Yesus Harus Punya Nafsu Birahi


Doktrin Diofisitisme alias Satu Pribadi Dua Hakekat mengajarkan bahwa Yesus adalah anak JASMANI Maria karena berasal dari benih Maria. Apabila Yesus Kristus adalah anak jasmani Maria, Dia pasti punya NAFSU birahi. Karena punya  nafsu birahi Dia pasti mengalami mimpi basah. Karena punya nafsu birahi lalu wanita seperti apakah yang membuat-Nya birahi? Yesus adalah Pencipta. Karena Yesus adalah PENCIPTA itu berarti semua kehendak-Nya pasti menjadi kenyataan. Ketika Yesus melihat seorang wanita yang membangkitkan birahi-Nya, bukankah keinginan-Nya pasti jadi? Apakah Tuhan Yesus Punya Nafsu Birahi?

Yesus HARUS Punya NAFSU Birahi

Apabila Yesus Kristus memiliki dua hakekat, maka Dia PASTI memiliki NAFSU birahi karena semua lelaki normal punya NAFSU birahi. Karena memiliki  nafsu birahi Yesus pasti mengalami mimpi basah. Karena punya nafsu birahi lalu wanita seperti apakah yang membuat Tuhan Yesus birahi? Yesus adalah Pencipta. Sang Pencipta birahi kepada ciptaan-Nya? Benar-benar mengenaskan! Karena Yesus adalah Pencipta itu berarti semua kehendak-Nya pasti menjadi kenyataan. Ketika Yesus melihat seorang wanita yang membangkitkan birahi-Nya, bukankah keinginan-Nya pasti jadi?

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Matius 5:27-28

Sebagian teolog mengajarkan bahwa Yesus, walaupun manusia sejati namun TIDAK punya nafsu birahi. Nafsu birahi tidak ada pada HAKEKAT namun ada pada PRIBADI manusia. Karena pribadi ilahi-Nya memenuhi atau membentuk atau memberi karakter pada hakekat manusia-Nya sebelum hakekat manusia-Nya menjadi pribadi itu sebabnya Yesus tidak punya NAFSU Birahi. Dari mana para teolog itu mengambil kesimpulan demikian? Mereka mengambil kesimpulan demikian karena pengetahuan bahwa bayi tidak birahi. Selanjutnya mereka menggunakan Matius 5:27-28 untuk mendukung ajarannya.

Birahi dan keinginan untuk melampiaskan birahi adalah dua hal yang berbeda. Lelaki tidak birahi kepada semua wanita yang dilihatnya. Lelaki HANYA birahi kepada wanita tertentu namun tidak birahi kepada wanita lainnya. Nafsu birahi bisa dipicu kemudian dipacu secara sadar namun nafsu birahi alamiah muncul begitu saja ketika seorang lelaki melihat wanita tertentu.

Bayi memang tidak birahi namun itu bukan berarti bayi tidak punya nafsu birahi karena penelitian menunjukkan bahwa bayi lelaki akan ereksi atau mengeras penisnya ketika disentuh. Nafsu birahi bukan sesuatu yang dipelajari namun sudah ada di dalam hekekat manusia. Itu sebabnya tidak ada orang tua yang mengajari anaknya untuk birahi. Yang ada adalah orang tua yang mengajari anaknya untuk mengendalikan nafsu birahinya. Birahi muncul begitu saja karena birahi adalah salah satu naluri manusia, naluri beranakcucu. Matius 5:27-28 sama sekali tidak berbicara tentang NAFSU birahi namun tentang keinginan seorang lelaki untuk memuaskan nafsu birahinya pada  perempuan yang ditemuinya.

Sebagian Teolog mengajarkan  bahwa Yesus tidak memiliki NAFSU birahi karena Dia tidak mewarisi dosa asal. Apabila ajaran demikian benar, itu berarti nafsu birahi adalah dosa. Apabila nafsu birahi adalah dosa, itu berarti setiap manusia yang memuaskan nafsu birahinya walaupun dengan istrinya sendiri sedang berbuat dosa. Itu berarti beranakcucu sama dengan berbuat dosa. Itu berarti amanat untuk beranak cucu adalah amanat untuk berbuat dosa.

