Banjir pada zaman Nuh disebut Banjir Nuh. Sebagian umat Kristen percaya bahwa Banjir Nuh melanda seluruh dunia dan selain isi bahtera Nuh, tidak ada makluk lain yang selamat. sebagian yang lainnya meyakini bahwa Banjir Nuh adalah banjir lokal yang hanya melanda kampung Nuh dan sekitarnya, itu sebabnya selain isi bahtera Nuh masih banyak manusia dan binatang di belahan dunia lain yang tidak binasa. Mungkinkah Banjir Nuh melanda seluruh dunia namun keluarga Nuh bukan satu-satunya yang selamat? Itulah yang diajarkan Alkitab.
Dongeng Banjir Manca Negara
Banyak arkeolog yang menemukan bekas banjir purbakala di seluruh belahan dunia. Itulah salah satu bukti yang diajukan oleh teolog-teolog Kristen yang percaya bahwa Banjir Nuh melanda seluruh dunia. Apakah penemuan-penemuan bekas-bekas banjir yang melanda manca negara di jaman purbakala membuktikan bahwa banjir jaman Nuh melanda seluruh dunia? Belum tentu! Penemuan-penemuan tersebut hanya membuktikan adanya banjir yang melanda berbagai belahan dunia di jaman purbakala, namun sama sekali tidak membuktikan bahwa banjir-banjir tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan dan satu kesatuan.
Cerita-cerita kuno tentang banjir besar bertebaran di manca negara. Kisah yang benar adalah yang tercatat di dalam Alkitab sementara cerita lainnya telah terkontaminasi sehingga menjadi dongeng-dongeng yang tidak masuk akal. Namun semua semua dongeng itu sesungguhnya menceritakan kisah yang sama yaitu kisah Banjir Nuh. Kerabatku ssekalian, apakah cerita-cerita kuno tentang banjir di manca negara membuktikan Banjir Nuh melanda seluruh dunia? Belum tentu! Cerita-cerita kuno tersebut mungkin membuktikan terjadinya banjir di manca negara, tetapi tidak membuktikan bahwa itu adalah Banjir Nuh. Nuh mengatasi bencana banjir dengan membangun bahtera atas petunjuk Allah, namun banjir di dalam cerita-cerita kuno manca negara ditangani dengan cara berbeda-beda.
Sima Qian 司馬遷 (135–86SM) adalah sejarahwan dinasti Han (206–220SM). Di dalam Shiji 史记 (kitab sejarah) bab Bu Sanhuang benjì 补三皇本纪 (Catatan kisah tiga raja), dia mencatat kisah dewa air Gonggong (共工) memberontak. Nuwa 女媧 yang berkuasa menggantikan suaminya Fuxi 伏羲 mengutus dewa api Zhùróng (祝融) untuk memadamkan pemberontakan. Karena kalah perang Gonggong pun melampiaskan kemarahannya dengan membenturkan kepalanya ke gunung Buzhou 不周山 yang adalah pilar penyanggah langit barat. Gunung Buzhou hancur lebur berantakan dihantam kekuatan Gonggong yang luar biasa. Langit pun miring dan bocor karena pilar-pilar penyanggahnya hancur. Air dari sungai langit melimpah ruah ke bumi menyebabkan banjir melanda seluruh dunia. Penderitaan melanda bumi dan kematian terjadi di mana-mana. Untuk mengatasi bencana, Nuwa melebur kura-kura dengan wuseshi 五色石 (batu panca warna) untuk menambal langit yang bocor dan menyanggahnya. Bencana banjir pun berlalu dan hingga saat ini kita masih sering melihat lengkung batok kura-kura penyanggah langit yang memancarkan lima warna.
Beberapa pengkotbah Kristen mengajarkan bahwa Nuwa adalah Nuh. Menurut mereka, anak-anak Nuwa: Lohan, Loshen dan Zahu adalah Ham, Sem dan Yafet anak Nuh. Gomen anak Zahu adalah Gomer anak Yafet (Kejadian 10:2). Kusa dan Meshi adalah Kush dan Misraim anak-anak Ham (Kejadian 10:6). Jurus tafsir 1001 mimpi alias kutak-katik biat ngait. Itulah yang dilakukan oleh para pengkotbah tersebut.
Raja Yao Tiongkok Kuno Bukan Nuh
Apabila Adam diciptakan pada tahun ke 1, maka berdasarkan umur para leluhur yang tercatat di dalam kitab Kejadian, Banjir Nuh terjadi pada tahun 1657 atau setara dengan tahun 2344 SM.
