Benarkah Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana? Yesus pasti sanggup mengubah air menjadi anggur! Pertanyaannya bukan sanggupkah namun benarkah Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana?
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta (architriklinos).” Lalu merekapun membawanya. Yohanes 2:6-8
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Yohanes 2:9-10
Kerabatku sekalian, apabila anda bertanya kepada sepuluh orang Kristen, “Benarkah Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana?” maka, percayalah, sebelas orang Kristen akan menjawab, “Yesus pasti sanggup mengubah air menjadi anggur!” Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pertanyaannya bukan SANGGUPKAH namun BENARKAH Yesus MENGUBAH air menjadi anggur di Kana?
Tujuan menguji kesaksian mukjizat Yesus yang tercatat di dalam Alkitab bukan untuk membuktikan kemampuan Yesus melakukan mukjizat namun untuk membuktikan bahwa yang diajarkan oleh oleh gereja memang yang tercatat di dalam Alkitab. Tujuannya adalah untuk menguji apakah yang dipahami oleh generasi terdahulu benar adanya.
Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Lukas 7:22-23
Kerabatku sekalian, kisah perkawinan di Kana hanya dicatat dalam kitab Yohanes. Yohanes menyatakan itulah tanda pertama yang dilakukan oleh Yesus. Tiga kitab Injil lainnya tidak menyinggungnya sama sekali. Kenapa demikian? Mungkin karena tidak tahu kejadian tersebut atau menganggapnya tidak penting?
Lukas mencatat, ketika Yohanes Pembaptis mengirim muridnya untuk bertanya, menjawab pertanyaan mereka Yesus sama sekali tidak menyebutkan mujizat air menjadi anggur. Itukah alasan Lukas tidak mencatatnya? Karena Yesus tidak menyebutkannya? Saya tidak tahu.
Mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus ada batasnya. Meskipun sering menyembuhkan orang lumpuh namun Yesus tidak pernah menumbuhkan kaki orang puntung. Yang kakinya lumpuh bisa disembuhkan namun yang tidak punya kaki tidak bisa ditumbuhkan. Yesus menjadikan roti dan ikan menjadi banyak namun tidak mengubah batu menjadi roti. Yesus membangkitkan orang mati namun tidak membangkitkan bangkai alias tubuh yang sudah membusuk.
Pembusukan isi perut mayat mulai terjadi pada hari ke 2 dan pembusukan tubuh mulai terjadi pada hari ke 3. Itu sebabnya meskipun dibangkitkan pada hari ke 4 namun Alkitab sama sekali tidak mencatat tentang orang banyak mencium bau busuk ketika kuburan Lazarus dibuka sebelum dia dibangkitkan.
Sebagian sarjana Kristen mengajarkan bahwa pada hari ketiga para tamu perkawinan di Kana sudah mabok sehingga tidak bisa membedakan air dan anggur. Tentu saja ajaran demikian tolol sekali sebab mabok anggur tidak menjadikan alat pengecap menjadi tumpul dan menghilangkan kemampuan membedakan air dan anggur. Di samping itu, tindakan dan ucapan pemimpin pesta sama sekali tidak menunjukkan dia mabok.
Banyak yang mengajarkan bahwa pesta nikah orang Yahudi berlangsung selama tujuh hari. Tentu saja ajaran demikian ngaco-belo sebab
Pesta orang Yahudi mustahil berlangsung selama tujuh hari karena orang Yahudi tidak mungkin berpesta pada hari Sabat. Itu sebabnya hanya orang TOLOL yang nggak beres pengetahuan Alkitabnya yang mengajarkan pesta perkawinan orang Yahudi berlangsung tujuh hari.
Pemimpin pesta bukan orang yang memimpin tamu-tamu menikmati pesta namun orang yang memimpin para pelayan melayani para tamu. Sebelum pesta berlangsung pemimpin pesta yang baik pasti sudah menghitung semua kebutuhan pestanya termasuk di dalamnya anggur.