Sebagian Teolog mengajarkan bahwa Yesus memiliki NAFSU birahi namun nafsu birahi-Nya tidak berkembang karena Pribadi Ilahi-Nya menguasai hakekat manusia-Nya yang bernafsu birahi. Apabila ajaran demikian benar, Apabila Pribadi Ilahi Yesus menyebabkan nafsu birahi Yesus tidak berkembang, bukankah seharusnya juga menyebabkan sifat-sifat hakekat manusia-Nya yang lain juga tidak berkembang?  Bila demikian, kenapa Teologi Reformed mengajarkan bahwa baik hakekat manusia maupun hakekat Ilahi Yesus tetap mempertahankan sifat-sifatnya masing-masing dan sifat-sifat itu berkembang sesuai dengan kodratnya? Bukankah itu berarti teolog reformed menyangkal ajarannya sendiri? Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati.  Karena sifat-sifat kedua hakekat Yesus tetap dipertahankan dan berkembang sesuai dengan kodratnya, itu berarti Nafsu birahi Yesus juga berkembang sesuai kodratnya.

Teolog Reformed yang lain mengajarkan bahwa Yesus punya Nafsu birahi dan nafsu birahi bukan dosa. Seorang teman bertanya, apa masalah anda bila Yesus punya nafsu birahi? Handai taulan sekalian, saya tidak punya masalah selain ngakak terbahak-bahak ketika membayangkan Yesus mimpi basah sehingga harus ke sungai malam-malam untuk mentahirkan diri dan birahi kepada wanita yang ditemui-Nya serta menduga-duga wanita seperti apakah yang membuat Yesus birahi? Benar-benar LUCU! Yesus pasti ngaceng dan kelimpungan ketika dia diminyaki dengan minyak Narwastu dan dicumbui oleh wanita cantik itu.

Pada hekekatnya, masalahnya bukan Yesus punya atau tidak punya NAFSU birahi namun apakah Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah anak jasmani bunda Maria? Masalahnya adalah apakah Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan Yesus punya dua hakekat? Namun, apabila meyakini Yesus PUNYA dua hakekat itu berarti anda HARUS meyakini bahwa Yesus Kristus punya NAFSU birahi. Karena punya nafsu birahi itu berarti Yesus akan mimpi basah secara teratur karena itulah cara hakekat manusia memuncratkan air mani tanpa masturbasi atau hubungan sex.

Yesus Harus Beranak Cucu

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah  banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Yohanes 6:38

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Yohanes 17:4

Apabila Yesus Kristus memiliki dua hakekat, maka hakekat manusia-Nya harus BERANAK CUCU untuk menggenapi Firman Allah di dalam Kejadian 1:28. Apabila hakekat manusia Yesus tidak beranak cucu itu berarti Dia MEMBUAL ketika berkata-kata di Yohanes 6:38 dan Yohanes 17:4,  sebab Dia sama sekali TIDAK menggenapi kehendak Allah agar manusia beranak cucu.

Sebagian teolog mengajarkan bahwa tidak semua lelaki beranakcucu itu sebabnya Yesus Kristus juga tidak WAJIB beranakcucu. Apabila Yesus memiliki hakekat manusia namun tidak menggenapi mandat beranak cucu, itu berarti Dia membual ketika berkata, “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”

Handai taulan sekalian, apabila anda meyakini Yesus PUNYA dua hakekat maka selain HARUS meyakini Yesus memiliki NAFSU birahi anda juga harus meyakini bahwa Yesus TELAH beranakcucu sebab Dia mengaku telah menggenapi semua kehendak BAPA-Nya termasuk di dalamnya kehendak Allah agar manusia beranak cucu..

Yesus Kristus Tidak Punya Nafsu Birahi

Kejadian 1:28, mandat beranak cucu diberikan kepada Adam dan seluruh keturunannya. Apabila meyakini Yesus adalah satu pribadi dengan dua hakekat dan hakekat manusianya di dapat dari Maria, itu berarti anda harus meyakini bahwa Yesus adalah keturunan Adam dan mengemban amanat untuk beranak cucu.

Yesus adalah YHWH alias Logos yang MENJADI manusia. Dia tidak berasal dari benih Maria. Dia bukan keturunan Adam yang ke 74. Dia bukan Satu Pribadi Dua Hakekat. Alkitab mengajarkan tentang keberadaan empat jenis manusia yaitu:

1. Manusia yang diciptakan dari YHWH dan dilahirkan oleh wanita = Yesus
2. Manusia yang diciptakan dari debu tanah = Adam
3. Manusia yang diciptakan dari Adam = Hawa
4. Manusia yang diciptakan dari benih manusia dan dilahirkan oleh wanita = keturunan Adam dan Hawa

Yesus bukan Adam juga bukan keturunan Adam itu sebabnya Dia tidak mengemban amanat untuk beranak cucu. Karena tidak mengemban amanat untuk beranak cucu, itu sebabnya Yesus walaupun manusia namun dia bukan manusia dari JENIS yang sama seperti kita. Itu sebabnya Dia tidak memiliki nafsu birahi.

