Menderita kanker, mati muda, bercerai, keguguran dan kemalangan lainnya dapat terjadi pada siapa saja. Pdt. Gilbert Lumoindong mengajarkan bahwa bila kemalangan yang sama sering terjadi pada generasi yang berbeda di dalam garis darah yang sama, maka itulah yang disebut KUTUK garis keturunan. Sekali kutuk mengejar, maka sebuah keluaarga pasti tumpas, seperti dinasti Saul. Apakah itu memang ajaran Alkitab atau HANYA BUALAN nabi Indonesia yang terbesar?
Memberanikan diri bertanya; Dalam bukunya yang berjudul Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan, Pdt. Gilbert Lumoindong, MTh menulis:
Apakah anda banyak mendengar orang menghakimi atas setiap kejadian buruk dengan kata, “Ini akibat kutuk!” Atau “Ini akibat karma!”? Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan hal 33
Saya sering mendengar ketika ada orang yang mengalami sakit penyakit, rumah kebakaran, usaha bangkrut, hamil di luar nikah, terjerat narkoba, bercerai, malahan dituding dengan sinis, “Keluarga ini terkena kutuk ini atau akibat kutuk itu akibat berdosa.” Ibid. hal 33
Bayangkanlah apa jadinya dunia memandang kekristenan apabila tiap orang beriman tersandung batu langsung menengking dalam nama Yesus, “Enyahlah kau, kutuk batu.” Atau ada orang yang tertabrak motor, langsung dikatakan, “Oh, ia terkena kutuk roda dua.” Padahal ada iklan yang mengatakan, “Nyamuk sini cuma takut tiga roda.” Masakan orang beriman takut pada roda dua? Apa-apa kutuk yang disalahkan! Terjepit pintu langsung pasang kuda-kuda dan teriak, “Dalam nama Yesus, lepaskan aku dari kutuk terjepit pintu.” Ibid. hal 33
Tetapi kenyataannya kita perhatikan ada keluarga di mana kakeknya bercerai, ayahnya bercerai, anak-anaknya bercerai, cucu-cucunya bercerai. Betul? Ibid. hal 37
Mengapa perceraian itu bisa terjadi turun-temurun? Ibid. hal 37
Nah, inilah yang saya maksud dengan adanya kutuk di garis keturunan itu. Sampai di sini dahulu anda mengerti maksud saya? Ibid. hal 37
Ada pula kasus di mana suami atau ayahnya mati muda, lalu keturunan selanjutnya keluarga itu banyak yang mengalami mati muda. Ini kasus yang saya jumpai berkali-kali. Ibid. hal 37
Ada kasus serupa di mana sekeluarganya terkena kanker, kakeknya mati kanker umur 42 tahun, lalu ayahnya mati kanker umur 45 tahun, lalu anaknya juga sekarang berumur 37 tahun, sudah kena kanker. Ibid. hal 37
Lalu apakah kita akan mengatakan, “Oh, kebetulan.” Atau “Ia kanker karena berdosa tidak mengampuni orang lain?” Ibid. hal 38
Tidak, ini adalah gejala adanya kutuk di garis keturunannya. Ibid. hal 38
Lalu ada kasus lain misal, keguguran. Ada keluarga-keluarga yang mengalami musibah menyedihkan tersebut turun temurun. Setiap kali mengandung, dimulai dari neneknya mengalami keguguran (tentunya sewaktu neneknya masih muda). Kejadian ini berlanjut sampai anaknya. Memiliki tiga anak, dia enam kali hamil, enam kali mengandung, tiga kali keguguran. Ibid. hal 38
Kita mungkin saja berpikir, “Oh, mungkin terlalu banyak naik tangga.” Atau berpikir, “Oh, mungkin karena stress kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang suaminya.” Ibid. hal 38
Nah, bagaimana dengan kasus keluarga yang mengalami secara beruntun bunuh diri atau hamil di luar nikah? Apakah ada virus yang menyebabkan penyakit keturunan “hamil di luar nikah” yang berjangkit lewat janin sebagaimana layaknya Hepatisis? Ibid. hal 38