“Mereka kehabisan anggur.” Itulah terjemahan ucapan Maria kepada Yesus menurut LAI padahal terjemahan yang lebih baik adalah “Mereka perlu (echo) anggur,” kata Maria. “Apa urusanku hai perempuan? Waktu-Ku belum tiba,” jawab Yesus. Berdasarkan kalimat Maria dan Yesus Andi Halim pun mendongeng bahwa Maria meminta Yesus untuk membuat mukjizat namun Yesus menolaknya. Dongeng tolol sekali.
Yohanes mencatat, yang terjadi di Kana adalah yang pertama. Itu berarti sebelumnya, belum pernah. Karena belum pernah, mustahil Maria minta Yesus mengubah air menjadi anggur sebab dia tidak tahu Yesus bisa mengubah air menjadi anggur. Makanya, MENUDUH Maria menyuruh Yesus mengubah air menjadi anggur adalah fitnah.
Sebelum pesta berlangsung, pemimpin pesta menghitung jumlah anggur yang dimiliki dan menyusun strategi agar anggurnya cukup sampai pesta berakhir. Dia mengetahui jumlah anggur yang dimiliki dengan menghitung (stock opname) atau laporan. Selama pesta berlangsung, para pelayan menaati perintah pemimpin pesta.
Dengan membandingkan sisa anggur dan jumlah anggur yang sudah disajikan sebelumnya. Dengan mengecapnya maka pemimpin pesta pun mengetahui kualitas anggur yang dicicipinya lebih berkualitas dari anggur hari-hari sebelumnya.
Apabila bukan pemimpin pesta, kenapa Maria tahu mereka kekurangan anggur dan memberi perintah dan ditaati para pelayan tanpa mempertanyakannya? Kenapa Yesus menyuruh pelayan menyedok air untuk dicicipi pemimpin pesta, bukan dicicipi Maria yang mengadu kepada-Nya mereka perlu anggur? Karena Maria adalah pemimpin pesta kawin di Kana itu? Benar!
Kerabatku sekalian, kalau mau mencuri anggur di pesta kawin di Kana pastilah mencuri anggur yang baik yang disajikan di awal pesta. Kalau mencuri anggur di awal pesta maka tempat yang paling aman untuk menyembunyikannya adalah tempayan pembasuhan yang ditaruh di dalam rumah. Para tamu yang datang tidak akan menyedok isinya untuk membasuh tangan dan kaki sementara tuan rumah menyangka itu tempayan-tempayan yang sudah kosong karena airnya sudah habis digunakan untuk membasuh para tamu.
Tempayan anggur bukan tempayan pembasuhan. Tempayan pembasuhan ditaruh di luar rumah di mana airnya digunakan untuk membasuh kaki dan tangan para tamu yang baru datang. Kalau Yesus menyuruh pelayan mengisi tempayan pembasuhan dengan air lalu mengubahnya menjadi anggur maka para tamu pun akan membasuh tangan dan kakinya dengan anggur. Kalau semua tempayan pembasuhan digunakan untuk wadah anggur maka para tamu yang datang tidak akan mendapat air untuk membasuh kaki dan tangannya. Itu sebabnya, kalau mau mengubah air menjadi anggur seharusnya Yesus menggunakan tempayan anggur bukan tempayan pembasuhan. Berdasarkan fakta demikian maka dapat disimpulkan bahwa kekurangan enam tempayan pembasuhan sama sekali tidak mengganggu pelayanan pembasuhan tamu-tamu.
Bila demikian, kenapa Yesus menggunakan tempayan pembasuhan untuk mengubah air menjadi anggur? Karena Yesus sama sekali tidak mengubah air menjadi anggur namun MENEMUKAN anggur yang dicuri dan disembunyikan oleh para pelayan di dalam tempayan pembasuhan. Itu sebabnya pemimpin pesta merasa perlu untuk melaporkan hal demikian kepada mempelai lelaki dengan ucapan, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
Mustahil mempelai lelaki yang mengatur pelayan untuk menyajikan anggur yang mana kepada para tamu sebab itulah tugas pemimpin pesta. Itu sebabnya yang dilakukan oleh pemimpin pesta itu bukan menegor mempelai lelaki namun melaporkan tindakan pelayan-pelayannya yang menyembunyikan anggur yang baik sampai sekarang.
