Banjir Nuh Hanya Banjir Lokal?


Banjir pada zaman Nuh disebut Banjir Nuh. Sebagian umat Kristen percaya bahwa Banjir Nuh melanda seluruh dunia dan selain isi bahtera Nuh, tidak ada makluk lain yang selamat. sebagian yang lainnya meyakini bahwa Banjir Nuh adalah banjir lokal yang hanya melanda kampung Nuh dan sekitarnya, itu sebabnya selain isi bahtera Nuh masih banyak manusia dan binatang di belahan dunia lain yang tidak binasa. Mungkinkah Banjir Nuh melanda seluruh dunia namun keluarga Nuh bukan satu-satunya yang selamat? Itulah yang diajarkan Alkitab.

Dongeng Banjir Manca Negara

Banyak arkeolog yang menemukan bekas banjir purbakala di seluruh belahan dunia. Itulah salah satu bukti yang diajukan oleh teolog-teolog Kristen yang percaya bahwa Banjir Nuh melanda seluruh dunia. Apakah penemuan-penemuan bekas-bekas banjir yang melanda manca negara di jaman purbakala membuktikan bahwa banjir jaman Nuh melanda seluruh dunia? Belum tentu! Penemuan-penemuan tersebut hanya membuktikan adanya banjir yang melanda berbagai belahan dunia di jaman purbakala, namun sama sekali tidak membuktikan bahwa banjir-banjir tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan dan satu kesatuan.

Cerita-cerita kuno tentang banjir besar bertebaran di manca negara. Kisah yang benar adalah yang tercatat di dalam Alkitab sementara cerita lainnya telah terkontaminasi sehingga menjadi dongeng-dongeng yang tidak masuk akal. Namun semua semua dongeng itu sesungguhnya menceritakan kisah yang sama yaitu kisah Banjir Nuh. Kerabatku ssekalian, apakah cerita-cerita kuno tentang banjir di manca negara membuktikan Banjir Nuh melanda seluruh dunia? Belum tentu! Cerita-cerita kuno tersebut mungkin membuktikan terjadinya banjir di manca negara, tetapi tidak membuktikan bahwa itu adalah Banjir Nuh. Nuh mengatasi bencana banjir dengan membangun bahtera atas petunjuk Allah, namun banjir di dalam cerita-cerita kuno manca negara ditangani dengan cara berbeda-beda.

Sima Qian 司馬遷 (135–86SM) adalah sejarahwan dinasti Han (206–220SM). Di dalam Shiji 史记 (kitab sejarah) bab Bu Sanhuang benjì 补三皇本纪 (Catatan kisah tiga raja), dia mencatat kisah dewa air Gonggong (共工) memberontak. Nuwa 女媧 yang berkuasa menggantikan suaminya Fuxi 伏羲 mengutus dewa api Zhùróng (祝融) untuk memadamkan pemberontakan. Karena kalah perang Gonggong pun melampiaskan kemarahannya dengan membenturkan kepalanya ke gunung Buzhou 不周山 yang adalah pilar penyanggah langit barat. Gunung Buzhou hancur lebur berantakan dihantam kekuatan Gonggong yang luar biasa. Langit pun miring dan bocor karena pilar-pilar penyanggahnya hancur. Air dari sungai langit melimpah ruah ke bumi menyebabkan banjir melanda seluruh  dunia. Penderitaan melanda bumi dan kematian terjadi di mana-mana. Untuk mengatasi bencana, Nuwa melebur kura-kura dengan wuseshi 五色石 (batu panca warna) untuk menambal langit yang bocor dan menyanggahnya. Bencana banjir pun berlalu dan hingga saat ini kita masih sering melihat lengkung batok kura-kura penyanggah langit yang memancarkan lima warna.

Beberapa pengkotbah Kristen mengajarkan bahwa Nuwa adalah Nuh. Menurut mereka, anak-anak Nuwa: Lohan, Loshen dan Zahu adalah Ham, Sem dan Yafet anak Nuh. Gomen anak Zahu adalah Gomer anak Yafet (Kejadian 10:2). Kusa dan Meshi adalah Kush dan Misraim anak-anak Ham (Kejadian 10:6). Jurus tafsir 1001 mimpi alias kutak-katik biat ngait. Itulah yang dilakukan oleh para pengkotbah tersebut.

Raja Yao Tiongkok Kuno Bukan Nuh

Apabila Adam diciptakan pada tahun ke 1, maka berdasarkan umur para leluhur yang tercatat di dalam kitab Kejadian, Banjir Nuh terjadi pada tahun 1657 atau setara dengan tahun 2344 SM.

Jizi lalu berkata, “Saya mendengar, dahulu kala Gun (ayah raja Yu) membuat bendungan untuk menahan banjir tanpa memperhitungkan sifat kelima unsur. Di  帝 (Shangdi上帝) tidak berkenan sehingga tidak memberikan, Sembilan Pedoman Agung (Hongfan jiuchou洪範九疇). Tatanan masyarakat kacau-balau.  Gun lalu dipenjara hingga meninggal dunia. Yu sebagai ahli warisnya lalu melanjutkan pekerjaannya. Tian天 memberkati pekerjaan Yu menangani banjir dan mewahyukan Sembilan Pedoman Agung, Tatanan masyarakatpun terkendali.  Shujing V:IV:3  – Hongfan

Kitab sejarah Tiongkok kuno (Shujing) mencatat bahwa raja Yao memerintah Tiongkok tahun 2357-2255SM. Dia lalu digantikan oleh raja Shun tahun 2255-2205SM yang kemudian digantikan oleh raja Yu tahun 2205-2197SM. Menurut kitab Shujing, Tiongkok dilanda banjir besar saat pemerintahan raja Yao. Gun yang menjabat menteri pekerjaan umum dihukum penjara seumur hidup karena tidak berhasil mengatasi bencana itu. Jabatan Gun digantikan oleh anaknya Yu. Setelah berjuang selama 13 tahun dengan membangun kanal-kanal dan bendungan, Yu berhasil mengatasi banjir besar tersebut. Apabila kita membandingkan catatan sejarah yang tercatat di dalam Alkitab dan kitab sejarah Tiongkok (Shujing), maka nampak bahwa banjir Nuh terjadi pada saat pemerintahan Yao. Mengenai bajir tersebut, kitab Shujing mencatat:

