Ketika Yesus berkata, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” orang itu pun bangun lalu pulang. Ketika Petrus berkata kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Ketika Paulus berkata dengan suara nyaring: “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari. Saya sudah bosan melihat seseorang berjalan tertatih-tatih menuju mimbar dengan tangan terayun tak terkendali lalu terbata-bata bersaksi bahwa dia telah sembuh dari lumpuhnya, sementara pengkotbah dengan tegas mengumumkan telah melakukan mujizat kesembuhan ilahi, orang lumpuh berjalan. Tidak perlu menjadi dokter untuk tahu bahwa orang itu sama sekali belum sembuh karena seluruh tubuhnya dengan jelas dan tegas menunjukkan, dampak serangan stroke padanya. Itukah mujizat kesembuhan ilahi generasi ini?
Waktu SMA dan kuliah saya merasa diri hebat karena mampu memanipulasi manusia dengan atraksi panggung sehingga mereka bertekuk lutut menyesali dosa-dosanya. Waktu kuliah, saya kenal romo universitas kami. Dia seorang Jawa yang sangat sederhana dan bersahaja. Dalam sebuah retret, sebagai panitia dan MC yang merasa diri hebat, saya memimpin teman-teman mempersiapkan atraksi panggung untuk menciptakan suasana sakral, memenuhi ruangan dengan hadirat Allah. Segala sesuatunya sudah siap, bahkan para preman kampus pun telah bertekuk lutut tersengguk-sengguk menyesali dosanya. Saya mengundang romo ke mimbar untuk memimpin acara selanjutnya untuk menantang orang-orang berdoa menerima Yesus Kristus sebagai juruselamatnya.
Dari mimbar, romo minta agar semua lampu dinyalakan. Dia lalu mengundang semua orang untuk menyanyikan satatebuah lagu, “Dalam Yesus Kita Bersaudara.” Dia mengajak kami saling bersalaman untuk mengekpresikan makna lagu tersebut. Dia lalu membaca Alkitab dan membahasnya dengan cara yang wajar. Sungguh tidak menarik, makanya saya tidak mencnya apalagi mengingatnya. Dia lalu bersaksi tentang pergumulan rohaninya. Dia hanya seorang anak desa, anak seorang petani. Dia merasa terpanggil untuk menjadi romo, maka diapun lalu sekolah dan menjalani hidup sebagai romo. Setelah 15 tahun menjadi romo, suatu malam, di kamar sendirian, dia mendapat pencerahan hati, dia lalu berdoa menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan memperbarui panggilannya sebagai romo. Saya ingat kata-katanya sebelum menantang orang lain untuk berdoa untuk menerima Yesus Kristus.
“Menjadi pengikut Kristus bukan pilihan, tetapi panggilan.”
Saya kecewa sekali, he he he …, saya marah dengan caranya berkotbah, dia telah menyia-nyiakan usaha saya. Ketika kembali ke kampus dan menemukan semua preman yang bertekuk lutut dan menangis sesenggukan kembali menjadi preman, saya mulai memikirkan apa yang dikatakan romo, “Menjadi pengikut Kristus bukan pilihan, tetapi panggilan.” Tulisan ini adalah refleksi dari pemahaman saya akan ajaran romo tersebut, anda dapat membacanya di sini.
Tahun 1986, walaupun bukan anggota panitia harian, namun saya adalah salah satu provokator yang memberikan ide paling gila untuk mempublikasikan Kebaktian Kebangunan Rohani “Kasih Melanda Jakarta” yang dipimpin oleh almarhum pdt. Yeremia Rim di stadion utama Senayan, stadion sepak bola terbesar di dunia. Ide gila itu muncul karena saya mendengar kisah bagaimana LPMI membanjiri Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dengan stiker “Sudah kutemukan, anda pun dapat menemukannya! Hub. Telp. …”. Sebelum Kasih Melanda Jakarta, belum pernah diadakan KKR di stadion utama Senayan, sebelum itu belum pernah ada KKR yang dihadiri oleh orang sebanyak itu. Menurut hitungan panitia, setiap malam hadir lebih dari 150.000 orang.