Sebagai ahli waris kerajaan Allah tidak sepatutnya anda mengalami sakit-sakitan. Sebagai ahli waris tidak sepatutnya anda hidup dalam tekanan yang berat. Tidak sepatutnya anda tidak pernah melihat kemenangan. Tidaklah wajar bila anda tidak pernah merasakan sukacita di dalam mengikuti Tuhan kita yang adalah sumber sukacita itu. Ibid. hal 40
Saya ingin menegaskan, bahwa anda adalah anak Allah, anak Raja. Rumah tangga anda akan bahagia. Masa depan anda cerah. Hidup anda akan diberkati dan anda akan melihat kemenangan yang gilang gemilang. Ibid. hal 40
Dan saya peringatkan anda, kalau kutuk sedang mengejar keluarga kita, maka ke manapun kita pergi, kutuk ini akan mencoba mengikat hidup saudara, kutuk ini akan terus membelenggu anak-anak dan keturunan kita. Dan kutuk ini akan terus menguasai seluruh keluarga kita sampai habis seluruh garis silsilah kita sama sekali. Ibid. hal 45
Bengcu menjawab:
Pdt. Gilbert Lumoindong STh bukan satu-satunya pengkotbah alam roh yang mengajarkan bahwa semua orang Kristen berhak untuk menjalani hidup berkelimpahan namun tidak mampu memberi jawaban yang baik ketika ditanya, kenapa para rasul menjalani hidup miskin dan penuh kegagalan bahkan penganiayaan dan pembunuhan? Mustahil hal itu terjadi karena mereka kurang beriman, sebab tanpa iman mustahil mereka menjalani hidup dengan tabah bahkan menyerahkan nyawanya. Apakah hal itu terjadi karena mereka tidak memahami ajaran kutuk dari garis keturunan sehingga tidak mematahkannya?
Kenapa Alkitab tidak mengajarkan tentang kutuk dari garis keturunan dan cara mematahkannya? Kenapa Alkitab justru menentang ajaran kutuk para pengkotbah alam roh? Mungkinkah Alkitab tidak mencatatnya karena para nabi dan rasul tidak mendapatkan wahyu tentang kutuk? Bila hal demikian yang terjadi, bukankah kita harus bersyukur karena Pdt. Gilbert Lumoindong mengajarkan hal yang tidak diajarkan Alkitab dan menghormatinya sebagai nabi Indonesia yang terbesar?
Hingga generasi kesepuluh tidak ada satupun keturunan Paijo (bukan sebenanya) yang menjadi orang Kristen. Paijo berzinah dan menceraikan istrinya. Menurut hukum kutuk Pdt. Gilbert Lumoindong, itu berarti semua keturunan Paijo hingga generasi kesepuluh akan berzinah dan bercerai. Karena sekali kutuk mengikat, maka kutuk itu akan menguasai seluruh keluarga hingga ludes.
Handai taulan sekalian, ada begitu banyak orang non Kristen di sekitar kita yang bercerai dan berzinah. Bila Nabi Indonesia Yang Terbesar tidak membual, bukankah lingkungan kita seharusnya penuh dengan orang-orang yang sepuluh generasi cerai semua? Namun, pernahkah anda menemukan hal demikian? Bukankah anak-anak dari pasangan bercerai, ada yang bercerai, namun yang tidak bercerai jumlahnya lebih banyak? Kenapa Iblis melepaskan orang-orang terkutuk tersebut? Apakah Iblis memiliki cintakasih sehingga membebaskan orang-orang yang dikasihinya dari kuasa kutuk?
seorang anak yang orang tuanya bercerai, mungkin belajar dan percaya bahwa perceraian adalah jalan termudah untuk melepaskan diri dari perkawinan yang gagal. Anak lainnya, mungkin belajar dan percaya bahwa perceraian adalah langkah terburuk untuk menyelesaikan masalah perkawinan. Ketika menghadapi masalah dalam perkawinannya, anak pertama akan segera memilih langkah bercerai sementara yang kedua akan menjadikan perceraian sebagai pilihan terakhir. Itulah kejadian yang sebenarnya, itu sebabnya tidak semua anak yang orang tuanya bercerai pasti bercerai.