Yohanes yang menulis kitab Yohanes dan kitab Wahyu dan Surat tiga surat Yohanes bukan Yohanes anak Maria adik Yesus namun Yohanes murid Yesus. belajar Alkitab baik-baik dulu sebelum anda MENGAJAR. hal SEPELE demikian saja anda ngagk PAHAM sudah NEKAD mengajar? bikin MALU saja!
Halo Saudara Penulis Hai Hai Bengcu.
hai hai bengcu: Kisanak, dulu waktu pelajaran bahasa Indonesia anda bolos ya? Itu sebabnya TANDA = MUJIZAT = PERBUATAN ajaib? Ha ha ha ha … Juga belajar bahasa Yunani baik-baik dulu dech. kalau sudah NGERTI arti kata SEMEION baru kembali lagi untuk komentar. ha ha ha ha …
hahahahaha… Rupanya karena kalang kabut, Anda melakukan fitnah keji ya? Seluruh pembaca blog yang budiman, beginalah cara dia mengelak dengan menaburkan fitnah. Silakan pembaca menilai sendiri pernahkah saya menuliskan TANDA = MUJIZAT = PERBUATAN ajaib? Pernah??? TIDAK PERNAH. Lalu kenapa hai hai bengcu memfitnah? karena dia mau menggiring publik masuk dalam opininya dengan seolah2 saya mengatakan hal yang salah seperti itu. Saudara hai hai bengcu saya tidak pernah menulis TANDA = MUJIZAT = PERBUATAN ajaib lho.. Kenapa perlu dengan fitnah? Saya akan mencoba memahami pemikiran Anda nanti.
Anda dan pembaca yang budiman tentu tahu maksud penulisan koma (,) dalam sebuah arti kata di kamus. Semeion yang artinya tanda, mukjijat, perbuatan ajaib. –> Saya kira semua tahu penggunaan koma (,) disini sangat beda dengan dengan “=”. Ah… main pelintir….
hai hai bengcu: Kisanak, tentu saja bagi orang Kristen DUNGU kata Yunani SEMEION bisa berarti TANDA-TANDA juga bisa berarti apa saja, misalnya KUTU KUPRET. Ha ha ha ha … –> Ini saya nilai sebagi bentuk giringan publik masuk ke opini saudara hai hai bengcu lagi. Seolah-olah saya mengartikan Semeion dengan seenaknya sendiri… Ah… fitnah lagi…
hai hai bengcu: ha ha ha ha … Kisanak, berdoa dulu gih. Setelah berdoa lalu BERUNDINGLAH dengan DIRI anda SENDIRI. Kalau sudah diputuskan Maria BUKAN UNDANGAN BIASA atau tim sukses baru kembali lagi untuk komentar
hahahahaha…Anda bingung dengan istilah saya yang menyebut Maria “bukan tamu undangan biasa” dengan “tim sukses”. Oklah saya jelaskan. Sebelumnya saya tekankan lagi ya kalau saya meraba bahwa Maria adalah tim sukses. Tim sukses tentunya bukan tamu undangan biasa. Tim sukses tentunya adalah orang yang diundang untuk turut mensukseskan bukan sekedar tamu yang diundang untuk berpesta.
hai hai bengcu: elangel: Saya mengemukakan 7 poin kenapa tidak dibahas semua?
Karena saya tidak membahasnya semua. Memangnya harus dibahas semua? Ha ha ha ha …. Kalau anda mau BAHAS semua bahas saja kissanak. Ha ha ha ha …
Lho kan saya udah sampaikan untuk dibahas? Kalau keberatan untuk dibahas ya sudah…
Saya hanya bingung dengan Anda dimana 1 sisi Anda tegas dengan yang tidak tertulis dalam Alkitab maka tidak ada namun Anda menyisipkannya banyak sekali, apa yang Anda sisipkan:
1. Pencurian di pesta Kana
2. Dari poin 1 yaitu sisipan ide pencurian di pesta kana maka muncul cerita baru yaitu pencuri menyembunyikan anggur yang ada di awal pesta di tempayan pembasuhan.
