Memberanikan diri untuk menguliti ajaran Joas Adiprasetya, S1 dan S2 STT Jakarta serta Doctor Theology School of Theology Boston University, Massacusetts, USA dalam buku Raja Yang Menderita, halaman 1-3 .
Di dalam bukunya yang berjudul: Raja Yang Menderita, halaman 1-3 Joas Adiprasetya menulis:
Pada saat penyaliban dan kematian Yesus, terjadi banyak peristiwa ajaib. Salah satunya adalah peristiwa tabir Bait Suci yang terbelah dua. Seorang ahli Alkitab dari Prancis, Pierre Benoit, menjelaskan beberapa data mengenai tabir Bait Suci berikut ini.
Pertama, tabir Bait Suci terbuat dari bahan yang lebih berat dan lebih kuat dibandingkan kain tenda suku-suku di padang gurun. Jadi, sudah pasti kuat sekali. Saya pernah ke tempat penjualan koper di daerah Blok M. Di sana dipamerkan koper yang memakai bahan kain amat kuat. Kemudian, ada selembar kain lain yang diikatkan pada koper itu: “Kalau anda bisa merobek kain ini, koper ini milik anda.” Saya dan teman saya lalu mencoba sekuat tenaga, tetapi sia-sia. Tabir Bait Suci mungkin sama kuatnya atau bahkan lebih kuat dari itu. Jadi, kalau dikatakan tabir itu terbelah, tentu kita bisa menduga bahwa bukan manusia yang melakukannya.
Kedua, Bait Suci memiliki dua tabir. Tabir yang pertama untuk menjadi pembatas antara halaman depan dan ruangan dalam. Orang yang boleh masuk ke ruangan dalam hanya orang Israel karena itu ruangan kudus, sedangkan bangsa-bangsa lain diperbolehkan sampai halaman depan saja.
Tabir kedua adalah pemisah antara ruangan kudus dan mahakudus. Ruangan mahakudus adalah tempat tabut perjanjian disimpan. Orang Israel percaya ruangan mahakudus merupakan takhta Allah. Tidak seorang pun boleh masuk ke dalamnya, kecuali Iman Besar.
Ketiga, fungsi tabir ini adalah untuk menghalangi, memisahkan dan membagi. Tabir pertama menghalangi orang non Israel untuk beribadah, sedangkan tabir kedua menghalangi orang Israel untuk masuk ke hadirat Allah.
Kedua tabir ini juga memisah-misahkan manusia: Ada bagian untuk orang Israel dan non Israel; ada pula untuk Imam Besar dan orang awam. Akhirnya, tabir itu membagi-bagi dan mengotak-ngotakkan manusia. Sebagian dianggap layak, sedangkan yang lain tidak layak; yang ini boleh dan yang itu tidak boleh; ini bangsa terpilih dan itu kafir.
Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah. Bukan robek, melainkan terbelah. Dengan kata lain, semuanya sudah terbuka. Kematian Yesus membuka penghalang dan pemisahan antara Allah dan manusia. Tidak ada lagi ruangan mahakudus dan ruangan kudus.
Allah tidak lagi disimpan dalam ruangan mahakudus. Kematian Yesus menjadi tanda bahwa Allah berkenan untuk keluar dari ruangan mahakudus dan menjumpai manusia yang berdosa. Itulah makna sejati dari keselamatan.
Namun, bukan hanya itu. Tabir Bait Suci yang kedua juga terobek sehingga tidak ada lagi pemisahan dan diskriminasi antara bangsa pilihan dan bangsa kafir. Semua orang punya hak yang sama dan dipersatukan. Itu sebabnya, di ayat 39, orang pertama yang mengakui Kristus sebagai anak Allah pada saat penyaliban justru kepala pasukan, seorang non Israel.
Seorang teolog bernama Jurgen Moltman pernah berkata bahwa kematian Yesus bukanlah kematian Allah (the death of god), melainkan kematian di dalam diri Allah (the death in God). Allah memasukkan kematian ke dalam diri-Nya, melalui kematian Yesus, justru untuk mengalahkan dan mengubah kematian menjadi kehidupan. Cara itu membawa kehidupan tidak lagi hanya bisa disimpan di dalam ruangan mahakudus. Kematian Yesus membuka keselamatan dan kehidupan bagi mansuia. Dengan sangat indah, penulis Ibrani menuturkan,
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Ibrani 10:19-21
Kalau begitu, tugas kita yang sudah menerima kematian dan kebangktian Kristus adalah percaya bahwa sudah tidak boleh ada lagi tabir-tabir pemisah, penghalang dan pembagi. Jika masih ada tabir-tabir pemisah di dalam dan di sekitar kehidupan kita, dengan kekuatan Kristus, kita harus merobeknya.
