnaannya. Kemampuan tanah untuk menumbuhkan tanaman tidak segera ada di antara karya penciptaan yang pertama, di mana kekuatan bumi [pertama- tama] hanyalah kekuatan untuk menumbuhkan biji. Tuhan tidak menciptakan “tumbuhan sempurna” lengkap dgn semua daun, bunga dan atau buahnya…semua berproses….
INGAT: BELUM SEMPURNA bukan TIDAK SEMPURNA….dan proses menuju kesempurnaan itu adalah dua arah bukan satu arah… timbal balik. Kecuali kalau pak Bingo tdk mengakui free-will.
12. Jika Allah tidak sempurna, apakah DIA bisa disebut Allah…?”
Saya tidak akan pernah menyatakan Allah TIDAK SEMPURNA.
Kita dicipta sesuai GambarNya menuju Gambar dan Rupa… yg artinya menuju sempurna…… artinya menjadi salinan dari sebuah kesempurnaan, Bagaimana bisa dikatakan Sang Patron tdk sempurna?
Pak Bingo, ini sekedar share dari awam, jgn bandingkan jawaban saya dgn pak Hai, kelasnya jauh di atas saya…. saya tdk merasa anda wajib menerima jawaban saya sbg sebuah kebenaran. Sebab semua memang hrs diuji. Silahkan kuliti satu persatu.
@Bingo:
Pak Bingo……
jika Adam dan Hawa “sempurna” maka tidak mungkin dia jatuh dalam dosa…
jika Lucifer “sempurna” maka tidak mungkin dia jatuh dalam dosa…
manusia dan malaikat memang dicipta “sempurna” sesuai natur masing2 tetapi “kesempurnaan” sebagai Gambar dan Rupa adalah sebuah proses dua arah.. timbal balik…. itu adalah konsekuensi logis atas free-willl yg dianugerahkanNya. Dgn natur sempurna akan menjadi SEMPURNA jika telah mengambil final decision utk mjd sesuai “Gambar dan Rupa Kita”.
Dan kejatuhan Adam, Hawa dan Lucifer cs adalah bukti tak terbantahkan bahwa dgn “natur sempurna” pun mereka masih JATUH.
Saya rasa pak Bingo mesti membedakan ciptaan dgn natur sempurna dgn MENJADI SEMPURNA dlm beatific vision…..SEMPURNA dalam natur yg sempurna.
GBU.
Pak Paulus miki sucahyo,maaf saya menyela diskusi anda dengan pak Bingo.
Dari komen anda diatas kelihatan bahwa anda masih berpegang bahwa Lucifer adalah nama Iblis dan dia adalah malaikat yang jatuh.
ada baiknya anda membaca blog hai-hai yang lainya tentang hal itu.
Trims.
@Rogermixtica:
saya hanya memakai pemahaman umum saja agar penyampaian konteks dan isi bisa dipahami secara mudah.
Saya membaca hampir semua blog pak Hai, dan (memang) tentu saja tidak semua tulisan beliau saya adaptasi sbg pemahaman yg saya nilai benar……ada bbrp perbedaan pandang yg msh hrs kami diskusikan… btw saya sgt terbuka thd tulisan beliau dan saya sgt mengapresiasi pemikiran out of the box pak Hai.
Thank’s.
@Paulus,
Sebagian besar org Kristen adalah awam. Namun sebagai awam, saya bisa mengimani Karunia Keselamatan dgn logis, walaupun org lain melihatnya seperti science fiction. Fiksi yg masuk akal, istilahnya.
Saya memang tdk berharap jawaban Sodara Paulus sama dgn penulis. Justru lebih baik beda, agar saya tahu ujungnya, yg barangkali beda. Menyambung jawaban Sodara Paulus, saya ingin menanggapinya,….
