Ketika ngerumpi dengan teman-temannya, tiba-tiba hai hai bermimpi. Di dalam mimpinya itu Bengcu ditugasi Yang Mahatinggi untuk menghakimi seorang pahlawan jihad dan seorang pahlawan martir. Konon keduanya naik banding karena merasa amal baktinya sebagai jihad dan martir tidak dihargai sebagaimana mestinya. Di dunia keduanya dihormati dan dipuja sebagai pahlawan iman yang mati sahid bagi agamanya masing-masing. Inilah yang teringat oleh hai hai ketika mimpinya berlalu.
Bengcu : Handai taulanku sekalian, handai taulanku sekalian, saya tidak pernah memohon untuk dijadikan hakim namun karena sudah ditugasi baiklah kita menyelesaikannya dengan baik.
Jihad : Bapak hakim yang terhormat, saya sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Anda orang Kristen mustahil mampu mengadili orang islam dengan adil.
Martir : Bapak hakim yang mulia, saya juga sudah mengajukan keberatan atas penunjukkan anda sebagi hakim. Saya sudah membaca beberapa blog-blog anda dan menurut saya anda bukan orang Kristen, anda adalah serigala berbulu domba, mustahil mengadili orang Kristen dengan adil.
Bengcu : Hai jihad dan hai martir, ini bukan tempat yang tepat untuk menjilat dan memelintir. Bila anda menghormati saya, mustahil meragukan keadilan saya. Bila anda memuliakan saya mustahil meragukan ketulusan saya. Keberatan anda berdua ditolak. Namun, anda berdua diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa saya mustahil mengadili dengan benar. Seperti yang saya katakan tadi, saya ditugasi, bukan minta dijadikan hakim.
Jihad : Anda percaya bahwa Alquran diturunkan dari sorga?
Bengcu : Tidak! Hanya orang-orang yang tidak mempelajari Alquran dengan hati-hati dan teliti yang meyakini dan mengajarkan bahwa Alquran diturunkan dari sorga.
Jihad : Benarkan? Anda seperti orang Kristen lainnya yang tidak percaya Alquran diturunkan dari langit. Anda mustahil mengadili orang Islam dengan adil bila tidak percaya Alquran diturunkan dari langit.
Bengcu : Saya percaya Alquran adalah sumber pustaka dan standard kebenaran untuk mengadili muslim seperti anda. Itu cukup bagi anda bukan?
Jihad : Kenapa anda tidak percaya bahwa Alquran diturunkan dari langit? Bukankah itu yang diyakini oleh orang Islam? Bila tidak percaya, bagaimana mungkin anda menghakimi saya dengan adil?
Bengcu : Saya tidak percaya Alquran diturunkan dari sorga karena Alquran mengajarkan hal demikian.
Jihad : Alquran diturunkan dari langit, malaikat Jibril yang menurunnya kepada nabi Mohamad SAW.
Bengcu : Pada mulanya memang Allah berencana menurunkan Alquran dari sorga namun hal itu sama sekali tidak pernah terlaksana. Anda tahu kenapa hal itu tidak terlaksana? Karena nabi Mohamad SAW buta huruf. Tiga kali malaikat Jibril mengujinya namun Nabi tidak bisa membacanya. Itu sebabnya malaikat Jibril lalu memutuskan untuk mendiktekannya. Selain buta huruf, nabi juga tidak bisa menulis, itu sebabnya yang didiktekan oleh malaikat Jibril tidak dicatatnya namun didiktekan kembali dan dicatat oleh sahabat-sahabatnya. Apa yang diajarkan oleh Alquran itu sangat gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Alquran yang kita miliki saat ini didiktekan oleh malaikat Jibril kepada nabi dan dicatat oleh para sahabat nabi ketika nabi mendiktekannya. Anda punya alasan lain? Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alquran untuk mendukung apa yang saya katakan?
Jihad : Tidak perlu. Izinkan saya bertanya lagi. Anda percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah?
Bengcu : Saya percaya Alkitab adalah firman Allah.
Jihad : Anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia?
Bengcu : Saya percaya Yesus Kristus adalah juruselamat dunia karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab.
Jihad : Bila anda percaya Alkitab adalah firman Allah, mustahil anda percaya Yesus adalah juruselamat dunia.
Bengcu : Kenapa mustahil?
Jihad : Bukankah bila percaya Alkitab adalah firman Allah maka anda harus percaya bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab?
Bengcu : Alkitab memang mengajarkan bahwa Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Hanya para teolog Kristen yang tidak belajar Alkitab dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak memahaminya dengan benar yang mengajarkan bahwa Yesus diutus kepada dunia.
Martir : Mohon maaf, pak hakim anda tidak boleh memutarbalikkan isi Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus diutus bagi dunia.
Jihad : Bila Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel bagaimana Dia menjadi juruselamat dunia?
Bengcu : Saudara martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Alkitab mengajarkannya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Baiklah saya akan kutip ayat Alkitabnya agar anda memahaminya.
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Matius 15:24
Saudara Martir, bukankah Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia hanya diutus kepada bangsa Israel? Bahkan Dia menyatakan hanya diutus kepada domba yang hilang dari umat Israel?
Martir : Anda tidak bisa memahami ayat tersebut dengan akal budi, namun harus memahaminya secara rohani.
Bengcu : Saudara Martir, tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa ayat tersebut tidak boleh dipahami dengan akal budi dan harus dipahami secara rohani. Alkitab mencatatnya dengan gamblang dan tegas sehingga mustahil menyangkalnya. Yesus tidak bodoh. Itu sebabnya bila hendak menyatakan Dia tidak hanya diutus kepada bangsa Isarel, Dia pasti menggunakan kata dan menyusun kalimat lain untuk menyetakannya.