Mari kita renungkan, apa saja tabir-tabir yang masih ada dalam kehidupan kita? Tabir apa yang masih memisahkan manusia yang satu dengan manusia yang lain, mengutamakan yang satu dan meremehkan yagn lain, menyanjung yang satu dan menekan yang lain? Dengan kekuatan Kristus, kita harus merobek tabir itu!
Bengcu Menggugat
Kitab Musa mencatat, bait TUHAN terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Beranda (halaman)
2. Ruang Kudus
3. Ruang Mahakudus
Ada dua tabir di bait Tuhan yaitu: Pintu Bait Tuhan (tabir pertama) yang memisahkan beranda dan ruang kudus.
Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna. Keluaran 26:36
Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga.” Keluaran 26:37
Tabir mahakudus memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus.
Haruslah kaubuat TABIR dari KAIN ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun. Keluaran 26:31
Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak. Keluaran 26:32
Haruslah TABIR itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus (qodesh) dan tempat maha kudus (qodesh qodesh). Keluaran 26:33
BERANDA
suatu korban bakaran yang tetap di antara kamu turun-temurun, di depan PINTU KEMAH PERTEMUAN di hadapan TUHAN. Sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu. Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku. Keluaran 29:42-43
BERANDA bait TUHAN, adalah tempat bagi bangsa Israel untuk menyembah dan memberi korban bakaran kepada TUHAN di atas MEZBAH. Di situlah TUHAN bertemu dan berfirman kepada bangsa Israel.
“Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN.” Ulangan 23:1
“Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN.” Ulangan 23:2
“Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,” Ulangan 23:3
Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya. Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN.” Ulangan 23:8
“Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya, Imamat 21:17
karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya, Imamat 21:18
orang yang patah kakinya atau tangannya, Imamat 21:19
orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya. Imamat 21:20
Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya. Imamat 21:21
Mengenai santapan Allahnya, baik persembahan-persembahan maha kudus maupun persembahan-persembahan kudus boleh dimakannya. Imamat 21:22
Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.” Imamat 21:23
Kerabatku sekalian, orang KAFIR (non Israel) dan orang CACAT tidak boleh masuk ke BERANDA Bait TUHAN dan tidak boleh menyembah YHWH. Mereka yang melanggar harus MATI. Hanya Teolog sontoloyo yang mengajarkan bahwa KAFIR (bangsa-bangsa lain) boleh MASUK halaman bait TUHAN.
RUANG KUDUS
Haruslah kautaruh TEMPAT PEMBAKARAN itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau. Keluaran 30:6
“Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.” Kel 30:7
Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun. Keluaran 30:8
Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya. Keluaran 30:9
Yang mengajarkan orang Israel bebas masuk ruang kudus adalah sarjana teologi kutu kupret. Kenapa demikian? Karena kudus (qodesh) artinya khusus. Ruang Kudus adalah tempat imam menyembah dan memberi korban ukupan atau korban bakaran atau korban sajian bakaran kepada TUHAN.
Hanya Imam yang bertugas yang boleh masuk ke ruang kudus dan menyembah TUHAN (YHWH). Di luar Imam yang bertugas, tidak boleh ada yang masuk ke ruang kudus.
RUANG MAHAKUDUS
Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.” Keluaran 25:22
Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Imamat 16:29
Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Imamat 16:30
Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Imamat 16:31
Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus. Imamat 16:32
Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu. Imamat 16:33
Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka.” Maka Harun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Imamat 16:34
Setahun sekali imam agung melakukan pendamaian bagi bangsa Israel. Imam agung juga mengadakan pendamaian bagi tempat mahakudus, tempat kudus dan beranda alias mezbah bakaran. Pada hari tersebut, Imam agung membuka tabir yang memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus sehingga KEDUANYA pun menjadi SATU ruangan.