Jizi lalu berkata, “Saya mendengar, dahulu kala Gun (ayah raja Yu) membuat bendungan untuk menahan banjir tanpa memperhitungkan sifat kelima unsur. Di 帝 (Shangdi上帝) tidak berkenan sehingga tidak memberikan, Sembilan Pedoman Agung (Hongfan jiuchou洪範九疇). Tatanan masyarakat kacau-balau. Gun lalu dipenjara hingga meninggal dunia. Yu sebagai ahli warisnya lalu melanjutkan pekerjaannya. Tian天 memberkati pekerjaan Yu menangani banjir dan mewahyukan Sembilan Pedoman Agung, Tatanan masyarakatpun terkendali. Shujing V:IV:3 – Hongfan
Kitab sejarah Tiongkok kuno (Shujing) mencatat bahwa raja Yao memerintah Tiongkok tahun 2357-2255SM. Dia lalu digantikan oleh raja Shun tahun 2255-2205SM yang kemudian digantikan oleh raja Yu tahun 2205-2197SM. Menurut kitab Shujing, Tiongkok dilanda banjir besar saat pemerintahan raja Yao. Gun yang menjabat menteri pekerjaan umum dihukum penjara seumur hidup karena tidak berhasil mengatasi bencana itu. Jabatan Gun digantikan oleh anaknya Yu. Setelah berjuang selama 13 tahun dengan membangun kanal-kanal dan bendungan, Yu berhasil mengatasi banjir besar tersebut. Apabila kita membandingkan catatan sejarah yang tercatat di dalam Alkitab dan kitab sejarah Tiongkok (Shujing), maka nampak bahwa banjir Nuh terjadi pada saat pemerintahan Yao. Mengenai bajir tersebut, kitab Shujing mencatat:
Raja berkata, “Kemarilah Yu! Ajukanlah saran-saranmu.” Yu memberi hormat, lalu berkata, “Ah, baginda, apa yang dapat ku katakan? Aku hanya berfikir, bagaimana melaksanakan tugas harianku sebaik-baiknya.” Gao Tao berkata, “hmm…! Bagaimanakah itu?” Yu berkata, “Air bah meluap hingga ke langit, Sangat luas, menggenangi gunung dan menenggelamkan bukit, rakyat bingung dan ketakutan. Aku melakukan perjalanan dengan keempat jenis kendaraan, menyusuri gunung menerobos hutan, sementara itu Yi mengajar rakyat bagaimana memperoleh makanan segar. Aku menemukan sembilan sungai yang mengalir ke empat lautan, menggali parit dan terusan untuk mengalirkan air ke sungai-sungai besar; Menteri pertanian mengajarkan cara bercocok tanam dan berburu. Mendorong rakyat melakukan pertukaran barang yang dimiliki dengan yang tidak dimiliki dan menata perkampungan. Demikianlah rakyat banyak memperoleh makanan, berlaksa suku terkendali. Gao Tao berkata, “Setuju! Semua yang anda katakan benar.” Shu Jing II:IV:1 – Yi Ji
Apakah banjir besar yang terjadi pada pemerintahan raja Yao adalah Banjir Nuh? Saya tidak tahu! Apakah raja Yao adalah nabi Nuh? Mustahil. Nuh hanya selamat bersama keluarganya sedangkan raja Yao selamat dengan sebagian besar rakyat Tiongkok saat itu. Nuh dan keluarganya selamat dari banjir dengan menumpang bahtera sedangkan Yao dan rakyatnya selamat dari banjir karena mereka membangun bendungan dan kanal.
Bahtera Nuh Bukan Kapal namun Rakit
Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Kejadian 6:15
1 hasta = 45cm. ukuran bahtera Nuh adalah 300 X 50 X 30 hasta = 135 X 22,5 X 13,5 meter. Bahtera tersebut dibuat tiga tingkat, bawah, tengah dan atas (Kejadian 6:16). Luas maksimal masing-masing tingkat di dalam bahtera itu adalah 135 X 22,5 = 3.038 meter persegi sehingga total luas bahtera adalah 9.113 meter persegi. Volume maksimum bahtera adalah 135 X 22,5 X 13,5 = 41.006,25 meter kubik.
Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Kejadian 7:11
Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Kejadian 7:2-4
Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering. Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; Kejadian 8:14 -16
Saat ini kita mengenal 16.000 jenis (species) burung, 4.500 jenis mamalia, 8.225 jenis reptil reptile dan 850.000 jenis serangga. Bila masing-masing di bawa sepasang, maka itu berarti Nuh membawa 32.000 ekor burung, 9.000 ekor mamalia, 16.500 ekor reptil dan 1.700.000 ekor serangga. Beberapa teolog mengalkulasi volume (meter kubik) bahtera Nuh dengan kapasitas angkut truk kontainer yang mampu mengangkut 240 ekor domba. Dengan cara demikian mereka menemukan bahwa maksimal jumlah binatang yang dibawa Nuh hanya akan memenuhi 51% dari kapasitas bahtera.
Walaupun kalkulasinya tidak salah, namun para teolog melupakan faktor terpenting dalam perhitungannya. Mereka lupa bahwa binatang-binatang yang diangkut itu tinggal di dalam bahtera selama 1 tahun 10 hari sehingga butuh tempat yang lebih luas dari ukuran tubuh mereka. Anda dapat menempatkan seekor doberman dengan tinggi 70 Cm dalam peti yang berukuran panjang, lebar dan tinggi 80 X 30 X 90 = 0,22 meter kubik. Dalam peti demikian anjing tersebut hanya dapat berdiri, duduk dan tiarap serta berbaring dengan susah payah. Namun untuk hidup selama 1 tahun 10 hari Doberman tersebut butuh tempat yang lebih besar, minimal 100 X 100 X 100 = 1 meter kubik. Selain manusia dan binatang bahtera Nuh juga harus mengangkut makanan untuk makan selama 1 tahun 10 hari.
Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. Kejadian 8:4
Sesungguhnya masalah bahtera Nuh bukan pada daya angkutnya namun pada rancang bangunnya. Bahtera Nuh adalah kapal kayu terbesar dalam sejarah manusia. Bagaimana bentuknya? Bagaimana kekuatannya menghadapi tekanan air dan terjangan ombak? Berapa jauh bahtera itu berlayar? Bahtera Nuh tidak memiliki kemudi juga tidak digerakkan oleh layar dan dayung. Bahtera Nuh mustahil mampu melayari lautan dan dihantam ombak serta di terjang badai. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman Nuh belum mampu membangun kapal kayu sebesar itu yang mampu melayari lautan, menentang ombak dan menerjang badai. Atas dasar apa kita menarik kesimpulan demikian? Atas dasar perkembangan teknologi perkapalan dari generasi ke generasi setelah zaman Nuh. Sesungguhnya bahtera Nuh tidak lebih dari rakit raksasa yang mengambang di atas air banjir. Bahtera itu sama sekali tidak berlayar jauh membelah ombak dan menerjang badai. Bahtera Nuh tidak berlayar jauh dari tempat tinggal Nuh. Itu sebabnya dikatakan bahwa bahtera Nuh kandas di pegunungan Ararat. Itu berarti Nuh kandas di pegunungan yang dikenalnya. Bila bahtera Nuh kandas di pegunungan yang tidak dikenalnya maka yang tercatat adalah Nuh memberi nama pegunungan tersebut.