Raja berkata, “Kemarilah Yu! Ajukanlah saran-saranmu.” Yu memberi hormat, lalu berkata, “Ah, baginda, apa yang dapat ku katakan? Aku hanya berfikir, bagaimana melaksanakan tugas harianku sebaik-baiknya.” Gao Tao berkata, “hmm…! Bagaimanakah itu?” Yu berkata, “Air bah meluap hingga ke langit, Sangat luas, menggenangi gunung dan menenggelamkan bukit, rakyat bingung dan ketakutan. Aku melakukan perjalanan dengan keempat jenis kendaraan, menyusuri gunung menerobos hutan, sementara itu Yi mengajar rakyat bagaimana memperoleh makanan segar. Aku menemukan sembilan sungai yang mengalir ke empat lautan, menggali parit dan terusan untuk mengalirkan air ke sungai-sungai besar; Menteri pertanian mengajarkan cara bercocok tanam dan berburu. Mendorong rakyat melakukan pertukaran barang yang dimiliki dengan yang tidak dimiliki dan menata perkampungan. Demikianlah rakyat banyak memperoleh makanan, berlaksa suku terkendali. Gao Tao berkata, “Setuju! Semua yang anda katakan benar.” Shu Jing II:IV:1 – Yi Ji

Apakah banjir besar yang terjadi pada pemerintahan raja Yao adalah Banjir Nuh? Saya tidak tahu! Apakah raja Yao adalah nabi Nuh? Mustahil. Nuh hanya selamat bersama keluarganya sedangkan raja Yao selamat dengan sebagian besar rakyat Tiongkok saat itu. Nuh dan keluarganya selamat dari banjir dengan menumpang bahtera sedangkan Yao dan rakyatnya selamat dari banjir karena mereka membangun bendungan dan kanal.

Bahtera Nuh Bukan Kapal namun Rakit

Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Kejadian 6:15

1 hasta = 45cm. ukuran bahtera Nuh adalah 300 X 50 X 30 hasta = 135 X 22,5 X 13,5 meter. Bahtera tersebut dibuat tiga tingkat, bawah, tengah dan atas (Kejadian 6:16). Luas maksimal masing-masing tingkat di dalam bahtera itu adalah 135 X 22,5 = 3.038 meter persegi sehingga total luas bahtera adalah 9.113 meter persegi. Volume maksimum bahtera adalah 135 X 22,5 X 13,5 = 41.006,25 meter kubik.

Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Kejadian 7:11

Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Kejadian 7:2-4

Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering. Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; Kejadian 8:14 -16

Saat ini kita mengenal 16.000 jenis (species) burung, 4.500 jenis mamalia, 8.225 jenis reptil reptile dan 850.000 jenis serangga. Bila masing-masing di bawa sepasang, maka itu berarti Nuh membawa 32.000 ekor burung, 9.000 ekor mamalia, 16.500 ekor reptil dan 1.700.000 ekor serangga. Beberapa teolog mengalkulasi volume (meter kubik) bahtera Nuh dengan kapasitas angkut truk kontainer yang mampu mengangkut 240 ekor domba. Dengan cara demikian mereka menemukan bahwa maksimal jumlah binatang yang dibawa Nuh hanya akan memenuhi 51% dari kapasitas bahtera.

Walaupun kalkulasinya tidak salah, namun para teolog melupakan faktor terpenting dalam perhitungannya. Mereka lupa bahwa binatang-binatang yang diangkut itu tinggal di dalam bahtera selama 1 tahun 10 hari sehingga butuh tempat yang lebih luas dari ukuran tubuh mereka. Anda dapat menempatkan seekor doberman dengan tinggi 70 Cm dalam peti yang berukuran panjang, lebar dan tinggi 80 X 30 X 90 = 0,22 meter kubik. Dalam peti demikian anjing tersebut hanya dapat berdiri, duduk dan tiarap serta berbaring dengan susah payah. Namun untuk hidup selama 1 tahun 10 hari Doberman tersebut butuh tempat yang lebih besar, minimal 100 X 100 X 100 = 1 meter kubik. Selain manusia dan binatang bahtera Nuh juga harus mengangkut makanan untuk makan selama 1 tahun 10 hari.

Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. Kejadian 8:4

Sesungguhnya masalah bahtera Nuh bukan pada daya angkutnya namun pada rancang bangunnya. Bahtera Nuh adalah kapal kayu terbesar dalam sejarah manusia. Bagaimana bentuknya? Bagaimana kekuatannya menghadapi tekanan air dan terjangan ombak? Berapa jauh bahtera itu berlayar? Bahtera Nuh tidak memiliki kemudi juga tidak digerakkan oleh layar dan dayung. Bahtera Nuh mustahil mampu melayari lautan dan dihantam ombak serta di terjang badai. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman Nuh belum mampu membangun kapal kayu sebesar itu yang mampu melayari lautan, menentang ombak dan menerjang badai. Atas dasar apa kita menarik kesimpulan demikian? Atas dasar perkembangan teknologi perkapalan dari generasi ke generasi setelah zaman Nuh. Sesungguhnya bahtera Nuh tidak lebih dari rakit raksasa yang mengambang di atas air banjir. Bahtera itu sama sekali tidak berlayar jauh membelah ombak dan menerjang badai. Bahtera Nuh tidak berlayar jauh dari tempat tinggal Nuh. Itu sebabnya dikatakan bahwa bahtera Nuh kandas di pegunungan Ararat. Itu berarti Nuh kandas di pegunungan yang dikenalnya. Bila bahtera Nuh kandas di pegunungan yang tidak dikenalnya maka yang tercatat adalah Nuh memberi nama pegunungan tersebut.

YHWH Mau Memusnahkan Semua Elohim Hendak Membinasakan Semua

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi (erets) dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, Kejadian 6:5

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia (Adam) di bumi (erets), dan hal itu memilukan hati-Nya. Kejadian 6:6

Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi (Adamah), baik manusia maupun hewan (bohemah) dan binatang-binatang melata (remes) dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Kejadian 6:7

Adapun bumi (erets) itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Kejadian 6:11

Allah menilik bumi (erets) itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup  yang rusak di bumi. Kejadian 6:12

Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi (erets) telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi (erets). Kejadian 6:13

Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi (erets) untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit (shamayim); segala yang ada di bumi (erets) akan mati binasa. Kejadian 6:17

YHWH (TUHAN) ingin memusnahkan semua makluk ciptaan-Nya sedangkan Elohim (Allah) hendak mengakhiri hidup segala makluk. Itu sebabnya semua makluk pasti binasa. Itu sebabnya Banjir Nuh melanda seluruh dunia dan memusnahkan semua makluk hidup. Kehendak YHWH dan Elohim mustahil tidak digenapi. Bila kehendak YHWH dan Elohim tidak digenapi itu berarti YHWH Elohim TIDAK mahadaulat alias mahakuasa.