Martir : Anda …….
Bengcu : Anda sebaiknya diam. Bila menyangkal ayat tersebut itu berarti anda menganggap Yesus adalah pembual atau bodoh sehingga nggak mampu menyatakan maksud-Nya dengan tegas dan gamblang. Saudara jihad, silahkan melanjutkan.
Jihad : Karena Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel, menurut anda bahkan bukan seluruh Israel namun hanya domba-domba Israel yang tersesat, itu berarti mustahil Yesus adalah juruselamat dunia, bukan?
Bengcu : Yesus hanya diutus kepada bangsa Israel. Menurut hukum taurat, imam dan hakim Israel memiliki kuasa menghakimi. Yang mereka ampuni akan diampuni yang mereka jatuhi hukuman pasti dihukum. Itu sebabnya ketika imam Agung Kayafas menjatuhkan vonis bahwa Yesus bersalah dan menetapkan hukuman mati bagi-Nya, tidak ada satu kuasa pun yang mampu menentangnya. Itu sebabnya Dia tetap dihukum mati walaupun hukum manusia yang diwakili oleh raja Herodes dan Pontius Pilatus memvonis Dia tidak bersalah.
Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. Ulangan 17:12
Yesus tidak menyalahkan orang-orang yang menyalibkan-Nya bahkan mendukung alias pasrah menerima-Nya. Ketika ajal menjelang, Yesus berdoa, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.” Dia menunjukkan cinta kasih-Nya kepada bangsa Israel yang memvonis mati dan bangsa-bangsa lain yang berteriak-teriak mendukung penyaliban-Nya.
Allah membangkitkan Yesus dari kematian untuk membuktikan kepada bangsa Israel bahwa hukum taurat sudah dibatalkan itu sebabnya yang ditetapkan MATI berdasarkan hukum taurat hidup kembali.
Allah memandang apa yang dilakukan oleh Yesus itu sangat baik. Itu sebabnya Allah lalu memberikan segala kuasa di sorga dan di dunia kepada Yesus. Setelah memiliki segala kuasa di sorga dan di dunia maka hal pertama yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah mengampuni seluruh dunia alias seluruh umat manusia. Itu sebabnya Dia lalu mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil alias kabar baik itu ke seluruh dunia.
Nah, saudara Jihad, Yesus Kristus disebut juruselamat dunia karena Dia mengampuni seluruh umat manusia, bukan karena Dia mati menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah seperti yang diyakini dan diajarkan oleh orang-orang Kristen yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar. Dengan segala kuasa baik di sorga maupun di dunia Yesus Kristus mengampuni dunia alias seluruh umat manusia. Mustahil ada kuasa yang mampu menentang pengampunan-Nya bukan?
Saudara Jihad, nampaknya anda mempelajari Alkitab dengan baik. Perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan? Juga bagi anda, saudara Martir, perlukah saya mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung apa yang saya katakan?
Martir : Pak hakim, anda tidak perlu mengutip ayatnya karena saya tahu yang anda katakan benar walaupun tidak memahaminya sebelumnya. Saat ini saya memahaminya. Terima kasih untuk pencerahannya.
Jihad : Pak hakim, selama hidup saya juga belum pernah mendengar ajaran demikian, namun saya percaya apa yang anda katakana benar. Namun, saya orang Islam. Ketika hidup, saya hidup dengan Alquran sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran, bukan Alkitab.
Bengcu : Baiklah saya tidak akan mengutip ayat-ayat Alkitabnya. Biarlah yang ingin tahu mencarinya sendiri sebab semuanya tercatat dengan gamblang dan tegas di dalam Alkitab. Saudara Jihad, anda membunuh karena ajaran Alquran, ayat mana yang mendukung tindakan anda itu?
Jihad : Pak hakim, bila anda memang belajar Alquran, perlukah saya mengutip ajarannya?
Bengcu : Tentu saja anda perlu mengutipnya karena anda sedang dihakimi bukan?
Jihad : Baiklah saya akan mengutipnya:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(QS. AlBaqoroh:190)
Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu. (Q.S. Al-Baqarah: 194)
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. (Q.S. An Nahl: 126)
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. (Q.S. Asy Syura: 40)
“Barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan lisannya maka dia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan hatinya maka dia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun sebesar biji sawi.” (H.R Imam Muslim)
Bengcu : Saudara jihad, apakah anda dibunuh, itu sebabnya anda membunuh? Apakah anda disiksa itu sebabnya anda menyiksa? Apakah anda diserang itu sebabnya menyerang? Apakah anda dijahati itu sebabnya menjahati?
Jihad : Pak hakim, banyak umat Islam yang didzolimi.
Bengcu : Mereka yang didzolimilah yang memiliki hak untuk melakukan pembalasan, bukan anda. Apakah mereka memberikan haknya kepada anda?
Jihad : Mereka terlalu lemah dan pengecut untuk melakukan jihad.
Bengcu : Ajarilah mereka menjadi kuat dan jantan, bukannya mengambil haknya tanpa seizin mereka. Di samping itu, bukankah Alquran mengajarkan bahwa mengampuni itu jauh lebih baik?
“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka telah lakukan kepadamu, namun sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar” (Q.S. Nahl: 126).
Jihad : Alquran mengajarkan bahwa darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Saudara Jihad, bukankah anda tidak menumpahkan darah mukmin karena haram?
Jihad : Benar. Namun, darah orang kafir itu halal.
Bengcu : Bila darah orang kafir itu halal, bukankah itu berarti anda harus menjaganya, bukannya menumpahkannya?