Di kebaktian itu, banyak sekali orang sakit yang datang dan berharap disembuhkan. Pada malam pertama saya melihat sekelompok panitia sedang melayani seorang lelaki tua berumur 60 tahunan yang lumpuh dan duduk di atas kursi roda karena serangan stroke. Walau telah didoakan, ditumpangi tangan, ditengking dengan berbagai bahasa, bahkan bahasa yang tidak ada kamusnya, namun lelaki itu tetap lumpuh. Mereka memaksanya turun dari kursi roda untuk mengambil tindakan iman, mereka menopangnya berdiri lalu menyuruhnya berjalan. Karena diam, mereka pun memaksanya berjalan. Mereka melepaskan topangannya dan membiarkan pak tua itu terjerembab. Mereka mengolesi kakinya dengan ludah bahkan meludahinya dalam nama Yesus. Mereka menopangnya, memaksanya berjalan. Dia lumpuh, kedua kakinya terseret di atas rumput. Apapun yang mereka lakukan, dia tetap lumpuh. Dari lapangan rumput, mereka menyeretnya hingga pinggir lapangan dan menyeretnya di atas tanah merah yang keras. Dia tetap lumpuh.
Tiba-tiba teriakan halleluya membelah angkasa, ada yang sembuh. Panitia yang melayani pak tua itu lari menuju suara haleluya itu. Mereka meninggalkan lelaki tua itu begitu saja di atas tanah merah yang keras. Ketika menghampirinya untuk menolongnya, pak tua lumpuh itu diam seribu bahasa, namun dia menatap saya. Dia menatap saya dengan mata tuanya. Dia diam, piyamanya kotor berlepotan tanah, lengannya berdarah campur debu, kakinya berdarah campur debu. Tubuhnya penuh ludah, keringat dan debu . Dia diam, namun matanya bertanya kepada saya, “kenapa saya tidak sembuh?” Dia diam, namun matanya bertanya, “kenapa mereka meninggalkan saya?’ Dia diam, namun matanya berkata, “Saya manusia celaka, selain tak terampuni juga tak beriman!”
Saya menangis waktu memeluknya, mengangkatnya ke kursi rodanya lalu melarikan diri sambil menangis. Malu! Saya meneteskan air mata ketika menulis kisah ini. Saya selalu meneteskan air mata setiap kali mengingat tatapan mata itu. Pinjam kalimat nona riyanti yang terhormat, “saya benci tatapan itu!” Malam itu saya berjanji pada diri sendiri dan Allah, hal ini tidak boleh terjadi lagi. Saya benci kepengecutan saya waktu itu, alih-alih bertindak, saya diam saja memandang kejadian itu dengan hati pilu.
Walaupun keesokannya, baik MC maupun pengkotbah menyatakan bahwa mujizat telah terjadi karena banyak orang sakit mengalami kesembuhan ilahi, namun saya menjadi saksi, tidak ada kesembuhan sama sekali. Tidak ada orang lumpuh yang berjalan, tidak ada orang buta yang celik matanya, tidak ada orang tuli yang mendengar juga tidak ada orang bisu yang berbicara apalagi kanker yang sembuh. Yang ada hanya beberapa wanita tua yang mengaku encoknya sudah sembuh, seharusnya mereka mengatakan encoknya tidak terasa sakit saat itu. Sebab, saya melihat, keesokannya mereka kembali lagi dan duduk di antara orang sakit dan berdoa mohon kesembuhan dan disembuhkan lagi encoknya.
Saya percaya Allah mampu melakukan mujizat kesembuhan ilahi. Saya hanya tidak percaya mujizat kesembuhan ilahi yang tidak diuji. Saya kenal seorang wanita yang bersaksi bahwa Tuhan sudah menyembuhkan dia dari penyakit kanker rahim melalui operasi. Ketika bersaksi dia juga menunjukkan bukti daging kankernya yang disimpan di dalam botol. Sesungguhnya dia tidak pernah sakit kanker sama sekali. Perutnya buncit karena dia mengandung dan bingung, apakah meneruskan kandungannya atau menggugurkannya, sebab dia belum menikah. Dia mengaku sakit kanker. Dia membual untuk menutupi aibnya.
