Misteri Ekonomi Syariah Yerusalem


Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Karena tidak pernah diajarkan apalagi dipertanyakan itu sebabnya orang Kristen tidak tahu sama sekali bahwa kata Bait Suci dan Bait Allah diterjemahkan dari kata Yunani yang berbeda.

Bangsa Israel berbahasa Ibrani namun seiring berlalunya waktu, mereka justru lupa bahasa Ibrani dan berbahasa Aram serta Yunani. Karena tidak berbahasa Ibrani lagi maka (300 SM – 132 SM) kitab suci Yahudi pun diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani agar dipahami masyarakat Yahudi.

Raja Salomo (970 SM – 931 SM) mendirikan Bait Suci (HEYKAL) untuk menggantikan Kemah Suci (mishkan) yang dulu didirikan oleh Musa (1572 SM – 1408 SM). Pada tahun 586 SM, Bait Suci Salomo diluluhlantakan oleh raja Nebukadnezar.

Setelah kembali dari pembuangan (538 SM), bangsa Israel pun membangun Bait Allah (bayith ‘elahh) di atas reruntuhan Bait Suci (HEYKAL) Salomo. Pembangunan itu dipimpin oleh bupati Yehuda, Zerubabel atas perintah Darius Agung (550 SM – 486 SM), memakan waktu 2 tahun.

Pada zaman Tuhan Yesus hidup, orang Yahudi menghabiskan waktu 4 tahun untuk memperbaiki Bait Suci Zerubabel (dari reruntuhan Bait Suci (HEYKAL) Salomo). Bait Suci hanya diperindah namun tidak diubah apalagi di tambah bangunan baru sama sekali. Dalam bahasa Yunani, Bait Suci (heykal) itu disebut NAOS.

Ekonomi Syariah Yerusalem

Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” 16:16-17

Hadirat TUHAN bangsa Israel adalah Bait Suci (Naos) di Yerusalem. Itu sebabnya tiga kali dalam setahun, minimal, semua lelaki Israel ke Yerusalem untuk menghadap TUHAN (YHWH). Tiga kali itu berarti: Mereka harus menginap di Yerusalem selama 7 hari untuk merayakan hari raya Roti Tidak Beragi. Menginap 7 minggu lamanya untuk merayakan hari raya Tujuh Minggu alias hari raya menuai. Menginap 7 hari untuk merayakan hari raya Pondok Daun alias hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun.

Selain menginap di Yerusalem, mereka juga harus membawa sekedar oleh-oleh untuk YHWH. Jarak antara Nazaret ke Yerusalem 150 km. Itu sebabnya mustahil mengangon hewan korban dan hasil panen dari Nazaret ke Yerusalem untuk sekedar oleh-oleh bagi YHWH. Makanya, menginap saja di Yerusalem dan beli saja oleh-olehnya di pasar Yerusalem lalu bersyujutlah sambil mempersembahkannya oleh-oleh YHWH di Bait Suci (Naos).   

Kerabatku sekalian, tidak sulit bagi siapa saja untuk mengerti bahwa Perekonomian Syariah Yerusalem benar-benar hauce dan menggiurkan. Itu sebabnya tidak sulit untuk memahami kenapa raja Herodes kaya sekali dan tidak pelit dalam membangun tempat menginap dan pasar untuk melayani para ziarahwan Israel. Pasar Syariah itulah yang disebut HIERON dalam bahasa Yunani.

Handai taulanku sekalian, kenapa para penerjemah King James Version (KJV) menerjemahkan kata Yunani Hieron yang adalah PASAR dan PENGINAPAN sebagai temple (kuil)? Kenapa pula para penerjemah LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) tidak menerjemahkan Hieron menjadi PASAR dan PENGINAPAN namun menerjemahkannya menjadi Bait Suci alias Bait Allah?

Tentu saja itu terjadi karena waktu Tuhan Yesus ke Yerusalem waktu berumur 12 tahun, Beliau mengklaim bahwa HIERON serambi-serambi tempatnya menginap adalah Rumah Bapa-Nya.

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Lukas 2:49   

Dan ketika mengamuk di HIERON pasar hewan, Tuhan Yesus mengklaim bahwa itu adalah Rumah Bapak-Nya.

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Yohanes 2:16

Kenapa Tuhan Yesus mengklaim HIERON yang adalah serambi-serambi tempat menginap dan pasar hewan sebagai Rumah Bapa-Nya? Saya tidak tahu. Itu sebabnya, suhu hai hai bengcu sering berkata, “Biarkan para pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri.”

12 thoughts on “Misteri Ekonomi Syariah Yerusalem

  1. Biarpun harga beras Indonesia termahal seAsean tetap saja kepala pemerintahan pintar bersilat lidah … Biarpun hutang Indonesia sudah level berbahaya namun soal hutang susah dilacak, sah sah saja dibilang masih aman… Tapi dari dampak buruk nya hutang sangat jelas dan gamblang para pekerja banyak dibebani berbagai iuran dan pajak. Tentu saja demi bayar hutang dan menambal APBN yg jebol.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.