3. dari poin 2 maka disisipi lagi tempayan yang kosong dibawa masuk sehingga pencuri bisa menyembunyikannya disitu. Dan tentunya pikiran Anda mau mengatakan bahwa terjadi persekongkolan untuk bisa terjadi rangkaian di pencurian di atas.
4. Memasukkan ide bahwa Maria adalah pemimpin pesta dan ketika saya mengajukan analisa tulisan hai hai bengcu di komentar saya pertama di poin 5 maka saudara hai hai bengcu kebingungan karena tulisannya bertabrakan. Ini copas komentar saya pertama poin 5: 5. Penulis menulis: “Apabila bukan pemimpin pesta, kenapa Maria tahu mereka kekurangan anggur dan memberi perintah dan ditaati para pelayan tanpa mempertanyakannya? Kenapa Yesus menyuruh pelayan menyedok air untuk dicicipi pemimpin pesta, bukan dicicipi Maria yang mengadu kepada-Nya mereka perlu anggur? Karena Maria adalah pemimpin pesta kawin di Kana itu? Benar!” –> Penulis berkata bahwa Maria adalah pemimpin pesta tapi kenapa tulisannya tabrakan? Mana yang tabrakan? coba baca yg saya copas. Atau saya ungkapkan saja… “Kenapa Yesus menyuruh pelayan menyedok air untuk dicicipi pemimpin pesta (yang adalah Maria), bukan dicicipi Maria..”
Hasil pemahaman saya kepada saudara hai hai bencu begini
hai hai bengcu menulis “Mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus ada batasnya. Meskipun sering menyembuhkan orang lumpuh namun Yesus tidak pernah menumbuhkan kaki orang puntung. Yang kakinya lumpuh bisa disembuhkan namun yang tidak punya kaki tidak bisa ditumbuhkan. Yesus menjadikan roti dan ikan menjadi banyak namun tidak mengubah batu menjadi roti. Yesus membangkitkan orang mati namun tidak membangkitkan bangkai alias tubuh yang sudah membusuk.
Pembusukan isi perut mayat mulai terjadi pada hari ke 2 dan pembusukan tubuh mulai terjadi pada hari ke 3. Itu sebabnya meskipun dibangkitkan pada hari ke 4 namun Alkitab sama sekali tidak mencatat tentang orang banyak mencium bau busuk ketika kuburan Lazarus dibuka sebelum dia dibangkitkan.”
Saya mencoba memahami tampaknya saudara hai hai tida begitu percaya atau bahkan tidak percaya dengan kuasa Yesus yang sanggup mengadakan mujijat. mungkin tidak percaya Yesus sanggup mengubah batu jadi roti, mungkin Lazarus yang mati dianggap hanya koma (belum mati), mungkin roti dan ikan untuk 5000 orang juga nantinya dilogigakan. Saya pernah baca ada orang yang melogigakan bahwa Yesus tidak memperbanyak tapi setiap orang yang datang malu dengan tindakan anak kecil yang menyerahkan bekalnya sehingga orang banyak akhirnya mengeluarkan bekalnya masing-masing. Saya lupa pernah baca dimana… hahahahahaha…
Saya hanya mencoba menguji tulisan Anda.
Kalau mau baca tulisan hai hai tentang 5 roti dan 2 ikan, klik di SINI saya.
hmm,, kalau kisah kekurangan anggur ini terjadi di Ponorogo Jawa Timur, pasti udah masuk koran soalnya pake minuman beralkohol parah banget, 720 liter! By the way gw salut dan kembali membaca ayat itu, dan baru memikirkan lagi bahwa kejadian diatas bukan “Yesus mengubah air menjadi anggur” . Duh kenapa sejak sekolah minggu gak terpikirkan hal ini. Thanks Bro udah bantu dengan pemahaman yg baru.
