Misteri Perempuan dan Naga Dalam Wahyu 12


Selama ini kita menganggap Hawa sebagai satu-satunya perempuan di Taman Eden, itu sebabnya ketika membaca Kejadian 3:15 kita langsung meyakini bahwa perempuan yang dimaksudkan di dalam ayat tersebut adalah Hawa. Benarkah perempuan yang tercatat di dalam Kejadian 3:15 adalah Hawa? Tentang perempuan di dalam Wahyu 12, ada yang bilang dia adalah bunda Maria ada yang bilang dia adalah Hawa juga ada yang bilang dia adalah bangsa Yahudi sementara Teologi Reformed meyakini bahwa dia adalah jemaat Allah sejak permulaan jaman sampai akhir jaman. Walaupun saya belum pernah menemukan sumber pustaka yang mengajarkannya, namun sesungguhnya Alkitab mengajarkan bahwa perempuan dalam Kejadian 3:15 adalah perempuan dalam Wahyu 12.
SIAPAKAH wanita itu?

Ular di Taman Eden Mustahil Ular Sejati

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang MAKLUK di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman  ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Kejadian 3:1

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah  engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang MAKLUK PADANG hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar HIDUP dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Kejadian 3:14

Kata binatang di dalam Kedua ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata CHAY. Saya sudah membaca ayat-ayat yang mencatat kata Ibrani CHAY yang diterjemahkan sebagai BINATANG. Menurut saya terjemahan-terjemahan tersebut lebih akurat bila diterjemahkan sebagai MAKLUK HIDUP atau YANG HIDUP karena CHAY adalah kata SIFAT. Sementara kata DI DARAT dan HUTAN ditejemahkan dari kata Ibrani SADEH yang juga berarti PADANG atau LADANG.

Kata CERDIK di dalam Kejadian 3:1 diterjemahkan dari kata Ibrani ARUWM (dilafalkan: aw-room’) kata sifat yang berarti: Bijak; cerdik. Kata tersebut digunakan 11 kali di dalam Perjanjian Lama dan selalu digunakan untuk manusia. Apabila Ular di dalam Kejadian 3 adalah ular sejati, itu berarti ular adalah makluk paling cerdik di dunia. Namun kenyataannya ular bukan makluk paling cerdik di dunia karena makluk paling cerdik di dunia adalah manusia karena hanya manusia yang memiliki AKAL BUDI. Itu sebabnya dikatakan, Kejadian 3:1 menjamin bahwa Ular di Kejadian 3 MUSTAHIL ular sejati.

Kata MENJALAR di dalam Kejadian 3:14 diterjemahkan dari kata Ibrani HALAK (dilafalkan: haw-lak’), kata kerja, artinya: berjalan; pergi, hidup. Oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) kata tersebut hanya diterjemahkan DUA kali menjadi MENJALAR atau MERAYAP. Beberapa versi Alkitab bahasa Inggris menerjemahkannya SATU kali sebagai MENJALAR. Kenapa penerjemah LAI tidak menerjemahkannya sebagai BERJALAN? Karena untuk berjalan diperlukan kaki sementara perut tidak bisa digunakan untuk berjalan. Kenapa penerjemah LAI tidak menerjemahkannya sebagai HIDUP? Karena mereka meyakini bahwa ayat tersebut mencatat kutukan TUHAN Allah agar ular menjalar.

Kata Ibrani ZACHAL (dilafalkan: zaw-khal’) artinya: menjalar; malata; malu. Kata tersebut digunakan tiga kali. Di Ulangan 32:24 dan Mikha 7:17 dengan arti melata (menjalar) serta di Ayub 32:6 dengan arti malu. Sesungguhnya kata MENJALAR (melata) yang selalu digunakan untuk BINATANG di dalam Perjanjian Lama adalah kata Ibrani REMES (dilafalkan: reh’-mes), kata benda yang artinya: binatang melata.

Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; Mazmur 72:9

Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu.” Yesaya 49:23

Biarlah mereka menjilat debu seperti ular, seperti binatang menjalar di bumi; biarlah mereka keluar dengan gemetar dari kubunya, dan datang kepada TUHAN, Allah kami, dengan gentar,  dengan takut kepada-Mu! Mikha 7:17

Engkau ini akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, dan perutmu tetap mengamuk karena lapar; engkau akan menyingkirkan sesuatu, tetapi tidak dapat menyelamatkannya, dan apa yang dapat kauselamatkan, akan Kuserahkan kepada pedang. Mikha 6:14

Setelah mempelajari kata-kata Ibrani di dalam Kejadian 3:14 dan beberapa ayat lainnya di dalam Perjanjian Lama, maka dapat disimpulkan bahwa Ular dalam Kejadian 3 terkutuk bukan karena dia akan melata dan makan debu tanah namun karena dia akan hidup untuk MEMUASKAN nafsunya dan semua yang didapatnya tidak lebih dari debu tanah atau kesia-siaan belaka.

Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,  yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9

Apabila Ular di taman Eden adalah ular sejati, maka itu berarti Si Ular Tua di dalam Wahyu 12:9 adalah Ular sejati. Ular dalam Wahyu 12:9 bukan ular sejati itu sebabnya mustahil meyakini bahwa ular di taman Eden adalah ular sejati.

Ular Taman Eden Mustahil Alat Malaikat

Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Kejadian 3:13

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah  engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang MAKLUK PADANG hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar HIDUP dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Kejadian 3:14

Doktrin Iblis adalah malaikat didirikan di atas keyakinan bahwa Ular di taman Eden adalah Ular sejati yang dirasuki oleh Malaikat. Lebih lanjut mereka mengajarkan bahwa Kejadian 3:14 adalah kutukan Allah kepada ular sejati. Pdt. Budi Asali Mdiv mengajarkan:

Budi Asali Menulis: Jadi, Allah menghukum ular saking jengkelnya melihat manusia yang Dia cintai telah jatuh ke dalam dosa. Jadi, dari hukuman ular ini, kita melihat kasih Allah kepada manusia.

TUHAN Allah mengutuk Ular karena dia MENIPU Hawa! Itulah yang diajarkan secara gamblang dan tegas oleh Kejadian 3:13-14. TUHAN Allah mengutuk untuk menegakkan KEADILAN. Karena TUHAN Allah menyatakan bahwa Dia mengutuk Ular karena Ular menipu Hawa, maka itulah kebenarannya.

Teolog yang menyatakan TUHAN Allah mengutuk ular untuk melampiaskan kejengkelan adalah teolog YAK-YAK-O yang karena kebodohannya tidak menyadari bahwa dengan mengajarkan hal demikian, dia sedang mengajarkan bahwa TUHAN Allah membual ketika menyatakan bahwa Dia mengutuk Ular (untuk menegakkan keadilan) karena Ular menipu Hawa.

Kejadian 3:13-14 adalah jaminan bahwa Ular yang menggoda Hawa bukan alat untuk menipu namun PELAKU penipuan. Itu berarti doktrin Ular di taman Eden adalah ular sejati yang diperalat oleh malaikat pemberontak mustahil dipertahankan.

Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,  yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9

Apabila Ular Hanya alat malaikat pemberontak bukankah itu berarti Si Ular Tua di dalam Wahyu 12:9 tersebut di atas juga adalah ALAT malaikat pemberontak? Namun Si Ular Tua di dalam ayat tersebut di atas bukan alat karena dia adalah Iblis itu sendiri. Wahyu 12:9 adalah jaminan bahwa Ular di taman Eden adalah ALAT malaikat pemberontak.

Ular di Taman Eden Mustahil Malaikat

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15

Ular VS Perempuan

Keturunan Ular VS Keturunan Perempuan

Ular VS Keturunan Perempuan

Kata KETURUNAN diterjemahkan dari kata Ibrani ZERA (dilafalkan: zeh’-rah), kata benda TUNGGAL. Itu berarti hanya ada SATU keturunan Ular yang bermusuhan dengan SATU keturunan Perempuan.

Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Matius 22:30

Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Markus 12:25

Kedua ayat tersebut di atas memang mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa di sorga manusia tidak kawin dan dikawinkan namun apakah tidak kawin dan dikawinkan itu memang cara hidup malaikat? Apakah kawin dan dikawinkan adalah SATU-SATUNYA cara untuk berkembang biak atau beranak cucu? Binatang Hermaprodit berkembang biak tanpa perlu kawin dan dikawinkan. Ilmu pengetahuan Biologi mengajarkan keberadaan banyak organisme yang berkembang biak tanpa perlu kawin dan dikawinkan. Kenyataan-kenyataan demikian benar-benar membangkitkan keraguan bahwa malaikat tidak beranak cucu karena mereka tidak kawin dan dikawinkan.

Handai taulan sekalian, silahkan baca kembali Kejadian 3:15 dengan seksama dan perhatikan persamaan-persamaan tersebut di atas. Tidak ada satu teolog Kristen dalam generasi ini pun yang berani menyangkal bahwa Keturunan Perempuan di dalam Kejadian 3:15 adalah Yesus. Dengan keyakinan keturunan perempuan adalah Yesus, inilah yang bisa kita simpulkan dari Kejadian 3:15 dengan bantuan persamaan-persamaan tersebut di atas:

1. Yesus punya DUA Lawan yaitu IBLIS dan KETURUNAN IBLIS
2. Nubuatan Kejadian 3:15 SUDAH digenapi ketika Yesus datang ke dunia.
3. Andai kata Iblis = malaikat maka Keturunan malaikat = malaikat

Tidak sulit untuk meyakini bahwa Iblis yang dihadapi oleh Yesus ketika di dunia adalah malaikat. Hal itu terjadi karena Iblis ada dalam wujud roh. Namun dimanakah malaikat satu lagi yang merupakan anak malaikat yang disebut Iblis itu? Alkitab sama sekali tidak mencatat keberadaannya. Hai Iblis, di mana keturunanmu? Hai MALAIKAT, di mana anakmu? Karena Alkitab sama sekalit tidak mencatat tentang anak Ular yang malaikat, itu berarti Ular mustahil malaikat.

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Matius 3:7

Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? Lukas 3:7

Kedua ayat tersebut di atas mencatat kisah Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa orang-orang Yahudi adalah keturunan Ular Beludak atau Ular berbisa. Apabila saya menggunakan kedua ayat tersebut untuk mendukung ajaran bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis alias Ular Beludak, maka saya yakin banyak teolog yang akan menentangnya dengan menyatakan bahwa kedua ayat tersebut tidak boleh dipahami secara hurufiah bahwa orang Yahudi adalah keturunan ular beludak sejati namun juga tidak boleh ditafsirkan bahwa mereka adalah keturunan Ular di taman Eden alias Iblis. Kalimat, “Hai kamu keturunan ular beludak!” HARUS dipahami bahwa Yohanes menegur mereka dengan KERAS.

Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Matius 12:34

Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Matius 23:33

Kedua ayat tersebut di atas mencatat kisah Yesus Kristus menyatakan bahwa orang-orang Yahudi adalah keturunan Ular Beludak bahkan Yesus menyebut mereka ular-ular. Saya yakin, tetang kedua ayat tersebut para teolog akan mengajarkan hal yang sama seperti yang mereka ajarkan tentang kisah Yohanes Pembaptis menyebut orang-orang Yahudi keturunan ular beludak.

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44

Tentang Yohanes 8:44 para teolog mengajarkan bahwa frasa “Iblislah yang menjadi bapamu” tidak boleh dipahami sebagai bapak jasmani namun harus dipahami sebagai bapak rohani seperti Abraham adalah bapak rohani orang-orang beriman.

Handai taulan sekalian, Teolog Reformed memang LUCU. Ketika saya menggunakan ayat-ayat tersebut di atas untuk mendukung ajaran bahwa bangsa Israel adalah keturunan Iblis alias anak-anak Ular. Mereka akan berusaha mati-matian untuk menentangnya. Namun bila saya menyatakan bahwa Ular di taman Eden MUSTAHIL malaikat karena malaikat tidak memiliki keturunan alias anak, maka saya yakin mereka akan kekeh-jumekeh menyangkal ajaran demikian dengan mengutip ayat-ayat tersebut di atas untuk membuktikan bahwa Si Ular Tua yang malaikat itu memiliki anak-anak yaitu bangsa Yahudi.

