Beberapa bunglon GKI yang menyangka dirinya BUAYA menghasut jemaat GKI untuk menentang bahkan menekan Majelis Jemaat GKI untuk MELARANG Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa yang dilakukan oleh GKI Yasmin di depan Istana. Apa tujuan GKI Yasmin mengadakan Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana setiap dua minggu sekali? MENGGUGAH pemerintah pusat dan pemerintah kota serta pemerintah daerah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan MENAATI dan MENEGAKKAN hukum NKRI. Pemerintah seharusnya memberi teladan kepada rakyat untuk menaati HUKUM, bukannya memberi contoh melanggar hukum dengan semana-mena. MENGGUGAH kesadaran berbangsa dan bernegara seluruh bangsa Indonesia dengan ikut serta secara aktif MENEGAKKAN hukum dengan MENAATI hukum dan ikut serta MENGGUGAH pemerintah untuk MENAATI HUKUM dan menjalankan fungsinya sebagai PENEGAK hukum dengan MENEGAKKAN HUKUM Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kerabatku sekalian, bunglon-bunglon GKI yang menentang Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan istana mengemukakan alasan: Kebaktian seharusnya dilakukan di gereja. Kebaktian di luar gereja menodai kesucian dan dan merusak makna kebaktian. Alasan demikian ngaco belo sebab Jemat GKI selain melakukan kebaktian di gereja, juga melakukan kebaktian di rumah, di gedung pertemuan, di taman rekreasi, bahkan di rumah mayat dan di kuburan.
Bunglon-bunglon tersebut juga menyatakan Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana melanggar Perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan istana dijaga oleh polisi. Itu adalah bukti bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak melanggar perundang-undangan Indonesia.
Bunglon-bunglon GKI yang menentang Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan istana juga menyatakan kegiatan tersebut melanggar TATA GEREJA (TAGER). Apakah Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa yang dilakukan oleh GKI Yasmin melanggar TAGER GKI? Tentu saja Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa yang dilakukan oleh GKI Yasmin sesuai dengan Tata Gereja GKI.
TATA GEREJA GKI
II. TATALAKSANA GKI
D. PERSEKUTUAN
BAB VII. KEBAKTIAN
Pasal 13. JENIS
1. Kebaktian Minggu. Kebaktian Minggu adalah kebaktian yang diselenggarakan pada hari Minggu
2. Kebaktian Hari Raya Gerejawi. Untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus sepanjang tahun gerejawi diselenggarakan Kebaktian Hari Raya Gerejawi pada: Minggu-minggu Adven, Malam Natal, Natal, Minggu Epifani, Minggu Baptisan Tuhan Yesus Kristus, Minggu Transfigurasi, Rabu Abu, Minggu-minggu Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, Pentakosta, Minggu Trinitas dan Minggu Kristus Raja.
3. Kebaktian untuk Peristiwa Khusus Gerejawi. Untuk peristiwa-peristiwa khusus gerejawi diselenggarakan:
a. Kebaktian Inisiani
b. Kebaktian Ordinasi
c. Kebaktian Institusionalisasi
d. Kebaktian Pastoral
4. Kebaktian Lain. Kebaktian-kebaktian lain yang diselenggarakan berdasarkan KEBUTUHAN dalam rangka kehidupan BERGEREJA dan BERNEGARA antara lain untuk:
a. Hari Reformasi
b. Tutup Tahun
c. Tahun Baru
d. Hari ulang tahun GKI
e. Hari ulang tahun Jemaat
f. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
5. Kebaktian Keluarga. Dalam rangka kehidupan Jemaat diselenggarakan kebaktian keluarga baik untuk keluarga sendiri maupun yang melibatkan orang lain di luar keluarga yang bersangkutan untuk antara lain kebaktian harian, hari ulang tahun, hari ulang tahun pernikahan, penghiburan, dan pertunangan.
6. Kebaktian oleh Badan Pelayanan. Kebaktian yang diselenggarakan oleh badan pelayanan jemaat, badan pelayanan klasis, badan pelayanan sinode wilayah dan badan pelayanan sinode dalam rangka pelaksanaan tugas pelayanan mereka.
