Dia sahabatku. Setelah ngomel habis-habisan atas berbagai tulisan di internet yang menuduh umat Islam menyembah berhala karena mereka bersujud menghadap Kabah dan mencium batu Hajar Aswad ketika ke Mekah.
Mungkin karena bosan, begitu saja dia berhenti marah lalu menatapku yang sejak tadi mendengarkannya. “Demi Allah, tolong beritahu saya, benarkah orang Islam menyembah berhala Kabah dan Hajar Aswad?”
Melipat tangan di dada, saya membalas tatapannya namun tidak menjawab pertanyaannya. “Apakah umat Islam menyembah berhala?” Dia kembali bertanya.
Tersenyum, aku berakata, “Banyak yang tidak mau memasuki ruangannya meskipun melewati pintunya.” Sahabatku menatapku dan aku membiarkannya demikian.
“Demi Allah, jawablah dengan jujur. Benarkah umat Islam menyembah berhala?” Tanyanya. Matanya tulus memancarkan rasa haus.
Saya membalas tatapannya lalu berkata, “Saya bukan ahli Alquran.” Dia melotot lalu berkata, “Saya tidak bertanya kepada ahli Alquran. Aku bertanya padamu, apa pendapatmu tentang Ka’bah?”
Tersenyum, saya menjawab, “Saya bukan orang Islam.” Dia berkata ketus, “Aku tidak bertanya kepada orang Islam namun bertanya padamu, apa pendapatmu tentang Ka’bah? Kamu menyebut diri Tionghoa Kristen. Apa pendapatmu tentang Ka’bah?” Kejarnya.
Menatapnya, kumenjawab, “Saya bukan orang Islam dan bukan ahli Alquran, pendapat saya bisa saja salah bahkan bertentangan dengan ajaran Alquran.”
Dia menatap saya tanpa menyembunyikan kesalnya, “Aku hanya ingin tahu, apa pendapatmu tentang Ka’bah?”
Ngakak ku pun berkata, “Menurut saya, Kabah baik-baik saja!”
Dia melayangkan tinjunya menghantam lengan atas saya. Sakit. Setelah rasa sakti hilang, aku menatapnya tajam, dan berkata, “Menurutku, umat Islam bersujud kepada Kabah karena, Kabah adalah ajaran tertinggi agama.”
Sahabatku mengernyitkan dahinya, matanya penuh tanya, aku menganggukan kepalaku meyakinkannya.
Sahabatku: Ketika Solat, umat Islam menghadap Kabah. Dan hanya menghadap Kabah. Apakah Kabah adalah berhala?
Aku: Umat Islam menyembah Allah dengan bersujud kepada Kabah. Itulah kebenarannya.
Sahabatku:Apakah Kabah adalah berhala?
Aku: Berhala adalah buatan manusia yang disujuti seolah Allah. Itulah berhala.
Sahabatku: Solat menghadap Kabah adalah perintah Allah.
Aku: Perintah Allah tidak mengubah fakta bahwa Kabah adalah buatan manusia dan umat Islam di seluruh dunia bersujud menghadapnya setiap kali solat.
Sahabatku: Allah melarang umat Islam menyembah berhala.
Aku: Namun Allah menyuruh umat Islam solat menghadap Kabah. Ketika umat Islam menyembah Allah, mereka bersujud kepada Kabah.
Sahabatku:Kenapa Allah yang mengharamkan berhala menyuruh manusia bersujud ke Kabah? Adakah yang salah dengan ajaran Alquran?
Aku: Saya tidak tahu! Namun Alquran adalah standard kebenaran umat Islam. Standard kebenaran mustahil salah.
Aku membiarkan sahabatku merenung. Dia seorang muslim yang saleh. Rajin solat dan rajin mengaji serta rajin mempelajari Alquran. Dia mengungkapkan cintanya kepada Allah dengan mengasihi sesama manusia.
Sahabatku: Sahabatku.
Aku menganggukkan kepala membalas sapaannya.
Sahabatku: Sahabatku. Tolong nasehati aku, apa yang harus aku lakukan?