Saya juga kenal seorang wanita yang menyebut dirinya hamba Tuhan, dia mengaku kena kanker rahim dan menolak dioperasi karena yakin suatu hari nanti dia akan menikah dan punya anak. Dia beriman Tuhan pasti menyembuhkan kankernya tanpa operasi. Dia lalu menjalani pengobatan tradisional oleh seorang paranormal muslim di sebuah kota yang cukup jauh dari Jakarta. Berbulan-bulan dia menjalani pengobatan dan menolak untuk dikunjungi handai taulannya, termasuk saya. Suatu hari dia muncul dan bersaksi bahwa penyakit kankernya telah disembuhkan. Perut buncitnya sudah mengempis. Karena mengasihinya, kami memaksanya untuk memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak menderita kanker sama sekali. Beberapa kali saya menceritakan kisah itu kepada beberapa orang teman, karena yakin itu mujizat yang teruji. Suatu hari saya tahu, sesungguhnya dia tidak pernah sakit kanker sama sekali. Perutnya buncit karena dia mengandung dan bingung, apakah meneruskan kandungannya atau menggugurkannya, sebab dia belum menikah. Dia mengaku sakit kanker rahim. Dia bersaksi dusta untuk menutupi aibnya.
Hal ini tidak boleh terjadi lagi! Saya berjanji kepada diri sendiri dan Allah, lalu saya melupakannya. Saya membela diri dengan mengatakan bahwa itu tugas pendeta, penginjil, hamba Tuhan, sarjana Theologia, bukan tugas saya.
Saya lupa namun malas untuk memastikannya. Mungkin ini terjadi 4 tahun yang lalu, karena sudah hampir 3 tahun saya tidak memotong rambutku. Cilin, adik saya, sahabat saya, guru saya. Dia pergi ke negeri di seberang langit biru. Bila anda ingin tahu sebagian kisahnya, silahkan klik di sini. Bulan Desember, sebelum sakitnya menjadi benar-benar parah, saya bertanya padanya apa yang dia ingini untuk hadiah ulang tahunnya? Saat itu dia bilang, dia mau kuncir saya. Saya berjanji bahwa dia akan mendapatkannya pada hari ulang tahunnya. Saya menepati janjiku, walau dia telah meninggal saya memotong rambut gondrongku pada hari ulang tahunnya.
Selama berbulan-bulan saya hidup dengan rambut pendek hingga suatu hari saya mendapat berita, Merry, adik bungsu saya menderita penyakit yang sama dengan Cilin, LSE. Saya pun lalu membiarkan rambutku panjang kembali. Saya suka rambut panjang, karena di dalam gambar Yesus digambarkan sebagai lelaki gondrong dengan kumis dan cambang. Rambut Samson adalah meterai perjanjian Tuhan. Nabi Tiongkok kuno dan raja Tiongkok kuno tidak memotong rambutnya sebagai meterai mereka menyerahkan hidupnya bagi Tian (Tuhan). Dengan rambut panjang, bukankah saya meneladani Kristus? Meneladani Samson? Meneladani para nabi dan raja Tiongkok kuno? Itu jawabanku ketika ditanya kenapa gondrong?
Rambut saya sekarang ujungnya sudah menyentuh sabuk, dua malam yang lalu setelah chating dengan mas daniel, tiba-tiba saya memutuskan untuk memotongnya sebelum Natal. Coba bayangkan, betapa istri saya akan terkejut senang ketika harinya tiba, menemukan suaminya dengan rambut rapih. Dia pasti akan bertanya, kenapa saya potong rambut?
Ada pendeta yang dalam kotbahnya menyatakan bahwa dia rela masuk neraka asal pendengar kotbahnya masuk surga. Ada pendeta yang dalam kotbahnya menyatakan bahwa dia rela mati hari itu juga asal pendengar kotbahnya bertobat semua. Sepintas lalu kotbah demikian nampak gagah perkasa, namun bila disimak dengan seksama nampak betapa sesat dan goblok serta nekadnya pengkotbah itu. Menurutku, kotbah-kotbah demikianlah yang akan membangkitkan teroris Kristen di masa depan. Rela masuk neraka, asal benteng musuh dimusnahkan. Semoga Tuhan menjauhkan kita dari hari-hari demikian.