Jihad : Nabi mengajarkan:
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat kemudian bila mereka telah melakukan hal itu, maka mereka melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah Ta’ala”. (Muttafaq ‘alaih)
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah: 5)
Bengcu : Saudara Jihad, yang harus anda lakukan adalah memerangi manusia sampai mereka mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat, bukannya membunuh mereka sehingga MUSTAHIL mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Ketahuilah bahwa yang harus anda perangi adalah kedegilan hatinya, bukan menumpahkan atau membunuh sehingga mustahil mengucapkan kalimat sahadat dan mendirikan solat serta menunaikan zakat.
Jihad : Bukankah Alquran memerintahkan untuk membunuh orang-orang musyrikin itu di mana saja dijumpai mereka?
Bengcu : Anda benar namun hal itu harus dilakukan setelah habis bulan-bulan Haram itu. Pertanyaannya adalah, kapan bulan-bulan haram itu habis? Apakah anda membunuh ketika bulan-bulan haram itu telah habis? Bulan apakah itu? Sekali lagi, izinkan saya bertanya, “Kapan bulan-bulan haram itu habis?” Nah, Saudara Jihad, pikirkan baik-baik yang telah kita diskusikan dan jangan pernah mengagul-agulkan diri apalagi mengharapkan balas jasa karena segala jihad anda. Kita akhiri sampai di sini. Jangan sampai ayam berkokok tiga kali.
Jihad : Pak hakim ….. Baiklah!
Bengcu : Saudara Martir mari kita membahas masalah anda. Apa yang telah anda lakukan seumur hidup anda?
Martir : Pak hakim, seumur hidup saya jadi orang Kristen yang memberitakan Injil. Saya mati di pasar. Mati digebukin rame-rame ketika kotbah kepada para pengunjung pasar. Saya …
Bengcu : Diamlah! Saya tahu apa yang anda tuntut. sudara Martir, izinkan saya bertanya, “Apa arti Injil?”
Martir : Tentu saja tahu apa arti Injil. Pak hakim, anda orang Kristen namun tidak tahu arti Injil? Mengenaskan.
Bengcu : Diamlah! Saya yang menjadi hakim di sini dan anda yang sedang dihakimi. Anda mau dihukum karena menghina hakim? Jawablah pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Maksud saya bukan …..
Bengcu : Peduli setan dengan maksud anda! Jawab saja pertanyaan saya, “Apa arti Injil?”
Martir : Injil artinya kabar baik!
Bengcu : Itukah yang anda akui anda beritakan seumur hidup anda? Kenapa anda memberitakannya?
Martir : Benar! Saya memberitakannya. Saya memberitakannya karena itu adalah Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Saya memberitakannya karena mencintai Tuhan Yesus dan mengasihi sesama manusia.
Bengcu : Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Beritakanlah Injil alias kabar baik sampai ke ujung dunia. Anda tahu ujung dunia ada di mana?
Martir : Pak hakim anda tidak boleh memahami Alkitab secara hurufiah. Anda harus menafsirkannya sesuai konteks. Ujung-ujung dunia harus di …..
Bengcu : Saudara Martir, anda benar-benar menyebalkan. Saya hanya bertanya, Anda tahu ujung dunia ada di mana? Bila tahu katakan tahu bila tidak tahu katakan tidak tahu. Itulah tahu. Bila saya bertanya, jawablah, tolong jangan mengajari saya. Anda tahu ujung dunia di mana?
Martir : Maaf, pak, saya tidak tahu.
Bengcu : Nah, itu lebih baik! Jadi orang jangan sombong. Bila diri sendiri tidak paham bukan berarti orang lain mustahil paham. Bila diri sendiri tidak tahu, bukan berarti orang lain mustahil tahu. Ujung dunia adalah perbatasan antara dunia dan sorga. Sampai ke sanalah kabar baik alias Injil itu harus dikabarkan.
Martir : Pak hakim ……
Bengcu : Benarkah anda mengabarkan kabar baik? Baiklah saya akan panggilkan satu orang saksi. Kongzi, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Xiaosun 孙小 (cucu kecil) terpaksa merepotkan anda. Silahkan memperkenalkan diri anda.
Kongzi : Xiaozi 小子 (anak kecil ini) bermarga Kong 孔 dan bernama Qiu 丘 (bukit) setelah dewasa murid-murid memanggilku Kong fuzi 孔夫子 (guru Kong) dan setelah kembali kepada Tian 天 digelari Kongzi 孔子 (Almarhum guru Kong). Lahir 551 sebelum masehi dan mati 470 sebelum masehi. Seumur hidup, selama 81 tahun, xiaozi belajar untuk menjadi junzi 君子 (susilawan). Hanya meneruskan, tidak mengajarkan hal baru.
Bengcu : Saudara Martir, tolong beritahu saya, apakah Kongzi selamat alias masuk sorga?
Martir : Allah adalah KEBENARAN. Upah dosa adalah MAUT. Itu sebabnya manusia yang telah berdosa harus ditebus oleh manusia lain yang tidak berdosa yaitu Adam ke dua (Yesus). Itu sebabnya Yesus harus menderita dan tertumpah darah-Nya di kayu salib untuk menggantikan manusia. Itulah satu-satu nya cara menyelamatkan manusia. (Terima kasih Tuhan atas karya-Mu itu!!). Korban binatang untuk pakaian Adam dan Hawa, dilanjutkan dengan korban binatang bangsa Israel adalah simbol atau gambaran kematian Yesus di salib. Dapatkah Allah menyelamatkan manusia tanpa menumpahkan darah Yesus? Bukankah Allah mahaberdaulat? TIDAK! TIDAK BISA! Allah yang MAHAADIL dan MAHABENAR harus menumpahkan darah Yesus untuk menebus manusia berdosa. Itulah satu-satunya cara untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Karena semua manusia telah berdosa, maka harus ditebus oleh darah Yesus agar bisa selamat! Perhatikan, betapa KONSISTEN nya ajaran Alkitab itu. Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati!