Anak ular adalah ular, anak manusia adalah manusia dan anak malaikat adalah malaikat Anak Allah adalah Allah. Bangsa Yahudi adalah manusia, bukan malaikat. Apabila Iblis adalah malaikat MUSTAHIL bangsa Yahudi adalah keturunannya karena mereka bukan malaikat namun MANUSIA. Yohanes menyatakan bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Ular Beludak demikian pula Yesus Kristus bahkan Yesus Kristus menyatakan bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis. Karena Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus MUSTAHIL membual itu berarti bangsa Yahudi adalah keturunan Ular Beludak alias Iblis. Itu berarti Ular Beludak alias Iblis MUSTAHIL malaikat karena dia adalah Adam.

Handai taulan sekalian, tentu saja para teolog Reformed akan menyangkal ajaran demikian dengan mengajarkan bahwa yang dimaksudkan oleh Yesus Kristus dan Yohanes Pembaptis bukan anak JASMANI namun anak ROHANI seperti orang-orang beriman adalah anak-anak rohani Abraham. Lebih lanjut mereka akan mengajarkan bahwa anak-anak rohani Abraham adalah mereka yang beriman kepada Yesus Kristus sementara anak-anak rohani Iblis adalah mereka yang hidup di dalam dosa meneladani Iblis. Walaupun nampak seolah-olah logis dan alkitabiah namun sesungguhnya apa yang diajarkan oleh para teolog Reformed tersebut benar-benar ngawur. Walaupun menyangka dirinya pinter namun sesungguhnya para teolog tersebut telah berlaku bodoh. Kenapa dikatakan demikian?

Kita tahu bahwa orang-orang beriman adalah anak-anak rohani Abraham karena Alkitab mengajarkannya kepada kita. Untuk disebut anak-anak Abraham kita harus memiliki Iman. Untuk memiliki Iman kita harus dilahirkan dari Air dan Roh. Air adalah Yesus Kristus sementara Roh adalah Roh Kudus. Yesus Kristus dan Roh Kudus melahirkan anak-anak manusia menjadi anak-anak rohani Abraham. Apabila Ular alias Iblis adalah malaikat lalu siapakah yang akan melahirkan manusia menjadi anak-anak rohani Iblis? Apabila karena berbuat dosa maka seorang manusia menjadi anak Iblis, bukankah itu berarti Allah kehilangan hak ciptanya ketika manusia berdosa? Bukankah itu berarti Yesus Kristus mati di atas kayu salib untuk menebus manusia dari Iblis?

Handai taulan sekalian, Ular di taman Eden MUSTAHIL malaikat karena dia adalah Adam. Ular adalah NAMA pribadi yang diberikan oleh HAWA kepada Adam. Adam adalah nama JENIS makluk hidup yang diberikan oleh TUHAN Allah kepada manusia. LELAKI adalah nama jenis KELAMIN yang diberikan oleh Adam kepada dirinya sendiri sementara Ular adalah NAMA pribadi yang diberikan oleh Hawa kepada Adam. Itu sebabnya TUHAN Allah yang telah memberi kuasa kepada manusia untuk memberi nama kepada makluk hidup menyebut Adam dengan NAMA pribadi Ular. Karena dia sangat jahat maka Yohanes Pembaptis menyebutnya Ular Beludak. Karena Yohanes Pembaptis menyebutnya Ular Beludak maka Yesus Kristus yang adalah Allah juga menyebutnya Ular Beludak. Yesus Kristus mengajarkan bahwa untuk menjadi SAH dibutuhkan dua saksi. Di taman Eden ada dua saksi yang menyatakan bahwa Iblis namanya Ular yaitu: Hawa dan TUHAN Allah. Di Israel ada dua saksi yang menyatakan bahwa Iblis namanya Ular Beludak yaitu: Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus.