Saat ini, banyak gereja yang mengajarkan teori minyak urapan sekaligus menjual minyak urapan. Minyak urapan adalah minyak zaitun yang telah di doakan oleh pengkotbah alam roh. Minyak urapan ada kegunaannya masing-masing, seperti obat. Ada minyak urapan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, mengusir berbagai roh jahat, mendatangkan berkat dan menyelesaikan berbagai masalah dan menghindarkan berbagai kegagalan, ada minyak urapan multi guna. Minyak urapan ada tanggal kadaluarsanya, ada yang 6 bulan, ada yang 1 tahun juga ada yang sampai kekal. Masing-masing jenis minyak ada harganya sendiri dan tanggal kadaluarsanya. Semuanya memiliki harga sendiri walaupun mereka menyebutnya persembahan kasih untuk kemuliaan Tuhan. 4 hari yang lalu saya menerima selebaran, seorang pendeta dari sebuah gereja top akan mengadakan kebaktian Natal selama 2 hari di stadion utama Senayan. Dalam selebaran tersebut ada kalimat, “Disediakan snack dan minum serta miyak urapan gratis.” Luar biasa.
Itulah teori minyak urapan yang diajarkan oleh pengkotbah alam roh dan diimani oleh banyak orang Kristen saat ini. Kalau teori tersebut benar, maka anda akan membacanya di Alkitab, Tuhan Yesus dan para rasulnya petantang-petenteng bawa botol minyak urapan dipinggangnya. Namun, anda tidak menemukan kisah demikian dalam Alkitab bukan?
Beberapa bulan yang lalu saya nonton di TV, seorang pengkotbah Indonesia memimpin kebaktian penyembahan dan penyembuhan ilahi. Banyak yang naik ke mimbar untuk bersaksi. Yang paling dasyat adalah seorang lelaki yang berlari-lari dengan menenteng tongkat penyanggah. Ketika diwawancarai oleh pengkotbah, dia bercerita bahwa kedua kakinya lumpuh namun sekarang sudah bisa berjalan, bahkan berlari. Pengkotbah itu benar-benar pandai. Dia langsung meninggalkan lelaki itu untuk mewawancarai yang lainnya, bahkan turun dari panggung untuk menyambut orang-orang yang ingin menyaksikan kesembuhannya. Tentu saja kamera mengikutinya. Ho ho ho … Orang yang lumpuh kedua kakinya, mustahil menggunakan tongkat penyanggah.
Di bawah panggung dia mewawancarai beberapa wanita tua, nampak sekali dia tidak puas dengan apa yang ditemuinya. Wajahnya jadi berseri-seri ketika ada seorang wanita menuntun seorang remaja dan menyaksikan bahwa remaja itu adalah orang bisu, namun sekarang dia bisa mendengar dan berbicara. Remaja bisu itu nampak gelisah dengan antusiasme di sekitarnya. Dia diam saja ketika pengkotbah itu memanggilnya dan bertanya bahkan menyuruhnya mengatakan haleluya. Pengkotbah itu menyentuh remaja itu, sambil menjelaskan bahwa orang bisu yang baru bisa mendengar tidak dapat berbicara. Ketika remaja itu memandangnya, dia lalu meminta remaja itu mengulangi apa yang dikatakannya, dia lalu berkata, “satu, dua, tiga.” Pemuda itu justru berkata “Haleluya, Terima kasih Yesus.” Remaja itu celingukan lalu menyebut, “satu, dua, tiga.” Ho ho ho … remaja itu memang bisu tuli, namun dia sekolah sehingga bisa berbicara dan membaca gerak bibir orang. Remaja itu berkata “satu, dua, tiga.” Karena wanita pendampingnya memberitahu dia.
Pengkotbah itu adalah seorang pengkotbah yang cerdas. Dia segera berjalan menjauhi remaja bisu yang sembuh itu, untuk mewawancarai beberapa ibu tua yang encoknya tidak terasa sakit lagi.
Saya tertawa terbahak-bahak ketika menonton semua adegan itu. Saya yakin, akan sulit untuk menemukan rekaman kebaktian kali itu. Padahal kalau dapat menemukannya, saya pasti akan membelinya. Jarang-jarang lho ngakak ketika menonton rekaman kebaktian penyembahan dan kesembuhan di mana pengkotbah mengumbar janji-janji kesembuhan ilahi namun yang terjadi adalah pembohongan publik.
Koh, mau sharing aja nih, hari Sabtu lalu, saya menghadiri acara 7 bulanan salah satu kerabat saya. Pasangan suami -istri itu (kerabat saya) kemudian bercerita/bersaksi di depan hadirin bahwa proses bagaimana istrinya itu bisa hamil adalah mujizat dari Tuhan. Mereka sudah cukup lama (thn 2008) menjalin rumah tangga, dan baru sekarang dikarunai calon bayi. Sang istri ternyata divonis oleh dokter tidak bisa hamil (saya kurang jelas detail penyakit atau gangguan yg dideritanya dan hal ini pun, katanya, sudah diperiksakan ke beberapa dokter). Kalaupun ingin memiliki anak, adalah melalui bayi tabung, dengan biaya yg cukup mahal dan risiko yg berbahaya thd sang calon bayi.