Alkitab mengajarkan bahwa manusia adalah GAMBAR RUPA Allah. Yesus Kristus adalah Pencipta dalam WUJUD manusia. Manusia adalah GAMBAR RUPA Yesus Kristus. Itulah sebabnya Yesus Kristus seperti manusia, karena manusia adalah gambar-Nya. Walaupun dalam WUJUD manusia namun Yesus adalah Pencipta sejati dengan satu hakekat yaitu hakekat Sang Pencipta sejati. Walaupun dalam wujud manusia namun baik TUBUH maupun Jiwa Yesus tidak berasal dari dunia, tidak berasal dari Maria, tidak berasal dari Adam, tidak berasal dari manusia. Tubuh dan jiwa Yesus berasal dari Sang Pencipta berasal dari Logos, berasal dari YHWH Elohim, berasal dari YHWH. Yesus memang manusia namun Dia adalah MANUSIA ILAHI artinya, manusia yang DICIPTAKAN (yatsar) dari Sang Pencipta.

MANDAT beranak cucu diberikan kepada GAMBAR RUPA Allah (manusia) namun tidak diberikan kepada MANUSIA ILAHI, kepada ANAK MANUSIA. Itu sebabnya Yesus tidak mengemban mandat untuk beranakcucu. Karena tidak mengemban mandat untuk beranakcucu maka Yesus tidak punya NAFSU birahi karena NAFSU birahi adalah WUJUD mandat beranak cucu di dalam manusia. NAFSU birahi adalah MANDAT beranak cucu yang TERTANAM di dalam hakekat manusia, itu sebabnya setiap lelaki normal memilikinya.

NB.
Ini adalah blog ke 6  dari blog “Bengcu Menggungat Satu Pribadi Dua Hakekat” Untuk membaca blog lainnya, silahkan klik di bawah ini:

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

  1. Monofisitisme Miafisitisme Diofisitisme
  2. Yesus Bukan Dari Dunia Ini
  3. Maria Hamil RAHIM Tidak Hamil JANIN
  4. Yesus MENYANGKAL Doktrin Diofisitisme
  5. Diofisitisme VS Hukum Kontradiksi
  6. Yesus HARUS Punya NAFSU Birahi
  7. Perempuan Berselubung Matahari

72 thoughts on “Yesus Harus Punya Nafsu Birahi

  1. @hai, syukurlah bila anda MENGAKU diri anda memang LONGOR! rajin-rajin baca blog hai hai siapa tahu lama-lama anda jadi pinter?

  2. Ko Hai Hai,
    Mohon pencerahannya nih,

    Kejadian 1:28 mencatat :
    Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

    1. Mandat untuk beranak cucu pada ayat tsb harus dipenuhi sampai kapan ? apakah ada batas waktunya? mengingat saat ini penduduk bumi kalau tidak salah berjumlah 7,2 miliar jiwa, dan diperkirakan bisa mencapai 9,8 miliar pada tahun 2050 (rujukan http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/05/mpgt7z-tahun-2050-penduduk-dunia-diprediksi-98-miliar)
    apakah dengan jumlah tersebut bumi masih sanggup menampung dan menopang hidup manusia ?

    2. Kata “penuhilah bumi” artinya apa ? bagaimana hubungannya dengan kondisi saat ini ? belum bisakah disebut bumi telah penuh dengan manusia ? di beberapa negara, mungkin kepadatan penduduk tidak seberapa, tetapi hampir seluruh negara, terutama negara berkembang memiliki masalah dengan kepadatan penduduk. Apakah penuhilah bumi dapat diartikan menggunakan seluruh wilayah bumi untuk didiami ? bagaimana dengan daerah daerah yang sulit dihuni manusia (mis : di pegunungan tinggi), wilayah2 yang ditetapkan sebagai cagar alam dan tidak bisa dihuni?

    3. Bagaimana dengan pengendalian laju pertumbuhan penduduk, misalnya kontrasepsi atau pemberian insentif di beberapa negara untuk memiliki anak dengan jumlah tertentu saja, bahkan tidak memiliki anak ? meskipun juga ada negara2 tertentu yang justru melakukan hal sebaliknya sehubungan dengan persebaran usia penduduknya yang lebih banyak di golongan usia tua. apakah ini berarti melanggar Kejadian 1 : 28 ?

    Terima kasih atas penjelasan Ko yang TEGAS dan GAMBLANG untuk masalah berahi tsb diatas dan terima kasih untuk kesediaan mencerahkan pertanyaan saya diatas, serta koreksi yang akan diberikan, apabila ada yang salah.
    Maju terus, ditunggu pembahasan lainnya mengenai ALKITAB dan AJARAN KRISTEN, TUHAN YESUS memberkati.

