Pembunuhan Mahasiswa Trisakti


Gambar: kompas

Jendral AH Nasution akan berorasi, 6.000 mahasiswa dan dosen Trisakti hadir. Sang jenderal tidak kunjung datang. Kenapa tidak jadi ke Trisakti? Saya tidak tahu. Media tidak beritakan. Tim Gabungan Pencari Fakta pun tidak mengungkapnya.

Pembunuhan mahasiswa Trisakti terjadi antara jam 17. 05-18.30 WIB saat mahasiswa yang gagal ke MPR kembali ke kampusnya. Setelah provokator yang mengaku alumni Trisakti gagal memicu bentrokkan dan beberapa orang aparat yang mengejek dan menghina mahasiswa gagal memacu kemarahan mahasiswa maka sekonyong-konyong aparat menembak dan melontarkan dan gas air mata membabi-buta.  Popor senjata dan pentungan menghajar mahasiswa tanpa pilih bulu lelaki atau perempuan. Yang sudah jatuh ditendang dan diinjak tanpa belas kasihan. Pasukan URC (Unit Reaksi Cepat) penunggang motor mengejar mahasiswa yang panik sampai ke depan pintu gerbang.

Puluhan mahasiswa terluka. Enam orang tertembak dan empat mahasiswa gugur ditembus peluru. Hendriawan Sie, 20 tahun ditembak lehernya. Elang Mulya Lesmana, 19 tahun, ditembak dadanya. Hafidhin Royan, 21 tahun, ditembak kepalanya. Hery Hartanto, 21 tahun ditembak punggungnya. Terbukti kemudian, peluru yang digunakan bukan milik ABRI. Bila demikian, siapa yang menembak mahasiswa dengan peluru tajam?

Kapten Agustri Heryanto, Komandan Kompi II Batalyon B  Resimen I Korps Brimob yang diadili Mahkamah Militer sehubungan kasus penembakan mahasiswa Trisakti bersaksi, “Tembakannya keras. Lebih keras dari tembakan peluru karet, arah tembakan dari Tol di Citraland.”

Lettu Anneke Wacano (Polwan) bersaksi kepada Komnas HAM tentang Land Rover hijau milik anggota TNI di jembatan layang di depan Kampus Trisakti. Dua anggota TNI seragam hitam membidik ke kampus Trisakti dengan senjata laras panjang berteleskop. Satu kali letusan senjata kemudian keduanya menghilang ke mall Citraland.

Tembakan jarak jauh artinya penembak tidak sedang terancam keselamatannya oleh mahasiswa. Tidak dilakukan dalam kondisi panik untuk menyelamatkan diri. Dilakukan dalam hiruk pikuk aparat mengamuk dan mahasiswa panik. Pelakunya jago tembak dan tidak membangkitkan kecurigaan aparat yang melihatnya. Gamblang sekali. Dilakukan secara sengaja untuk membunuh mahasiswa. Tujuan jangka pendek membuat mahasiswa marah. Tujuan jangka panjang tidak diketahui identitasnya dan menjadikan Polisi kambing hitam.

Uji balistik menunjukkan peluru ditembakan dari senapan laras panjang SS-1 dan Styer. Kedua jenis senjata itu digunakan oleh pasukan gegana.

Yang menembak mahasiswa namanya Wayang. Yang menyuruh nembak disebut Dalang. Bila Dalangnya Polisi dan tidak mau dilacak, mustahil menyuruh nembak dengan senjata yang Gegana (Brimob), bukan? Bila bukan Polisi, lalu siapa? Siapakah mereka?

Mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, bau tidak sedapnya mengarah ke Kopassus. Kenapa demikian? Karena prajurit Kopassus dilatih memakai berbagai jenis senjata dan keahlian menembak adalah salah satu syarat utama untuk menjadi Kopassus. Tim Mawar Kopassus dibentuk Prabowo untuk menculik para aktivis. Anggota tim Mawar mengaku hanya komandan tim yang tahu sepak terjang mereka, Danjen Kopassus tidak tahu. Anggota Kopassus penyerang LP Cebongan Sleman 2013 juga mengaku, hanya komandan tim yang tahu sepak terjang mereka. Selain Kopassus pasukan jago tembak dan ahli menyamar mana lagikah yang bisa digerakkan seenak jidat komandan timnya untuk bertindak seenak jidatnya?

2 thoughts on “Pembunuhan Mahasiswa Trisakti

  1. Berapa byk lagi yg masih ingat dan kalaupun ingat hanya bisa nanti jd kenangan. Krn tdk ada titik terang penyelesaian sekalipun ada indikasi.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.