Tidak ada orang yang mati tanpa alasan. Ada yang mati karena tua, ada yang karena sakit, ada yang karena keracunan, kecelakaan dan ada pula yang mati karena dibunuh bahkan ada yang mati karena bunuh diri. Namun sebagai orang Kristen kita tahu bahwa tidak ada kematian tanpa izin dari Tuhan, bahkan tidak ada orang yang mati tanpa menggenapi rencana Tuhan. Itu sebabnya Alkitab mencatat bahwa jangankan mati, bahkan setiap helai rambut manusia yang memutih pun terjadi karena kuasa Tuhan. Alkitab mengajarkan bahwa hidup adalah Kristus (diurapi) dan mati adalah anugerah. Dengan ajaran demikian, bukankah panjang umur adalah Kristus dan mati muda adalah anugerah?
Alkitab mengajarkan bahwa orang yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan Alkitab adalah nabi dan guru palsu. Mungkinkah Pdt. Gilbert Lumoindong adalah Nabi Palsu Indonesia Yang Terbesar? Itu sebabnya walaupun Alkitab mengjarkan bahwa mati muda adalah anugerah, namun dia justru mengajarkan bahwa mati muda adalah kutuk?
Ada banyak faktor yang menyebabkan orang kena kanker. Kanker yang tak tersembuhkan membawa kematian. Apabila anda hidup bahagia, kenapa merasa menderita ketika tahu diri anda kena kanker? Hal itu terjadi karena anda membuat syarat untuk merasa bahagia, yaitu hidup tanpa kanker. Anda menyangka kanker membuat hidup anda lebih singkat. Anda khawatir tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatannya. Anda khawatir tentang rasa sakit yang diakibatkannya. Anda khawatir tentang makanan yang tidak boleh dimakan dan hal-hal yang tidak dapat anda lakukan karena kanker. Bahkan anda yakin bahwa tidak seharusnya anda kena kanker.
Apakah kanker membuat hidup seseorang lebih singkat? Kita tidak tahu! Berapa umur seorang penderita kanker bila dia tidak kena kanker? Tidak ada manusia yang tahu! Dokter dapat memperkirakan umur pasiennya yang kena kanker namun dia tidak tahu berapa lama pasiennya akan hidup bila tidak menderita kanker.
Pengobatan kanker dilakukan untuk menyembuhkan atau membuat orang merasa nyaman atau mengurangi penderitaan akibat kanker. Karena tidak tahu berapa lama umur anda berkurang karena kanker, kenapa harus merasa tidak bahagia bahkan takut mati karenanya? Apabila uang anda tidak cukup untuk biaya pengobatan bukankah itu berarti anda harus menghadapi kanker tanpa pengobatan? Bila itu yang harus anda hadapi, maka keluh-kesah hanya akan menambah susah. Hadapilah untuk mengetahui berapa lama anda mampu bertahan. Rasa sakit ada batasnya, apabila tidak mampu menanggungnya lagi, maka secara otomatis otak akan mencari cara agar anda tidak merasa sakit. Bila masih merasa sakit, itu berarti anda masih mampu menahannya.
Allah membiarkan Stefanus mati dalam kesakitan ketika dibunuh dengan cara dirajam. Dia menahan rasa sakit sampai mati. Kita tidak tahu kenapa Allah membiarkan umatnya menghadapi rasa sakit, namun dari Alkitab kita tahu bahwa hal itu terjadi dan Stefanus menghadapinya sampai akhir.
Tidak ada jaminan bahwa anda akan hidup lebih bahagia tanpa kanker. Bila anda menderita kanker, jalanilah dan berbahagialah. Berusahalah untuk sembuh, namun jangan menjadikan sembuh sebagai syarat untuk berbahagia. Mungkin anda menyangka akan lebih berguna tanpa kanker? Itu berarti anda membuat syarat untuk berguna, yaitu tanpa kanker. Bila anda menderita kanker, daya gunakanlah diri anda seoptimal mungkin. Berusahalah untuk sembuh, namun jangan menjadikan sembuh sebagai syarat untuk berguna.
