
Kenapa Prabowo menyatakan, Tanggal 13 Mey 1998, “perusuh mulai merampok dan membakar gedung di mana-mana” padahal, pada hari itu Jakarta aman-aman saja? Mahasiswa sedang berkabung atas kematian teman-temannya?
Karena Prabowo sudah memberi perintah untuk memprovokasi mahasiswa dan masyarakat melakukan kerusuhan setelah empat mahasiswa ditembak tanggal 12 Mey 1998, makanya yakin perintahnya sudah dilaksanakan? Karena mendapat laporan ABS (Asal Bapak Senang) makanya menyangka perintahnya sudah dilaksanakan dengan baik? Saya tidak tahu!
Kambing hitamnya tidak mau keluar kandang pada tanggal 13 Mei 1998? Kambing hitamnya kekeh jumekeh tidak mau keluar kandang pada tanggal 14 Mei 1998? Bukankah tujuannya menjadikan mahasiswa kambing hitam? Kenapa tetap melakukan kerusuhan padahal kambing hitamnya tidak keluar kandang? Karena Dalangny ke Malang dengan banyak SAKSI makanya tidak bisa mengendalikan operasi? Saya tidak tahu!
Karena hanya Dalang yang tahu skenarionya sementara wayangnya hanya melaksanakan perintah? Itu sebabnya yang diperintah memprovokasi mahasiswa pun memprovokasi mahasiswa? Yang diperintah mengumpulkan masa pun mengumpulkan masa? Yang diperintah anti Cina pun memaki-maki orang Cina? Yang diperintah menjarah pun menjarah? Yang diperintah membakar pun membakar? Yang diperintah membakar rumah om Liem pun membakar rumah om Liem? Yang diperintah menyiksa pun menyiksa? Yang diperintah membunuh pun membunuh? Yang diperintah memperkosa amoi pun memperkosa amoi? Yang diperintah melakukan kekerasan seksual kepada amoi pun melakukan kekerasan seksual kepada amoi?
Tanggal 14 Mey 1998, Panglima Wiranto memang ke Malang. Namun, meskipun ada yang berusaha melakukan kerusuhan di depan Trisaksi namun TIDAK ada kerusuhan sama sekali. Meskipun terjadi KEMACETAN para waktu pulang KERJA dan berhembus ISYU terjadi KERUSUHAN namun tidak terjadi kerusuhan sama sekali pada tanggal 14 Mey 1998. Malam itu Jakarta AMAN dan TENANG.
Tahun 1998, Sjafrie Sjamsoeddin adalah Pangdam Jaya. Kapolda Metro Jaya dijabat oleh Hamami Nata. Prabowo adalah Pangkostrad. Kapolrinya Dibyo Widodo. Subagyo HS menjabat Kasad dan Menhan/Pangab dijabat oleh Wiranto. ABRI bukan warung kopi, itu sebabnya untuk segala sesuatu ada Prosedur Tetap-nya (Protap). Di samping itu, biarkan para pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri.
Kerabatku sekalian, mustahil wayang-wayang beraksi bila tidak ada Dalangnya. Meskipun wayang-wayang digerakkan dan bergerak untuk memenuhi kehendak Dalangnya, namun siapakah yang menanggap?
Makanya harus waspada anak anak etnis tionghoa di sekolah elit jangan makan MBG lebih baik bawa ke rumah lalu berikan ke ayam bila ayamnya sakit biar ayam yg masuk IGD RS .
yang seperti ini harus di tangkap
memyebar fitnah
membahayakan stabilitas
pemerinta tulus mebagikan MBG
tapi seupil kecil masarakat tertentu menyebar hoax ini yg harus diberantas
Oh gitu yah Hoaxs ya, jadi anak sekolah itu cuma akting ya, cuma drama ya. Pura pura muntah, Pura pura sakit perut, pura pura eek mencret.. saya tidak tahu.
menyebarkan fitnah
mencoba menggoyang pemerintah dengan memfitnah mbg tanpa bukti
Mengadu domba
sungguh orang keji wawasan rendah
yang dibahas kerusuhan mei, tetapi ada yang nyeletuk anak anak etnis tionghoa di sekolah elit dsbnya untuk tidak konsumsi mbg
Jaka sambung bawa golok ga nyambung blog
pasti ini sdm rendaj
Tidak ada dalangnya. Jakarta aman aman aja hingga hari ini juga aman aman saja.
Wow benar ramalan Mbah sebelum terjadi. MBG kemudian terbukti bermasalah..
Patriot bonds cuma 2% sedangkan SBN dan deposito 5% – 6%… Ada yg janggal bila konglomerat mau membeli. Ini bentuk Pemalakan secara licik. siapa dalangnya tentu saja orang yg licik .. apa bahayanya tentu saja akan tetap kecanduan menjadi dalang licik..
Ekspor udang RI ditolak Amerika Serikat (AS). Hal itu diduga karena terkontaminasi bahan radioaktif Cesium-137 . Di Indonesia digunakan aja untuk menu MBG. Zulhas bilang aman dikonsumsi.. kalo dibuang kan sayang nanti radioaktifnya mencemari lingkungan.. sebaiknya dimakan saja demi generasi emas.