Meskipun dari generasi ke generasi para pengkotbah mengajarkan bahwa Agabus adalah seorang nabi yang mendapat karunia untuk meramal masa depan faktanya Agabus hanya seorang nabi palsu yang menipu jemaat dengan berlagak mampu meramal masa depan dan mendapat wahyu dari Roh Kudus
Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. Kisah para Rasul 11:27
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. Kisah para Rasul 11:28
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. Kisah para Rasul 11:29
Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus. Kisah para Rasul 11:30
seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Ulangan 18:18
Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Ulangan 18:19
Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
Ulangan 18:20
Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, Ulangan 13:1
dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, Ulangan 13:2
maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Ulangan 13:3
Lalu aku berkata: “Aku tidak mau lagi menggembalakan kamu; yang hendak mati, biarlah mati; yang hendak lenyap, biarlah lenyap, dan yang masih tinggal itu, biarlah masing-masing memakan daging temannya!” Zakaria 11:9
Syarat pertama seorang nabi adalah: Dibangkitkan oleh YHWH (TUHAN) dari antara bangsa Israel. Kepada Zakaria, YHWH bilang Dia tidak mau menggembalakan manusia lagi. Sejak itulah tidak ada lagi nabi yang dibangkitkan-Nya. Yesus tidak membangkitkan nabi namun secara pribadi Dia memanggil dan mengajari serta melatih para rasul-Nya. Yesus tidak pernah memanggil Agabus menjadi murid-Nya. Itulah bukti pertama bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Seorang nabi hanya mengatakan yang diperintahkan oleh YHWH kepadanya untuk dikatakan kepada bangsa Israel sedangkan Agabus sama sekali tidak memberitakan firman TUHAN. Itulah bukti kedua bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Para pengkotbah mengajarkan: Agabus adalah nabi karena ramalannya tepat. Perjanjian Lama mengajarkan bahwa yang ramalannya tepat belum tentu nabi namun yang ramalannya meleset pasti bukan nabi. Meskipun ramalannya tentang bencana kelaparan tepat namun Agabus mengajak orang untuk mengikuti Allah lain yaitu Elohim, bukan mengikuti YHWH. Itulah bukti ketiga bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. Kisah Para Rasul 21:8
Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat (propheteuo). Kisah Para Rasul 21:9
Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. Kisah Para Rasul Kisah Para Rasul 21:10
Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: “Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain ” Kisah Para Rasul 21:11
Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. Kisah Para Rasul 21:12
Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” Kisah Para Rasul 21:13
Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” Kisah Para Rasul 21:14
Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. Kisah Para Rasul 21:30
Sementara mereka merencanakan untuk membunuh dia, sampailah kabar kepada kepala pasukan, bahwa seluruh Yerusalem gempar. Kisah Para Rasul 21:31
Kepala pasukan itu segera bergerak dengan prajurit-prajurit dan perwira-perwira dan maju mendapatkan orang banyak itu. Ketika mereka melihat dia dan prajurit-prajurit itu, berhentilah mereka memukul Paulus. Kisah Para Rasul 21:32
Kepala pasukan itu mendekati Paulus, menangkapnya dan menyuruh mengikat dia dengan dua rantai, lalu bertanya siapakah dia dan apakah yang telah diperbuatnya. Kisah Para Rasul 21:33
Ketika sampai ke tangga Paulus terpaksa didukung prajurit-prajurit karena berdesak-desaknya orang banyak, Kisah Para Rasul 21:35
yang berbondong-bondong mengikuti dia, sambil berteriak: “Enyahkanlah dia!” Kisah Para Rasul 21:36
Apakah kaki dan tangan Paulus diikat oleh bangsa Yahudi lalu diserahkan kepada bangsa asing seperti ramalan Agabus? Tidak! Paulus tidak diikat namun digebukin bahkan akan dibunuh. Kepala pasukan Romawilah yang menghentikan pemukulan dan menyuruh mengikat Paulus dengan dua rantai, namun Paulus tidak diikat kakinya itu sebabnya dia masih bisa berjalan sampai ke tangga. Ramalannya tidak digenapi adalah bukti keempat bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Kisah Para Rasul 9:10
Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, Kisah Para Rasul 9:11
dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Kisah Para Rasul 9:12
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Kisah Para Rasul 9:15
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Kisah Para Rasul 9:16
Benarkah keempat anak perempuan Filipus beroleh karunia bernubuat (propheteuo)? Meskipun tercatat demikian namun sama sekali tidak ada catatan tentang nubuatan mereka. Catatan tentang keempat anak Filipus tidak cukup untuk mengujinya. Bagaimana dengan Agabus? selain nabi palsu Agabus juga pembual. Roh Kudus tidak bernubuat. Hanya Allah yang bernubuat. Itulah bukti kelima bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. Kisah Para Rasul 10:5
Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.” Kisah Para Rasul 10:6
Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau. Kisah Para Rasul 10:19
Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.” Kisah Para Rasul 10:20
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. 2 Korintus 12:1
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 2 Korintus 12:2
Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya– 2 Korintus 12:3
ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 2 Korintus 12:4
Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 2 Korintus 12:5
Ketika Petrus mendapat penglihatan, Cornelius menjadi saksinya. Sementara Cornelius mendapat penglihatan, Petrus menjadi saksinya. Ketika Paulus mendapat penglihatan, Ananias menjadi saksinya. Sementara Ananias mendapat penglihatan Paulus menjadi saksinya. Ketika Yohanes diajak piknik ke sorga, Paulus menjadi saksinya. Kesaksian Yohanes piknik ke sorga adalah saksi atas penyataan Paulus tentang seseorang yang diajak piknik ke sorga. Siapa yang menjadi saksi penglihatan atau bisikan Roh Kudus kepada Agabus? Tidak ada! Satu saksi tidak sah! Itulah bukti keenam bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
Kepada Ananias tentang Paulus Yesus berjanji, “Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Alkitab mencatat bahwa Yesus menepati janji-Nya. Janji Yesus tersebut adalah bukti bahwa Roh Kudus mustahil menyuruh Agabus memberitahu Paulus tentang penderitaaan yang akan dialaminya. Itulah bukti kedelapan bahwa bahwa Agabus adalah nabi palsu yang menipu jemaat dengan ramalan palsu.