Setelah menatapnya tajam-tajam, mengukur ketulusan hatinya, aku berkata;
Aku: Pergilah haji.
Sahabatku:pergi haji? Apa yang akan ku dapat dengan naik haji?
Aku: Mengunjungi Kabah! Mengunjungi Mekah.
Sahabatku: Apa yang kan kudapat dengan mengunjungi Kabah dan Mekah?
Aku mengulangi pertanyaannya, “Apa yang aku dapat dengan mengunjungi Kabah?” Lalu menatapnya jail. Dia melotot namun tak mampu menyembunyikan rasa ingin tahunya yang membludak. Aku ngakak. Dia mengernyitkan keningnya, berpikir. Keheningan menguasai ruang di antara kami. Entah berapa lama hal itu berlangsung. Akhirnya dia memecah kesenyapan dengan suaranya yang sinis.
Sahabatku: Menyerah! Tolong ajari aku.
Setelah menatapnya lekat-lekat, aku pun berkata;
Aku: Pergi Haji maka engkau akan melihat Mekah. Negeri di mana nabi tinggal. Selain Mekah engkau juga akan melihat Kabah. Ketika melihat Kabah, apa yang engkau lihat?
Sahabatku: Pergi Haji maka engkau akan melihat Kabah. Ketika melihat Kabah, apa yang engkau lihat? Melihat Kabah? Melihat kabah, hanya melihat Kabah.
Aku: Apa arti Kabah?
Sahabatku: Kabah artinya rumah tua.
Aku: Rumah tua artinya Baitul ‘Atiq, kawan, bukan Kabah.
Sahabatku: Kabah ….. Artinya Kubus
Aku: Pernahkah orang Arab berkata, ‘Ini Kabah.’ Ketika melihat Kubus?
Sahabatku: Konon katanya, Kabah artinya Kubus.
Aku: konon, Kabah ditafsirkan sebagai kubus oleh orang Arab karena mereka tidak tahu apa arti sebenarnya dari Kabah. Konon lho ya. Ha ha ha ha ha ha …
Sahabatku: Kalau begitu, apa arti Kabah?
Aku: Saya tidak tahu.
Sahabatku: Sialan! Udah nggak tahu masih sok jagoan nyalahin orang lain? Dasar!
Aku: Orang Arab yang tidak tahu arti Kabah memberinya arti KUBUS. Kenapa kita yang tidak mengerti arti KABAH tidak boleh memberinya ARTI baru? Ha ha ha ha ha ….. namanya juga usaha!
Sahabatku: Like-like lu lah! Apa Arti Kabah?
Aku: Kamu nggak pernah naik haji, itu sebabnya nggak pernah melihat Kabah. Kalau pun pernah Haji, kamu hanya melihat Kabah dari luarnya saja. Namun, banyak buku yang menulis tentang Kabah, baik bagunannya maupun isi ruangannya. Di internet pun tulisan-tulisan demikian bertebaran.
Sahabatku: Lho. Kok melintir ke mana-mana? Jadi apa artinya Kabah, kisanak?
Aku: Kabah artinya Allah Tidak ada di sini.
Sahabatku: Kabah artinya Allah tidak ada di sini?
Aku: Kabah artinya Allah Tidak ada di sini.
Sahabatku menatapku sambil megnernyitkan keningnya. Sinar matanya mencorong seolah berusaha menembus ke dalam kepalaku untuk melongok isinya. Tak peduli tatapannya, aku melanjutkan.
Aku: Pada saat seorang muslim naik haji dia pun melihat negeri tempat tinggal Nabi. Di sana dia akan melihat bahwa semuanya biasa saja. Mekah dihuni oleh sesama manusia. Mekah tidak dihuni oleh dewa-dewi. Orang-orang Arab hanya sama manusia belaka. Di Mekah dia mengunjungi Kabah untuk melihat apa yang selama ini disujutinya setiap hari, setiap kali solat. Apa yang ditemukan di Kabah?
Sahabatku: Apa yang ditemukan di Kabah?