YHWH Mau Memusnahkan Semua Elohim Hendak Membinasakan Semua
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi (erets) dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, Kejadian 6:5
maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia (Adam) di bumi (erets), dan hal itu memilukan hati-Nya. Kejadian 6:6
Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi (Adamah), baik manusia maupun hewan (bohemah) dan binatang-binatang melata (remes) dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Kejadian 6:7
Adapun bumi (erets) itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Kejadian 6:11
Allah menilik bumi (erets) itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Kejadian 6:12
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi (erets) telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi (erets). Kejadian 6:13
Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi (erets) untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit (shamayim); segala yang ada di bumi (erets) akan mati binasa. Kejadian 6:17
YHWH (TUHAN) ingin memusnahkan semua makluk ciptaan-Nya sedangkan Elohim (Allah) hendak mengakhiri hidup segala makluk. Itu sebabnya semua makluk pasti binasa. Itu sebabnya Banjir Nuh melanda seluruh dunia dan memusnahkan semua makluk hidup. Kehendak YHWH dan Elohim mustahil tidak digenapi. Bila kehendak YHWH dan Elohim tidak digenapi itu berarti YHWH Elohim TIDAK mahadaulat alias mahakuasa.
YHWH ingin memusnahkan segala makluk ciptaan-Nya namun FAKTANYA Nuh dan seluruh isi bahteranya tidak binasa. Bukankah itu berarti YHWH tidak mahadaulat? YHWH ingin memusnahkan bangsa Kanaan namun FAKTANYA bangsa Kanaan tidak musnah sama sekali. Mungkinkah itu karena YHWH tidak mahadaulat? YHWH ingin bangsa Israel menyembah-Nya sebgai satu-satunya ELOHIM namun banyak penduduk Israel yang memilih untuk menyembah YHWH sambil menyembah Baal dan dewa-dewa lainnya. Apakah itu berarti YHWH tidak mahadaulat?
Nuh menghabiskan waktu 120 tahun untuk membangun bahtera. Bahtera yang dibangun oleh Nuh besar sekali sehingga mustahil tidak menarik perhatian orang sekampungnya. Alkitab sama sekali tidak mencatat apa yang dikatakan oleh Nuh kepada orang-orang sekampungnya tentang air bah dan bahtera. Alkitab juga tidak mencatat tentang apa yang dikatakan orang-orang sekampungnya tentang pekerjaan Nuh membangun bahtera. Mungkinkah ada yang meneladani Nuh lalu membangun bahtera mereka sendiri? Saya tidak tahu! Mungkinkah ada yang menyingkir sejauh mungkin dari hadapan YHWH untuk mencari selamat? Saya tidak tahu! Namun saya tahu bahwa umat manusia mengemban amanat: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” YHWH ingin memusnahkan namun manusia pasti berusaha untuk SELAMAT.
Tujuh Hari Untuk Memasuki Bahtera
Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Kejadian 7:4
Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. Kejadian 7:7
Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, Kejadian 7:8
datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Kejadian 7:9
Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. Kejadian 7:10
Nuh dan binatang-binatang hanya diberi waktu 7 hari untuk memasuki bahtera sebelum pintunya ditutup dan hujan turun. Bahtera Nuh hanya memiliki 1 pintu. Saat ini kita mengenal 16.000 jenis (species) burung, 4.500 jenis mamalia, 8.225 jenis reptil dan 850.000 jenis serangga. Bila masing-masing di bawa sepasang, maka itu berarti Nuh membawa 32.000 ekor burung, 9.000 ekor mamalia, 16.500 ekor reptil dan 1.700.000 ekor serangga. Berapa kecepatan binatang-binatang itu memasuki Bahtera? Apabila mamalia dan reptil memasuki bahtera dengan kecepatan 30 detik perpasang maka waktu yang dibutuhkan oleh mamalia dan reptil adalah (4.5000 + 8.225) X 30 = 44, 2 hari. Waktu 7 hari 7 malam tidak akan cukup bagi semua binatang memasuki bahtera.
Semuanya Mati
Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit (shamayim), Kejadian 7:19
sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Kejadian 7:20
Lalu mati binasalah segala yang hidup (basar), yang bergerak (ramas) di bumi, burung-burung, ternak (bohemah) dan binatang liar (chay) dan segala binatang merayap (sheret), yang berkeriapan (sharat) di bumi, serta semua manusia (adam). Kejadian 7:21
Matilah segala yang ada nafas hidup (ruwach nashamah chay) dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Kejadian 7:22
Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi (Adamah), baik manusia maupun hewan (bohemah) dan binatang melata (remes) dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi (erets); hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. Kejadian 7:23
Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Kejadian 7:24
Air menutupi gunung-gunung di kolong langit setinggi 15 hasta alias 6,75 meter. Dalam kondisi demikian, mustahil ada yang selamat. Di samping itu ayat-ayat selanjutnya menyatakan bahwa semuanya MATI. YHWH mustahil membual, itu sebabnya bila Dia menyatakan seluruh kolong lngit itu artinya seluruh bumi. Itu berarti SEGALA yang hidup mati, itu berarti segalanya pasti mati.
Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi. Kejadian 41:57
Pada hari ini Aku mulai mendatangkan ke atas bangsa-bangsa di seluruh kolong langit (shamayim) keseganan dan ketakutan terhadap kamu, sehingga mereka menggigil dan gemetar karena engkau, apabila mereka mendengar tentang kamu.” Ulangan 2:25
Kejadian 41:57 dan ulangan 2:25 adalah ucapan YHWH. Mustahil penduduk Tiongkok kuno pergi ke Mesir untuk membeli gandum, bukan? Mustahil negeri Tiongkok kuno gemetar dan menggigil karena mendengar sepak terjang bangsa Israel, bukan? Apa yang dapat kita simpulkan dari fakta-fakta tersebut di atas? Seluruh dunia belum tentu seluruh belahan bumi. Seluruh kolong langit belum tentu seluruh belahan bumi.
Seluruh dunia YHWH Bukan Seluruh Belahan Bumi
Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan “Kemurahan” dan yang lain kusebutkan “Ikatan”; lalu aku menggembalakan domba-domba itu. Zakharia 11:7
Aku mengambil tongkatku “Kemurahan”, lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa. Zakharia 11:10
Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu “Ikatan”, untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel. Zakharia 11:14
Kepada nabi Zakaria YHWH (TUHAN) menyatakan bahwa Dia menggembalakan manusia dengan DUA tongkat yaitu: Tongkat kemurahan untuk menggembalakan segala bangsa dan tongkat ikatan untuk menggembalakan bangsa Israel. Sejak kapan hal demikian terjadi? Sejak zaman Kain.
Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Kejadian 4:11
Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Kejadian 4:12
Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Kejadian 4:13
Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Kejadian 4:14
Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. Kejadian 4:15
Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. Kejadian 4:16
Sejak kapan YHWH (TUHAN) menggembalakan umat manusia dengan 2 tongkat? Sejak zaman Kain. Karena membunuh adiknya Habel maka Kain pun diusir dari hadapan YHWH. Kain diampuni dia diberi tanda tidak boleh dibunuh.
Kain melahirkan Henokh dan Henokh melahirkan Irad. Irad melahirkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael. Metusael memperanakkan Lamekh dan Lamekh mempunyi dua orang istri yaitu: Ada dan Zila. Ada melahirkan Yabal dan Yubal semengtara Zila melahirkan Tubal Kain dan Naama. Setelah keturunan ke 6, keturunan Kain tidak disebutkan lagi. Di samping itu, umur Kain dan keturunannya juga tidak disebutkan.
Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; Kejadian 5:1
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Kejadian 5:2
Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Kejadian 5:3
Bukankah Kain adalah anak Adam? Kenapa dalam daftar keturunan Adam, Kain tidak disebut? Karena Kain sudah diusir dari hadapan YHWH. Karena sejak diusir, Kain dan keturunannya tersembunyi dari pandangan YHWH. Berdasarkan fakta demikian, maka kita menyimpulkan bahwa seluruh dunia alias seluruh kolong langit yang dimaksudkan oleh YHWH adalah seluruh dunia-Nya. Yang dibenci-Nya, yang tidak disukainya tidak termasuk dalam seluruh dunia-nya.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Keluaran 17:14
Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: Bilangan 33:2
Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20
Kitab Kejadian ditulis oleh Musa. Musa hanya menulis yang dititahkan oleh TUHAN (YHWH) dan diancam hukuman mati bila menulis yang tidak dititahkan. Semua yang dicatat oleh Musa adalah kesaksian dari YHWH. Karena Kain sudah diusir dari hadapan-Nya itu sebabnya YHWH tidak bersaksi lagi tentangnya dan keturunannya.
Kita tidak tahu sejauh mana Banjir Nuh melanda permukaan bumi namun kita tahu bahwa selain keluarga Nuh masih banyak manusia lain yang tidak binasa. Selain yang ada di dalam bahtera Nuh, masih banyak binatang yang tidak binasa.
Alkitab mencatat tentang keturunan Nuh dan kita tahu bahwa semuanya hanya suku-suku yang hidup di Timur Tengah dan sekitarnya. Keturunan Kain hidup TERSEMBUNYI dari pandangan YHWH. SEGALANYA sama sekali tidak berarti SEMUANYA karena ISI bahtera Nuh sama sekali tidak binasa. Itulah bukti SEGALANYA bukan SEMUANYA. SEGALANYA bukan semuanya sebab Ada yang TERSEMBUNYI dari pandangan YHWH.
Penuhilah bumi dan taklukkanlah dunia. Banjir Nuh mungkin saja melanda seluruh belahan bumi namun banyak manusia yang mampu menaklukkannya dengan berbagai cara dan Nuh hanya mewakili salah satunya. Bangsa Tiongkok kuno mencatat bahwa keberhasilan Yu dalam mengatasi banjir tidak lepas dari wahyu (mingming 朙命) yang diterimanya dari Tian 天 (Allah) dalam bentuk PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, KEBIJAKSANAAN dan KETABAHAN. Di Timur Tengah Allah memanggil Nuh, namun di Tiongkok kuno Allah mengajari Yu?
@herrytanojo, AYAT-nya CARI sendiri kisanak. Bangsa Mesir tidak BINASA karena banjir Nuh. Kain dan Keturunannya TERSEMBUNYI dari hadapan YHWH. Saya kasih petunjuk ya kisanak. Dari zaman Air Bah sampai Abraham itu BERAPA keturunan dan berapa lama? Suku-suku yang diturunkan oleh anak-anak Nuh itu tinggal di mana? Yang tinggal di Sinear itu siapa kisanak? Dari Sinear sampai Abraham itu berapa lama? Suku-suku apa saja yang ada saat itu?
Terima kasih petunjuknya.
Kalau tidak salah hitung, antara air bah dan kelahiran Abraham ada 10 generasi dalam rentang 292 tahun.