Allah berdaulat sepenuhnya atas hidup anda. Anda boleh memohon namun mustahil mengatur apa yang harus dilakukan-Nya. Apabila Allah menghendaki anda menanggung kanker hingga mati, maka anda harus menjalaninya hingga mati, menyalahkan Allah hanya akan membuat hidup anda semakin sulit namun tidak akan membebaskan diri anda dari kanker. Keyakinan bahwa anda akan sembuh secara mujizat, akan membuat anda merasa nyaman untuk sesaat. Namun bila anda kekeh jumekeh dengan keyakinan demikian, itu berarti anda sedang menaklukkan Allah dengan keyakinan anda. Bila itu yang anda lakukan, maka percayalah, hidup anda akan semakin sulit namun tidak akan melepaskan anda dari kanker. Bila anda kena kanker, kenalilah penyakit kanker anda cobalah untuk berdamai dengannya. Tidak perlu jadi pemenang, asal dapat bertahan hingga akhir pertandingan, maka anda akan dihormati sebagai petarung sejati.
Umumnya keguguran terjadi karena berbagai sebab: kontraksi rahim, janin keracunan atau janin lepas dari rahim. Kontraksi rahim dapat dipicu oleh kecelakaan atau kelelahan berlebih atau depresi. Janin mati keracunan dapat disebabkan karena virus atau obat-obatan. Janin lepas dari rahim umumnya disebabkan karena tubuh sang ibu yang kurang sehat. Apabila anda keguguran, itu memang peristiwa yang sangat menyedihkan, namun, langkah terbaik yang harus anda lakukan adalah pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa anda untuk menemukan penyebab keguguran, kemudian dokter akan memberi tahu anda langkah selanjutnya.
Siapakah yang berdaulat untuk menentukan siapa yang lahir ke dunia dan siapa yang tidak lahir ke dunia? Apabila percaya bahwa perzinahan mengakibatkan kutuk anak haram dan kutuk anak haram mengakibatkan keguguran, bukankah itu berarti percaya bahwa manusia juga berdaulat untuk menentukan kelahiran manusia lainnya? Dan, Allah tidak berdaulat secara mutlak untuk menentukan siapa yang lahir dan siapa yang tidak lahir ke dunia? Apabila Allah tidak berdaulat 100% atas kelahiran dan ketidak lahiran manusia, patutkah Dia disembah sebagai Tuhan?
Apabila anda percaya ajaran Pdt. Gilbert Lumoindong bahwa keguguran disebabkan oleh kutuk, maka anda juga harus percaya bahwa Allah tidak berdaulat 100%. Apabila anda percaya bahwa Allah berdaulat 100%, itu berarti anda harus percaya bahwa Pdt. Gilbert Lumoindong MTh membual ketika mengajarkan bahwa keguguran disebabkan oleh kutuk.
Bunuh diri adalah memilih untuk mati dari pada tetap hidup. Ada banyak alasan kenapa seseorang bunuh diri. Ada yang bunuh diri demi memenangkan perang bagi negaranya, demi memperjuangkan atau mempertahankan keyakinannya, demi menyelamatkan orang lain, demi nama baik, namun ada pula yang melakukannya karena putus asa dan berpikir bahwa kematian akan mengakhiri segala kesusahan yang dihadapinya.
Ketika menghadapi kematian sesungguhnya Yesus Kristus mampu mempertahankan hidupNya. Bukankah itu berarti Dia bunuh diri? Ketika menghadapi kematian sesungguhnya para rasul memiliki pilihan untuk tetap hidup. Bukankah itu berarti mereka bunuh diri? Ketika menghadapi kematian sesungguhnya orang-orang Kristen martir memiliki pilihan untuk tetap hidup. Bukankah itu berarti mereka bunuh diri?
Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia akan mati dan kematian bukan akhir dari segalanya, justru kematian adalah permulaan dari hidup kekal. Apabila anda percaya bahwa orang-orang yang bunuh diri karena kutuk dari garis keturunan yang membunuh dirinya karena dikuasai Setan, bukankah itu berarti anda percaya bahwa Allah sedang membual ketika menyatakan diriNya adalah penguasa hidup manusia? Apabila Allah adalah penguasa hidup manusia, siapakah yang mampu merampasnya? Apakah Allah tidak sanggup menanggung kekuasaan-Nya sehingga harus membaginya kepada Iblis dan manusia?