NB:
blog ini khusus saya dedikasikan untuk Samuel Franklyn untuk melanjutkan apa yagn pernah kami bahas sebelumnya, di SINI.
Memang harus diakui dalam Perjanjian Lama para nabi adalah mereka yang menerima wahyu dari YHWH secara langsung. Mereka menjadi penyambung lidahnya dan mewakili YHWH. Dalam definisi ini maka nabi terakhir adalah Yohanes Pembaptis. Dalam Perjanjian Lama seseorang tidak diangkat menjadi nabi. Orang disebut nabi jika dia bernubuat mewakili YHWH dan nubuatnya terjadi. Juga dalam Perjanjian Lama tugas kenabian bisa di turunkan lewat proses magang seperti Elisa magang pada Elia. Sekalipun magang pada seorang nabi bisa saja seseorang tidak menjadi nabi seperti yang kita lihat pada Yoshua dan Gehazi. Orang tua membunuh anaknya yang nabi ada di Zakaria 13.
Zakaria 13
Penyingkiran berhala dan nabi palsu
13:1 “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud 1 dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran. 13:2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu. 13:3 Dan apabila seseorang masih tampil sebagai nabi, maka ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan berkata kepadanya: Janganlah engkau hidup lagi, sebab yang kaukatakan demi nama TUHAN itu adalah dusta! Lalu ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan menikam dia pada waktu ia bernubuat. 13:4 Pada waktu itu para nabi masing-masing akan mendapat malu 2 oleh karena penglihatannya sebagai nabi, dan tidak ada lagi dari mereka yang mengenakan jubah berbulu untuk berbohong; 13:5 tetapi masing-masing akan berkata: Aku ini bukan seorang nabi, melainkan seorang pengusaha tanah, sebab tanah adalah harta kepunyaanku sejak kecil. 13:6 Dan apabila ada orang bertanya kepadanya: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu 3 ini?, lalu ia akan menjawab: Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!”
Kalau dilihat ayat-ayat diatas maka munculnya orang yang mengaku sebagai nabi padahal mereka adalah nabi palsu alias pembual dan penipu sudah berlangsung sejak lama. Ayat diatas boleh juga dilaksanakan. He he he. Kalau ada yang bernubuat langsung tikam saja dia. Kalau ditangkap kita tinggal bilang kita sekedar memenuhi nubuat Zakaria. Bwa ha ha ha.
@Samuel Franklyn, UJILAh dan peganglah yang baik. MENIKAM nabi PALSU nggak ada KEASYKANNYA. lebih asyk ARAK mereka keliling kampung. Ha ha ha ha …. Seperti hai hai MENGARAK gilbert Lumoindong keliling kampung sebab dia mengaku NABI Indonesia terbesar. ha ha ha ha ha …. Thanks untuk informasinya tentang Zakaria 13. ELISA memang MAGANG pada ELIA, namun yang menjadikan dia NABIbukan MAGANGNYA namun Roh yang diwariskan oleh Elia kepadanya bukan atas KEHENDAK Elia.
Bagaimana haihai tahu itu yohanes dan bukan paulus sendiri?
Di 2 korintus7, paulus mengatakan ttg “supaya aku jangan meninggikan diri krn penyataan2 yg luar biasa itu, mk aku dibri suatu duri di dalam dagingku…’
Bila paulus bersaksi ttg yohanes mengapa harus meninggikan diri? Kan yg nengokin sorga si yohanes, dan mengapa hingga diberi duri dalam daging segala?
@Juliamt, soal DURI dan DAGING yang dimaksudkan oleh Paulus kita tidak tahu. Yang jelas adalah PAULUS diebritahu tentang SESEORANG yang diajak PIKNIK sampai ke LANGIT ke TIGA. Dan yohanes bersaksi bahwa dia diajak piknik sampai ke langit ke tiga. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa PAULUS sendiri TIDAK TAHU siapa orang itu ketika dia BERSAKSI tentang orang tersebut.
bengcu : Seperti hai hai MENGARAK gilbert Lumoindong keliling kampung sebab dia mengaku NABI Indonesia terbesar
ini ungkapan yang bersangkutan atau testimoni dari orang lain? boleh tau dapat dimana testimoni itu? apakah di link saudar bengcu ada?
saya malah kaget ada orang yang mengaku nabi?
@frans abednego, dengarkan saja kotbah-kotbah Gilbert Lumoindong untuk menghitung BERAPA kali dia menyebut dirinya NABI terbesar Indonesia. Di samping itu Baca saja buku-bukunya. lihatlah yang tertulis di sampul-sampul bukunya. NABI INDONESIA yang TERBESAR.
kalo keterrangan yang lengkap dong
Apakah anda pernah menerima lawatan Tuhan? Apa pendapat anda tentang hadirat Tuhan?
Kalau sesat gimana mengusir setan dan melakukan mujizat DALAM NAMA YESUS? kalau ngomong dipikir dulu…
Wah jangan menghakimi dulu, baca alkitab dengan baik biar tidak menjadi bumerang buat anda
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Matius 7:22-23