
Kenapa Mamiek menuding Prabowo pengkhianat? Apa alasan Mamiek menuding Prabowo pengkhianat? Saya tidak tahu! Sampai hari ini kita tidak tahu! Kalau saja Mamiek atau keluarga Soeharto lainnya mau bicara?
Kepada Asiaweek, Prabowo bersaksi menelpon Wiranto 8 kali, namun kepada majalah Panji dia bersaksi berkomunikasi dengan Wiranto lewat Kolonel Nur Muis. Di samping itu, Wiranto bersaksi bahwa semua telpon masuk ke Pangab pasti dicatat ajudanya namun tidak ada catatan telpon dari Prabowo pada tanggal 13 Mei 1998.
Kenapa ucapan Prabowo plintat-plintut? Kenapa kesaksiannya mencla-mencle?
Pada tanggal 13 Mei 1998, Prabowo adalah Pangkostrad sementara Kivlan Zen adalah Kepala Staf Pangkostrad. Keduanya bersaksi bahwa pada tanggal 13 Mei 1998 Jakarta dalam kondisi genting karena kerusuhan perampokan dan pembakaran gedung sudah merebak di mana-mana. Padahal hari itu tidak ada kerusuhan sama sekali. Tanggal 13 mei 1998 Jakarta aman-aman saja.
Dari mana Prabowo dan Kivlan Zen mendapat informasi perusuh mulai merampok dan membakar gedung di mana-mana padahal tidak ada kerusuhan? Dari hongkong? Mungkinkah keduanya tidak sehat rohani dan akal budi itu sebabnya berhalusinasi Jakarta genting karena perusuh sudah mulai merampok dan membakar gedung-gedung di mana-mana? Saya tidak tahu.
Menjawab pertanyaan majalah Panji, “Benarkah Anda mengusulkan agar Pak Harto lengser?” Prabowo bersaksi, “Ya. Malah sebelum Pak Harto mundur. Setelah terjadi peristiwa Trisakti, saya pernah mengatakan kepada seorang diplomat asing. Tampaknya Pak Harto akan mundur. Eskalasi situasi dan peta geopolitik saat itu menghendaki demikian. Saya juga kemukakan ini sehari setelah Pak Harto kembali dari Kairo (15 Mei 1998—Red.). Aplagi Pak Harto di Kairo memang mengisyaratkan kesediaan untuk lengser. Mungkin ada yang tidak suka saya bicara terbuka. Tapi saya biasa bicara apa adanya dan terus terang. Saya tidak suka basa-basi. Mungkin di situ masalahnya.”
Kepada majalah Asiaweek Prabowo bersaksi, “Sabtu sore, tanggal 16 Mei (red: setelah Pak Harto kembali dari Kairo), seorang teman memperlihatkan selembar salinan yang tampaknya seperti suatu pernyataan pers dari Mabes ABRI yang mendukung sikap NU (Red: agar Soeharto lengser). Prabowo langsung pergi menghadap Presiden. “Pak, ini berarti militer meminta Bapak mundur!” katanya memberitahu Soeharto.”
Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kenapa Prabowo mengaku kepada Panji dia memberi saran kepada Pak Harto untuk mundur padahal yang dia lakukan adalah mengadu? Kenapa ucapannya plintat-plintut? Kenapa kesaksian Prabowo mencla-mencle? Saya tidak tahu!
Asiaweek menulis: Pada tanggal 18 Mei, Prabowo bertemu Amien Rais. Tokoh oposisi ini, seingat Prabowo, mengatakan: “Saya rasa situasinya sekarang tidak dapat dipertahankan lagi. Saya rasa Anda harus meyakinkan Pak Harto untuk mundur.” Tetapi posisi Prabowo jelas-jelas tidak memungkinkan. … Prabowo kemudian menemui putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, alias Tutut. Menurut Prabowo, Tutut bertanya apa langkah mereka berikutnya. “Saran saya,” kata Prabowo, “Ganti Wiranto atau terapkan UU darurat. Soeharto tidak ingin melakukan keduanya. Maka saya berkata: ‘Apakah ada cara lain?’.” Tutut lalu bertanya apa yang akan terjadi bila ayahnya mundur. Prabowo menjawab, berdasarkan undang-undang, Habibie yang akan menggantikan.
Sekali lagi mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kenapa Prabowo mengaku memberi saran kepada Pak Harto untuk mundur padahal usulannya kepada mbak Tutut adalah, “Ganti Wiranto atau terapkan UU darurat!”? Kenapa plintat-plintut? Kenapa Prabowo mencla-mencle? Saya tidak tahu!
Kenapa Prabowo mengaku kepada Panji dirinya mengusulkan Soeharto untuk mundur padahal kepada Amin Rais dia mengaku posisinya tidak memungkinkan untuk menyampaikan pesan Amin Rais agar Soeharto mundur? Prabowo hanya menjawab pertanyaan Tutut, apa yang terjadi bila ayahnya mundur, kenapa mengaku mengusulkan Soeharto mundur? Kenapa plintat-plintut? Kenapa mencla-mencle? Saya tidak tahu!
Prabowo bersaksi, tanggal 20 Mei 1998, di rumah presiden Soeharto, Wiranto ada di sana, ketika menyangka dirinya akan mendapat pujian, Mamiek Soeharto justru menudingkan telunjuknya sejauh satu inci dari hidung Prabowo dan berteriak, “Kamu pengkhianat! Jangan injakkan kakimu di rumah saya lagi!”
Kenapa Mamiek menuding Prabowo pengkhianat? Apa alasan Mamiek menuding Prabowo pengkhianat? Saya tidak tahu! Sampai hari ini kita tidak tahu! Kalau saja Mamiek atau keluarga Soeharto lainnya mau bicara?