Kutipan tersebut di atas adalah ayat-ayat di dalam TATA GEREJA GKI yang mengatur tentang KEBAKTIAN. Menurut TATA GEREJA GKI, Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana termasuk dalam KEBAKTIAN LAIN – Kebaktian-kebaktian lain yang diselenggarakan berdasarkan KEBUTUHAN dalam rangka kehidupan BERGEREJA dan BERNEGARA.
Apa sajakah cara sederhana ikut membangun negeri yang bisa dilakukan dengan mudah oleh seorang warnagengara Indonesia dan jemaat GKI? Ikut PEMILU dan PEMILUKADA dengan memilih orang-orang yang JUJUR dan MAMPU untuk menjadi PENGUASA. Ikut serta dalam usaha menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan MENAATI HUKUM dan menjalankan KEWAJiBAN HUKUM. Ikut serta menggugah pemerintah agar MENAATI hukum dan menjalankan KEWAJIBAN hukum dan MENEGAKKAN hukum.
Melalui Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana, GKI Yasmin bersama dengan rakyat Indonesia lainnya menunjukkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa Pemerintah Kota (PEMKOT) Bogor yang seharusnya menjadi TELADAN bagi rakyat justru kekeh jumekeh menghalalkan segala cara untuk MELAWAN hukum dan MENGABAIKAN kewajiban hukum. Pemerintah pusat yang seharusnya menjadi PEMIMPIN dalam penegakan HUKUM sama sekali TIDAK menjalankan fungsinya dengan BAIK. Menggugah seluruh rakyat Indonesia untuk memahami bahwa Indonesia adalah NEGARA HUKUM dan seluruh rakyat Indonesia harus MENAATI hukum dan menjalankan KWAJIBAN hukum. Semua sengketa yang tidak selesai dalam musyawarah diselesaikan lewat jalur HUKUM. Dan KEPUTUSAN hukum harus DIJALANKAN sebab tidak MENJALANKAN kewajiban hukum adalah perbuatan MELAWAN hukum. Megabaikan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia sama dengan MELECEHKAN kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila penguasa MELAWAN hukum dan MENGABAIKAN kewajiban hukum, mustahil mengharapkan RAKYAT jelata menaati hukum dan menjalankan kewajiban hukum. Yang pandai menipu yang bodoh. Yang kuat menindas yang lemah. Yang banyak mengeroyok yang sedikit. Yang kaya dan berkuasa memperbudak yang miskin dan jelata. Hal demikian hany terjadi di negeri ANGKARA MURKA, bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Apakah Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa di depan Istana adalah satu-satunya CARA? Bukan! Itu adalah SALAH SATU cara. Selain melalui cara tersebut. GKI Yasmin pun melakukannya dengan AKSI DAMAI JAM DOA BAGI BANGSA untuk mengajak seluruh bangsa Indonesia berdoa bersama-sama bagi Bangsa Indonesia setiap hati Sabtu jam 22.00 WIB. Ada banyak cara lain namun itulah DUA cara yang dilakukan oleh GKI Yasmin dengan melibatkan seluruh bangsa Indonesia.
Nah, bunglon-gunglon GKI yang menyangka dirinya BUAYA. Ketahuilah kisanak, GKI adalah Gereja Kristen Indonesia, bukan GEROMBOLAN Kristen Indonesia. GKI punya TATA GEREJA itu sebabnya di GKI semuanya ADA aturannya. Semua LARANGAN ada dasar hukumnya. Semua KUASA ada legalitasnya. Di GKI yang pendeta tidak menindas jemaat. Yang pandai tidak menipu yang bodoh. Yang kuat tidak menindas yang lemah. Yang kaya dan berkuasa tidak memperbudak yang miskin jelata.
Sebelum seorang nabi (shengren聖人) mengganti penguasa di bawah langit ini, ia harus mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan dan bagaimana mengatasinya. Tanpa mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan, mustahil bisa mengatasinya. Seumpama seorang tabib akan mengobati pasiennya dengan benar bila ia tahu apa penyakitnya. Bagaimana bisa mengobati dengan benar bila tidak tahu apa penyakitnya? Kekacauan tidak muncul dengan sendirinya. Dengan mengetahui pasti apa penyebabnya, akan dapat mengatasinya, tanpa mengetahui pasti apa penyebabnya, mustahil dapat mengatasinya. Seorang nabi yang hendak mengganti penguasa, tidak boleh tidak meneliti apa yang menyebabkan kekacauan. Mozi Jianai shang:1
INDONESIA BERGERAK!