1. Menurut Sodara Paulus, dapat diumpamakan bahwa, Allah (Pelukis) dulu melukis (menciptakan) manusia dari Gambar (foto) Nya. Kalo saya tdk salah tangkap…..? Entah mengapa salinan (manusia) itu ternyata belum sempurna padahal Allah yg melukis sendiri dari fotoNya, bukan dari rupaNya sendiri. Kenapa Dia yg adalah Allah butuh foto diriNya sendiri utk melukis manusia?
2. 3. Sudah terjawab dengan pertanyaan saya pada point 1.
4. Jadi, karena kej 1:26 disebutkan “Nya”, maka “foto” lah yg dilukiskan. Padahal Kej 1:25 sebelumnya Allah menyebut diri “Kita”. Seandainya ayat 26 “Nya” diganti “Kita”, maka sempurnalah penciptaan manusia. Mengacu jawaban Sodara Paulus pada point 1-3.
5. “Manusia Lama”-nya tidak terjelaskan, karena menurut artikel sudah “Baru” saat penciptaan oleh-Nya. Berikut kutipannya,: “DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.”….. “Nya” di sana adalah Allah yg menanggapi Firman. Berbeda aksinya dengan Allah yang “Kita”.
6. Ternyata “foto” itu, yg pada poin satu dijadikan gambar contoh Allah utk menciptakan manusia yg belum sempurna, adalah Yesus Kristus. Hasil lukisan butuh foto untuk sempurna. Logikanya bagaimana menyatukan foto dengan lukisan? Pakai Photoshop? Kenapa harus pakai “foto” sih dulu Allah menciptakan manusia? Wong diciptakan langsung gak pakai foto saja masih mungkin jatuh dalam dosa (Iblis, fallen Angels).
7. Yang salah adalah Alkitab, yang menyebutkan “Nya” di Kej 1:26, bukannya “Kita” seperti di ayat 25. Yang bikin “foto” harus mati disalib. Menyempurnakan bagi saya logikanya adalah seperti perintah servicer pada sebuah komputer, bisa ngurangi bisa nambahin, komputernya sama. Sedang mengampuni adalah menghapus seluruh nya dan melukis ulang manusia baru, dilahirkan baru, bukan diservice ulang. Penyertaan Roh Kudus (sebagai simbol hadirat Tuhan) baru dimungkinkan jika lukisan itu layak, alias sudah dilukis ulang.
8. Sekalilagi final decision karena ayat 26 tidak menggunakan “Kita” dalam Ibrani. Maka “Kita” dalam Yunani yg disebutkan pada Yoh 17:21, mengkoreksinya, setelah “foto” disalibkan.
9. Saya lebih suka mengatakan bahwa Adam-Hawa berada dalam hadirat Tuhan pada mulanya. Entah itu melihat atau sekedar mendengar (entah bagaimana caranya Allah mengenakan pakaian pada mereka setelah mereka malu). Jika mereka tdk dalam hadirat Tuhan, tentu mereka tidak perlu diusir dari Eden, Kej 3:23. Cukup dihukum seperti ayat selanjutnya.
10. Ini jawaban paling lugas dan tegas. Saya suka. Penciptaan Alam Semesta menurut Alkitab adalah 6 hari. Pada hari yang ketujuh Allah beristirahat, dan telah sempurna kerjaanNya, Kej 2:3. Masih ada hari lain untuk menyempurnakan ciptanNya yg “belum sempurna” kalo gitu? Dan cilakanya justru manusia yg belum sempurna diciptakanNya.
11. Blm dijawab.
12. Saya berpandangan Sempurna sebagai Ciptaan tentu berbeda dengan Sempurna sebagai Pencipta. Tidak mungkin Ciptaan menyatu dengan Pencipta. Manusia telah sempurna sebagai ciptaan.Yg di sampaikan Alkitab adalah bahwa Ciptaan ini (manusia) akan “kembali dalam” HadiratNya, bukan menyatu seperti campuran kimia. Menjadi satu adalah menjadi serupa “Kembali” dengan Allah. Menjadi rekan/partner/apalah istilahnya, dimana Allah bisa bercakap-cakap dan bergaul erat dengan manusia kembali seperti waktu Allah bersama Adam di Eden.