Hanya kepada bangsa Israel Allah memberikan Firman Tuhan yaitu janji keselamatan dan Hukum Taurat. Apa tujuan Allah memberikan “JANJI” kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel)? Untuk menjadi MODEL suatu bangsa yang berkenan kepada Allah. ISRAEL adalah TYPE (tipologi = gambaran) gereja! Pilihan Allah atas Israel mustahil dibantah. Ini ajaran Alkitab yang eksplisit! Allah memang MEMILIH bangsa Israel menjadi umat-Nya, walau pun tidak semua orang Israel diselamatkan. Bangsa lain diselamatkan karena “dicangkokkan” menjadi bangsa Israel rohani! Oleh karena itu, JANGAN MEMANDANG RENDAH bangsa Israel lahiriah. Kita adalah cabang yang ditopang oleh akar dan pokok yaitu Israel lahiriah.
ISRAEL adalah model bangsa yang diselamatkan dan dikuduskan. Model-model lain adalah: Abraham adalah model orang beriman. Daud model pemimpin yang baik, sekaligus model bahwa orang yang diurapi Tuhan pun bisa jatuh ke dalam dosa yang keji. Salomo model orang yang diurapi Tuhan lalu memberontak melawan Allah. Paulus adalah model orang jahat yang menerima panggilan Tuhan menjadi rasul-Nya. Yudas adalah model murid Yesus (orang Kristen) yang jahat dan menolak kasih karunia Tuhan! Yohanes model orang yang bersandar pada Tuhan! Dan masih banyak model-model lain yang melaluinya kita mengambil pelajaran.
Walaupun hukum taurat tercatat di dalam hati manusia namun apakah Allah memberi janji keselamatan kepada bangsa Tiongkok? Tidak!
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Bangsa Israel diselamatkan karena korban binatang yang adalah symbol dari korban Yesus. Bangsa Israel menerima anugerah keselamatan dari Allah, itu sebabnya Allah memberikan Hukum Taurat dan menjanjikan Mesias kepada mereka. Bangsa lain pasti binasa karena semua manusia telah berbuat dosa. Maaf! Kong fuzi, walaupun orang baik, namun dia tidak akan masuk sorga.
Bengcu : Saudara Martir, itukah kabar baik alias Injil yang anda beritakan?
Martir : Saya hanya memberitakan firman Allah yang ya dan amin. Halleluyah!
Bengcu : Kongzi, apakah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah kabar bai?
Kongzi : Xiaozi (anak kecil ini) tidak berani tidak menyatakan bahwa itu mustahil kabar baik sebab semua yang bertelinga mendengar dan yang bermata melihat bahwa itu adalah kabar paling MENGENASKAN di Tianxia 天下 (kolong langit).
Bengcu : Mbah Paijo, silahkan memperkenalkan diri.
Paijo : Nama saya Paijo. Sejak kecil memeluk agama Budha dan meninggal ketika berumur 80 tahun. Pada waktu berumur 65 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama Martir. Pada raktu berumur 70 tahun bertemu dengan seorang Kristen yang bernama hai hai.
Bengcu : Mbah Paijo, apa yang dikatakan oleh saudara Martir kepada anda ketika kalian bertemu?
Paijo : Dia bilang saya pasti masuk neraka karena menyembah berhala. Dia bilang kalau mau masuk sorga harus percaya Yesus dan jadi orang Kristen.
Bengcu : Bukankah yang dikabarkan oleh saudara Martir adalah Kabar baik?
Paijo : Walah ….. itu kabar buruk lah yao! Sudah 65 tahun jadi orang Budha lalu ditakut-takuti masuk neraka kalau nggak mau jadi orang Kristen kok disebut kabar baik tho mas hakim?
Bengcu : Kenapa mbah Paijo nggak pindah agama jadi Kristen?
Paijo : Wele-wele …. Lha wong saya itu dari lahir sudah orang budha je. Sejak kecil itu ya main ne di candi Borobudur, Mendut dan candi lain ne. Wes kadung betah, kadung seneng kok tiba-tiba harus jadi Kresten tho?
Bengcu : Mbah Paijo nggak takut masuk neraka? bukankah saudara Martir mengajarkan bahwa si mbah pasti masuk neraka kalau nggak percaya Yesus dan jadi Kristen?
Paijo : Lha gimana mbah mau percaya? Katane kabar baik kok malah bilang si mbah pasti masuk neraka? Kalau pasti masuk neraka itu kabar buruk nama ne. Kata ne masuk sorga itu anugerah tapi kok syarat e musti jadi Kresten tho? Lha itu jenengnya ngapusi. Anugerah ya anugerah, kok ada syarat e. Kalau ada syarat e ya bukan anugerah tho? Weis …. Jaman ne jaman edan. Kabar baik kok meden-medeni (nakut-nakuti)!
Bengcu : Saudara Martir, anda mendengar sendiri bukan bahwa yang anda kabarkan itu bukan kabar baik sama sekali? Bukankah Amanat Agung Yesus Kristus adalah memberitakan Injil alias kabar baik?
Martir : Pak Hakim, anda orang Kristen. Mustahil nggak tahu bahwa yang saya beritakan adalah Injil Yesus Kristus. Saya memberitakan kabar baik bahwa satu-satunya jalan masuk sorga adalah percaya Yesus dan menjadi Kristen.
Bengcu : Saudara Martir, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, namun faktanya adalah anda sama sekali tidak memberitakan kabar baik sebab yang anda beritakan adalah kabar buruk. Nah, mbah Paijo, pernahkah anda mendengar kabar baik dari murid Yesus Kristus?