Aku: Konon, pada zaman jahilliyah (kegelapan) di Kabah ada 360 patung berhala yang kepadanya penduduk Arab bersujud menyembah. Atas perintah nabi berhala-berhala itu pun lalu dimusnahkan.
Sahabatku: Apa yang ditemukan di Kabah?
Aku: Allah tidak ada di sini!
Sahabatku: Apa yang ditemukan di Kabah? Allah tidak ada di sini!
Aku: Allah tidak ada di ini karena ini hanya Kabah. Allah tidak ada di sini karena ini hanya rumah tua (Baitul ‘Atiq). Allah tidak ada di sini karena Allah bukan buatan manusia. Allah tidak ada di sini sebab Allah tidak tinggal di rumah buatan manusia. Allah tidak ada di sini karena Allah bukan berhala. Allah adalah Yang Mahatinggi.
Sahabatku: Allah tidak ada di sini karena Allah adalah Yang Mahatinggi? Maksudmu, Allah ada di tempat yang tinggi?
Aku: Karena tidak ada di Kabah yang disujuti oleh umat Islam dari seluruh dunia setiap kali solat, mustahil Allah ada di tempat yang tinggi. Kisanak, tentang Kabah sebagai kiblat, inilah yang tercatat:
Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 144).
Sahabatku: Bila tidak ada di tempat yang tinggi, kenapa dikatakan Allah adalah Yang Mahatinggi?
Aku: Allah Mahatinggi bukan karena Dia tinggal di tempat yang tinggi namun karena di tempat paling tinggi sekalipun Allah tetap ditinggikan dan di tempat yang paling rendah sekali pun Dia tetap Mahatinggi.
Sahabatku: Kenapa kiblat ke Kabah? Bukankah sebelumnya itu rumah berhala?
Aku: Karena ada yang menangadah ke langit seolah Allah tinggal di sana, itu sebabnya Allah memalingkannya ke Kabah, bekas rumah berhala untuk mengingatkan manusia dari generasi ke generasi bahwa Dia tidak ada di di langit apalagi di Kabah.
Sahabatku: Bila tidak ada di Kabah, lalu Allah ada di mana? Mesjid?
Aku: Bila Allah ada di Kabah, bukankah naik haji berarti berkunjung ke rumah Allah? Bila Allah ada di mesjid bukankah seharusnya mesjid disebut rumah Allah, rumah tempat Allah tinggal? Namun selama ini kita menyebut mesjid rumah ibadah. Rumah ibadah artinya rumah tempat manusia menjalankan ibadahnya.
Sahabatku: Bila tidak ada di Kabah dan mesjid, lalu Allah ada di mana?
Aku: Allah ada di sini.
Sahabatku: Allah ada di sini?
Aku: Allah ada di sini. Itu sebabnya semua orang solat di sini bukan? Semua orang menyembah-Nya di sini bukan? Semua orang bersujud kepadanya di sini bukan? Allah ada si sini itu sebabnya meskipun bersujud ke arah Kabah yang dulunya adalah rumah berhala, tidak menjadikan umat Islam menyembah berhala.
Sahabatku: Kenapa tidak ada yang keberatan menyembah Allah denan bersujud ke Kabah? Bukankah mereka tahu itu bekas rumah berhala?
Aku: Islam artinya tunduk atau patuh. Muslim artinya orang yang taat. Itu sebabnya mereka TAAT ketika disuruh Allah untuk menyembah-Nya dengan bersujud ke Kabah rumah buatan manusia bahkan bekas rumah berhala. Adakah ketaatan atau kepatuhan yang melebihi hal demikian? Mau menyembah-Ku? Silahkan, namun lakukanlah itu dengan bersujud ke arah rumah berhala. Adakah ketaatan dan kepatuhan serta kerendahan hati yang melebihi hal demikian? Sahabatku?
Sahabatku: Sahabatku ….
Aku: Itu sebabnya disebut Islam. Oleh karena mereka adalah muslim.
Bersedekap, sahabatku menatapku tajam. Bibirnya tersenyum hampir ngakak. Dia lalu berkata,
Sahabatku: Sahabatku …. Engkau seorang Tionghoa Kristen. Itukah yang engkau ajarkan tentang Kabah?
