
Tuhan Yesus wafat maka kegelapan selama 3 jam tiba-tiba terang kembali, tabir Bait Suci terbelah dua, terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
Waktu kelas 1 SMA, saya dilatih oleh dua orang penginjil, yang pertama seorang sarjana arkeologi wanita, yang kedua adalah sarjana pertamanan, untuk memberitakan Injil. Keduanya mengajariku, “Berhasilnya penginjilan adalah menceritakan Injil kepada orang lain di bawah pimpinan Roh Kudus dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.”
Degan ajaran demikian, maka saya tidak punya beban setiap kali memberitakan Injil apalagi mengklaim bahwa itu hasil karyaku. Kenapa demikian? Karena, namanya juga usaha? Hasilnya terserah Babe.
Itu sebabnya, bukan salahku kalau ada yang langsung Kristen, bukan salahku juga kalau setelah 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun kuinjili baru Kristen. Juga bukan salahku kalau sampai hari ini, banyak yang sudah kuinjili lebih dari 30 tahun, nggak Kristen Kristen juga. Juga, bukan salahku, kalau kabar baik yang kuberitakan ditanggapi dengan buruk. Ha ha ha …
Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!” Yohanes 19:14
Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. … Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Matius 27:45, 51-53
Kerabatku sekalian, kalau yang tercatat di Injil adalah kisah nyata, tidak mungkin orang-orang di Yerusalem melanjutkan pawai penyaliban Yesus ke bukit Golgota dengan asyik. Pastilah masyarkat dilanda ketakutan dan berlomba-lomba pulang ke rumahnya masing-masing untuk mencari aman.
Namun karena itu bukan kisah nyata, omon omon Petrus kepada muridnya Markus, itu sebabnya Matius segera menambahkan bumbunya agar lebih seru dan dasyat lagi saat omon-omon.
Kalau, terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit, tidak mungkin murid-murid Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi bisa merayakan hari Sabat dengan tenang-tenang saja. Pastilah Yerusalem dan sekitarnya penuh dengan kepanikan karena rumah mereka roboh dihantam gempa.
Pastilah semua orang ketakutan karena gempa bumi yang melanda itu benar-benar dasyat, membuat bukit-bukit batu terbelah, dan langi ……… mengerikan! Kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
Bahkan sesudah kebangkitan Yesus, banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Anda bisa bayangkan, kalau itu adalah kisah nyata, bukan?
Kerabatku sekalian, apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi apa yang tercatat di dalam Perjanjian baru juga Perpanjian Lama? Dahulu kala, gereja menjatuhkan vonis SESAT kepada seseorang lalu menggunakan kekerasan, memenjarakan, memancung, menggantung, menenggelamkan, membakar, dalam nama Yesus demi kemuliaan Allah.
Orang Kristen generasi ini, sangat bernafsu untuk memenjarakan mereka yang dianggap menyakiti HATI Kristen lewat tulisan-tulisan dan omon-omon. Apa yang dilakukan oleh Sinode gereja, Aras gereja, pendeta, penginjil, imam, sarjana teologi, guru agama Kristen, cendikiawan Kristen? Saya tidak tahu.
Saya sendiri terus membabarkan isi Alkitab yang belum dipahami generasi ini dengan harapan, kalau semua kebencian sudah dilampiaskan, maka yang tersisa adalah perikemanusiaan dan pengetahuan.
Kalau tidak boleh menyebutnya penipuan Injil, tidak boleh bilang itu mukjizat bodong, tidak boleh sebut itu cerita bohong, tidak boleh sebut mukjizat omon-omon, lalu kita harus sebut itu apa?
hahaha
benar-benar menggugat kitab kuno yang tidak dipahami generasi ini, dengan catatan di Indonesia.
di tempat lain, sudah banyak yang meninggalkannya.
menurut saya nih, kalau benar semua kejadian mukjijat itu terjadi, pastilah semua yahudi sudah pindah jadi K, krn siapa pun pasti takut kalau benar2 ada mukjijat spt itu, faktanya agama yahudi tetap exist sampai saat ini.
sama saja jika benar mukjijat agama sesudah K adalah kebenaran, maka semua K sudah pindah agama kan.
kalau skrg ini yg disebut ‘Allah’ atau apapun itu menongolkan diri secara terbuka dan umum, SAYA YAKIN BENGCU PASTI LANGSUNG BERSUJUD,
menurut kitab suci jumlah malaikat banyak namun sekarang gak ada satupun yg nongol untuk menunjukan ajaran agama yg benar itu yg mana. Padahal zaman nabi orang dekat malaikat aman aman saja gak akan mati terbakar..
Boleh diuji yang percaya manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Sebetulnya yang disebut perasaan pun sumbernya dari otak. Jiwa pun sumbernya dari otak. Iman kepercayaan pun dari otak. Pikiran apalagi sudah pasti dari otak. Jiwa dan roh itu sebetulnya mirip. Dan saya yakin 2 unsur itu juga sumbernya dari kinerja otak kita. Yakin dengan 3 unsur tubuh, jiwa dan roh?
orang yg semasa hidupnya idiot, otaknya rusak. bila mati dan gentayanyan rohnya atau jiwanya ikut idiot. Ohhh begitu ya. Berarti ada arwah yg idiot atau arwah yg pikun juga ada
Roh itu artinya angin. Bisa juga diartikan nafas. Orang mati berarti kehilangan nafas. Roh itu tidak membisikkan kata². Yang membisikkan kata² itu jiwa alias otak. Makanya yang gangguan jiwa otaknya rusak bisa melihat yang gaib². Yang gaib² sumbernya dari otak manusia. Kalo sudah percaya ya yang tidak ada pun menjadi ada.
Emangnya ada jiwa orang mati gentayangan atau roh orang mati gentayangan. Bukannya itu cuma keyakinan yang belum tentu kebenarannya. Kehidupan setelah kematian pun belum ada buktinya.
“Kehidupan setelah kematian pun belum ada buktinya”
TENTU SAJA ADA, makanya banyak banyak main di luar. Jangan cuma nolife online melulu, sudah banyak kesaksian mereka yang bisa teip to hell. Jangan malas cari literasi, silahkan buka youtube dengerin
kalau anda ga percaya sekali kalilah. Beranglat ber2 dengan mereka yang bersaksi trip to hell, lihat dan saksikan sendiri.
kalau anda tidak bernyali suruh saja mereka berangkat dan fotoin buat lu
simple kan
jangan kesaksian tapi divideokan donk. itu baru bukti. Karena tiada yang mustahil bagi omongan dan tulisan manusia. Belajar lagi sejarah sorga dan neraka dari agama yahudi, zoroaster, kristen dll.
betul tiada yang mustahil bagi mulut (omongan) dan tangan (tulisan) manusia. Hari ini trip to hell, besoknya trip to heaven. Luar binasah.