YHWH ingin memusnahkan segala makluk ciptaan-Nya namun FAKTANYA Nuh dan seluruh isi bahteranya tidak binasa. Bukankah itu berarti YHWH tidak mahadaulat? YHWH ingin memusnahkan bangsa Kanaan namun FAKTANYA bangsa Kanaan tidak musnah sama sekali. Mungkinkah itu karena YHWH tidak mahadaulat? YHWH ingin bangsa Israel menyembah-Nya sebgai satu-satunya ELOHIM namun banyak penduduk Israel yang memilih untuk menyembah YHWH sambil menyembah Baal dan dewa-dewa lainnya. Apakah itu berarti YHWH tidak mahadaulat?

Nuh menghabiskan waktu 120 tahun untuk membangun bahtera. Bahtera yang dibangun oleh Nuh besar sekali sehingga mustahil tidak menarik perhatian orang sekampungnya. Alkitab sama sekali tidak mencatat apa yang dikatakan oleh Nuh kepada orang-orang sekampungnya tentang air bah dan bahtera. Alkitab juga tidak mencatat tentang apa yang dikatakan orang-orang sekampungnya tentang pekerjaan Nuh membangun bahtera. Mungkinkah ada yang meneladani Nuh lalu membangun bahtera mereka sendiri? Saya tidak tahu! Mungkinkah ada yang menyingkir sejauh mungkin dari hadapan YHWH untuk mencari selamat? Saya tidak tahu! Namun saya tahu bahwa umat manusia mengemban amanat: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” YHWH ingin memusnahkan namun manusia pasti berusaha untuk SELAMAT.

Tujuh Hari Untuk Memasuki Bahtera

Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan  itu.”  Kejadian 7:4

Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. Kejadian 7:7

Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, Kejadian 7:8

datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Kejadian 7:9

Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. Kejadian 7:10

Nuh dan binatang-binatang hanya diberi waktu 7 hari untuk memasuki bahtera sebelum pintunya ditutup dan hujan turun. Bahtera Nuh hanya memiliki 1 pintu. Saat ini kita mengenal 16.000 jenis (species) burung, 4.500 jenis mamalia, 8.225 jenis reptil dan 850.000 jenis serangga. Bila masing-masing di bawa sepasang, maka itu berarti Nuh membawa 32.000 ekor burung, 9.000 ekor mamalia, 16.500 ekor reptil dan 1.700.000 ekor serangga. Berapa kecepatan binatang-binatang itu memasuki Bahtera? Apabila mamalia dan reptil memasuki bahtera dengan kecepatan 30 detik perpasang maka waktu yang dibutuhkan oleh mamalia dan reptil adalah (4.5000 + 8.225) X 30 = 44, 2 hari. Waktu 7 hari 7 malam tidak akan cukup bagi semua binatang memasuki bahtera.

Semuanya Mati

Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit (shamayim), Kejadian 7:19

sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Kejadian 7:20

Lalu mati binasalah segala yang hidup (basar), yang bergerak (ramas) di bumi, burung-burung, ternak (bohemah) dan binatang liar (chay) dan segala binatang merayap (sheret), yang berkeriapan (sharat) di bumi, serta semua manusia (adam). Kejadian 7:21

Matilah segala yang ada nafas hidup (ruwach nashamah chay) dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Kejadian 7:22

Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi (Adamah), baik manusia maupun hewan (bohemah) dan binatang melata (remes) dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi (erets); hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. Kejadian 7:23

Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Kejadian 7:24

Air menutupi gunung-gunung di kolong langit setinggi 15 hasta alias 6,75 meter. Dalam kondisi demikian, mustahil ada yang selamat. Di samping itu ayat-ayat selanjutnya menyatakan bahwa semuanya MATI. YHWH mustahil membual, itu sebabnya bila Dia menyatakan seluruh kolong lngit itu artinya seluruh bumi. Itu berarti SEGALA yang hidup mati, itu berarti segalanya pasti mati.

Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi. Kejadian 41:57

Pada hari ini Aku mulai mendatangkan ke atas bangsa-bangsa di seluruh kolong langit (shamayim) keseganan dan ketakutan terhadap kamu, sehingga mereka menggigil dan gemetar karena engkau, apabila mereka mendengar tentang kamu.” Ulangan 2:25

Kejadian 41:57 dan ulangan 2:25 adalah ucapan YHWH. Mustahil penduduk Tiongkok kuno pergi ke Mesir untuk membeli gandum, bukan? Mustahil negeri Tiongkok kuno gemetar dan menggigil karena mendengar sepak terjang bangsa Israel, bukan? Apa yang dapat kita simpulkan dari fakta-fakta tersebut di atas? Seluruh dunia belum tentu seluruh belahan bumi. Seluruh kolong langit belum tentu seluruh belahan bumi.

Seluruh dunia YHWH Bukan Seluruh Belahan Bumi

Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan “Kemurahan” dan yang lain kusebutkan “Ikatan”; lalu aku menggembalakan domba-domba itu. Zakharia 11:7

Aku mengambil tongkatku “Kemurahan”, lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa. Zakharia 11:10

Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu “Ikatan”, untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel. Zakharia 11:14

Kepada nabi Zakaria YHWH (TUHAN) menyatakan bahwa Dia menggembalakan manusia dengan DUA tongkat yaitu: Tongkat kemurahan untuk menggembalakan segala bangsa dan tongkat ikatan untuk menggembalakan bangsa Israel. Sejak kapan hal demikian terjadi? Sejak zaman Kain.

Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Kejadian 4:11

Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Kejadian 4:12

Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Kejadian 4:13

Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Kejadian 4:14

Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. Kejadian 4:15

Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. Kejadian 4:16

Sejak kapan YHWH (TUHAN) menggembalakan umat manusia dengan 2 tongkat? Sejak zaman Kain. Karena membunuh adiknya Habel maka Kain pun diusir dari hadapan YHWH. Kain diampuni dia diberi tanda tidak boleh dibunuh.

Kain melahirkan Henokh dan Henokh melahirkan Irad. Irad melahirkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael. Metusael memperanakkan Lamekh dan Lamekh mempunyi dua orang istri yaitu: Ada dan Zila. Ada melahirkan Yabal dan Yubal semengtara Zila melahirkan Tubal Kain dan Naama. Setelah keturunan ke 6, keturunan Kain tidak disebutkan lagi. Di samping itu, umur Kain dan keturunannya juga tidak disebutkan.

Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; Kejadian 5:1

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Kejadian 5:2

Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Kejadian 5:3

Bukankah Kain adalah anak Adam? Kenapa dalam daftar keturunan Adam, Kain tidak disebut? Karena Kain sudah diusir dari hadapan YHWH. Karena sejak diusir, Kain dan keturunannya tersembunyi dari pandangan YHWH. Berdasarkan fakta demikian, maka kita menyimpulkan bahwa seluruh dunia alias seluruh kolong langit yang dimaksudkan oleh YHWH adalah seluruh dunia-Nya. Yang dibenci-Nya, yang tidak disukainya tidak termasuk dalam seluruh dunia-nya.

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Keluaran 17:14

Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: Bilangan 33:2

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Kitab Kejadian ditulis oleh Musa. Musa hanya menulis yang dititahkan oleh TUHAN (YHWH) dan diancam hukuman mati bila menulis yang tidak dititahkan. Semua yang dicatat oleh Musa adalah kesaksian dari YHWH. Karena Kain sudah diusir dari hadapan-Nya itu sebabnya YHWH tidak bersaksi lagi tentangnya dan keturunannya.

Kita tidak tahu sejauh mana Banjir Nuh melanda permukaan bumi namun kita tahu bahwa selain keluarga Nuh masih banyak manusia lain yang tidak binasa. Selain yang ada di dalam bahtera Nuh, masih banyak binatang yang tidak binasa.

Alkitab mencatat tentang keturunan Nuh dan kita tahu bahwa semuanya hanya  suku-suku yang hidup di Timur Tengah dan sekitarnya. Keturunan Kain hidup TERSEMBUNYI dari pandangan YHWH. SEGALANYA sama sekali tidak berarti SEMUANYA karena ISI bahtera Nuh sama sekali tidak binasa. Itulah bukti SEGALANYA bukan SEMUANYA. SEGALANYA bukan semuanya sebab Ada yang TERSEMBUNYI dari pandangan YHWH.

Penuhilah bumi dan taklukkanlah dunia. Banjir Nuh mungkin saja melanda seluruh belahan bumi namun banyak manusia yang mampu menaklukkannya dengan berbagai cara dan Nuh hanya mewakili salah satunya. Bangsa Tiongkok kuno mencatat bahwa keberhasilan Yu dalam mengatasi banjir tidak lepas dari wahyu (mingming 朙命) yang diterimanya dari Tian 天 (Allah) dalam bentuk PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, KEBIJAKSANAAN dan KETABAHAN. Di Timur Tengah Allah memanggil Nuh, namun di Tiongkok kuno Allah mengajari Yu?

117 thoughts on “Banjir Nuh Hanya Banjir Lokal?

  1. Salam kenal, Bengcu. Bersyukur sekali saya membaca blog anda tentang Penciptaan dan Air Bah, yang menyerempet bidang pelayanan yang Tuhan titipkan kepada saya. Mohon diberi kesempatan untuk banyak belajar dari Bengcu.

    Dari diskusi terdahulu baik di Sabda maupun di blog ini, ada beberapa pemahaman yang perlu saya sampaikan. Monggo dikoreksi bila perlu:

    1. Kondisi bumi sebelum air bah jauh berbeda dengan kondisi bumi saat ini.

    Kondisi daratan dan lautan di permukaan bumi pada saat awal penciptaan:
    Kej 1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
    Kej 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
    Pengertian saya tentang kedua ayat itu adalah: saat awal mula penciptaan, lautan terkumpul di suatu tempat, sehingga daratan kemungkinan jauh lebih luas dibandingkan bumi sekarang yang 70%nya adalah lautan.

    Gugusan pulau-pulau, bentuk benua dan samudera yang menjadi wajah bumi sekarang ini terbentuk setelah bencana air bah. Ada teori yang mengatakan bahwa pemisahan benua ini terjadi beberapa ratus tahun setelah air bah, yakni pada jaman Peleg Kej 10:25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. Kata ‘Peleg’ dalam bhs Ibrani berarti gempa bumi atau saluran air, sungai. Jadi pada masa itulah terjadi gempa bumi besar yang membelah benua-benua dan samudera yang membentuk permukaan bumi menjadi yang tergambar di dalam Atlas.

    Porak porandanya kondisi bumi saat air bah juga dituliskan dalam Kej 7:11 ‘….terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit’ Bila mata air di samudera raya terbelah, pastilah diiringi gempa bumi yang menaikturunkan serta menggeser daratan begitu rupa, mengakibatkan perubahan kontur bumi. Kalaupun sebelum air bah ada gunung-gunung tinggi, permukaan dan bentuknya pasti akan berubah total karena gerusan air dan besarnya tekanan hidrostatik pada kedalaman air bah yang mencapai ribuan meter. Sehingga tidaklah relevan membandingkan kedalaman air bah dengan puncak Everest, karena saat itu belum ada yang dinamakan Everest.

    Alkitab hanya menulis bahwa bahtera itu kandas di pegunungan Ararat. Dan sekarang di perbatasan Turki utara dan Armenia, ada pegunungan yang diberi nama Ararat. Apakah bukit berbentuk mirip bahtera yang kerap dipublikasikan merupakan bukti peninggalan bahtera Nuh? Saya tidak tahu.

    2. Pertanyaan : Apakah bahtera itu mampu mengangkut semua jenis binatang beserta persediaan makanan untuk 1 tahun 10 hari?

    Kata ‘jenis’ yang tertulis pada Kejadian 6:20 dan 7:14 tidak serta merta diartikan species. Ilmu taksonomi yang memunculkan kata ‘species’ baru dirumuskan oleh Karl Linnaeus pada abad 18 SESUDAH Masehi. Memang dalam Bhs Indonesia, ‘species’ dialihbahasakan secara bebas menjadi ‘jenis’. Namun di KJV tertulis ‘after their/his kind’, yang tidak berarti ‘species’. Jadi, tidaklah tepat menghubungkan puluhan ribu spesies yang kita kenal saat ini, semuanya harus masuk dalam bahtera Nuh. Saya setuju dgn pendapat yang mengatakan bahwa, Nuh hanya membawa sepasang dari masing-masing jenis. Misalnya, sepasang anjing. Sekeluarnya dari bahtera, sepasang anjing itulah akan menjadi nenek moyang segala jenis anjing yang kita kenal mulai herder, doberman, serigala, rottweiler, rubah dan sejenisnya. Hal ini menjawab ketersediaan tempat bagi semua jenis (bukan spesies) binatang beserta makanannnya di dalam bahtera.