Di dalam kitab Wahyu: Karena umurnya yang tua maka dia disebut Si Ular Tua. Karena kemuliaan yang dimikilikinya, dia disebut NAGA. Dia adalah MUSUH itu sebabnya disebut SATAN alias SATANAS. Dia adalah PEMFITNAH atau PENUDUH itu sebabnya disebut DIABOLOS.

Tiga Pribadi Di Taman Eden

Sebagian teolog mengajarkan bahwa Ular di taman Eden MUSTAHIL Adam karena ada tiga pribadi di taman Eden yang tercatat di dalam Kejadian 3:11-19. Ketiga pribadi itu adalah Ular, Adam dan Hawa. Alkitab memang mengajarkan tentang keberadaan tiga pribadi yang tercatat di dalam Kejadian 3:11-19 namun ketiga pribadi itu adalah: TUHAN Allah, Adam dan Hawa.

Apabila membaca Kejadian 3:11-19 dengan seksama, maka nampak tegas dan gamblang sekali bahwa di taman Eden hanya ada tiga pribadi yang berbicara yaitu TUHAN Allah, Adam dan Hawa. Ketika Adam membela diri dan menyalahkan Hawa, Allah memberi kesempatan kepada Hawa untuk membela diri. Namun, ketika Hawa membela diri dengan menyalahkan Ular, kenapa TUHAN Allah sama sekali tidak memberi kesempatan kepada Ular untuk membela diri?

Karena TUHAN Allah sudah tahu bahwa Ular memang bersalah. Bukankah TUHAN Allah juga tahu apa yang terjadi kepada Adam dan Hawa? Kenapa keduanya diberi kesempatan untuk membela diri? Memberi kesempatan kepada Adam dan Hawa namun tidak memberi kesempatan kepada Ular untuk membela diri berarti diskriminasi dan tidak mengadili dengan adil.

Karena pada saat itu Iblis yang memperalat ular sudah meninggalkan taman Eden. Apabila benar demikian, bukankah itu berarti ular juga harus diberi kesempatan untuk membela diri sehingga dunia tahu bahwa dia tidak bersalah karena hanya diperalat oleh Iblis? Bukankah itu berarti TUHAN Allah tidak berlaku adil karena alih-alih menghukum Iblis sang pelaku justru menghukum ular yang hanya alat belaka?

Karena Ular adalah Adam dan dia sudah menyatakan pembelaannya, itu sebabnya dia tidak diberi kesempatan untuk membela diri lagi.

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah  engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang MAKLUK PADANG hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar HIDUP dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Kejadian 3:14

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15

Apabila Ular adalah Adam, kenapa Adam alias Ular dihukum dua kali? Ular adalah nama pribadi sementara Adam adalah nama jenis makluk hidup. Ketika mengutuk Ular, TUHAN Allah mengutuk pribadi Ular artinya HANYA Ular itu sendiri yang menanggung kutukan tersebut. Kejadian 3:14-15 hanya berlaku bagi Ular namun tidak berlaku bagi keturunannya.

Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Kejadian 3:16

Perempuan adalah nama JENIS kelamin, itu berarti selain Hawa, semua keturunannya yagn berjenis kelamin perempuan dari generasi ke generasi akan menanggung apa yang tercatat di dalam Kejadian 3:16. Kaum lelaki walaupun keturunan Hawa tidak akan mengalaminya.

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah  tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: Kejadian 3:17

semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang  akan menjadi makananmu; Kejadian 3:18

dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Kejadian 3:19

Kata manusia di dalam ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata Ibrani Adam. Adam adalah nama JENIS makluk hidup, itu berarti selain Adam, semua keturunannya akan menanggung apa yang tercatat di dalam Kejadian 3:17-19.