Aku: Itulah yang aku pahami ketika mempelajari Kabah dan kiblat di Alquran dan Hadist. Aku hanya meneruskannya, tidak membuat ajaran baru. Entalah, pemahamanku itu benar atau salah. Namun, itulah yang aku pahami sebagai seorang Tionghoa Kristen yang mempelajari Alquran.
Sahabatku itu mengubah duduk silanya menjadi bersimpuh. Dia lalu menurunkan kepalanya hingga menyentuh lantai sambil berkata, “Sahabatku!” Aku pun mengubah silaku menjadi simpuh dan menurunkan kepalaku hingga menyentuh lantai dan berkata, “Sahabatku!”. Orang-orang yang tidak mengerti pasti menyangka kami adalah dua orang gila yang saling menyembah padahal kami hanya dua orang sahabat yang sedang menyatakan cinta kasih dan hormat dengan saling merendahkan diri satu kepada yang lainnya.

@henry, hai hai MEMAKI namun dia benar-benar BERPENGETAHUAN bukan? ha ha ha ha ha ….. Itulah BuKTI bahwa hai hai TIDAK MEMAKI namun MENyATAKAN FAKTA. FAKTA bahwa yang DISEBUT TOLOL oleh hai hai memang TOLOL dan yang disebut GOBLOK memang GOBLOK.
kisanak, sebaiknya anda BACA Alkitab dengan teliti dan hati-hati dech. Bagaimana kalau BACA Alkitab elektronik? Dengan demikian anda TIDAK akan KESULITAN menemukan Ayat yang memakai kata; TOLOL? Silahkan klik di SINi dech untuk membacanya.
Lain kali, belajar Alkitab dulu baik-baik SEBELUM mengeluarkan PERNYATAAN ya? MALU-MALUIN tahu, udah tereak KENCENG ternyata diri sendiri NGGAK berpengetahuan. Ha ha ha ha ha … SEmoga anda mendapat PENCERAHAN, kisanak.
Tidak berani jawab dia…
Ha ha ha ha ha …. anda tahu ANJING GALAK? Anjing galak adalah anjing yang MENGGONGGONG seolah siap membunuh dari balik PAGAR ketika melihat mnakluk ASING. Banyak orang menyangka ANJING GALAK adalah anjing yang BAGUS padahal FAKTANYA justru kebalikannya.
ANJING GALAK adalah ANJING PENAKUT yang mudah sekali MERASA TERANCAM. Itu sebabnya dia bertindak SOK JAGOAN seolah siap MEMBUNuH. itu namanya GERTAK SAMBAL.
Anda tahu PREMAN PASAR yang SOK JAGOAN? Mereka adalah orang-orang PENAKUT yang mudah sekali MERASA TERANCAM. Mereka menyangka dengan GERTAKANNYA bisa MENAKUTI orang lain. Ha ha ha ha ha ha ha ….. Sebaiknya anda BACA blog hai hai berikut ini
ANJING GALAK! hanya ada TIGA jenis manusia yang TIDAK TAKUT pada anjing GALAK yang tidak DIKENALNYA yaitu:
1. Orang SAKIT JIWA
2. ORANG IDIOT
3. Orang TOLOL
hai hai bukan orang DEMIKIAN, itu sebabnya hai hai TAKUT pada ANJING GALAK yang tidak dikenalnya. Kenapa hai hai TAKUT pada anjing GALAK? Karena anjing GALAK mungkin sudah belajar menggigit orang itu sebabnya dia akan MENGGIGIT orang karena TAHU itulah CARA paling CEPAT MENGUSIR makluk ASING. bila anda mendekati anjing GALAK dan nggak DIGIGITNYa, APA HEBATNYA? Tidak ada yang bisa dibanggakan sama sekali.