    3. Pertanyaan: Apakah Nuh sanggup memindah dan memasukkan semua jenis binatang ke dalam bahtera dalam waktu 7 hari?

    Jawabannya ada pada Kejadian 6:20 dan 7:9. Ternyata inisiatif membawa binatang-binatang itu bukan dari Nuh, tapi binatang-binatang itulah yang DATANG sendiri menuju bahtera. Tentu tuntunan ilahi yang menggerakkan insting binatang-binatang itu untuk berpasang-pasangan berbaris memasuki bahtera. Bila Tuhan yang mengatur sendiri pergerakan konvoi binatang-binatang ini, tidak diragukan semuanya akan tepat jumlah, tepat muat dan tepat waktu. Logika saya, Tuhan akan memilih sepasang binatang yang muda, bukan yang dewasa, apalagi tua. Alasan pertama, binatang dewasa ukuran badannya relatif besar, membuat ruangan dalam bahtera jadi sempit. Alasan kedua, binatang dewasa, butuh makanan lebih banyak, sehingga persediaan yang dibawa Nuh akan cepat habis. Alasan ketiga, binatang muda tidur lebih lama. Perlu diingat, hampir semua binatang menjadi malas bergerak, mengantuk bahkan tidur panjang selama cuaca buruk atau musim hujan badai.

    Pendapat saya, air bah terjadi secara global, bukan lokal.
    Apa dan siapa yang dihancurkan dan dimusnahkan, tertulis secara jelas pada Kej 6 dan 7. Bahkan dikonfirmasi lagi pada Kej 7:21-23. Saya percaya bahwa pemusnahan terjadi atas seluruh makhluk hidup di keseluruhan permukaan bumi kecuali yang ada dalam bahtera Nuh. Sebagaimana yang tertulis di dalam Alkitab.
    Kisah-kisah dan legenda mancanegara tentang banjir besar berasal dari keturunan Yafet, Ham dan Sem yang digethoktularkan secara turun temurun. Sampai generasi anakcucu mereka diceraiberaikan jaman Menara Babel. Dari sanalah kisah air bah menyebar bercampur tradisi dan dramatisasi setempat.

    Bila air bah itu hanya lokal, daripada repot membuat bahtera raksasa, mengapa Tuhan tidak menyuruh Nuh relokasi saja? Daripada Nuh menghabiskan waktu 100 tahun untuk membuat bahtera, kenapa tidak pindah saja, misal 5000 km melewati puncak gunung yang bersebelahan? Mengapa Tuhan perintahkan burung untuk masuk dalam bahtera? Kalau banjir itu lokal, bukankah burung pasti akan terbang mencari tempat kering?
    Kejadian 7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.
    Alkitab menjelaskan tujuan membawa serta binatang-binatang itu, yakni “agar terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi”. Perintah Tuhan ini hanya logis bila air bah ini bersifat global.

    Pendapat Bengcu bahwa ada manusia di belahan bumi yang lain dan selamat dari air bah, menggelitik saya untuk belajar lebih jauh. (Cuocok sekali dengan tujuan Bengcu untuk mengajak sebanyak mungkin orang Kristen untuk memikirkannya dan mencari jawabannya).

    Bila yang dimaksud manusia lain adalah keturunan Kain berdasar ayat Kej 4:14 (terutama frasa ‘tersembunyi di hadapan-Mu’), maka saya mempunyai pemahaman bahwa ayat itu semata-mata merupakan pernyataan individu dari Kain bahwa ia tidak akan lagi mendapat kasih karunia Tuhan. Tetapi tidak berarti Kain berhasil menyembunyikan diri dari Tuhan. Apakah mungkin ada manusia yang tersembunyi dari Tuhan? Jelas tidak ada, karena sifat Tuhan yang Mahatahu.

    Bila yang dimaksud manusia lain adalah penduduk kerajaan Tiongkok berdasar catatan sejarah 2300 SM, memang ada ketidakcocokan data. Andaikan kitab Shujing perhitungan penanggalannya benar, maka kejadian tersebut bersamaan dengan air bah jaman Nuh. Tidaklah mungkin bencana global itu bisa dielakkan hanya dengan membangun kanal dan bendungan. Dalam hal ini, saya menganggap Alkitab pencatatannya lebih akurat. Kemungkinan, peristiwa itu benar terjadi tapi penanggalannya tidak tepat.

    Bengcu menulis: Kita tidak tahu sejauh mana Banjir Nuh melanda permukaan bumi namun kita tahu bahwa selain keluarga Nuh masih banyak manusia lain yang tidak binasa

    Mohon penjelasan lebih lanjut, manusia lain mana yang tidak binasa?
    Karena Alkitab menyatakan dengan ekstra jelas bahwa semua manusia binasa
    Kej 7:21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia.
    Kej 7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.
    Kej 7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
    Dalam ketiga ayat itu, pesannya sama: semua manusia mati. Bahkan sampai diulang 3 kali dalam 3 ayat secara berurutan! Penulisan suatu pesan yang sama sampai 3 kali dalam Alkitab menunjukkan betapa pentingnya esensi ayat tersebut. Rupanya Tuhan kita yang cerdas itu sudah mengantisipasi, suatu saat bakal ada orang-orang percaya yang akan berbeda pendapat dan mempertanyakan apakah selain Nuh, masih ada manusia lain yang selamat dari air bah.

  2. @herrytanojo, kita memang menggunakan banyak sumber pustakan dalam membahas Banjir Nuh, namun STANDARDNYA tetap adalah Alkitab.

    herrytanojo: 1. Kondisi bumi sebelum air bah jauh berbeda dengan kondisi bumi saat ini.

    Alkitab TIDAK mencatat masalah GEMPA selama BANJIR Nuh. Alkitab juga tidak mencatat tentang Kontur BUMI. sebelum dan setelah GEMPA. Membahas hal demikian hanya akan membawa ke entah berentah.

    Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9

    lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10

    herrytanojo: Pengertian saya tentang kedua ayat itu adalah: saat awal mula penciptaan, lautan terkumpul di suatu tempat, sehingga daratan kemungkinan jauh lebih luas dibandingkan bumi sekarang yang 70%nya adalah lautan

    Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pemahaman anda adalah pemahaman TEOLOG Kristen sejak ABAD ke 2 setelah mereka DIbuTAKAN oleh FILSAFAT Yunani.Para TEoLOG saat demikian percaya bahwa yang diciptakan oleh Allah selama 6 hari penciptaan adalah:

    SEBUAH buMi yang DATAR dengan LANGIT BIRU sebagai KUBAH-nya.

    Kita tahu bahwa yang disebut DUNIA (ERETH) bukan hanya BuMi yang BuLAT namun juga PLANET dan benda-benda langit yang lainnya.

    DUNIA = YANG KERING = YANG KELIHATAN = alam semesta yang KELIHATAN

    KUMPUAN AIR = Laut = TIDAK KELiHATAN = TIDAK BISA dikunjungi karena dIJAGA oleh KERUB dengan PEDANG samber GELEDEK. disana lah TAMAN EDEN berada

    herrytanojo: 2. Pertanyaan : Apakah bahtera itu mampu mengangkut semua jenis binatang beserta persediaan makanan untuk 1 tahun 10 hari?

    Alkitab tidak mengajarkan tentang JENIS itu sebabnya debat masalah itu akan bawa ke entah berentah. Di samping itu, DAYA angkut binatang BuKAN masalah utama dalam bahtera Nuh. Namun TEKNOLOGI dan KEKUATAN Bahtera menghadapi AIR adalah MASALAH utamanya.

    herrytanojo: 3. Pertanyaan: Apakah Nuh sanggup memindah dan memasukkan semua jenis binatang ke dalam bahtera dalam waktu 7 hari?

    binatang memang datang SENDIRI namun KECEPATAN GERAK binatang memasuki BAHTERA, itulah yang penting. Contoh, bagaimana kura-kura bergerak memasuki bahtera?

    herrytanojo: Bila air bah itu hanya lokal, daripada repot membuat bahtera raksasa, mengapa Tuhan tidak menyuruh Nuh relokasi saja? Daripada Nuh menghabiskan waktu 100 tahun untuk membuat bahtera, kenapa tidak pindah saja, misal 5000 km melewati puncak gunung yang bersebelahan? Mengapa Tuhan perintahkan burung untuk masuk dalam bahtera? Kalau banjir itu lokal, bukankah burung pasti akan terbang mencari tempat kering?

    Dalam SATU malam, berapa jumlah anak sulung yang mati di Mesir ya? Dalam HARI, malak YHWH pernah MEMUSNAHKAN 70.000 orang Israel. Kenapa harus MENUNGGU 120 tahun dan memusnahkan manusia dengan AIR BAH, ya?

    Bila anda mammpu menjawab pertanyaan saya, maka anda akan mamu menjawab pertanyaan anda sendiri.

    Yang dilepas oleh Nuh adalah BURUNG merpati dan burung GAGAK. Sebaiknya anda pelajari kedua JENIS burung tersebut untuk MENGETAHUI JARAK jelajah mereka dan PERILAKU mereka. Bila memahaminya maka anda akan tAHU alasan Nuh melepas kedua jenis burung tersebut, bukan melepas burung JALAK dan burung ONTa.

    FAKTANYA keturunan KAIN memang HILANG dari PANDANGAN YHWH, itu sebabnya TIDAK ada CATATAN tentang MEREKA selanjutnya.

    Sejarah Tiongkok kuno SANGAT TELITI pencatatannya. Itu sebabnya KALKULASI tahunnya bisa dilakukan dengan TELITI dan AKURAT. tujuan saya menunjukkan catatan Banjir Zaman Yao bukan untuk MENUNJUKKAN bahwa itu adalah KISAH Nuh. Namun kisah LAIN.

    SEGALA artinya SEGALA.

    Itulah yang diajarkan oleh para TEOLOG. bila demikian, itu berarti SEGALA mustahil ada KECUALI. FAKTANYA adalah SEGALA KECUALI yang DI bahtera. Itu artinya SEGALA sama sekali bukan SEGALA.

  3. Mohon penjelasan, manusia lain manakah yang Bengcu maksudkan tidak binasa?

  4. @herrytanojo, bangsa Tiongkok kuno TIDAK binasa oleh air bah. Bangsa Mesir pun TIDAK binasa oleh air bah. Dari mana kita tahu bahwa bangsa Mesir bukan kekturunan Nuh? Dari ucapan YHWH. Bila anda baca Alkitab Perjanjian Lama dengan teliti dan hati-hati maka anda akan MENEMUKAN FAKTA bahwa PADA MULANYA, yHWH sama sekali TIDAK TAHU bahwa Allah yang disembah oleh bangsa Mesir adalah BERHALA alias mahatiada.

  5. @herrytanojo, AYAT-nya CARI sendiri kisanak. Bangsa Mesir tidak BINASA karena banjir Nuh. Kain dan Keturunannya TERSEMBUNYI dari hadapan YHWH. Saya kasih petunjuk ya kisanak. Dari zaman Air Bah sampai Abraham itu BERAPA keturunan dan berapa lama? Suku-suku yang diturunkan oleh anak-anak Nuh itu tinggal di mana? Yang tinggal di Sinear itu siapa kisanak? Dari Sinear sampai Abraham itu berapa lama? Suku-suku apa saja yang ada saat itu?

  6. Bengcu @herrytanojo, kita memang menggunakan banyak sumber pustakan dalam membahas Banjir Nuh, namun STANDARDNYA tetap adalah Alkitab.
    Setuju. Sebab itulah saya respek terhadap Bengcu.

    Saya menekankan perbedaan kondisi bumi sebelum dan sesudah air bah, karena kerangka berpikir ini amat penting untuk menjelaskan berbagai keraguan tentang ayat-ayat Alkitab mengenai peristiwa air bah.
    Salah satu contoh perbedaan: Manusia dan semua binatang sebelum air bah adalah vegetarian alias tidak makan daging. Berarti ekosistem saat itu berbeda total.

    Kej 1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
    Kej 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.

