Walaupun Alkitab melarang jemaat berbahasa roh di depan umum tanpa penerjemah, namun banyak gereja justru memasukkan berbahasa roh bersama-sama di dalam liturginya. Walaupun Alkitab secara tegas membatasi hanya tiga orang yang boleh berbahasa roh secara bergantian bila ada yang menerjemahkannya, namun banyak gereja justru menjadikan berbahasa roh bersama-sama tanpa penerjemah sebagai bukti kebangunan rohani sebuah gereja. Walaupun Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia yang tidak berguna untuk membangun jemaat namun banyak pengkotbah justru sangat getol mendorong jemaat untuk mengejar karunia bahasa roh. Walaupun Alkitab menyatakan bahasa roh adalah karunia untuk orang tidak beriman namun banyak sekali orang yang justru merasa super beriman dan dewasa rohani karena mampu berbahasa roh. Kenapa ada gereja yang kekeh jumekeh, ada pengkotbah yang kekeh jumekeh dan banyak orang yang kekeh jumekeh MENENTANG apa yang diajarkan Alkitab? Apakah mereka menerima wahyu baru sehingga ajaran Alkitab sudah kadaluarsa atau mereka sudah disesatkan atau memang sengaja menentang Allah?
KETIKA HAMBA ALLAH MENGHAKIMI HAMBA ALLAH
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. I Korintus 14:14
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. I Korintus 14:15
Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. Daniel 10:12-13
Walaupun saat ini mulai berkurang namun dua dasawarsa yang lalu di Indonesia bangkit banyak pengkotbah bahkan gereja yang kekeh jumekeh mengajarkan doktrin semua orang Kristen harus bisa berbahasa roh. Mereka mengajukan empat alasan yaitu:
Pertama, bahasa roh adalah satu-satunya bukti tak terbantah seseorang dipenuhi Roh Kudus. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:2, oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kedua, bahasa roh adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh Allah, bahasa roh adalah bahasa Allah, dengan berdoa dalam bahasa roh, maka Iblis tidak akan memahaminya, karena tidak memahaminya maka Iblis tidak akan MENCEGAT jawaban doa dari Allah. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:2 (hanya Allah yang mengerti bahasa roh) dan Daniel 10:12-14 (malaikat yang membawa jawaban doa Daniel dicegat pemimpin kerajaan orang Persia).
Ketiga, bahasa roh berguna untuk membangun iman, oleh karena itu maka setiap orang yang bisa berbahasa roh memiliki jaminan bagi pertumbuhan imannya. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:4 (Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri).
Keempat, bahasa roh adalah cara roh manusia berdoa kepada Allah. Ajaran ini didasarkan pada I Korintus 14:14 (jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh itu jahat karena keinginan daging itu jahat. Ketika manusia menuruti keinginan dagingnya, maka jiwanya langsung menjadi tawanan iblis. Tubuh yang melakukan dosa namun jiwa dan roh yang membayar harganya. Jiwa menjadi tawanan Iblis sedangkan roh manusia kehilangan kemampuan untuk berdoa kepada Allah. Ketika mendapat anugerah bahasa roh, maka roh manusia kembali mendapatkan kemampuannya untuk berdoa. Dengan kemampuan demikian maka roh akan berdoa selama 24 jam karena roh tidak pernah tidur dan roh tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh tubuh dan jiwa. Sementara tubuh dan jiwa tidur, maka roh tetap berdoa. Ketika anda bekerja, maka roh tetap berdoa.
Semua orang Kristen yang telah lahir baru berhak atas anugerah bahasa roh. Syarat pertama untuk mendapatkan anugerah bahasa roh adalah KERINDUAN berbahasa roh. Kedua, MEMINTA bahkan MEMAKSA (mengklaim janji) Allah untuk memberikannya. Ketiga, BERIMAN bahwa Tuhan akan memberikannya bahkan beriman bahwa allah sudah memberikannya (hamil bahasa roh, akan lahir bila waktunya tiba), pemikiran inilah yang mendasari dibukanya kursus bahasa roh. Kerinduan, minta dan iman itu umumnya diwujudkan dalam bentuk pujian doa dan puasa.
Karena Banyak jemaat tetap tidak bisa berbahasa roh walaupun sudah bersungguh-sungguh memenuhi ketiga syarat tersebut maka muncullah ajaran syarat keempat. Hanya orang Kristen yang dipenuhi Roh Kudus yang akan mendapat anugerah bahasa roh. Dipenuhi Roh Kudus itu ibarat gelas yang diisi air hingga luber, bila tidak luber maka tidak akan mendapat anugerah bahasa roh.