PREMAN KAMPUNGAN! Hanya ada TIGA jenis manusia yang TIDAK TAKUT pada PREMAN KAMPUNGAN yang tidak dikenalnya yaitu:
1. Orang SAKIT JIWA
2. ORANG IDIOT
3. Orang TOLOL
hai hai bukan orang DEMIKIAN, itu sebabnya hai hai TAKUT pada PREMAN KAMPUNGAN yang tidak dikenalnya. Kenapa hai hai TAKUT pada PREMAN KAMPUNGAN? Karena bila BERTARUNG dengannya, BELUM tentu MENANG. Kalau pun BERTARUNG lalu MENANG, nggak ADA yang BISA dibanggakan SAMA sekali. Apa HEBATNYA mengalahkan PREMAN KAMPUNGAN? Ha ha ha ha ha ha ….
itu sebabnya baik ketika KEPERGOK anjing GALAK maupun kepergok PREMAN KAMPUNGAN hai hai TAKUT. Jadi biarkan SAJA anjing GALAK terus MENGGONGGONG dan PREMAN KAMPUNGAN terus MELOLONG karena BAIK GONGGONGAN maupun LOLONGAN tidak MENYAKITKAN. Ha ha ha ha ha ……
Saudara Hai hai Bengcu, Alquran Sura 1-6 sdh dgn menjelaskan dgn gamblang bahwa Tuhan yg disembah oleh Muslim TIDAK SAMA dengan Tuhan yg disembah Kristen.Seandainya anda ngotot bahwa Tuhan Israel dan Islam itu sama,dpt dipastikan kepala anda sdh tdk pada posisinya di hadapan umat muslim radikal saat anda mengganti kalimat syahadat Islam menjadi “tiada Tuhan selain Elohim,dan muhamad adlh rasul Elohim” !.
Alquran diklaim langsung dari Allah, jd jikalau ada setitik saja kesalahan didalamnya ,gugurlah klaim tersebut ! .Perkataan alquran bahwa bumi ini datar, matahari tenggelam di dalam lumpur hitam dan segala absurditas dlm alquran secara otomatis sdh membuktikan kitab itu karangan manusia.
Anda mengatakan menguji ajaran islam dgn alquran sbg standar kebenaran, tetapi alquran sendiri nota bene sdh mengandung banyak kesalahan , akhirnya semuanya seperti pepatah menyapu lantai kotor dgn sapu yg kotor.
Disebut muslim yg baik kalo mempraktekkan semua ajaran alquran sekalipun harus membunuh kafir (yahudi dan kristen) dgn imbalan surga dgn masing2 jihadis mendapat 72 bidadari!.
Sebaliknya orang kristen yg melakukan kejahatan justru membelakangi Alkitab.
Contoh muslim yang baik adalah Osama bin laden, Ayatullah khomeini, Dr Azhari, Noordin M. top,dll.
Contoh orang kristen yg baik adalah bunda Theressa dari Calcutta.
Jd sebaiknya perbandingannya spt ini :
YESUS dengan ajaran/kelakuannya –Versus– MUHAMAD dgn Ajaran/kelakuannya!!.
Anda mengatakan semua agama sama mengajarkan kasih dgn mencintai Tuhan dan sesama manusia, sayangnya …kasih dlm islam hanya terbatas antara sesama muslim.! Muhamad sendiri berkata perangi mrk sampai mrk mengucap syahadat(masuk islam) !, . Silahkan meliat di Youtube bagaimana bentuk toleransi “agama damai”.Apa yg di alami kristen koptik dimesir, kristen minoritas di irak , bahkan banyaknya pembakaran Gereja di Indonesia . Kasus barusan menimpa jemaah HKBP Cikuesik. Coba anda nguping khotbah2 jumat, isinya menggambarkan kebencian pada kristen dan yahudi !
Di Arab Saudi tdk boleh bangun gereja dan beribadah, tetapi di negara Amerika, Perancis, Inggris mereka di beri kebebasan beribadah dan membangun mesjid, bahkan itu dijamin oleh Undang2 Negara tersebut.