Apabila anda putus asa, bertahanlah untuk tetap hidup karena selama anda masih hidup, anda masih punya kesempatan untuk menaklukkan dunia. Apabila anda harus hidup menanggung hinaan dan penderitaan, bertahanlah untuk tetap hidup, karena selama anda masih hidup, anda masih memiliki kesempatan untuk mengubah semuanya. Tidak perlu menjadi pemenang, asal dapat bertahan hingga akhir pertandingan, maka anda akan dihormati sebagai seorang petarung sejati. Apabila Allah memang menghendaki anda menanggung beban seumur hidup anda, maka jalaninya dengan tabah. Carilah cara untuk mengubah jalan hidup anda menjadi lebih baik, namun jangan menjadikan kematian sebagai caranya.
Silahkan klik di SINI untuk membaca kisah-kisah pembohongan publik Gilbert Lumoindong yang lainnya.
setuju Hai Hai… perlu belajar. Makin aku banyak tahu, makin aku tidak tahu (Agustinus)…
Bung Gungun. saya dahulu juga berpikir seperti anda. bahwa menganggap orang-orang yang menguliti teologi seperti diatas (seperti bung Hai Hai) adalah golongan orang-orang seperti ahli taurat dan orang farisi, karena begitu kaku dan Alkitabiah. namun setelah saya belajar dan menggumulkan kembali, saya malah berpikir terbalik sekarang. bahwa golongan orang2 yang memahami Alkitab seperti bung hai2 adaah semata-mata orang yang ingin mengembalikan ajaran Alkitab pada konteknya atau Akitabiah. tepat sekali, apa yang dipikirkan orang-orang farisi mengenai Yesus adalah yang anda pikirkan adalah seperti orang farisi pikirkan mengenai Yesus. misanya Yesus begitu arogan, sok paling benar, berani sekali mengobrak-abrik tradisi, berani mengecam para pimpinan majelis, berani mengecam kehidupan keagamaan yang selama ini dijalankan. padahal pada saat itu hukum taurat begitu kompleks dan berat. bukan karena hukum itu sendiri, melainkan para ahli taurat sendiri yang menambah-nambahkan atau bahkan membuat ajaran baru yang bahkan tidak jarang bertentangan dengan hukum itu sendiri. contoh sabat, sebenarnya begitu simpel, hari sabat adalah hari beristirahat. namun ahli taurat menambah-nambahkan aturan baru hingga 39 aturan http://id.wikipedia.org/wiki/Sabat anda dapat melihat di wikipedia. maka Yesus datang mengecam perilaku ahli taurat dan orang-orang farisi. bahkan mereka pun rajin melaksanakan tradisi yahudi hanya untuk mendapatkan penghargaan. tidak jarang sekarang ini para hamba Tuhan atau orang kristen beribadah hanya sekedar mendapat penghargaan dari manusia. saya dapat berkata demikian karena saya pernah mengaaminya sebelum saya sadar.
benar tuh bung,
aduh kasihan sekali Guan Yu, hari gini masih aj percaya kaya gitu… ngerti ga sih? makanya beajar Alkitab. gini deh contoh simpel aj. ketika anda percaya dan diselamatkan, anda percaya tidak bahwa hidup anda sudah ditebus seutuhnya? atau anda percaya ga sih bahwa Tuhan berdaulat 100% atas hidup anda? dunia ini?
Bung Hai-hai bengcu,
Saya Daniel Manurung (tidak perlu memakai nama samaran) adalah jemaat GBI Glow Fellowship Center. Saya berharap agar anda tidak sombong dalam bidang rohani, apalagi anda mentolol-tololkan orang lain. Terus terang saya ini pernah menjalani kehidupan yang gelap, tetapi saya menerima apa yang telah dikatakan Bapak Gembala Gilbert L. sangat bermanfaat buat kehidupan saya. Bung hiduplah dalam realita dan pijaklah tanah, coba anda ikuti dulu ibadah di GBI GFC dengan rendah hati dan dengarkan apa yang di ajarkan Bapak Gembala Gilbert L. supaya anda tahu persis. Dari pengalaman saya mengikuti ibadah Bapak Gilbert L. (+/- 17 tahun) selalu memberikan khotbah yang terbaik buat pribadi saya.