    Itulah mengapa singa tidak meneteskan air liur melihat sapi mondar mandir di dalam bahtera. Tidak ada mangsa memangsa di dalam bahtera, sehingga sapi keluar hidup-hidup dari dalam bahtera dan kita bisa menikmati daging sapi hari ini.
    Dan satu bukti perbedaan yang penting kita bahas adalah, manusia sebelum air bah menikmati panjang umur, yakni plus minus 900 tahun (kecuali Henokh).
    Ini jelas menunjukkan ada kondisi X di bumi saat itu, yang memungkinkan manusia mencapai usia seperti itu. Dampaknya: ilmu yang dipelajari seorang manusia semasa hidup juga akan makin banyak. Setelah Nuh berulang tahun ke 500, Tuhan memberikan spesifikasi pembuatan bahtera kepadanya. Nah, saya membayangkan seseorang yang berumur 500 tahun tentunya amat berhikmat dan sudah menguasai banyak disiplin ilmu dalam hidupnya. Mungkin Nuh sempat belajar juga ilmu metalurgi kepada Tubal Kain, penemu teknik pengolahan logam.
    Bayangkan bila Bengcu diberi usia sepanjang itu; Berapa ulang kali membaca Alkitab cover to cover bisa dilakukan? Berapa banyaknya mutiara terpendam dalam Firman Tuhan yang berhasil digali dan ditemukan? Berapa besarnya angka hits blog ini?
    Ilmu kedokteran modern mengatakan bahwa tulang manusia berhenti tumbuh setelah usia 20 tahunan. Itu benar, dalam kondisi bumi saat ini. Tapi dalam kondisi X, pada tahun-tahun awal setelah penciptaan tentu berbeda. Fosil-fosil manusia dan binatang ukuran ekstra besar yang telah ditemukan, menunjukkan bahwa bumi pernah dihuni oleh manusia dan hewan yang ukurannya 2-3 kali lebih besar dari ukuran yang familiar kita lihat sekarang. Tidaklah relevan membayangkan postur tubuh Nuh mirip-mirip manusia normal yang kita lihat sekarang.
    Atlet angkat besi kelas berat clean & jerk bisa mengangkat barbel sampai 200 kg. Berat badan mereka 110 – 120 kg. Andaikan postur mereka lebih besar, dan berat badan mereka 200 – 250 kg, kekuatan angkat mereka akan jauh lebih hebat lagi. Tentu tidak masalah Yafet membantu ayahnya menggotong dan merakit balok-balok kayu gofir, bukan?

    Saya percaya bahwa teknik pembuatan bahtera itu tidaklah sederhana, dengan dua alasan:
    – Hikmat yang dari Tuhan, pastilah Nuh tidak kesulitan menjalankan instruksi Tuhan membangun bahtera (yang sekedar mengapung) dan kuat menahan air. Kata ‘pakal’ dalam Kej 6:14 juga masih terus membuat penasaran ilmuwan sampai hari ini, karena ilmu pengetahuan manusia belum sampai ke tingkat kecerdasan itu.
    – Gambaran manusia purba sebagai manusia terbelakang, rambut gondrong, bercawat, hidup di goa adalah sangat keliru. Sampai sekarangpun, manusia yang hidup di goa juga masih ada. Sebaliknya, piramid Mesir dengan kompleksitas dan presisi yang tinggi dibangun sekitar 2000 tahun SM, sudah menggunakan teknologi yang mencengangkan ilmuwan modern. Bahkan ilmu konstruksi abad 21, masih memperdebatkan apakah kita mampu membangun ulang bangunan piramid dengan tingkat akurasi yang sama.

    Faktor X inilah yang menjawab masalah kura-kura. Kita tidak tahu ukuran dan kemampuan berjalan kura-kura sebelum air bah. Kura-kura yang ada sekarang berjalan dengan kecepatan rata-rata 0,4 km/jam. Jadi kalau dia rajin berjalan 20 jam/hari, dia menempuh 8 km. Tujuh hari, bisa mencapai jarak 56 km. Misal kura-kura start di Jakarta dan bahtera ada di Bogor. Dengan asumsi kecepatan tersebut, masih cukup waktu, sepasang kura-kura masuk ke bahtera.

    Amatlah baik bila kita mengubah kerangka berpikir kita tentang kondisi bumi era sebelum air bah, sehingga setiap ayat dalam Firman Tuhan, khususnya tentang penciptaan dapat kita amini kebenaran dan keakuratan datanya. Karena dahulu saya sempat berkeyakinan bahwa cerita dan angka-angka yang tertera dalam proses penciptaan di kitab Kejadian lebih merupakan kiasan atau perumpamaan. Namun, makin dalam mempelajari Firman Tuhan, makin nyata bahwa pemikiran itu salah.

    Bengcu@herrytanojo: Yang dilepas oleh Nuh adalah BURUNG merpati dan burung GAGAK. Sebaiknya anda pelajari kedua JENIS burung tersebut untuk MENGETAHUI JARAK jelajah mereka dan PERILAKU mereka. Bila memahaminya maka anda akan tAHU alasan Nuh melepas kedua jenis burung tersebut, bukan melepas burung JALAK dan burung ONTa.

    Mohon maaf, apakah Bengcu tidak salah mengerti maksud saya? Pernyataan saya tentang burung, adalah: Mengapa Tuhan menyuruh burung-burung masuk ke bahtera Nuh? Bila hanya banjir lokal, tanpa diperintahpun, burung-burung akan terbang ke sana kemari mencari tempat yang kering. Tapi Tuhan berkata di Kejadian 7:3 “juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.”
    Berarti, bila tidak diselamatkan dalam bahtera, bakal musnahlah keturunan burung-burung di bumi, karena banjir itu akan terjadi merata di seluruh bumi.

    FAKTANYA keturunan KAIN memang HILANG dari PANDANGAN YHWH, itu sebabnya TIDAK ada CATATAN tentang MEREKA selanjutnya.
    Pendapat saya, tidak ada catatan tentang keturunan Kain selanjutnya, karena mereka musnah saat air bah. (Kejadian 7:21-23)

    Bengcu berkata : Sejarah Tiongkok kuno SANGAT TELITI pencatatannya. Itu sebabnya KALKULASI tahunnya bisa dilakukan dengan TELITI dan AKURAT. Tujuan saya menunjukkan catatan Banjir Zaman Yao bukan untuk MENUNJUKKAN bahwa itu adalah KISAH Nuh. Namun kisah LAIN.

    Ya saya mengerti. Dari pengalaman hidup saya, bila ada data atau informasi non Alkitab yang bertentangan dengan Alkitab. Akhirnya selalu Alkitab terbukti benar. Mungkin tidak serta merta terbukti, namun bisa bertahun-tahun baru terbuka bahwa data di dalam Alkitab yang tepat.