Pada hari tersebut, semua barang yang ada di dalam kemah pertemuan alias ruang mahakudus, ruang kudus dan beranda, DIPERDAMAIKAN dengan percikan DARAH domba. Pada hari itu, TUHAN akan hadir di atas TABUT TUHAN.
TINGKAT KEKUDUSAN
Joas Adiprasetya bukan satu-satunya teolog ngaco-belo yang mengajarkan bahwa KUDUS ada tingkatannya. Kenapa halaman alias beranda bait TUHAN tidak disebut KUDUS alias KHUSUS? Karena itu bersifat UMUM bagi semua orang Israel.
Ruang di dalamnya disebut KUDUS alias KHUSUS karena peruntukkannya KHUSUS untuk para imam. Ruang selanjutnya disebut MAHA KUDUS alias KHUSUS KHUSUS karena sangat dikhususkan untuk ibadah tahunan oleh Imam Agung.
Semua tempat di mana YHWH hadir menjadi KUDUS (khusus) karena DIKUDUSKAN alias dikhususkan oleh-Nya. Itu sebabnya, baik halaman, maupun ruang kudus, maupun ruang mahakudus, SAMA KUDUS-nya alias khususnya sebab ketika IBADAH dijalankan, YHWH hadir di tempat-tempat tersebut.
Joas benar-benar ngaco-belo mengajarkan bahwa bangsa KAFIR (bangsa nonIsrael) boleh masuk ke BERANDA Bait suci untuk menyembah TUHAN (YHWH). Ajarannya bahwa orang Israel boleh masuk ruang kudus di Bait TUHAN juga benar-benar sontoloyo.
Faktanya, YHWH (TUHAN) hanya MAU disembah oleh bangsa Yahudi. Hanya orang Yahudi yang BOLEH menyembah-Nya. Orang asing alias orang non Yahudi HARAM hukumnya untuk menyembah YHWH.
@thamjudith, UDAH gua URUS tuh! dah BERES! ha ha ha ha ….. Kcian dech lu!
PERKARA BEDA TAFSIR ITU BIASA…. ORANG KATOLIK,REFORMED,KARISMATIK,ORTODOKS… DLL BEDA TAFSIR SEMUA UTK POKOK2 AJARAN. TAPI YG SANGAT DI SESALKAN UTK SDR BENGCU SUKA MENGATAKAN ” dia justru HANYA melampiaskan LIBIDONYA? ” DAN INI KALIMAT ANDA SDR BENGCU ” Joas Adiprasetya sama sekali tidak bermaksud untuk MENYESATKAN jemaat sebab dia HANYA melampiaskan LIBIDO-nya doang kok ”
INI KALIMAT ANDA KEPADA ORG YG BERBEDA TAFSIR. ANDA SUDAH SANGAT TIDAK PAS DENGAN KONTEKS PERDEBATAN DAN MEMAKAI KATA2 KASAR DAN SARKASME
MENGAPA ANDA MEMAKAI KATA “dia justru HANYA melampiaskan LIBIDONYA?” DALAM PERDEBATAN TAFSIR ??? APA ANDA SUKA MEMBAYANGKAN LIBIDO ???
COBA DI HITUNG BERAPA KALI ANDA PAKAI KATA ITU ??? DAN MERENDAHKAN ORG LAIN DENGAN KATA “Karena jemaat GKI Maulana Yusuf Bandung yang setiap minggu URUNAN untuk membayar gajinya, mengupah dia untuk belajar Alkitab lalu mengajarkannya kepada jemaat.”
SDR BENGCU… JELAS SEKALI KETIKA ANDA MENANGGAPI KOMENTAR2 YG MASUK, DAN TIDAK ANDA SUKAI .. ANDA BERKATA KATA DENGAN KASAR, DARI SINI SAJA SUDAH BISA DITARIK KESIMPULAN BAHWA ANDA
1. MERASA PALING BENAR
2. EGOSIME BERLEBIHAN
3. SARKASME
4. SUKA MERENDAHKAN ORANG LAIN
BACA LAGI DI LINK INI SBG BUKTI KETIDAK BERESAN SDR BENGCU
@SOEGENG, kisanak, anda tahu arti kata LIBIDO? Memang bukan MASALAH kalau berbeda TAFSIR. Namun sayangnya Alkitab adalah STANDAR kebenaran dan sumber pustaka bukan kitab TAFSIR 1001 mimpi. Itu sebabnya Alkitab harus DIPAHAMI dan tidak boleh DITAFSIRKAN sebab Alkitab ditulis untuk dipahami bukan DITAFSIRKAN. MEMAHAMI = mengerti BETuL. MENAFSIRKAN = Menangkap arti perkataan TIDAK apa adanya saja namun MENGUTARAKAN pikiran sendiri atas perkataan tersebut.