Hawa adalah nama pribadi, namun Hawa sebagai pribadi tidak menerima hukuman dari TUHAN Allah karena dia makan buah pengetahuan sebab tertipu oleh Ular. Itu sebabnya tertulis:

Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,   tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Kejadian 3:22

Hanya satu manusia yang tahu tentang hal yang baik dan yang jahat. Itulah yang diajarkan oleh Kejadian 3:22. Hanya Adam yang tahu tentang yang baik dan yang jahat karena Hawa walaupun makan buah pengetahuan namun tidak tahu bahwa dia telah berbuat jahat sebab dia berbuat jahat karena tertipu oleh ular.

Kenapa Hawa sebagai pribadi tidak dihukum namun dia dihukum sebagai perempuan? Karena inilah yang ditetapkan oleh TUHAN Allah.

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18

Sebagai pribadi Hawa tidak bersalah namun sebagai perempuan dia bersalah karena tidak menggenapi kodratnya sebagai penolong yang sepadan bagi manusia. Hai perempuan, sadarilah bahwa kalian adalah PENOLONG yang sepadan bagi UMAT manusia, bukan hanya penolong bagi kekasih atau suamimu saja. Ketahuilah bahwa kalian mengemban mandat untuk memperbarui dunia dari generasi ke generasi. Kalianlah yang melahirkan para lelaki pemimpin dunia generasi berikutnya, kalian juga yang mendidiknya sejak dari kandungan. Ketahuilah hai perempuan, bila kekasih atau suami anda menyusahkan, itu adalah kegagalan perempuan generasi sebelum kita yang mengabaikan kodrat perempuannya. Bila kekasih atau suami anda menyenangkan, itu adalah hasil karya perempuan generasi sebelum kita. Demi Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, tolong jangan menolak mandat penciptaan kalian sebagai penolong yang sepadan umat manusia.

Sistem Kasta Alam Semesta. Pada hakekatnya semua manusia dari generasi ke generasi adalah ESA. Kesalahan seorang manusia akan berdampak pada semua manusia generasi berikutnya. Dosa Ular membuat dirinya TERKUTUK namun tidak membuat generasi berikutya terkutuk akan tetapi Dosa  Adam membuat alam TERKUTUK. Alam yang terkutuk mengakibatkan manusia HARUS bersusah payah mengais rejekinya.

Perempuan Itu Bukan Hawa Juga Bukan Maria

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15

Teologi Reformed mengajarkan bahwa perempuan di dalam Kejadian 3:15 adalah Hawa. Sebagian teolog yang lain mengajarkan bahwa perempuan itu adalah Maria. Kita sudah memahami bahwa Ular di taman Eden adalah Adam. Hawa dibangun oleh TUHAN Allah dari tulang rusuk Adam, itu berarti Hawa adalah anak Adam. Karena Hawa adalah Ibu dari semua umat manusia, itu berarti Maria adalah keturunan Hawa dan Adam. Pada hakekatnya semua manusia yang dilahirkan oleh perempuan adalah keturunan Ular alias Adam. Apabila Yesus Kristus adalah anak Jasmani Maria itu berarti Dia adalah keturunan Ular. Apabila Yesus Kristus adalah keturunan Ular itu berarti Dia mustahil menjadi juruselamat dunia karena Itu berarti dia dikuasai dosa.

Ular VS Perempuan

Keturunan Ular VS Keturunan Perempuan

Ular VS Keturunan Perempuan

Keturunan Perempuan meremukkan kepala Ular sementara Ular meremukkan tumitnya.

Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”  Yohanes 2:4

Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Matius 12:47

Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Matius 12:48

Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Matius 12:49

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Matius 12:50

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Yohanes 19:26

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Yohanes 19:27

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Yohanes 8:23

Walaupun dikandung dan dilahirkan serta dibesarkan oleh Maria namun TIGA kali Yesus menyangkal Maria sebagai ibu-Nya. Yesus Kristus adalah Tuhan. Tiga kali menyangkal lebih dari cukup untuk menegaskan bahwa Dia memang bukan anak jasmani Maria. Yesus juga menyatakan dengan tegas dan gamblang bahwa Dia tidak berasal dari dunia ini. Tidak berasal dari dunia berarti bukan anak jasmani manusia. Bukan anak jasmani Maria berarti bukan keturunan Hawa. Bukan keturunan Hawa berarti bukan keturunan Ular alias Adam. Karena Yesus bukan anak Maria dan bukan keturunan Hawa serta mustahil anak jasmani manusia itu berarti PEREMPUAN di dalam Kejadian 3:15 bukan manusia.