Paijo : Pernah pak hakim yaitu waktu simbah ketemu hai hai. Waktu itu simbah tanya apa bener Yesus itu juruselamat dunia? Hai hai bilang bener, makane simbah Paijo juga sudah diselamatkan, makane dikatakan keselamatan itu adalah anugerah bukan balas jasa apalagi hasil usaha manungsa. Nah ….. Itu pancen kabar baik! Mbah seneng dengernya.
Bengcu : Apakah hai hai mengajak simbah masuk Kristen?
Paijo : weleh ….. Waktu hai hai tanya, apakah simbah mau jadi murid Yesus? Kalau mau nanti diajari ajaran yang diajarkan Yesus. Simbah bilang, mbok ajarin dulu nanti biar simbah tahu.
Bengcu : Apa yang diajarkan hai hai?
Paijo : Wah yang diajari buanyak je. Tapi ya intine cuman mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Apakah akhirnya simbah jadi murid Yesus?
Paijo : Lha pasti lah yao! Wong ajarane pancen bener jhe.
Martir : Apakah simbah lalu jadi Kristen?
Paijo : Lha nggak lah yao! Wong untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, wae kok masak musti jadi Kresten dulu tho?
Martir : Bukankah menjadi murid Yesus itu harus percaya Yesus? Apakah simbah percaya Yesus?
Paijo : Lha kalau nggak percaya Yesus kok ya simbah belajar ajaranya lalu ngamalanke tho nak? Dipelajari lalu diamalkan itu kan artinya simbah percaya tho nak?
Martir : Orang Kristen harus ke gereja.
Paijo : Lha itu kabar buruk nak! Memang e Yesus ngajarake ke grejo tho? Kok simbah nggak nemu di Alkitab yo? Wa .. gini-gini simbah ya katam jhe baca Alkitab.
Martir : Orang Kristen harus mengadakan perjamuan kudus.
Paijo : Wah, kalau perjamuan kudus mengenang kematian Yesus itu ya nggak usah ke grejo yo bisa kok nak. Hai hai itu kalau ngajak perjamuan kudus senengane pake telo bakar dan kopi pait. Weis …. Pancen marem rasa ne.
Bengcu : Nah, saudara Martir, anda tahu sekarang kenapa anda digebukin? Itu karena alih-alih memberitakan kabar baik anda justru memberitakan kabar buruk. Kabar buruk adalah: Kamu pasti masuk neraka karena bla bla bla … Kamu baru bisa masuk sorga kalau bla bla bla … Sedangkan kabar baik adalah: Bersyukurlah sebab dosamu telah diampuni dan kamu akan ditolong oleh Roh Kudus untuk menjadi manusia yang yang melakukan perbuatan baik. Kamu akan ditolong oleh roh Kudus untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Martir : Bapak hakim yang terhormat, maukah anda menjelaskan kepada saya tentang DOSA?
Bengcu : DOSA? Upah dosa adalah MAUT. Tolong jangan ditafsirkan menjadi karena dosa maka manusia DIHUKUM Allah Yesus lalu menggantikannya. Anda mau tahu dosa? Dosa menurut ajaran Alkitab? Baiklah saya akan beritahu anda apa itu dosa? Dengan demikian maka anda bisa memahami kenapa di atas kayu Salib Yesus berdoa, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.”
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka Kejadian 1:27
Sekarang anda paham apa itu DOSA, bukan?
Martir : BELUM! Saya belum memahaminya. Saya tidak memahaminya.
Bengcu : Allah yang berfirman MENGAJAK untuk MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita sementara Allah yang MENANGGAPI firman menciptakan manusia menurut GAMBAR-Nya, menurut GAMBAR Allah. DOSA adalah manusia BARU diciptakan menurut GAMBAR Allah yang MENANGGAPI firman, belum diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA kita.
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan PENOLONG (Ezer) baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18
DOSA adalah karena TUHAN Allah belum menjadikan PENOLONG alias EZER alias PARAKLETOS yang sepadan baginya. Itu sebabnya di Perjanjian Baru Allah menggenapi penciptaan-Nya.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang PENOLONG (Parakletos) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Yohanes 14:16
Martir : Anda …..????Z@#@#$%&???
Begitu saja hai hai terbangun dari mimpinya. Dia pun melanjutkan ngerumpi dan menceritakan mimpinya kepada teman-temannya.
@Pembaca sekalian,….
Belajar itu tidak perlu menghakimi yg lain.
Kristus pantas menyindir org Farisi, setelah sejak usia 12 tahun Dia belajar Taurat dan menganggap Bait Suci adalah rumahnya. Hanya Taurat yg dibaca. Bukan Laozi dan lain2….Kalo mengaku mengikut Kristus, ya harus konsisten, menggunakan hanya Alkitab sebagai pegangan (walaupun boleh membaca jutaan buku yg lain). Jgn gunakan referensi lain utk membangun konsep baru. Jangan juga mengotak-atik Alkitab di luar konsep Gereja. Ya, jangan marah kalo dibandingkan dengan konsep konservatif. Substantive saja yg dibahas, jangan malah yg non substantive yg di-blow up.
Justru Kristus berlaku lebih keras pada penganut Taurat dan murid2nya sendiri. Nggak ngurusi ahli2 Taurat, atau bahkan Dewa2 Yunani saat itu.
Jawab saja pertanyaan saya seperti saya menjawab pertanyaan rekan2 lain selain penulis. Baru deh belajar namanya.
GBU
@Paulus,
Maaf, jawaban saya sebelumnya untuk Greentea, saya salah baca.