Sinear pertama kali di sebut pada Kej 10:10 adalah tempat kerajaan Nimrod. Tapi di Kej 11, Sinear adalah tempat menetap keturunan Nuh yang ingin membangun kota di sana. Kejadian di Sinear tidak tercantum waktunya, sehingga dugaan saya terjadi pada jaman Peleg. Dari Peleg sampai ke Abraham 191 tahun.
Abraham sampai ke Mesir pada usia lebih dari 70 tahun.
Daripada saya malu bertanya, mending saya bertanya:
Apakah yang Bengcu maksud adalah, rentang 191 tahun + 70 tahun adalah waktu yang terlalu pendek untuk pembentukan bangsa Mesir? Apakah data ini yang membuat Bengcu berkesimpulan bahwa bangsa Mesir tidak binasa oleh air bah?
@herrytanojo, Alkitab ditulis oleh Manusia dengan jabatan NABI untuk Perjanjian Lama dan RASUL untuk Perjanjian Baru. Alkitab bukan kitab SASRA yang lalu naik PANGKAT menjadi kitab SUCI karena LOLOS ujian KANONISASI Gereja. Alkitab adalah KITAB suci SEJAK ditulis. Yang MENULIS DIPILIH oleh YHWH di PL dan oleh Yesus DI PB. Yang DITULIS adalah yang DITETAPKAN oleh YHWH di PL dan Yesus di PB untuk ditulis. Menulis yang TIDAK diperintahkan diancam HUKUMAN MATI di PL dan KUTUK di PB (lihat kitab Wahyu).
Alkitab ditulis untuk DIPAHAMI bukan DITAFSIRKAN. Alkitab ditulis untuk MENCERITAKAN sejarah KERAJAAN TUHAN Allah (YHWH ELOHIM) di Bumi sejak penciptaan sampai Yesus Naik ke Sorga. Ada Dua SAKSI dalam Kisah yang ditulis dalam Alkitab. Yang pertama adalah menurut KESAKSIAN YHWH alias Yesus alias TUHAN. Semuanya ada 65 kitab yaitu dari Kejadian sampai Yudas. Yang KEDUA adalah berdasarkan KESAKSIAN ELOHIM alias Theos alias Allah alias Bapa. Itulah kitab Wahyu. Coba anda baca PENDAHULUAN kitab Wahyu. Di antara Kesaksian YHWH terselib KESAKSIAN dari ELOHIM. misalnya: NUBUATAN di PL.
Bagaimana dengan keterlibatan MANUSIA dalam mencatat SEJARAH Kerajaan TUHAN Allah? Manusia Bebas MENULIS namun dalam KENDALI.
Kitab KEJADIAN ditulis oleh MUSA.
Dari mana Musa mendapat pengetahuannya? Dari generasi ke generasi para sarjana Teologi mengajarkan bahwa MUSA menulis karena ILHAM. Artinya yang ditulisnya itu UJUG-UJUG muncul di dalam pikirannya. Itulah yang disebut Musa mendapat WAHYU. Alkitab bukan hanya TIDAK mengajarkan hal demikian namun justru MENYANGKAL ajaran demikian. Alkitab mencatat kisah YHWH ngerumpi dengan MUSA disaksikan oleh YOSUA. Hal itu terjadi SERING sekali. Untuk apa YHWH ngerumpi dengan Musa? Pasti bukan untuk NGEGOSIPIN Ayu Ting Ting, bukan? YHWH BERSAKSI lalu MUSA mencatatnya. Hasilnya adalah Kitab Kejadian.
Bahtera Nuh terdampar di gunung ARARAT. Itu berarti bahtera Nuh terdampar di gunung Ararat yang dikenal oleh MUSA dan generasinya. Pertanyaannya adalah: Sebelum terdampar di Ararat, sebelum air Bah, Nuh tinggal di MANA? Sinear, di mana menara BABEL didirikan itu ada di mana? Urkasdim adalah kampung halaman Abraham. Abraham lalu mengembara dan dijanjikan tanah KANAAN. apakah Abraham adalah keturunan yang tetap TINGGAL SiNEAR alias BABEL atau yang MENGEMBARA? Apabila MENGEMBARA, sejauh mana leluhur Abraham MENGEMBARA?
Keturunan Sem, Ham dan Yafet ditulis dengan GAMBLANG dan kita bisa menemukan mereka dengan mudah pada zaman Musa dan Yosua. Semuanya hanya ada di sekitar tanah KANAAN alias timur Tengah. Bangsa Mesir tidak termasuk di antara keturunan ketiga anak Nuh.
Anda sudah menghitung waktunya dan nampak gamblang bahwa JARAK air Bah dan Abraham hanya sekitar 300 tahun dan jarak Babel ke Abraham hanya sekitar 200 tahun. Seperti yang saya katakan, ILMU pengetahuan dan KEBUDAYAAN PASTI diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pengetahuan Nuh diwariskan kepada anak-anaknya dan anak-anaknya mewariskan kepada anak-anaknya. dan anak-anaknya membangun MENARA BABEL. Sesungguhnya Alkitab walaupun TIDAK mencatatnya dengan DETAIL namun mencatat PERKEMBANGAN teknologi dan Ilmu pengetahuan keturunan Nuh. Mesir memiliki TEKNOLOGI dan KEBUDAYAAN yang BERBEDA dari bangsa Kanaan dan Israel.
Sebenarnya TEMPATNYA dari sekitar SITU ke sekitar SITU juga. Tempatnya TIDAK jauh.