    Bengcu@herrytanojo, bangsa Tiongkok kuno TIDAK binasa oleh air bah. Bangsa Mesir pun TIDAK binasa oleh air bah. Dari mana kita tahu bahwa bangsa Mesir bukan kekturunan Nuh? Dari ucapan YHWH.

    Bengcu, setahu saya bangsa Mesir adalah keturuan Ham.

    Kej 10:6, Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.
    Bukankah Misraim adalah bapa bangsa Mesir?
    Mazmur 105:23 Demikianlah Israel datang ke Mesir, dan Yakub tinggal sebagai orang asing di tanah Ham.
    Berarti tanah Mesir = tanah keturunan Ham.

    Bengcu berkata @herrytanojo: Kita tahu bahwa yang disebut DUNIA (ERETH) bukan hanya BuMi yang BuLAT namun juga PLANET dan benda-benda langit yang lainnya.
    Bengcu berkata pula di sabda space: Hal kedua yang harus anda buktikan adalah bahwa kata “eret” dalam Kejadian 7:19 berarti seluruh permukaan bumi dan “gaboahh” dalam ayat tersebut berarti seluruh gunung tinggi di bumi.
    Dari kedua statement Bengcu di atas, maka otomatis ‘ereth’ berarti keseluruhan bumi, bukan sebagian bumi. Dengan demikian, Kejadian 7:19 serta 7:23 tidak diragukan lagi berarti meliputi seluruh bumi.
    Tolong dikoreksi bila saya salah mengutip atau mengartikannya.

  7. herrytanojo: Saya menekankan perbedaan kondisi bumi sebelum dan sesudah air bah, karena kerangka berpikir ini amat penting untuk menjelaskan berbagai keraguan tentang ayat-ayat Alkitab mengenai peristiwa air bah. Salah satu contoh perbedaan: Manusia dan semua binatang sebelum air bah adalah vegetarian alias tidak makan daging. Berarti ekosistem saat itu berbeda total.

    Kata Ibrani BARA diterjemahkan sebagai MENCIPTAKAN dari NIHIL = Creatio ex Nihilo.
    Sorga dan dunia yang di-BARA pada Kejadian 1:1 baru DiJADIKAN pada Kejadian 1:3 dan seterusnya. Manusia yang di-BARA pada Kejadian 1:26-27 baru DIJADiKAN pada Kejadian 2:7.

    Alkitab sama sekali tidak MENGAJARKAN tentang CREATIO ex NIHILO karena semua CIPTAAN ada BAHAN BAKUNYA. BARA bukan CREATIO ex NIHILo = Menciptakan dari NiHiL namun BARA = BLUE PRINT. Kejadian 1:1 = BARA sorga dan dunia = Blue Print Sorga dan dunia. Blue print itu lalu mulai DIKERJAKAN alias DISELESAIKAN mulai dari Kejadian 1:3. BLUE PRINT manusia dibuat dalam Kejadian 1:26-30 baru DIKERJAKAN mulai dari Kejadian 2:7 sampai seterusnya.

    Apakah BARA alias BLUE PRINT yang tercatat dalam Kejadian 1 SUDAH digenapi SEMUANYA? SUDAH dan BELUM! Manusia MASIH terus BERANAK CUCU dan ada banyak hal lainnya lagi.

    KETETAPAN tentang MAKANAN manusia dalam Kejadian 1:29 SUDAH dan BELUM digenapi. Kenapa demikian? Karena di bumi manusia masih makan DAGING dan baru nanti di Sorga, setelah MATI, manusia akan VEGETARIAN. SUDAH digenapi karena sudah banyak manusia yang MATI.

    Kisah HABEL memberi persembahan KORBAN bakaran adalah BUKTI bahwa sejak AWAL di BUMI manusia SUDAH makan DAGING sehinga tahu ENAKNYA dan WANGiNYA daging.

    Sekali lagi, di dalam kisah penciptaan dan dan banjir Nuh, kita menjadikan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran. Ilmu pengetahuan HARUS MENDUKUNGNYA. ajaran Alkitab TIDAK boleh BERTENTANGAN dengan Ilmu pengetahuan ilmiah yang TELAH benar-benar TERUJI. contoh. Ilmu pengetahuan ilmiah tentang BUMI bulat, bumi mengelilingi matahari MEMANG mendukung ajaran Alkitab. Apa yang terjadi ketika Gereja Katolik MENYANGKAL ilmu pengetahuan bumi itu bulat dan mengelilingi matahari? Yang terjadi adalah Gereja Katolik MENYANGKAL ajaran bahwa bumi itu BULAT dan MENGELILINGI matahari. Ada banyak ayat yang mengajarkan kebenaran demikian. KALENDER yahudi adalah BUKTI lainnya.

    Alkitab mencatat bahwa binatang dan NUH hanya punya WAKTU 7 HARI untuk MEMASUKI bahtera. Itulah sebabnya dikatakan masalahnya bukan JUMLAH namun WAKTU yang diperlukan oleh BINATANG untuk memasuki bahtera.

    Yang jadi MASALAH bukan Daya TAMPuNG namun KEKUATAN BAHTERA menghadapi AIr. PENGETAHUAN diwariskan. PENGETAHUAN Nuh membaut bahtera pun DIWARISKAN kepada generasi selanjutnya. Itulah CARA untuk MELACAK teknologi dan apa yang terjadi pada banjir Nuh.

    BAHTERA Nuh adalah RAKIT untuk MENGAMBANG di atas BANJiR, bukan KAPAL induk yang MENGARUNGI Samudera. Apabila banjir Nuh mengarungi seluruh dunia, maka yang harus dihadapi bahtera Nuh adalah SAMUDERA.

    herrytanojo: Bukankah Misraim adalah bapa bangsa Mesir?

    Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, orang Patrusim, orang Kasluhim — dari mereka inilah berasal orang Filistin–dan orang Kaftorim. 1 Tawarikh 1:11-12

    Ham adalah BAPAK orang Kanaan, bukan Bapak orang Mesir.

    kitab Kejadian ditulis oleh Musa. Tidak ada satu ayat pun yang mencatat bahwa orang Mesir adalah keturunan HAM.

    herrytanojo: Mengapa Tuhan menyuruh burung-burung masuk ke bahtera Nuh? Bila hanya banjir lokal, tanpa diperintahpun, burung-burung akan terbang ke sana kemari mencari tempat yang kering.

    Bukankah saya mereferensikan anda untuk mempelajari kehidupan burung agar tahu JARAK jelajah mereka dan cara mereka menjalani hidupnya?

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.