Kehadiran Kristus bukan seperti tukang service atau tukang tusir foto. Dia harus benar2 menjadi domba penebus dosa. Dosa ini pilihan manusia, bukan kegagalan cetak/lukis, bukan pula tiba2 malfunction tanpa sebab. Memilih menurut Iblis adalah pilihan sadar Adam dan Hawa. Mereka bisa tidak menuruti godaan. Tapi mereka justru mengikuti godaan Setan, dan itu artinya “melawan perintah Allah”.
Bukan free will yg menimbulkan dosa. Bukan makannya yg dosa, memutuskan dalam hatinya untuk bersedia menurut Setanlah yg dosa. Kalo Allah sendiri yg memerintahkan makan, dan mereka nurut, itu bukan dosa, karena Allah sendiri yg memerintahkan makan. Jadi, kerusakan semata-mata akibat kecondongan hati manusia itu sendiri.
Kristus mengangkat manusia dari kejatuhannya, karena kasih Allah. Seperti tegangan listrik. Kutub negatif tangan kiri Kristus memegang manusia yg rusak karena dosa, sementara kutub positif tangan kanan Kristus memegang tangan Allah. Kristus berpijar karena pertemuan kedua kutub itu dalam diriNya. Dia terbakar hangus karena perbedaan “tegangan” itu, sebagai korban penebusan. Allah memperhitungkan pengorbanan Anak TunggalNya itu sebagai kebenaran. Manusia diterima kembali karena Kristus. Dan karena pengorbananNya itu maka seluruh kolong langit ini ada dalam kuasa Kristus. Yoh 1: 1 Karena begitu besar kasih Allah pada manusia….dst.
GBU
@Paulus,
Allah adalah sempurna maka Dia tidak dapat jatuh. Saya memandangnya, justru karena Allah memilih utk melakukan yg baik daripada yg jahat, maka Dia disebut “sempurna”. Allah hampir jatuh, ketika memutuskan menghapus manusia dari bumi pada jaman Nuh. Untunglah Allah menyisakan Nuh, maka Allah bukan Diktator. Allah adalah Allah yg sempurna.
Manusia adalah sempurna (sebagai ciptaan) sesuai kehendak Allah, kalo manusia tidak memilih melanggar perintahNya. Melanggar itulah yang membuat manusia jadi tidak sempurna. Bukan pada mulanya diciptakan dengan kemungkinan melanggar lebih besar. Tidak ada yg salah dengan manusia seandainya dia tidak membiarkan dirinya tergoda.
Iblis atau Lucifer adalah sempurna, kalo dia tidak mencoba meng-kudeta Allah. Iblis yang sempurna adalah Malaikat. Disebut Iblis karena kudeta tadi. Bukan diciptakan dari awalnya adalah Setan.
Demikian pendapat saya. Saya suka konsep baru atau berpikir out of the box. Tapi ingat, disebut out of the box karena masih ada box di tempatnya. Artinya bukan meninggalkan eksistensi box-nya. Tapi, justru memperkaya box itu sendiri, membuat box itu lebih mudah dipahami, karena kita melihat batas2nya (out of the box).
GBU
@Pembaca,…
Mengutip penafsiran penulis, sebagai berikut:,
“Bingo, bila anda pelajari Kejadian 1 maka anda akan mendapati 3 Allah yaitu:
1. Allah yang berfirman – Dikenali dari: Berfirmanlah Allah
2. Allah yang menanggapi Firman – dikenali dari: Maka Allah …..
3. Allah yang mengamini Firman – dikenali dari: Dan jadilah demikian.
Silahkan pelajari Kejadian 1 untuk melihat apa yang saya jelaskan tersebut di atas lalu HUBUNGKAN dengan kisah penciptaan manusia.”
Untuk artikel penulis yg demikian,…
“Allah yang berfirman MENGAJAK untuk MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita sementara Allah yang MENANGGAPI firman menciptakan manusia menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah. DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.”