YHWH menyatakan bahwa Dia menggembalakan manusia dengan DUA tongkat. Yang satu tongkat KEMURAHAN untuk bangsa Non Israel yang satu lagi untuk menggembalakan bangsa-bangsa. Sejak kapan hal itu berlangsung? Sejak KAIN. Dari mana kita tahu kebenaran demikian? Dari Alkitab. TUHAN menaruh TANDA pada KAIN agar dia TIDAK dibunuh. apa yang dikatakan oleh LAMEKH setelah dia MEMbuNuH? 77 X 77 = Tujuh puluh tujuh kali lipat? di dalam kitab Wahyu anda akan menemukan CATATAN tentang belalang jurang maut yang menyengat manusia yang TIDAK memiliki TANDA Allah.
@herrytanojo, pemahaman saya tentang AIR BAH NUH belum sempurna. Masih ada beberapa hal yang perlu DISELIDIKI lebih lanjut. Itu sebabnya saya menuliskannya BUKAN untuk MENJADIKANNYA DOKTRIN namun untuk MENGAJAK sebanyak mungkin orang-orang seperti anda untuk IKUT MENGGALI Alkitab lebih dalam lagi.
Banyak TEOLOG yang TAHU bahwa ajaran-ajaran alias DOKTRIn-DOKTRIN gereja banyak yang NGACO BELO. Ioanes Rakhmat adalah salah SATUNYA. Kesalahan para teolog demikian adalah MEREKA keluar untuk MENCARI JAWABAN atas pertanyaan-pertanyaan mereka yang TIDAK SANGGUP dijawab oleh ajaran GEREJA. Yang mereka lakukan itu SALAH. Seharusnya mereka MENGGALI Alkitab LEBIH DALAM LAGI, bukannya meninggalkan Alkitab lalau menggali di Entah BERENTAH.
Bila ada keraguan dan ketidakpahaman, GALILAH Alkitab lebih dalam lagi. Itulah cara yang benar untuk mempelajari ajaran Alkitab.
Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu menjawab posting saya.
Bengcu: Bila ada keraguan dan ketidakpahaman, GALILAH Alkitab lebih dalam lagi. Itulah cara yang benar untuk mempelajari ajaran Alkitab.
Setuju sekali. Saya sepakat dengan hampir semua analisa dan jawaban-jawaban Bengcu. Yang tidak saya pahami akan saya pelajari atau tanyakan, supaya mendapatkan penjelasan lebih detil.
1. Bengcu berkata: Bangsa Mesir bukan keturunan Ham. Bagaimana dengan ayat-ayat ini?
Mazmur 78:51 ..dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham;
Mazmur 105:23 Demikianlah Israel datang ke Mesir, dan Yakub tinggal sebagai orang asing di tanah Ham.
Mazmur 105:26-27 Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; keduanya mengadakan tanda-tanda-Nya di antara mereka, dan mujizat-mujizat di tanah Ham.
Bukankah sangat jelas, bahwa Mesir = tanah Ham? Berarti bangsa Mesir adalah keturunan Ham, yang beranakcucu setelah jaman air bah.
Bila Bengcu memiliki data Alkitabiah, bahwa ada bangsa-bangsa lain di muka bumi yang selamat dari air bah, mohon di-share.
Bengcu@herrytanojo: Pertanyaannya adalah: Sebelum terdampar di Ararat, sebelum air Bah, Nuh tinggal di MANA? Sinear, di mana menara BABEL didirikan itu ada di mana? Urkasdim adalah kampung halaman Abraham. Abraham lalu mengembara dan dijanjikan tanah KANAAN. apakah Abraham adalah keturunan yang tetap TINGGAL SiNEAR alias BABEL atau yang MENGEMBARA? Apabila MENGEMBARA, sejauh mana leluhur Abraham MENGEMBARA?
Nuh tinggal di daerah yang dinamakan Timur Tengah sekarang. Sinear juga berada di wilayah Timur Tengah. Juga keturunan Nuh menetap ya di dekat situ-situ saja. Cerita di Kej pasal 10 dan itu bertentangan dgn perintah Tuhan adalah memenuhi bumi (Kej 9:1). Sebab itu, Tuhan mengacaukan bahasa mereka agar berserak ke seluruh bumi. Sejak itulah bangsa-bangsa seluruh dunia terbentuk.
Lalu melompat ratusan tahun kemudian, ke kisah Abraham, yang dimulai dari Urkasdim yang kebetulan juga di Timur Tengah.
Tapi jawaban-jawaban di atas tidak menunjukkan fakta apapun adanya bangsa-bangsa lain sebagai warga bumi saat itu. Dan informasi bahwa ada bangsa-bangsa lain yang selamat dari air bah, misal di Tiongkok, didasarkan oleh kitab-kitab sejarah yang (disayangkan) pencatatan tanggalnya tidak sesuai dengan data Alkitab.
2. Penggunaan kata ‘erets’ yang diterjemahkan LAI dengan ‘dunia’.
Ini memang masih menjadi perdebatan di antara mereka yang percaya banjir lokal dan banjir global.
Bengcu berkata: Berdasarkan fakta demikian, maka kita menyimpulkan bahwa seluruh dunia alias seluruh kolong langit yang dimaksudkan oleh YHWH adalah seluruh dunia-Nya. Yang dibenci-Nya, yang tidak disukainya tidak termasuk dalam seluruh dunia-nya.
Dengan kata lain, sebagian bumi menjadi bahan pembicaraan di kitab Kejadian, tapi ada belahan bumi lain yang tidak termonitor. Faktanya, kata ‘erets’ banyak sekali dipakai di kitab Kejadian bahkan mulai pada ayat 1:1 lalu 1:2 dan sebagainya. Bila kita menafsirkan bahwa ‘erets’ adalah sebagian bumi tertentu (seluruh dunia YHWH) atau tempat sekitar Nuh tinggal – lokal- maka aneh sekali kita memahami ayat-ayat kitab Kejadian, contohnya:
1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan ‘sebagian bumi’ (erets)
1:2 ‘Sebagian bumi’ (erets) belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:17 Allah menaruh semuanya (benda penerang) itu di cakrawala untuk menerangi ‘sebagian bumi’ (erets),
Apakah mungkin benda penerang hanya menerangi hanya daerah tertentu (misal Timur Tengah)? Sulit diterima bukan? Jadi, seharusnya kita memahami kata ‘erets’ pada Kej 7:21-23 sebagai keseluruhan bumi.