kalimat-kalimat saya tIDAK ditujukan kepada orang yang BERBEDA TAFSIR namun kepada orang yang MENGAJARKAN ajaran SESAT sebagai ajaran Alkitab. Kalimat saya yang lain juga ditujukan untuk MENEGOR orang yang “Karena jemaat GKI Maulana Yusuf Bandung yang setiap minggu URUNAN untuk membayar gajinya, mengupah dia untuk belajar Alkitab lalu mengajarkannya kepada jemaat.”
Anda SENDIRI merasa PAS ya ketika menyatakan hai hai TIDAK PAS? ha ha ha ha ….. Baikalh kisanak, hai hai MENULIS dngan Alkitab sebagai standar kebenaran dan sumber pustaka bukan dengan ALTAFSIR sebagai standar kebenaran. Oleh karena itu HAKIMILAH yang hai hai TULIS dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran.
@SOEGENG, Anggap SAJA yang anda katakan tentang hai hai BENAR! apa pun ANGGAPAN orang lain tentang hai hai, Saya ANGGAP benar dan tidak MENYANGKALNYA. Setelah anda PUAS MENGANGGAP hai hai, silahkan MULAI MENGUJI dengan Alkitab di depan banyak sAKSI apakah yang hai hai TULIS tentang KESESATAN ajaran Joas Adiprasetya BENAR?
Kisanak pinjam kalimat anda untuk MENEGOR anda ya? ha ha ha ha ha ha ha …..
SOEGENG: PERKARA BEDA TAFSIR ITU BIASA…. ORANG KATOLIK, REFORMED, KARISMATIK, ORTODOKS… DLL BEDA TAFSIR SEMUA UTK POKOK2 AJARAN. TAPI YG SANGAT DI SESALKAN UTK SDR
BENGCUSOEGENG SUKA MENGATAKAN:SOEGENG: BACA LAGI DI LINK INI SBG BUKTI KETIDAK BERESAN SDR BENGCU
Ha ha ha ha ha ha ha ha ha …. kalau anda memang SUKA dengan TAFSIRAN hai hai silahkan cari dengan google memakai frasa: Yesus ke nusantara. ha ha ha ha ha ha ha …
Biarlah bengcu menggonggong khafilah berlalu…dia sering menggugat tpi gmau digugat..
@Alvin, blog hai hai nongkrong di internet 24 jam setiap harinya menunggu siapa saja untuk MENGGUGATNYA. ha ha ha ha …. menuduh hai hai nggak mau digugat sama sekali tidak mengubah FAKTA tersebut lho bang. Ha ha ha ha ha …. Sayangnya, belum ada SATU orang Kristen baik yang AWAM maupun sarjana teologi yang MAMPU menunjukkan kesalahan blog hai hai dan mengajarkan yang BENAR. ha ha ha ha ha …. Tentu saja dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan STANDAR kebenaran, kisanak.
Bengcu, sepertinya anda perlu banyak berdoa agar tau maksud Tuhan sebenarnya.
Sebab Alkitab bukanlah segalanya, melainkan kesaksiannya tentang Allah dan karya-Nya lah yang kita syukuri dan percaya.
Buat saya pribadi, saya meragukan (skeptis) ttg isi Alkitab selain dari perkataan Yesus. Bahkan paulus pun saya dapat meragukan.
Misalnya bagaimana anda menjelaskan umur bumi? Apabila dihitung secara alkitabiah, umur bumi 7000an tahun, apakah benar? Lalu siapa istri set? Dan darimana asal bangsa2?
Kalau anda memaksa menjawab, hanya akan membuat pusing, atau berdosa karena mencoba mengarang2.
Alkitab hanya alat Tuhan, jadi jangan sembah Alkitab sebagai kebenaran mutlak. Melainkan kesaksian tentang kasih Allah adalah hal mutlak.
So, tidak ada guna menggugat, karena yang senang justru iblis yang ada dalam hati anda.
Kata Yesus dalam Alkitab: “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Salam
H-H