Kalo org Yahudi (pemeluk Yahudi) yg pemilik asli Taurat ditanya soal ini. Org itu pasti terbahak-bahak….. Kenapa,….? Maka jawabnya,”Apa kalian ndak ngerti soal NARASI…?”…. Tentu saja narator Alkitab menyebutkan “Nya” untuk YHWH. Dan YHWH sendiri menyebut diriNya “Kita”. Cuma ada 2 org dibalik cerita dalam Kejadian. Allah sendiri dan Narator Kitab (gak tau siapa penulis aslinya). Kalo Allah sendiri yng ngomong, ya, bilangnya Rupa, masak Gambarku…?. Kalo narator yng ngomong ya, pantasnya bilang Gambar, lebih sopan daripada menyebut RupaNya. Kok diplintir ke sana kemari sampai kesimpulannya manusia “Adam belum sempurna” dengan dasar ada 3 Allah di Kitab Kejadian…?? Lalu harus disempurnakan oleh “Kita” melalui kedatangan Kristus….??
Tak Ada penganut Yahudi yg merasa terganggu dan merasa ada arti lain dari kata “Kita” dalam kitab Kejadian. Walaupun sampai hari ini mereka menolak konsep Tritunggal Iman Kristen. Mereka bersikukuh bahwa Allah adalah Esa. Kalo memang harus ada 3 Allah di kitab tsb, maka narator tentu menyebutkan “Mereka” untuk Allah yg “Kita”. Narator kenyataannya selalu menyebut YHWH dengan “Nya”.
Begitulah yg terjadi di PB, wong yg mengatakan Allah sendiri, ya tentu saja Dia mengatakan “Kita”. Kalo rg lain yg menceritakan, ya menyebut ALlah dengan “Nya”.
Inilah dasar utama Konsep Tritunggal Iman Kristen. Sejak Kejadian telah disebutkan bahwa Allah adalah “Kita”. Sepadan dengan ayat PB yg menyebut “Kita”, penulis teks menceritakan kata2 Allah.
GBU
@Bingo,
Saran, mohon anda menempatkan tanda baca seperti titik, tanda tanya, koma dan sebagainya pada tempat yang tepat, agar memudahkan saya untuk membaca komentar anda.
Trims.
Paulus Miki Sucahyo, adakah perbedaan KUALITAS antara Hawa dan suaminya sebelum dan setelah makan buah pengetahuan. Ada! Sebelumnya mereka belum tahu apa itu pengetahuan tentang yang jahat dan yang baik. Namun, setelahnya mereka tahu yang jahat dan yang baik, itu sebabnya mereka tahu bahwa TELANJANG itu tidak baik. Itu sebabnya mereka tahu bahwa daun pohon Ara, KEREN digunakan untuk cawat.
Sesungguhnya tidak ada yang RUSAK karena yang terjadi adalah AKIL BALIK alias KEDEWASAAN.
AKAR kejahatan adalah MEMUASKAN KEINGINAN tanpa mengindahkan AKIBATNYA.
Doktrin kejatuhan TOTAL sesungguhnya dimaksudkan untuk menjawab pernyataan dalam ayat ini:
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23
Kata DOSA dalam ayat tersebut diterjemahkan dari kata HAMARTANO yang artinya MELANGGAR. Kata itu berbeda dengan kata CHATTAH alias HAMARTIA.
HAMARTIA memang menyebabkan seseorang melakukan HAMARTANO, namun TIDAK semua perbuatan manusia adalah HAMARTANO.
Di dalam hal inilah para Teolog Calvinis main pat gulipat dengan membangun DOKTRIN tentang DEFINISI perbuatan baik. Mereka mengajarkan bahwa pebuatan BAIK yang dilakukan oleh orang non Kristen BUKAN perbuatan BAIK SEJATI. Ketika diberitahu bahwa doktrin demikian ngaco belo, mereka membalas dengan berkata, “Jangan pahami dengan akal namun dengan iman.”