Argumen bahwa banjir Nuh adalah lokal, berdasarkan penafsirkan kata ‘erets’ yang berarti sebagian dunia, tidaklah kuat.
3. Air bah skala besar terjadi di mana-mana namun tetap skala lokal. Perjanjian Tuhan diperuntukkan bagi suatu perisitwa yang sifatnya bukan lokal.
Kej 9:11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”
Bila air bah jaman Nuh, hanya bersifat lokal, maka Tuhan tidak menepati janjinya. Karena bencana air bah skala lokal seperti ini terjadi di mana-mana, termasuk tsunami di Aceh (Desember 2006), atau yang tersohor adalah sungai Huang He (berkali-kali banjir, bahkan di tahun 1937 menewaskan lebih dari satu juta manusia). Bagaimanapun buruknya air bah itu, tetaplah lokal dan tidak sampai memusnahkan semua manusia.
Karena Tuhan selalu menepati janjiNya, maka ayat itu menunjukkan bahwa air bah jaman Nuh terjadi secara global.
rio: Bukankah sangat jelas, bahwa Mesir = tanah Ham?
Bila Mesir adalah tanah Ham, lalu tanah SEM dan Yafet mana, kisanak? Ham adalah BAPAK Kanaan. apakah itu kurang TEGAS menyatakan bahwa HAM bukan BAPAK bangsa MESIR?
kita bahas satu demi satu ya?
Bengcu @herrytanojo: bangsa Tiongkok kuno TIDAK binasa oleh air bah. Bangsa Mesir pun TIDAK binasa oleh air bah.
Nah atas petunjuk Bengcu, maka saya menggali FT dan menemukan bahwa tanah Mesir disebut beberapa kali sebagai tanah Ham, sehingga jelas bahwa keturunan Ham-lah yang menjadi bangsa Mesir.
Saya setuju Ham adalah Bapa Kanaan. Di Kej 10:6, selain nama Kanaan, ada tiga nama lain yakni Kush, Put dan Misraim.
Dalam berbagai sumber lain yang saya baca: John Gill’s Exposition of Bible, Adama Clarke’s Commentary, Jamieson Fausset and Brown Commentary, http://www..israel-a-history-of.com/sons-of-noah, kesemuanya menuliskan bahwa keturunan Misraim akan menjadi bangsa Mesir.
Fokus saya adalah mencari tahu, apakah bangsa Mesir sudah ada saat air bah ataukah bangsa Mesir baru tumbuh setelah air bah?
Tanah Sem dan Yafet tidak saya temukan di Alkitab. Menurut saya, wilayah yang ditempati oleh keturunan Sem dan keturunan Yafet layak juga disebut menggunakan embel-embel nama Sem dan Yafet. Bagaimanapun juga Alkitab mengatakan, semua bangsa di dunia berasal dari mereka bertiga.
Sebagai referensi tambahan:
Tafsiran Wycliffe yang ada di dalam ALKITAB SABDA juga mencantumkan Misraim : bhs Ibrani yang betul untuk Mesir.
Juga pada catatan Jerusalem, tertulis :
Kejadian 10 berupa silsilah menyajikan sebuah daftar bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa itu tidak dikelompokkan menurut rumpunnya, tetapi lebih-lebih sesuai dengan hubungan-hubungan historisnya di wilayah tempat tinggalnya: Keturunan Yafet mendiami Asia kecil dan pulau-pulau di laut Tengah; keturunan Ham mendiami daerah di bagian selatan Mesir: Mesir, Etiopia dan Arabia;
@rio, Faktanya adalah: HAM adalah bapak bangsa Kanaan. Tidak ada SATU ayat pun yang mencatat bahwa HAM adalah Bapak bangsa Mesir.
dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham; Mazmur 78:51
Demikianlah Israel datang ke Mesir, dan Yakub tinggal sebagai orang asing di tanah Ham. Mazmur 105:23
Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; keduanya mengadakan tanda-tanda-Nya di antara mereka, dan mujizat-mujizat di tanah Ham. Mazmur 105:26-27
rio: Bukankah sangat jelas, bahwa Mesir = tanah Ham? Berarti bangsa Mesir adalah keturunan Ham, yang beranakcucu setelah jaman air bah.
Kisanak, coba baca ayat berikut ini:
Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. Kejadian 10:6
Jangan MALAS kisanak. Pelajarilah KETURUNAN HAM. Adakah yang mencatat bahwa orang MESIR adalah keturunan HAM?
Silahkan klik di SINI dan di SINI untuk mempelajarinya mas.
berkatalah ia: “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.” Kejadian 9:25
Nama lain dari HAM adalah KANAAN. Mesir TIDAK pernah MENJADI HAMBA alias JAJAHAN bangsa lainnya kisanak.
Apakah karena disebut TANAH HAM itu berarti bangsa Mesir pasti keturunan HAM? Kisanak, pahami dulu arti kata HAM. Lalu pahami penggunaannya di dalam Perjanjian Lama:
Coba Klik di SINI untuk membaca ayat-ayat yang mencatat kata HAM. minimal cobalah perhatikan ayat ini:
Mereka menemui padang rumput yang gemuk dan baik; negeri itu luas, aman dan sentosa; r orang-orang yang diam di sana sebelum mereka berasal dari Ham. 1 Tawarikh 4:40
Apakah ayat di atas bicara tentang orang MESIR? orang dari HAM = Orang dari Mesir?