Siapakah Perempuan dalam Kejadian 3:15? Perempuan dalam Kejadian 3:15 adalah Roh Allah alias Roh Kudus.

Perempuan Di Eden Adalah Perempuan Di Wahyu

Handai taulan sekalian, Kejadian 3:15 adalah KETETAPAN dan NUBUATAN TUHAN Allah. Ketetapan dan nubuatan itu sudah terjadi itu sebabnya mudah sekali bagi kita untuk memahaminya, itu sebabnya saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar pada saat ini.

Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Wahyu 1:19

Kitab Wahyu ditulis oleh rasul Yohanes di pulau Patmos pada masa tuanya. Frasa “telah kaulihat” dalam ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata Yunani EIDO (dilafalkan: i’-do oy’-da) yang artinya: melihat; tahu. Menurut saya, di dalam ayat tersebut seharusnya kata EIDO diterjemahkan menjadi “TELAH KAUKETAHUI” sehingga terjemahan yang lebih akurat dari ayat tersebut di atas adalah:

Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat KAUKETAHUI, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Wahyu 1:19

Yang telah diketahui oleh Yohanes adalah apa yang tercatat di dalam kitab-kitab para nabi dan rasul yang telah ada saat itu. Yang terjadi sekarang adalah kejadian-kejadian yang sedang dialami oleh Yohanes dan yang akan terjadi sesudah ini adalah yang akan terjadi setelah kitab Wahyu ditulis. Itu berarti kitab Wahyu mencatat hal yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Wahyu 12:1

dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Matius 2:2

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.1:3

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Wahyu 21:23

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas  hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kejadian 17:7

Handai taulan sekalian setelah anda membaca ayat-ayat tersebut di atas dengan seksama, perlukah saya menjelaskan Wahyu 12:1 kepada anda lagi? Marilah kita mencocokkan pemahaman kita: Tanda besar di langit adalah bintang yang dilihat orang Majus. Matahari adalah TUHAN Allah. Bulan adalah Ular alias Adam. Mahkota dua belas bintang adalah keturunan Abraham yaitu bangsa Israel. Berselubungkan matahari berarti Nafas Hidup ada di dalam TUHAN Allah. Bulan di bawah kaki-Nya karena TUHAN Allah sudah MENETAPKAN Ular bermusuhan dengan Nafas Hidup dan MENUBUATKAN kekalahan Ular. Perempuan itu adalah Nafas Hidup. Dialah yang bermusuhan dengan Ular alias Adam.

Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Wahyu 12:2

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Wahyu 12:3

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Wahyu 12:4

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Wahyu 12:5

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Wahyu 12:6

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah. Lukas 1:35

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, Lukas 1:32

dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya  tidak akan berkesudahan.” Lukas 1:33

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Matius 4:1

Walaupun anda telah membaca ayat-ayat tersebut di atas dengan seksama, namun baiklah saya menjelaskannya lagi. Kenapa Anak itu disebut Kudus, Anak Allah? Karena Dia dikandung OLEH Roh Kudus. Kenapa Perempuan itu mengeluh dan menderita ketika hendak melahirkan? Karena Dia akan berpisah dengan MATAHARI yang menyelubungi-Nya. Pada mulanya Allah Tritunggal itu ESA. Di dalam Kejadian 1:4 Allah memisahkan Terang dari Gelap artinya Allah Bapa memisahkan diri-Nya dari TUHAN Allah agar TUHAN Allah menjadi PERANTARA antara Allah Yang Mahagelap dan manusia. Wahyu 12:2 mencatat keluhan, penderitaan dan kesakitan Nafas Hidup ketika hendak memisahkan diri-Nya dari TUHAN Allah agar TUHAN Allah menjadi Yesus Kristus yang akan MENAKLUKKAN manusia di bawah kaki Roh Kudus.

Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Untuk bisa kembali kepada Allah, Bapa-Nya, ke takhta-Nya, Yesus Kristus DIRAMPAS dari Roh Kudus, artinya DIBUNUH, artinya DIPAKSA mati. Padang Gurun artinya dunia tempat menusia mengembara. Naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota adalah Ular alias Adam. Naga itu hendak menelan Anak Perempuan itu segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Menelan untuk memuaskan perut, menelan juga bermaksud untuk menjadikan yang ditelan bagian darinya.

Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Wahyu 12:13

Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Wahyu 12:14

Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Wahyu 12:15

Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Wahyu 12:16

Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Lukas 8:12

Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi  keturunannya  yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Wahyu 12:17

kedua sayap burung nasar yang besar adalah Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Air hidup adalah Firman Tuhan sementara yang disemburkan oleh Ular adalah ajaran PALSU. Kata BUMI dalam Wahyu 12:16 adalah MANUSIA, dia menenggelamkan ajaran-ajaran palsu Iblis dengan kata-katanya. Keturunan Perempuan yang lain adalah orang-orang pilihan, orang-orang yang dilahirkan oleh Air dan Roh. Air adalah Yesus Kristus dan Roh adalah Roh Kudus. Perempuan itu adalah Roh Kudus.

Apa arti satu masa dan dua masa dan setengah masa? Artinya seribu dua ratus enam puluh hari. Kita akan mempelajari hal ini lain kali karena pada saat ini cukuplah bagi kita untuk mengetahui bahwa PEREMPUAN di taman Eden yang tercatat di dalam Kejadian 3:15 adalah Perempuan yang tercatat di dalam Wahyu 12. Perempuan itu bukan Hawa juga bukan Maria karena Dia adalah Roh Kudus.

Keturunan Iblis yang MEMUSUHI Keturunan Perempuan

Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. Lukas 22:3

Jawab Yesus kepada mereka: “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Yohanes 6:70

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yohanes 13:2

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”Yohanes 13:27

Yudas Iskariot adalah keturunan Ular. Dialah keturunan Ular yang dimaksudkan di dalam Kejadian 3:15. Ketika keturunan ular bermusuhan dengan Keturunan Perempuan maka KEPALA Ular pun diremukkan oleh Keturunan Perempuan. Ketika Yudas Iskariot berhadapan dengan Yesus Kristus, yang diremukkan adalah kepala Ular, bukan kepala keturunan Ular. Hal itu terjadi karena pada saat itu Yudas dirasuki Ular alias Iblis. Diremukkan kepalanya bukan dimusnahkan namun di COPOT kuasanya dan DIHANCURKAN rencananya. Kejadian 3:15 digenapi melalui Yesus Kristus dan Yudas Iskariot.

Kesimpulan:

1. Ular di taman Eden mustahil ular sejati
2. Ular di taman Eden mustahil malaikat
3. Ulr di taman Eden adalah Adam
4. Perempuan di taman Eden dalam Kejadian 3:15 Mustahil Hawa
5. Perempuan di taman Eden dalam Kejadian 3:15 Mustahil Maria
6. Tiga kali Yesus Kristus menyangkal Maria sebagai ibunya lebih dari cukup untuk menyatakan bahwa Yesus Bukan anak jasmani Maria
7. Karena Yesus menyatakan bahwa Dia bukan dari dunia ini, itu berarti Dia tidak berasal dari sel telur Maria atau tidak berasal dari Maria
8. Perempuan di taman Eden dalam Kejadian 3:15 Adalah Roh Kudus
9. Roh Kudus melahirkan TUHAN Allah menjadi Yesus Kristus
10. Kejadian 1:3-4 adalah catatan kisah berpisahnya Allah dan TUHAN Allah
11. Wahyu 12:2 adalah catatan kisah berpisahnya Roh Kudus dan TUHAN Allah
12. Yudas Adalah keturunan Ular
13. Ketika dirasuki oleh Ular alias Iblis, Yudas adalah Iblis alias Ular

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

50 thoughts on “Misteri Perempuan dan Naga Dalam Wahyu 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.