hai hai : Yohanes dan penulis Injil yang lain sangat AKURAT.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Yohanes kalah akurat dengan hai hai karena Yohanes menyatakan peristiwa di Kana merupakan tanda ajaib pertama yang dilakukan Yesus (ternyata hanya peristiwa pencurian saja)
Memahami ajaran Alkitab apa adanya jauh lebih baik dari pada meyakini dongeng. Dalam blog ini saya hanya membuka pikiran pembaca untuk membaca dengan kritis. Masih ada TANDA-TANDA yang membuktikan tidak adanya mujizat mengubah air menjadi anggur yang belum saya ungkapkan. silahkan mencarinya sendiri. Kebanyakan orang membaca Alkitab dan melupakan RUANG dan WAKTU. cobalah membaca kisahnya seperti membaca novel. Maka anda akan melihat RUANG dan WAKTU dalam kisah perkawinan di Kana lebih baik. Misalnya, Di mana mempelai lelaki dan pemimpin pesta ketika Yesus memberi perintah kepada pelayan? Di mana kira-kira Yesus memberi perintah kepada pelayan? Bagaiman suasananya ketika pelayan mengisi tempayan dengan air?
mich: Yohanes menyatakan peristiwa di Kana merupakan tanda ajaib pertama yang dilakukan Yesus
ha ha ha ha ….. wow … kittab yohanes tidak mencatatnya. kapan Yohanes memberitahu anda ya? dia SMS, tweeter atau FB atau BBM anda? ha ha ha ha …
hai hai : Yohanes mencatat, yang terjadi di Kana adalah yang pertama. Itu berarti sebelumnya, belum pernah. Karena belum pernah, mustahil Maria minta Yesus mengubah air menjadi anggur sebab dia tidak tahu Yesus bisa mengubah air menjadi anggur.
>>>>>>>>>>>>>>>>
Dari kalimat diatas jelas peristiwa Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana merupakan peristiwa pertama yang dicatat Yohanes.
TB (1974) ©
SABDAweb Yoh 4:46
Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. s Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Ko Hai, bagaimana penjelasan ayat ini? Apakah ada terjemahan yang lebih baik dari MEMBUAT AIR MENJADI ANGGUR (epoihsen). Mungkin seharusnya diterjemahkan MENGADAKAN air anggur? mohon petunjuknya. Thanks
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Yohanes 2:1-2
Fakta alkitab :
Ibu Yesus ada disitu
Yesus dan para muridNya diundang ke pesta perkawinan tsb.
Jadi ibu Yesus sudah ada lebih dahulu disitu dan sangat mungkin sebagai panitia atau pemimpin pesta.
Kemudian ibu Yesus memberitahukan bahwa mereka kehabisan anggur. Apabila sebagai undangan biasa, maka ibu Yesus cukup curhat kepada Yesus bahwa anggur ternyata telah habis. Namun karena ibu Yesus bukan undangan biasa dan bisa jadi sebagai pemimpin pesta, maka ibu Yesus ingin Yesus melakukan sesuatu, dibuktikan dengan Yesus berkata
“Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu (gune – perempuan)? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Yohanes 2:3-5
Ada permintaan dan bukan curhat, sehingga Yesus perlu menjawab, mau apakah engakau dari pada-ku …”
Ada sesuatu yang harus dilakukan Yesus, Yohanes mencatatnya, Yesus menunjukan kemuliaanNya
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta (architriklinos).” Lalu merekapun membawanya. Yohanes 2:6-8
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Yohanes 2:9-10
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya (semeion) dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Yohanes 2:11
Fakta alkitab :
Ada 6 tempayan dengan kapasitas 2-3 buyung
Tempayan dalam keadaan kosong, itulah sebabnya atas perintah Yesus, para pelayan mengisinya hingga penuh dengan air dan saat itu juga menyuruh para pelayan untuk mencedoknya dan menyuruh para pelayan memberikan kepada pemimpin pesta yang mungkin saja adalah Maria, ibu Yesus. Peristiwa ini berada dalam satu rangkaian.