  3. Maaf Ko, saya belum mengerti,
    Maksudnya yang disebut di Kej. 1 : 28 itu DUNIA ? Definisi DUNIA itu apa? apa beda dengan BUMI? bukankah disebut penuhi dan taklukan? Kata kata berkuasa atas ikan, burung dan segala binatang lain bukannya menunjuk ke BUMI secara fisik yang kita diami ini?
    Mohon pencerahan lanjut Ko,

    Terima kasih

  4. Bahasan yang menarik.

    Saya juga meragukan ditemukannya sampel darah Yesus, karena sesudah sekian ratus tahun, apakah tidak pernah terjadi hujan, sehingga bekas tersebut tetap ada di sana ?

    Saya juga ada pertanyaan ke Bengcu. Pada kitab kejadian disebutkan anak2 adam dan hawa semuanya laki2. Tetapi mereka bisa menghasilkan keturunan-keturunan. Menurut penyelidikan Bengcu terhadap alkitab, bagaimanakah mereka bisa menghasilkan keturunan? Apakah Tuhan juga menciptakan manusia lain di luar yg diceritakan alkitab ?

    Thanks.

  5. Kisanak, kitab Kejadian ditulis oleh Musa atas perintah YHWH. Musa menulisnya sendiri atau menyuruh orang lain? Saya tidak tahu. Alkitab tidak mencatatnya. Karena Musa tidak hadri dalam kisah-kisah yang ditulisnya maka kita pun menyimpulkan bahwa yang ditulisnya diceritakan oleh YHWH kepadanya. YHWH menceritakan kisah untuk mengajarkan sesuatu kepada Musa dan bangsa Israel bukan mewariskan kitab silsilah.

    “jokowi alumni Universitas Gajah Mada.” bila informasi demikian saya anggap CUKUP untuk menyatakan kehendak saya, maka saya tidak perlu menceritakan tahun berapa jokowi masuk Gajah Mada, Fakultas apa? lulus tahun berapa? IP-nya berapa? Saya juga tidak menceritakan Jokowi anak siapa? Bapanya menikah dengan siapa? siapa saja adik dan kakaknya?

    Berapa kali anda sudah membaca kitab Kejadian? 1 kal? 2 kali? 3 kali? Menurut saya anda BELUM pernah membacanya, secara sistematis itu sebabnya bertanya hal yang anda tanyakan. Anda pasti menganggap dir orang PINTER dan anda memang pinter. orang-orang pinter menyangka TANPA membaca Alkitab sebab SUDAH bertanya adalah CARA pinter untuk mengerti ajaran Alkitab. Padahal CARA demikian sama sekali TIDAK pinter! Kenapa demikian? itulah cara BODOH untuk MEMBUANG kesempatan membaca Alkitab.

    Anda BERTANYA lalu merasa PUAS dengan jawaban yang DIBERIKAN, selanjutnya MERASA tidak perlu membaca Alkitab lagi sebab yakin dirinya SUDAH TAHU!

  6. Saya sudah membaca Alkitab, dan Kejadian adalah yang pertama saya baca.

    Kenapa saya bertanya kepada Bengcu? Karena buat saya lebih baik, saya terlihat bodoh saat ini daripada saya menjadi bodoh terus menerus.

    Kenapa saya bertanya pada Bengcu, bukan ke pendeta / yg lain ? Kalau saya bertanya pada orang lain face to face, prasangka orang, saya tidak mempercayai isi alkitab.

    Kenapa saya berani bertanya ke Bengcu ? Karena kita tidak saling berhadapan. Biarlah cuma mengenal lewat tulisan. Karena tadinya saya berpikir Bengcu sudah ada tahu atau referensi dan bersedia membagi saya informasi tsb. Karena setelah saya membaca hampir semua artikel Bengcu, saya tahu Bengcu adalah orang yang kritis dan tidak menelan mentah2 semua data. Sehingga apa yang bisa saya dapatkan dari Bengcu tentunya sudah melalui penyaringann

    Begitulah, Bengcu.
    Terima kasih

  7. belajar Alkitab? kita punya waktu seumur hidup untuk memahaminya. jangan terlalu bernafsu. Terlalu bernafsu akan membuat kita khilaf. Balajarlah pelan-pelan dan nikmatilah proses belajar itu.

  8. Tidak! Saya tidak terlalu bernafsu dan tidak terburu-buru.
    Seringkali, sekali lagi seringkali, saya baru baca 1 pasal, saya
    langsung ketiduran di ranjang.

    But, terima kasi atas saran2nya.

    Saya masih harus belajar terus.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.