Kisanak, kenapa anda nggak MULAI belajar apakah di Perjanjian Lama memang LAZIM, nama seseorang DIGUNAKAN sebagai nama SUATU TEMPAT dan nama SUATU BANGSA. Maksudnya adalah pernahkah Israel disebut TANAH YAKUB atau TANAH ABARAHAM atau TANAH NUH? Pikirkan itu dulu kisanak, sebelum anda MENYIMPULKAN bahwa TANAH HAM = Bangsa Mesir keturunan HAM
Bengu mengutip: Mereka menemui padang rumput yang gemuk dan baik; negeri itu luas, aman dan sentosa; r orang-orang yang diam di sana sebelum mereka berasal dari Ham. 1 Tawarikh 4:40
Ayat itu berkata bahwa orang-orang yang diam di sana itu adalah keturunan Ham.
Monggo dibaca di catatan Jerusalem :
http://alkitab.sabda.org/verse_commentary.php?book=13&chapter=4&verse=40
Juga tolong dibaca versi paralelnya, yang saya kutip salah satunya, yang jelas-jelas menulis bahwa “berasal dari Ham” bisa diartikan “keturunan Ham”.
FAYH (1989) © SABDAweb 1Taw 4:40 Mereka menemukan padang rumput yang baik, tanahnya luas, tenang dan damai. Tetapi tanah itu milik keturunan Ham.
Menurut saya, 1 Tawarikh 4:40 ini malah menegaskan Mazmur 105:26-27 bahwa Yakub tinggal di tanah keturunan Ham. Ini memperkuat pendapat bahwa tanah Mesir adalah tanah keturunan Ham.
Juga Ensiklopedia Fakta Alkitab yang termuat dalam ALKITAB SABDA, kebetulan juga mendukung pendapat saya bahwa bangsa Mesir adalah keturunan HAM. Memang Kej 10:6 tertulis nama Misraim (bukan nama Mesir), tapi keturunan orang ini yang nanti menjadi bangsa Mesir. Untuk lebih yakin bisa dipelajari di
http://alkitab.sabda.org/resource.php?res=almanac&topic=140
Jadi, Bengcu dan saya sepakat bahwa yang disebut Bapa KANAAN adalah Ham. Kita juga sama-sama tahu, tertulis bahwa Ham punya 4 anak. Yang bernama Kanaan, akan beranakcucu tinggal di tanah Kanaan. Salah satu anak Ham bernama Misraim.
Nah, kita belum sependapat apakah Misraim ini yang menjadi cikal bakal bangsa Mesir. Benarkah kondisi ini Bengcu?
Bengcu menulis : Pelajarilah KETURUNAN HAM. Adakah yang mencatat bahwa orang MESIR adalah keturunan HAM?
Semua link tersebut sudah saya pelajari. Bahkan sesudah Bengcu mengingatkan pada posting terakhir, saya mempelajarinya satu kali lagi lebih teliti. Pada perikop tentang keturunan Ham di Kejadian maupun kitab 1 Tawarikh, Alkitab tidak menulis secara hurufiah ttg hal itu. Tapi dari 3 ayat kitab Mazmur-lah kita bisa menemukan bahwa tanah Mesir adalah tanah keturunan Ham.
Memang saya sadar sumber-sumber lain yang saya tuliskan di posting sebelumnya (termasuk ALKITAB SABDA), bukan 100% benar, tapi mengapa semuanya seragam menyatakan bahwa keturunan Misraim akan menjadi bangsa Mesir?
Bahkan Tafsiran Wycliffe yang ada di dalam ALKITAB SABDA juga mencantumkan Misraim : bhs Ibrani yang betul untuk Mesir.
Malah sebaliknya, saya kesulitan menemukan ayat Alkitab yang mendukung pernyataan bahwa bangsa Mesir dan bangsa Tiongkok selamat dari air bah Nuh.
Kata “Misraim” yang ada di Kej 10:6 dalam Strong’s Hebrew Dictionary tertulis
H4714
מצרים
mitsrayim
mits-rah’-yim
Dual of H4693; Mitsrajim, that is, Upper and Lower Egypt: – Egypt, Egyptians, Mizraim.
Setahu saya kamus Strong ini masih jadi referensi yang handal oleh kalangan Kristen, utk mencari akar kata. Dan Strong’s menuliskan singkat bahwa H4717 berarti Mesir, bangsa Mesir, Mizraim. Misraim (TB) = Mesir
Catatan: Saya tidak mengerti tentang bahasa Ibrani, jadi sekadar co-pas. Koreksi akan diterima dengan senang hati.
@rio, Alkitab harus dipahami, bukan DITAFSIRKAN sebab Alkitab ditulis untuk DIPAHAMI, bukan ditafsirkan.
me·naf·sir·kan: v 2 menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri);
Itu sebabnya saya TiDAK pernah menjadikan KITAB TAFSiR sebagai STANDARD kebenaran. Saya suruh anda BACA Alkitab, kisanak. Kenapa kekeh jumekeh membaca KITAB TAFSIR? Ha ha ha ha ha ha ha …. itu sebabnya anda SESAT! Ha ha ha ha ha ha …. Lain kali jangan kekeh jumekeh kisanak.
MISRAIM dan KETuRUNANNYA:
Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin. Kejadian 10:14
Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kisanak. LAUPAKAN semua TAFSIRAN ngaco belo bahwa MISRAIM adalah Bapak orang Mesir sebab Alkitab mencatatnya dengan GAMBLANG baha MISRAIM adalah BAPAK orang FILISTIN.