Tanggal 14 Mei 1998, Tidak Ada Kerusuhan!


Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF): Dari sudut urutan peristiwa, TGPF menemukan bahwa titik picu paling awal kerusuhan di Jakarta terletak di wilayah Jakarta Barat, tepatnya wilayah seputar Universitas Trisakti pada tanggal 14 Mei 1998.

TGPF salah! Pada tanggal 14 Mei 98, selain truck tanah yang dibajak sekitar jam 13.00 lalu ditabrakkan ke pom bensin oleh masa berseragam SMP dan SMA, tidak ada kerusuhan di seputar Trisakti. Sekitar jam 14.00 aparat menghujani kampus Trisakti dengan tembakan dan lontaran gas air mata, namun tidak ada korban.

Beberapa orang bersaksi, antara  jam 18.00-19.00, melihat penjarahan di diskotik Top One di Jl. Daan Mogot padahal yang terjadi adalah satpam diskotik sebagian tanpa seragam mengeluarkan botol-botol kosong lalu membantingnya di halaman diskotik untuk membuat barikade beling guna menghalangi orang masuk.

Ada yang bersaksi melihat mall Tomang Plaza (Topaz) dijarah dan dibakar sejak sore dan apinya baru padam malam harinya, padahal, tidak ada kebakaran sama sekali. Yang terjadi sore itu adalah masa membakar sampah dan ban bekas di halaman Topaz.

Sekitar jam 20.00, masyarakat Jelambar berjaga-jaga karena mendengar kabar, di Jl. Angke  (antara Jembatan Dua sampai Pesing) sudah terjadi penjarahan bahkan pembakaran, padahal, tidak ada penjarahan apalagi pembakaran.

Ada yang bersaksi, sejak sore terjadi penjarahan dan pembakaran di Jembatan Lima, padahal tidak ada sama sekali. Jl. Hayam Wuruk dan Gajah Mada kondisinya aman-aman saja sampai tanggal 15 Mei 1998 pagi.

Jam 19.00, di Keresek, Jakarta Barat, masa meneriakan yel-yel anti Cina ke dalam komplek perumahan. Tindakannya memancing orang-orang kampung menontonnya. Masa kampung berdiri di belakang provokator, itu sebabnya ketika penghuni komplek keluar, mereka menyangka semua orang yang berdiri di seberang lapangan adalah penyerang. Makanya, ketika diserang dengan batu oleh masa provokator penghuni komplek pun membalasnya. Karena penduduk kampung yang berdiri di belakang masa provokator merasa diserang penghuni komplek maka mereka pun menyerang balik. Terjadilah saling lempar batu dan kayu. Ketika penghuni komplek berhenti menyerang orang-orang kampung pun berhenti membalas. Tidak ada yang terluka karena jaraknya kedua masa terlalu jauh. Karena tidak ada tontonan lagi masa kampung dan penghuni komplek pun pulang.

Kerabatku sekalian, pada tanggal 14 Mei 1998, tidak ada kebakaran apalagi pembakaran di Jakarta. Silahkan melakukan konfirmasi ke Pos Pemadam Kebakaran terdekat dari lokasi yang diisyukan terjadi penjarahan dan pembakaran. Yang terjadi sore hingga malam itu adalah kemacetan total karena sebagian masyarakat panik termakan isyu kerusuhan anti Cina merebak di mana-mana. Yang terjadi hari itu adalah preman-preman berkeliaran di jalan-jalan menyebarkan isyu tentang kerusuhan anti Cina kepada para pengendara. Yang terjadi hari itu adalah preman-preman gagal melakukan kerusuhan dan gagal pula memancing masyarakat untuk melakukan kerusuhan.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.