Konsep ala St. Thomas Aquinasnya dah dikomen sama penulis…?
Gimana, blm dijawab juga pertanyaan saya untuk Sodara…?
@Greentea,
Maaf jawaban saya utk Sodara nyasar ke Sodara Paulus.
Setuju atau tidak itu hak masing2 org, kok.
Tapi jangan lupa kewajiban menjawabnya dipenuhi. Kan belajar…? Saya melihat penulis tidak konsisten. Coba lihat cara saya menjawab pertanyaan Sodara. Jelas, tegas, dan Sodara pasti tahu pointnya. Soal setuju atau tidak itu mah hak Sodara, saya gak bisa paksa.
GBU
@Paulus Miki Sucahyo, Menurut saya ada DUA aliran pemikiran yang sangat mempengaruhi teologi Kristen. Yang pertama adalah DONGENG Zoroasterisme tentang pertarungan Raja Terang dan Pangeran Gelap. Yang kedua adalah pemikiran Filsafat Yunani dan konsep CHAOS dan dongeng DEWA-DEWI. Hasilnya adalah DONGENG Kristen yang LOGIS. Kedua hal tersebut sangat mempengaruhi Agustinus yang mulanya adalah seorang MANIKEISME.
Ajaran tentang DOSA asal dan Dosa warisannya, Lahir dari Perawan, kental sekali dipengaruhi dengan dongeng Zoroaster tentang anak-anak TERANG yang DIMAKAN oleh PANGERAN Gelap. Sementara doktrin Kejatuhan TOTALNYA sangat dipengaruhi oleh filsafat Yunani dan dongeng Dewa-dewi. Seperti yang saya katakan, hasilnya adalah DONGENG Kristen yang LOGIS.
Seperti yang telah saya ungkapkan beberapa kali bahwa DOSA (CHATTAH – HAMARTIA) berbeda dengan PELANGGARAN (PESHA – PARAPTOMA). DOSA adalah PENCIPTAAN yang BELUM SELESAI sementara PELANGGARAN adalah MELANGGAR perintah SESEORANG (Pribadi).
UPAH Dosa adalah MAUT, bukan HUKUMAN mati. Kata UPAH seharusnya dipahami sebagai AKIBAT atau BUAH atau sesuatu yang terjadi secara OTOMATIS, bukan SUATU tindakan dari suatu pribadi.
Yesus MENANGGUNG dosa alias Yesus MEMIKUL dosa, sama sekali BUKAN Yesus menggantikan manusia menerima HUKUMAN namun Yesus HIDUP dengan DOSA.
Apa itu DOSA? Hidup adalah SENGSARA (samsara). Sengsara diakibatkan oleh KEINGINAN. Itulah yang diajarkan oleh Sidharta Gautama. Apa itu DOSA? DOSA adalah KEINGINAN. KEINGINAN membawa kepada MAUT alias KEMATIAN alias KEMUSNAHAN alias KERUSAKAN. Itu sebabnya Paulus mengajarkan bahwa DOSA adalah KEINGINAN DAGING.
Itu sebabnya kalimatnya adalah:
“janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,
PASTILAHengkau MULAI mati.”Itu bukan sebuah PERINTAH dan SANGSI (ANCAMAN hukuman) namun SUATU pemberitahuan tentang APA yang akan TERJADI bila melakukan SESUATU (makan buah pengetahuan).
Saya pernah menulis sebuah blog tentang Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus. Saat itu saya bertanya, KAPAN Lazarus bangkit?
Sebelum Yesus berseru
Ketika Yesus Berseru
Setelah Yesus berseru
“Hai Lazarus, keluarlah!”
Sesungguhnya itu adalah pasangan dari pertanyaan: Kapan Hawa mati?
Sebelum makan
Ketika makan
Setelah makan
buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat?
UPAH dosa adalah MAUT. Akibat KEINGINAN Hawa adalah MATI.
Anda harus ingat bahwa SAAT itu Adam dan HAWA adalah PRIBADI namun juga SELURUH UMAT manusia. Perintah jangan MAKAN itu adalah printah untuk PRIBADI namun juga untuk SELURUH umat MANUSIA. Bila anda PERHATIKAN, bukankah semua KESUSAHAN manusia itu diakibatkan oleh KARENA hal yang sama? MEMUASKAN KEINGINAN HATI sama seperti yang dilakukan oleh Hawa?
DOSA = Keinginan DAGING
Paulus Miki Sucahyo, dalam hal ini saya tidak akan menguliti ajaran yang ada namun mengajarkan hal yang belum dipahami generasi sebelumnya.
@Bingo:
Pak Bingo….. coba kita diskusikan pelan2 saja… step by step.
#keberatan 1:
Adakah kalimat Alkitab yg menyebutkan demikian, “belum melihat Tuhan”…?
Jawaban saya:
Yoh 1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
“Tuhan tidak pernah dilihat manusia dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya (1 Timotius 6:16)”
menurut pak Bingo…apakah ayat tsb tidak berlaku bagi Adam dan Hawa???
apakah ada kalimat : Tidak ada seorangpun (kecuali Adam dan Hawa)???
#keberatan 2:
Sebab “melihat” dalam PL (Israel dikatakan bertemu muka dengan muka dgn Allah, walaupun hanya Tiang Api. Musa dikatakan bertemu muka dengan muka di Sinai, walaupun hanya Cahaya) dan “melihat” dalam PB tentu memiliki makna sendiri2 dalam bahasanya sendiri2….?