Banyak pengkotbah yakin bahwa Roh Kudus di dalam dirinya benar-benar LUBER. Mereka prihatin ketika melihat banyak sekali jemaat yang walaupun memiliki Roh Kudus, namun tidak penuh apalagi luber. Mereka berdoa agar semua orang Kristen di dunia ini dipenui Roh Kudus hingga luber. Allah memperhatikan ketulusan para pengkotbah demikian, Dia lalu memberi mereka karunia membagi-bagikan Roh Kudus. Pengkotbah yang malu-malu membagi-bagikan luberan Roh Kudus-nya dengan cara tumpang tangan, yang lainnya dengan MENGEMBUSI jemaat, beberapa pengkotbah yang paling sakti, misalnya Benny Hinn selain mengembus juga melempar-lemparkan Roh Kudus kepada jemaat yang menghadiri KKR-nya.
Dunia kekristenan gonjang ganjing, saya ingat, saat itu, sang hamba Allah, Pdt. Dr Stephen Tong, berdiri di atas mimbar, wajahnya garang, matanya nyalang namun suaranya parau penuh duka, “Mau dibawa kemana iman generasi ini?” Kebisuan menguasai ruang kebaktian lalu dengan suara datar dia menyebutkan nama beberapa orang hamba Tuhan yang mengaku memiliki kuasa untuk membagi-bagikan Roh Kudus. Dengan tegas dia lalu berkata, “Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal, bukan KUASA, bukan ENERGI, Dia adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal! Hanya Yesus Kristus yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus” Suaranya hampir tersedak, dia terbatuk-batuk hebat lalu mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya, menghapus air matanya, menghapus keringatnya lalu menampung dahaknya. Pada saat itulah saya tahu apa itu kemarahan suci. Pada saat itulah saya memahami apa yang terjadi ketika Yesus Kristus murka di bait Allah, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Ketika seorang hamba Allah menyatakan kesesatan hamba Allah lainnya, dia tidak merasa bangga sama sekali, namun terpaksa melakukannya, rasanya seperti MENEBAS anggota tubuh sendiri, tidak ada kebanggaan sama sekali, hanya perih dan nyeri.
Karena Allah, aku tidak berani tidak menyerang! Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya! Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!
BAHASA ROH BUKAN BAHASA ROH MANUSIA
Bahasa roh yang tercatat di dalam I Korintus 14 bukan bahasa manusia, karena tidak ada manusia yang menggunakannya sebagai alat komunikasi sehingga tidak ada yang mengerti. Walaupun hanya Allah yang mengerti, namun bahasa roh bukan bahasa Allah, bahasa yang digunakan oleh Ketiganya Yang Esa untuk saling berkomunikasi. Ketiganya Yang Esa adalah roh, tidak memiliki wujud. Bahasa roh memiliki wujud, suara dan nada.
Ketika berdoa dengan bahasa roh manusia tidak berdoa untuk hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2 mencatat “oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.” Kalimat “mengucapkan hal-hal yang rahasia” diterjemahkan dari kata “Laleo musterion”. Ketika saya mengucapkan hal-hal yang rahasia, itu berarti saya sedang menceritakan hal-hal yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu, namun bukan itu yang dimaksudkan kalimat “Laleo musterion”. Laleo musterion berarti berbicara dengan bahasa misterius, bukan berbicara tentang hal-hal rahasia. Bahasa roh adalah bahasa misterius karena hanya Allah yang mengerti.
I Korintus 14:14 mencatat bahwa ketika seseorang berdoa dengan bahasa roh, maka rohnya yang berdoa, tetapi akal budinya tidak turut berdoa. Kalimat ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ketika roh manusia berdoa maka tubuh dan jiwanya tidak ikut berdoa. Apalagi menafsirkan bahwa ketika manusia tidur atau bekerja, rohnya akan berdoa selama 24 jam dengan bahasa roh. Bahasa roh bukan bahasa roh manusia.