Saya yang tidak belajar Alkitab secara detail seperti anda, tetapi tidak mau saya menghakimi Pendeta atau Gembala, kecuali Pendeta tersebut berbuat yang tidak sesuai dengan norma dan ajaran agama. Kalau ada pendeta seperti itu biasanya saya langsung menemui pendeta tersebut dan menyatakan keberatan saya atas sikap/perbuatannya. Pada waktu saya masih muda saya juga pernah beradu argumen langsung (empat mata) dengan pendeta gereja (Bukan GBI GFC) tapi 1 tahun yang lalu saya bertemu kembali dengan pendeta tersebut di Medan, tetapi tidak rasa benci atau dengki justru kami saling bertegur sapa dan berbincang-bincang dengan baik.
Jadi apabila anda mau mentolol-tololkan saya, silahkan anda mencari saya “Daniel Manurung” di gereja GBI GFC Thamrin residence ( saya bukan pelayan gereja) cukup anda menulis dengan kertas nama saya untuk mencari saya. Be gentleman saya siap menemui anda, dan anda akan saya ajak ke dunia yang sebenarnya “mana yang gelap dan mana yang terang”
Jangan jadi seorang pengecut yang hanya berkoar di dunia maya, HIDUPLAH YANG NYATA.
Sengaja saya tidak memberi nomer telp karena saya tahu orang yang seperti anda adalah orang yang pengecut. Terima kasih God bless Us
Daniel Manurung
@Daniel Manurung, hai hai tidak perlu memperkenalkan dirinya kepada anda bukan? Ha ha ha ha ha … Anda pernah menjalani kehidupan GELAP? ha ha ha …. EGP = Emang gua pikirin? Ha ha ha ha ha … 17 tahun denger kotbah gilbert lumoindong dan SENENG terus? EGP – Emang gua pikirin. Kisanak, anda TOLOL sekali karena MENUDUH hai hai MENGHAKIMI pendeta. bila menghakim Gilbert pasti dia ada di pengadilan, bloon. Yang saya lakukan hanya MENuNJuKKAN kepada dunia apakah ajaran gilbert Lumoindong adalah ajaran Alkitab atau ajaran SESAT yang diajarkan sebagai ajaran Alkitab?
Kisanak, bila berpengetahuan, silahkan BERAPOLGETIKA. Bila tidak berpengetahuan, TUTUP MULut aja dech. BUALAN anda nggak ada NILAI sama sekali kisanak. BERTEMU dengan anda? Ha ha ha ha ha … bila jodoh kita pasti bertemu, namun sengajar menemui anda? JIJAI lah yao! Tak U U ya!
He…..he……wah…..gawat ini……masing-masing berargumentasi……silahkan…silahkan…..tapi tolong isi pembicaraan kelihatannya sudah mulai cendrung ke arah kasar dan ketus.
Saya sarankan boleh saja kita berbeda pendapat tapi jadikan kawan untuk berpikir. Lanjutkan!!
@Kumpul, santai saja. Main bulutangkis tanpa saling min smes nggak seru bukan?
Saya tertarik membaca tulisan ini, dan benar2 terkejut melihat perdebatan2 yg ad.
Wah.. 🙂
bukankah firman Tuhan adanya utk kita lakukan, bkn utk diperdebatkan? Jika kita trus berdebat, lalu siapa yg mlakukan firman Tuhan?
Sbg org kristen, Allah mengutus kita menjadi garam dan terang dunia.. Menjadi hamba yg melakukan perintah Tuannya. Tugas kita hanya melakukan, yg menilai adl Tuhan. Apkh kita hamba yg baik, atau jahat.. Tuhan adl hakim yg adil. Bukan tugas kita utk menghakimi sesama kita. itu bagian Tuhan kan.. 🙂
Untuk penulis 🙂 bknkh Tuhan Yesus blg, ada 2 hukum yg terutama. Kasihilah Tuhan Allahmu dgn segenap hatimu, dan dgn segenap jiwamu, dan dgn segenap akal budimu. Dan hukum yg kedua, yg sama dgn itu adlah kasihilah sesama mu manusia spt dirimu sendiri…
Jika anda mengatakan org lain tolol, apakah itu disebut mengasihi sesama? Dan apakh itu artinya mengasihi Allah dgn sgenap Hati, Jiwa, dan akal budi?
@Maria, baca dulu blog ini dengan teliti dan hati-hati ya. Setelah itu baru komentar lagi.
https://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/02/03/hanya-orang-mati-yang-tidak-menghakimi/