Islam hanya mengenal dua wilayah yaitu darul harb (wilayah perang) dan darul salam (wilayah damai yg dikuasai islam) . Keliru kalo ada anggapan kami membenci muslim! Yang kami benci adalah ajaran islam, ibarat seorang dokter tdk boleh membenci pasien,tetapi membenci penyakit dan mau memusnahkan penyakit agar pasien sembuh. Adalah salah membela dan memberi kekebalan pada suatu idiologi kebencian hanya karena idiologi tersebut dianggap agama!!.
Seseorang bisa saja beriman pada ajaran yang salah, makanya Tuhan memberikan kita otak spy kita dapat membedakan mana ajaran yg salah dan mana ajaran yg sesat.
Mencari kebenaran dgn mempercayai hal hal irasional tanpa menggunakan otak itu juga salah!
Spt kata Galileo kalo Tuhan tdk pingin manusia memakai otak ,utk apa Dia memberikan otak pada kita??
Buku Alisina ‘Understanding Muhamad’ atau ‘memahami muhamad’ sampai sekarang belum dapat di bantah oleh para Mullah, pakar, ayatullah ,doktor islam sekalipun. Semuanya pada ngaciiiiir !
( Coba anda buka blog : http://www.indonesian.alisina.org )
@Paulus, umumnya orang-orang Kristen belajar ajaran Alquran bukan dari Alquran namun dari APA kata ORANG non ISLAM tentang ajaran Alquran. di samping itu, umumnya TUJUAN utama orang Belajar ajaran Islam dengan tujuan untuk mencari CELA untuk MENGUTUK atau MENYELAHKAN ajaran Islam. orang-orang Kristen demikian adalah orang-orang TOLOL yang menyangka bila mereka MAMPU menunjukkan KESALAHAN ajaran Alkitab maka umat Islam akan BERBONDONG-BONDONG memeluk agama Kristen.
Sebagai orang Kristen saya mempelajari Alkitab dan hidup dengan Alkitab sebagai sumbe pustaka dan standard kebenaran. Orang kristen menyebut dirinya GARAM dan TERANG dunia. Orang Kristen mengaku memberitakan Injil alias KABAR BAIK. Anda orang Kristen bukan? Anda MENYANGKA diri sedang MEMBERITAKAN kabar baik namun umat agama lain, JUSTRU membenci anda. KONDISI demikian hanya berarti SATU hal yaitu: Anda sama sekali TIDAK memberitakan KABAR BAIK namun KABAR BURUK. itu sebabnya anda DIMUSUHI. Anda mengaku MENJADI GARAM dan TERANG dunia namun orang-ornag MENOLAK anda. Itu berarti apa? Itu berarti anda sama sekali TIDAK MENGASINI dan MENERANGI.
Nah, kisanak. Kenapa anda TIDAK mulai MAWAS diri dan BERCERMIN? UNTUK apa sibuk mengurusi ajaran agama lain sedangkan anda sama sekali BELUM memahami ajaran Alkitab? Ha ha ha ha ha ha ha … Oleh karena itu, kisanak, BANGUN dari TIDUR anda dan KELUAR dari MIMPI anda. Belajar Alkitab baik-baik. BERSIHKAN rumah anda SENDIRI. Itu yang harus anda lakukan. JANGAN SOK JAGOAN mengeritik dan MENGHAKIMI hamba orang lain.
islam memang SESAT, UMAT muslim itu orangnya TOLOL-TOLOL BODOH -BODOH, Saya tidak takut sama Orang TOLOL Seperti Orang-orang Islam.
Saya sudah mengerti semua konsekwensi atas perkataan saya. wkwk Orang Islam Tolol
Seindonesia keroyokin saya juga saya gak gentar
JANGAN SOK JAGON KAU! SEPERTI IBLIS YANG TAKABUR KAMU ITU ORANG KAFIR !!! DASAR KAFIR !
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.Q.S.7 (Al A’raaf):
JAGA MULUTMU KAFIR !
Ha ha ha ha ha ha ha ha …… Anda MENYEBUT hai hai KAFIR dan menganggap diri ORANG baik? Tapi coba lihat PERILAKU anda? Ha ha ha ha ha ha ha ….. K’Cian dech lu! Bukan hanya GALAU namun anda juga KALUT ya? Ha ha ha ha ha ha ha …