Jawaban saya:
Sungguh tidak sepadan membandingkan theofani dgn hakikat Allah yg sebenarnya…. theofani hanyalah sebuah bentuk yg diambil Allah agar panca indera manusia dpt “melihat” pewujudanNya …. krn keterbatasan panca indera yg hanya dpt mencerap materi (bentuk) maka Allah mengambil wujud bentuk….penampakan dgn perwujudan… penampakan dgn bentuk… Sangat naif klu anda menganggap bentuk2 theofani adalah hakikat wujud Allah yg sebenarnya.
Engkau (Musa) tidak tahan memandang wajahKu, sebab TIDAK ADA ORANG yang MEMANDANG AKU dapat hidup”. Berfirmanlah TUHAN: Ada suatu tempat dekatKu, dimana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaanKu lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu…” (Keluaran 33:20)
apakah yg terjadi setelah Musa bercakap2 dgn TUHAN? Musa tetap hidup krn memang dia tidak pernah melihat TUHAN secara langsung…. yg dilihat Musa hanya “penampakan” TUHAN saja (Theofani)
#keberatan 3:
Lalu bagaimana dengan konsep Api Penyucian di Iman Katolik….? Apa masih berlaku dalam konsep baru Sodara itu….? Masak dah sempurna masih dicuci lagi….?
Jawaban saya:
Purgatory jelas msh berlaku dlm pemahaman saya. Lah wong sedari awal saya sdh berkeyakinan belum ada manusia yg “sempurna”……termasuk Adam dan Hawa.
#keberatan 4:
adakah referensi Alkitabiah bahwa manusia yang sempurna (yg percaya pada Yesus) nantinya “melihat” muka Allah…? SEKALIGUS…
Sempurna maknanya di mana kalo gitu….? Gak ada hubungannya dengan dosa…? Apakah hanya makna dalam logika Allah, ndak ngefek dengan kedagingan manusia….?
Jawaban saya:
menurut anda apakah manusia “sempurna” msh bisa jatuh dalam dosa???
menurut anda apakah malaikat “sempurna” msh bisa jatuh dalam dosa???
faktanya:
manusia pertama jatuh dalam dosa.
Lucifer cs jatuh dalam dosa.
Lalu apa makna sempurna? SEMPURNA SESUAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH…… perhatikan komen saya sebelumnya ttg beatific vision.
“Sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah.” (Ibr 12:14).
“…sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya..” (1 Yoh 3 :2-3)
#keberatan 5:
Karena setahu saya ceritanya Adam dan Hawa sembunyi ketika dicari, setelah melakukan pilihan yg salah. Kira2 gimana Allah memperkenalkan mereka berdua..setelah membentuk Hawa dari tulang Adam….?
SEKALIGUS
Dibuktikan bahwa Dia(bukan Kristus…?) bersama-sama dan bercakap-cakap dengan mereka di Eden…?”
Jawaban saya:
Pak Bingo, dari jawaban2 keempat keberatan di atas, Alkitab jelas menyatakan bahwa manusia tidak ada yg pernah atau bisa melihat Allah.
Yang bisa mereka lihat hanyalah penampakan Allah dalam perwujudan……
Apakah sulit bagi pak Bingo untuk mengimani bahwa Tuhan yg ada bersama2 Adam dan Hawa di Eden adalah Allah yg sedang mengambil sebuah bentuk perwujudan? yg dapat kita dengar langkah kakiNya? yg dpt kita dengar secara langsung suaraNya?
Tidak sulit bagi saya utk yakin bahwa Tuhan sedang mengambil sebuah bentuk perwujudan saat itu.
Pertanyaan yg lain mari dibahas step by step pak Bingo… jgn borongan…. mari kita diskusikan disini. (klu pak Hai mengijinkan blog-nya kita pinjam loh..)
greentea, BELUM selesai dan TIDAK sempurna adalah DUA hal yang berbeda.
Perhatikanlah BAYI. Bayi adalah manusia yang SEMPURNA namun MASIH dalam PROSES artinya BELUM selesai. PENYELESAIANNYA kita sebut BERTUMBUH kembang. Ketika seorang bayi bertumbuh kembang menjadi DEWASA ada yang disebut ANAK-ANAK NAKAL. Anak-anak NAKAL melanggar HUKUM alias LARANGAN orang TUA. Kenapa mereka MELANGGAR? Karena TERGODA oleh DOSA (KEINGINAN). Apa Keinginan anak-anak? MENJADI seperti ALLAH (orang dewasa). Orang yang tidak bijaksana, akan menghajar anak-anaknya yang NAKAL untuk MELAMPIASKAN kemarahannya. Orang tua yang bijaksana akan MENGHAJAR anaknya agar BELAJAR. Itu sebabnya dikatakan, yang dilakukan bukan HUKUMAN alias BALAS DENDAM namun KOREKSI. Hukuman diberikan untuk MENGOREKSI perilaku dan CARA berpikir si anak.
Anjing yang menggigit orang akan terus menggigit orang. Hal itu terjadi karena dia sudah belajar bahwa itulah cara paling mudah dan cepat untuk mewujudkan keinginannya. Bagaimana cara menghadapi anjing demikian? Cara paling mudah dan MURAH serta tanpa RESIKO adalah SUKABUMIKAN. CARA kedua adalah PENJARAKAN dia seumur hidupnya. Cara yang paling sulit adalah MELATIHNYA. Bagaimana cara melatih anjing agar tidak MENGGIGIT orang? Sampai saat ini dunia pelatihan anjing hanya mengenal SATU cara yang saya sebut TERAPI KAPOK. Yaitu mengajarkan kepada anjing bahwa menggigit orang bukan CARA menyelesaikan MASALAH namun MENAMBAH masalah. Bagaiman cara itu dilakukan? Cara kuno adalah dengan RANTAI dan kalung jerat. Si anjing digoda dan ketika dia hendak menggigit, rantai ditarik sehingga lehernya TERJERAT oleh kalung jerat. Cara modern adalah dengan kalung listrik. Ketika dia hendak menggigit, Listrik dinyalakan sehingga anjing itu tersengat.