Pada suatu ketika, mereka beribadah ke salah satu gereja dan mengkonsultasikan masalah mereka ke salah satu pendeta di sana. Ketika menceritakan kisah mereka, pendeta itu hanya tertawa, dan mengatakan bahwa masalah mereka sepele, dalam satu bulan sang istri akan hamil, kata pendeta itu. Lalu didoakanlah dan diberikan minyak urapan kpd pasangan itu. Ternyata, satu bulan ke depan, sang istri ternyata hamil dan usai kandungannya sekarang sdh 7 bulan. Inilah cerita dari versi pasangan itu.
Pertanyaannya, apakah hal ini hanya kebetulan sesuai dengan doa atau nubuatan sang pendeta? ataukah karena mujizat? Yang saya agak khawatirkan adalah terjadi pengkultusan terhadap sang pendeta oleh pasangan tadi.
sijoni: dalam satu bulan sang istri akan hamil, kata pendeta itu.
Anda HARUS konrifmasikan APA ARTINYA kelimat TERSEBUT di ATAS.
Selanjutnya TANYAKAN kepada saudara anda tentang PENGGENAPANNYA.
Bila Pdt. tersebut memang TERBUKTI nubuatannya, itu berarti sejak bertemu Pdt. itu si ISTRI baru bulan BERIKUTNYA.
ketemu pdt. tgl. 1 januari.
Hamil bulan depan, artinya bulan februari masih MENS
bulan tiga TELAT mens, periksa dan HAMIL.
Bila kejadiannya bukan demikian, itu artinya tebak-tebak manggisnya nggak digenapi.
waktu masih smp mama pernah stress, sering mencoba kabur dari rumah bahkan tanpa ketahuan jatuh dari loteng. Entah dari mana kabar ini tersebar sampai beberapa orang dr gereja pantekosta datang ke rumah, menengking, mendoakan, sampai memberi minyak urapan tapi tak ada yang bisa menyembuhkan. Hanya yang dari GII menyarankan dibawa ke rumah pemulihan Kristen. Ternyata firman Tuhan lebih ampuh dari tengkingan bahkan minyak urapan..dari situ hubungan kami juga pulih
Kalau boleh disamakan sejak itu juga saya gak gampang percaya mujizat
Riani, anda BISA bayangkan bila Tuhan MENGELOLA dunia dengan CARA yang diajarkan oleh pengkotbah alam roh dan diyakini oleh para jemaat alam roh? Kita mulai saja dengan HUJAN. Siapa yang PALING BERIMAN alias PALING NGOTOT doanya akan menjadi KENYATAAN. Apa yang akan TERJADI dengan HUJAN? Si A minta hujan, si B minta kering.
Wah itu pertanyaan cukup sulit
mungkin awan gelap dbagi2 sesuai jumlah org yg minta hujan dan hanya nongkrong datas rumah mrk yang minta hujan(??) hehe
gak muna,dulu kluarga saya ikut gereja karismatik saat doa dkabulkan rasanya jd jemaat yg dberkati,ga sadar klo lebih bnyak yg gak dkabulkan, buktiny gak tajir2 mpe skrg
hahahaha
Riani, itulah yang sebut KELUGUAN bila tidak mau disebut KEBODOHAN. Dengan cara demikian kita MENURUNKAN drajat TUHAN sebagai DUKUN
sy seorg istri sdh 3thn mnikah,selang 1 bln stlh merid sy hmil tp krn sy tdk mngtahui khmlan sy,sy braktifitas sprt biasa n trnyta kandungn saya lemah akhirnya sy kguguran diusia 3bln kndugan sy dan sy hrus di kuret.tiga bln kmudian sy mlai mneluhkan nyeri bagian sebelah kiri.sy rutin priksa n ktrol ke dkter stlh kuret n dkter mngtakan kalo sy baik2 sj,tp kok nyerix ga hlg hingga 8bln brlalu? akhrx sy memutuskan brobat ke makassar n dkter mngatakan ada infeksi di rahim.stlh dri makassar sy ke jkrta brobat slama 3,5bln lamax.sgala upayah sya lakukan,pngobatan medis,herbal,terapi bahkan ke shinse. singkat crita stlh pngobatan itu sy jlani dkter mngtakan sy dh smbuh n tlh melalui hidrotubasi 3x, spulang ke t4 dmana sy tnggal,tiga bln kmudian sy