Bila Rakyat BIJAKSANA mustahil PEJABAT menjadi PENJAHAT.
MANTAP GAN!!!!
@ak47, Thanks pujiannya. Dengan begini maka semua jemaat GKI yang mau ikut BERAKSI dalam KEBAKTIAN AKSI DAMAI BAGi BANGSA tidak akan mengalami KERAGUAN lagi karena tahu yang mereka lakukan TIDAK melanggar TAGER dan Perundang-udangan republik indonesia.
INI KUTIPAN SALAH SATU TULISAN BENGCU berjudul
“Bengcu Menggugat Karena Selain Membual YHWH Juga Menjilat Muntah-Nya Sendiri” (https://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/07/03/bengcu-menggugat-karena-selain-membual-yhwh-juga-menjilat-muntah-nya-sendiri/#more-2989)
“Rehabeam adalah keturunan ke 6 dari Rut orang Moab dan keturunan pertama orang Amon istri Salomo. Keturunan Moab dan Amon yang tidak boleh menjadi jemaat TUHAN menjadi raja bangsa Israel? Itu sebabnya hai hai bilang, “Silahkan memilih yang anda sukai, YHWH menjilat muntah-Nya sendiri atau Dia tolol sekali.” Boleh juga menganggap YHWH sudah tua dan pikun sehingga Dia lupa ketetapan-Nya sendiri. Ha ha ha ha ….”
“Mustahil penulis kitab Bilangan, Ulangan dan Yosua MEMBUAL atau salah CATAT sebab bila mereka terlalu berani untuk mencatat yang tidak diperintahkan TUHAN untuk ditcatatnya, dia harus mati. Dia pasti mati dibunuh YHWH. Apa yang sesungguhnya terjadi? Tidak sulit untuk menyimpulkannya. YHWH MEMBUAL untuk mencari pujian dari bangsa Israel dengan mencuri kebajikan.”
Tulisan ini sering dipakai mereka yg Non Kristen dengan tujuan untuk melemahkan iman kita sebagai orang percaya dan pewaris tahta Kerajaan Allah. Namun pekerjaan Roh Kudus sungguh luarbiasa, justru Kuasa Tuhan dinyatakan dg memakai orang2 degil seperti ini menjadi alatnya seperti ketika peristiwa perjumpaan Saulus (org yg sangat jahat) dengan Tuhan Yesus sehingga Saulus pun sampai akhir hayatnya dipakai secara hebat untuk memberitakan Kabar Baik.
Tentang Tager diatas sungguh tidak jelas dari mana Bencu mengutip atau hanya sekedar improvisasi agar teman2 Yasmin terjebak dalam lubang yg lebih dalam? Contoh, dalam Tager yg asli Pasal 18 hanya mencantumkan 3 jenis ibadah yaitu Kebaktian Minggu, Kebaktian Hari Raya Gerejawi dan Kebaktian Lain. Tapi versi yg ditulis diatas ada tambahan Kebaktian untuk Peristiwa Khusus Gerejawi. Sekali lagi teman2 Yasmin hrs berhati2 dan tidak menggunakan referensi jelas2 diluar Tager yg dikeluarkan Badan Pekerja Majelis Sinode GKI.
Awalnya saya tertarik dengan ulasan blog ini ttg Yasmin, tetapi setelah mengkaji tulisan2 lainnya termasuk diskusi keras sampailah saya pada opini bahwa kita hrs mencermati komentar2 yg masuk terhadap Yasmin baik itu yg mendukung, seolah mendukung, awalnya mendukung bahkan pura2 mendukung dg tentunya punya hidden agenda (agenda terselubung). Kepribadian dan karakteristik blogger ini hrs dipertanyakan krn sering menggunakan bahasa yg ‘ngalor ngidul’ dan tidak santun. Saya melihat ada sejumlah komentator yg mendukung dan fans berat dari blogger ini tp namanya dunia maya bisa saja satu orang memiliki account ganda untuk mengemukakan pendapat. (dia yg nulis, dia jg yg komentar dst)
UNtuk itu bagi saudara2ku seiman yg kebetulan membaca blog ini yg sudah barang tentu sudah menjadi topik hangat krn sempat link nya di muat di account FB seorang Pendeta dan pastinya di account teman2 Yasmin, tIdak ada cara lain lagi kecuali apa yg kita lakukan adalah tetap berpegang pada Firman Tuhan dan minta hikmat senantiasa atas segala tindakan yg kita lakukan. Cerdas tapi tidak berhikmat juga tidak berkenan kepada Tuhan. Mati2an berjuang dengan kekuatan sendiri tanpa melibatkan Tuhan juga tidak berkenan kepada Tuhan. So, patutlah kita renungkan dan waspadai secara bersama segala aspek yg kita lakukan. Mulailah kita mengampuni mereka yg telah mencerca bahkan menghina Tuhan kita krn justru krn merekalah iman percaya kita harus semakin bertumbuh.