Pemimpin pesta yang mungkin dijabat oleh Maria mengecap anggur dan suprise karena mutu anggur tetap yang berkwalitas tinggi walau orang sudah puas meminum anggur, dan melapor kepada mempelai laki-laki.
Yohanes bersaksi kejadian tersebut menunjukan Kemuliaan Tuhan Yesus, dan para muridNya percaya kepadaNya.
Bengcu berskenario:
Maria adalah pemimpin pesta
Yesus tidak mengubah air menjadi anggur, namun hanya menemukan tempayan yang dikira semua orang kosong, tetapi sebetulnya adalah berisi anggur yang baik yang dicuri atau digelapkan oleh para pelayan.
Hanya pencuri yang berpikir seperti pencuri, sehingga keluarlah skenario ajaib : bukan mengubah air jadi anggur, hanya membongkar kasus pencurian saja kok, jangan dibesar-besarkan ahhhhh
Kelihatannya skenario pak hai berjalan mulus, tafsirannya akurat (akurat gundulmu). Walau berarti melecehkan kecerdasan Yohanes. Sehingga saat Yohanes dengan terang benderang menuliskan kesaksiannya bahwa Yesus menyuruh para pelayan mengisi tempayan yang kosong dengan air dan para pelayan mengisinya dengan air sampai penuh dan menyuruh para pelayan untuk mencedoknya dan memberikan kepada peimpin pesta untuk dicicipi (dalam satu rangkaian peristiwa), dianggap tidak ada oleh pak hai. Sehingga skenario pak hai yang berkata Yesus tidak mengubah air menjadi anggur namun hanya menemukan tempayan berisi anggur yang dicuri, menjadi klop dan pas sekali (klop dan pas dari hongkong !)
Apabila tidak melecehkan kesaksian dan kecerdasan Yohanes seharusnya dan semestinya pak hai mempercayai kesaksian Yohanes bahwa Yesus menyuruh para pelayan mengisi tempayan dengan air, dan para pelayan melakukannya. Ataukah saat itu Yohanes sedang mabuk anggur, sehingga tulisannya menjadi ngaco belo ? sehingga kita harus mempercayai wahyu baru yang diturunkan kepada pak hai bahwa Yesus tidak menyuruh para pelayan menuang air ?
berdasarkan skenario ngawur ngaco belo pak hai, kapan ada celah waktu para pelayan berpura-pura menuang air ? apakah ada tempayan ajaib, saat dituang air, airnya terbuang keluar tanpa diketahui ? kapan para pelayan menukar air yang dicedoknya dengan anggur yang bermutu dan memberikannya kepada pemimpin pesta ? semua peristiwa berada dalam satu rangkaian sehingga mustahil terjadi pertukaran oleh pelayan, kecuali setelah Yesus memberikan perintah, Yesus asik mabuk dan cuek dengan sekelilingnya. Pak hai secara keji memfitnah para pelayan melakukan pencurian, padahal para pelayan hanya melakukan perintah yang diterima dari Yesus.
Apabila mempercayai wahyu baru dari nabi hai-hai, berarti kita boleh menduga bahwa Yohanes adalah seorang yang lugu sekali, polos hatinya atau bahkan tolol sekali sehingga tidak mengetahui bahwa hal ini adalah kasus pencurian biasa. Atau Yohanes adalah seorang yang hatinya baik sekali, mengetahui pencurian namun menutupinya dengan berbohong dan menjilat guruNya yaitu Yesus dengan membual bahwa Yesus menunjukan kemuliaannya saat itu ? atau Yohanes bersekongkol dengan Yesus melakukan pencitraan dengan menuliskan Yesus menunjukan kemuliaanNya padahal cuma karena membongkar kasus pencurian biasa saja ?
Pak hai yang budiman, janganlah menafsirkan alkitab, cukup pak hai pahami saja. Kata-kata inilah yang sering pak hai dengung-dengungkan, satu kata dan perbuatan namanya konsisten, sebaliknya kata yang terucap namun tidak melakukan perkataannya sendiri namanya munafik.