hamil..PUJI TUHAN..itu mujizat buat sy pd saat itu pula tepat bulan desmber khmilan sy,sy brfkir “Mujizat tuhan trjd pd ku n suami di hari natal? itu kado terindah buat kami”. sy rutin prksa khmilan sy ke dkter smpai dkter sy smpat mnjuluki cabang bayi sy “bayi mahal” singkat kata khmilan sy saat itu berjalan 8 bln tiba2 baby sy tdk brgerak,…..sy memerksakan ke dkter dan dkter nyatakan bhwa baby sy tdk bernyawa lg…..OMG,..MUJIZAT yg dirampas dariku….??? btapa terpkulx hati ini. aku sangat khlangan babyku hingga hari ini pnykitku tak knjung smbuh.akhrnya yg dlu aq stiap saatx membaca firman n berdoa skrg mnjadi lemah imanku krn kjadian itu.aku seakan2 brada di smpang jln tdk tau harus berjln ke arah mana? akhirnya aku memilih brada di tengah,aku mngikuti arus mengalir.. skrg ga ada lg bca firman,jrg berdoa aku memutuskan biasa2 saja dan pasrah,tp aku ttp percaya Yesus.aku berprinsip kalo mmg Tuhan berkhndak maka Tuhan akan mbri dan tdk hrus smpai jungkir balik berdoa, sbalikx skalipun sdh jungkir balik berdoa kalo Tuhan blm brkhndak smuax akan sia2. Ach…bingung………aku cm berharap kesembuhanku n suatu saat brhrap mnjadi ibu sesungguhnya atas anak2ku,AMIN.
Jun’z Love Jesus, ikutan sedih untuk apa yang anda alami. HARAPAN adalah milik terakhir seorang anak manusia, itu sebabnya ketika direnggut paksa, SAKITNYA bukan kepalang. Namun HARAPAN adalah milik terakhir anak manusia, itu sebabnya ketika direnggut paksa, MUNCUL harapan baru. Nona, tolong jangan menyalahkan diri untuk apa yang anda alami. Percayalah, itu bukan KUTUK atau HUKUMAN. Itu hanya JALAN yang harus anda jalani. Jangan takut melampiaskan MURKA yang timbul karena HARAPANMU direnggut. JANGAN takut bila anda tidak MENYUKAI (phileo) Allah karena yang Dia harapkan dari manusia hanya AGAPAO (Kasih). KASIH adalah MEMILIH untuk TIDAK MEMBENCI walaupun TIDAK MENYUKAINYA (phileo). Jalani hidupmu dan cobalah untuk menikmatinya sehingga berbahagia karenanya.
BERHARAPLAH karena HARAPAN adalah milik terakhir seorang manusia.
Nama saya Joko.
Izinkan saya bertanya,
apakah kisah2 mujizat dalam Alkitab
itu adalah kisah fiksi?
Atau apakah mujizat itu sendiri
memang hak Allah sehingga kita
memang tidak bisa mengadakannya
tanpa izin Allah?
Lalu Petrus dan Paulus kok bisa mengadakan mujizat?
Apa itu karena mereka memang mendapat hak istimewa?
Terima kasih.
@Sunjoko, Kisah-kisah di dalam Alkitab sudah lama terjadinya. Para saksi matanya sudah mati dan tubuhnya sudah membusuk jadi tanah. Itu sebabnya yangg kita miliki saat ini hanya CATATAN yang disebut Alkitab. Namun kita perlu mengujinya untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Mengujinya dengan TELITI dan hati-hati. contohnya adalah ini: Dari generasi ke generasi umat Kristen meyakini kisah di bawah ini adalah MUJIZAT. bila anda membanya tanpa PRASANGKA dan memikirkannya dengan TELITI dan HATI-HATI, maka anda akan melihatnya dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa kisah berikut ini BUKAN MUJIZAT.
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah Markus 8:22
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?” Markus 8:23
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.” Markus 8:24
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Markus 8:25
Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!” Markus 8:26