Saya akan terus mendoakan dari tempat saya yang jauh ini agar tetap mengandalkan Tuhan sebagai Kota Benteng kekuatan kita.
you are blessed
@Hamba Tuhan, sebaiknya belajar alkitab baik-baik dulu kisanak. Setelah kepala anda BERISI baru kembali lagi menulis komentar. Kalau baru bisa BERISIK itu bikin malu SIGARLAKI tau. Ha ha ha ha ha …
hai GOBLOK, TAGER yang anda BACA adalah TAGER tahun 2003, TOLOL! TAGER yang hai hai KUTIP adalah PRODUK tahun 2009. Ha ha ha ha …. DASAR TOLOL! lihat dong FOTO yang hai hai lampirkan di awal TULISAN. TAGER yang ENTE punya GAMBAR saMPUlnya seperti itu nggak? Ha ha ha ha ha … DASAR GOBLOK. OTAK UDANG mau dipake MIKIR! DASAR TOLOL! Kepala KOSONG mau Sok jagoaN. Ha ha ha ha ha ….. K’cian dech lu! Ha ha ha ha ha … giman mau BELAIN GKI TOLOL kalau TAGER udah DisEMpurNAKAN aja nggak TAHu? dasar gobloK!
Mengaku JAGOAN TAGER namun MENGUTIP TAGER KADALUARSA? itu namanya TOLOL!
MENGAKU paham TAGER GKI namun pakai TAGER KADAluaRSA? itu namanya GOBLOK!
TOLOL bin GOBLOK namun BERLAGAK BIJAKSANA dan suci? Ha ha ha ha ha ha ha ….. itu namanya SAKIT JIWA kisanak! ha ha ha ha …… Kisanak ke gereja gih. Cari Majelis jemaat lalu minta TAGER baru untuk dipelajari lagi ya. Ha ha ha ha ha …. BELAJARNYA pake OTAK jangan pakai dENGKUL. ha ha ha ha ha …
Lo… kok komentar tanpa nama? Malu atau takut?
@hamba tuhan, kalau mau berpuisi bukan di sini tmptnya. Hush, hush..
Jd malu kan di skak mat sm hai2? Hahaha..
Knp kl tulisan hai2 bnyk dipakai muslim? Jd tkt mkin susah debat sm mereka ya? Hahaha, mknya belajar spy gak goblog..
@Pak Lucky jangan membabibuta gitu dong….. Pak Hamba Tuhan gak bisa disalahkan kali ini.
Saya justru menyalahkan Pak Bencu kali ini, sebab tulisannya kali ini gak bermutu!!!
@Pak Bengcu, sudah menjadi orang sentimentil dan sembrono ya…???
@victor silaen, dia takut ketahuan kalau KEMALUANNYA KECIL. ha ha ha ha ….. buktinya udah berkali kali nyeruduk tembok masih saja merasa dirinya MENANG. ha ha ha ha … Itu lah BANDOT GKI. Ha ha ha ha …
@Patar B Hutabarat, hai hai ma selalu SENTIMENTIL itu sebabnya menjadi sahabat dari Mbah Surib. namun di blog ini hai hai lagi ngak unjuk RASA kok, hanya menuliskan FAKTA saja. ha ha ha ha ha ….. untuk hamba Tuhan, pinjam sseruan mbah Surib ah, Hamba tuhan, I love you Fool!” ha ha ha ha …
Jangan terlalu serius pak, hamba Tuhan jg komen cm mksd ngelucu. Hahaha..
Nikmati aj pak kpn lagi ada hiburan? Hehehe..
Saya ga membabi buta kok, saya cukup tau gmn cra becanda yg baik. Hahaha..