Paulus Miki Sucahyo, ha ha ha ha …. biar dia belajar apa itu “Namanya juga USAHA”? Ha ha ha ha ha ha …..
@Paulus,
Pertanyaan2 saya yang ini,….saya kasih nomor sekalian, ya…
1. Gambar-Nya adalah DOSA (tidak sempurna…?).2. Gambar-Kita adalah Tidak Berdosa. DOSA asalanya dari-Nya….? 3. Nya adalah Tidak Sempurna (asal DOSA)…? 4. Nya melakukan “penciptaan cacat” lalu disempurnakan oleh Kita….?hehehe.
5. Disebutkan “manusia BARU”,…..Manusia LAMA-nya…..?
dan ini,….
“6. Mengikuti alur pikiran yg ada di situ, brarti “Nya” dengan sadar TELAH menciptakan manusia yg TIDAK SEMPURNA….? 7. Baru SEMPURNA setelah “Kita” terlibat dalam bentuknya, PENGAMPUNAN KRISTUS..PENYERTAAN ROH KUDUS….?”
“8. (sama dgn no.5) Kalo disitu disebutkan “manusia BARU”, manusia yg “LAMA” yg bagaimana? Sebab Adam dan Hawa SEJAK AWALNYA tentu HARUS SEMPURNA…? 9. Dibuktikan bahwa Dia(bukan Kristus…?) bersama-sama dan bercakap-cakap dengan mereka di Eden…?”
“10. Jika, manusia saja belum sempurna diciptakan pada mulanya,…maka kita bisa bilang, tentu ada bagian lain ciptaanNya yg MUNGKIN belum sempurna juga….?
11. Jika Allah yg sempurna menciptakan manusia tidak sempurna (sengaja atau tidak kita tidak tahu), dapatkah kita sebut Allah MUNGKIN juga tidak sempurna…?
12. Jika Allah tidak sempurna, apakah DIA bisa disebut Allah…?”
Mana yg jawaban saya utk saya…bingung bacanya. Mohon dinomori saja kalo ndak keberatan. Yg penting dijawab walapun bukan oleh penulis.
GBU
@pak Hai:
saya setuju bahwa Adam dan Hawa bukan sekedar pribadi tunggal…. TETAPI adalah sebagai representasi SELURUH MANUSIA.
Meski, memang ada hal lain yg hrs kita kupas tuntas di dlm kata SELURUH MANUSIA.
apakah seluruh Manusia dgn Adam dan Hawa sbg satu2nya pasangan cikal bakal seluruh manusia yg akan dilahirkan?
apakah seluruh Manusia dgn Adam dan Hawa sbg salah satu pasangan cikal bakal manusia yg akan dilahirkan?
Ada satu masalah utama disini pak Hai,
apakah Adam dan Hawa sejak mulanya memiliki kecenderungan berbuat dosa?
Alkitab nyata menuliskan : dosa masuk ke dalam dunia oleh dosa satu orang…”
Jadi saya meyakini, sesuai konsistensi Alkitab, bahwa kita berasal dari satu pasa2nya pasangan cikal bakal manusia, Adam dan Hawa.
Dan pada awalnya manusia dicipta sesuai GambarNya… yg logisnya dilengkapi 4 peternatural gifts, yang adalah: (a) immortality/ tidak tunduk terhadap kuasa maut, (b) immunity from suffering / tidak dapat menderita, (c) infused knowledge, (d) integrity, yaitu harmoni dan tunduknya segala macam keinginan dan emosi dari kedagingan kita kepada reason.
Concupiscence, yang mengacu kepada ketidakteraturan keinginan daging, memang dialami semua manusia keturunan Adam dan Hawa. Tetapi kasusnya tentu sgt berbeda pada diri Adam dan Hawa, karena sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa mempunyai yang disebut sebagai the gift of integrity, yaitu segala keinginan daging yang tunduk kepada akal budi.
Jadi keinginan daging itu awalnya tdk melekat pd diri pasangan manusia pertama. Adam dan Hawa tidak terikat concupiscence spt kita kaum keturunannya.
Pada kasus Adam dan Hawa, yg terjadi adalah ketidakteraturan “keinginan rohani” (dlm istilah pak Hai keinginan hati) yang melampaui takaran yang ditetapkan Allah tanpa dipengaruhi keterbatasannya atas ketertundukan pada ketidakteraturan daging.
sementara kita kaum keturunannya mengalami dua hal buruk sekaligus… ketidakteraturan rohani dan daging…… keinginan hati yg disertai kertebatasan dan ketertundukan pd keinginan daging…..
Pak Hai saya sekedar menguji pemahaman kita bersama agar semakin tajam….
@Penulis,
Jawab sesuai nomor saya juga saja….Barangkali bisa “menyempurnakan” jawaban Sodara Paulus….atau ada jawabn lain lebih benar menurut penulis. Jgn komen ngalor-ngidul melulu. Wah…gak mudeng2 juga…..
GBU
@Paulus dan Penulis,…
Dulunya manusia di hadirat Allah, sempurna. >Manusia memilih Dosa, jadi rusak, tidak sempurna. >Allah mengirim Anak utk menebus kembali, menanggung dosa, mengalahkan dosa. >Manusia kembali ke hadirat Allah, kembali sempurna, asal percaya Anak. Selesai. Sudah sempurna, rusak, lalu kembali sempurna. Itulah konklusi Alkitab yg benar. Gak ribet gak mbulet. Cuma pakai Alkitab doang.
GBU.