DANIEL DAN MALAIKAT DI TEPI SUNGAI TIGRIS
Ketika mengabdi kepada raja Nebukadnezar Daniel menceritakan mimpi raja itu dan menafsirkan artinya (Daniel 2:1-49. Ketika mengabdi kepada raja Belsyazar, Daniel menafsirkan kalimat “Mené, mené, tekél ufarsin” yang tertulis di lantai depan kaki dian ketika raja berpesta dengan menggunakan alat minum yang digunakan di bait Allah (Daniel 5:1-30). Ketika mengabdi kepada raja Darius, orang Media, Daniel dimasukkan ke gua singa, namun Allah mengutus malaikat untuk menjaganya sehingga Daniel selamat (Daniel 6:1-29). Pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar, Daniel mendapat penglihatan pertama. Bia bertanya kepada salah satu malaikat dan mendapat penjelasan tentang makna penglihatannya (Daniel 7:1-28). Pada tahun ketiga pemerintahan raja Belsyazar, Daniel mendapat penglihatan yang kedua. Malaikat Gabriel yang menjelaskan makna penglihatan itu kepadanya. Ketika berhadapan dengan malaikat Gabriel, Daniel ketakutan hingga pingsan (Daniel 8:1-27). Pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media, Daniel berdoa sehubungan dengan nubuatan nabi Yeremia tentang penghancuran bait Allah. Allah mengutus Gabriel menjumpainya. Pada perjumpaan kedua itu Daniel tidak mencatat bahwa dia ketakutan apalagi hingga pingsan (Daniel 9:1-27). Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, kembali Daniel mendapat penglihatan. Atas penglihatan itu Daniel lalu berkabung selama 21 hari untuk minta pengertian kepada Allah. Allah lalu mengutus seorang malaikat menemuinya di tepi sungai Tigris (Daniel 10:1-21).
Ketika melihat malaikat di tepi sungai Tigris Daniel ketakutan. Dia tahu malaikat itu utusan Allah, namun kenapa dia ketakutan hingga pingsan? Ketika dibangunkan dan mendengar malaikat itu datang membawa pesan dari Allah kenapa dia gemetar ketakutan? Daniel sudah tiga kali bertemu dengan malaikat sebelumnya, bahkan dua kali yang terakhir dia bertemu Gabriel. Pada pertemuan pertama dengan Gabriel dia ketakutan namun pada pertemuan kedua dia menghadapinya dengan tenang. Kenapa kali ini dia begitu ketakutan? Ketika malaikat itu menyatakan tujuan kedatangannya, untuk menjelaskan arti penglihatannya, Daniel menunduk kelu. Ketika dapat berkata-kata, inilah yang diucapkannya:
Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?” Daniel 10:16-17
Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, dan berkata: “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!” Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.” Daniel 10:18
Kenapa Daniel begitu ketakutan sehingga merasa dirinya layak mati? Ketika mendapat penglihatan pertama, Daniel bertanya kepada seorang malaikat dan mendapat penjelasan. Pada penglihatan kedua dia mendapat penjelasan dari. Ketika mendapat penglihatan ketiga, dia tidak bertemu siapapun. Pada penglihatan pertama dan kedua, dia yakin penglihatan itu berasal dari Allah, namun pada penglihatan ketiganya ini Daniel tidak beriman bahwa penglihatan itu datang dari Allah, itu sebabnya dia berkabung, untuk mendapatkan pengertian dan merendahkan diri di hadapan Allah (Dan 10:12). Untuk mendapatkan pengertian karena dia tidak memahami penglihatannya dan merendahkan diri di hadapan Allah mohon belas kasihan karena dia tidak beriman bahwa penglihatan itu datang dari Allah.
kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak. Daniel 10:5-6
Daniel ketakutan karena penampilan malaikat itu sangat garang dan dia menyangka malaikat itu datang untuk menghukumnya karena tidak beriman bahwa penglihatannya berasal dari Allah. Itu sebabnya ketika dapat berbicara hal pertama yang dilakukan oleh Daniel adalah menyatakan bahwa dia layak mati dan menyangka bahwa dia telah mati.
Daniel adalah seorang yang beriman, dia mengasihi Allah dengan segenap hatinya, segenap jiwanya dan dengan segenap akal budinya. Dia seorang rasional, namun bukan rasionalis yang menjadikan akal sebagai standard kebenaran. Namun ketika mendapat penglihatan ketiga dia tidak beriman, namun dia bertindak rasional yaitu mohon pengertian dan merendahkan diri di hadapan Allah.
Para pengkotbah alam roh menafsirkan bahwa roh teritorial kerajaan Persia itu mencegat karena dia mengerti apa yang didoakan oleh Daniel. Orang yang berdoa dengan bahasa roh tidak akan mengalami hal demikian sebab Iblis dan roh-roh jahatnya tidak tahu apa yang didoakan. Penafsiran demikian walaupun nampak logis namun tidak dapat dijadikan doktrin karena Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa setiap jawaban doa harus dibawa oleh malaikat. Di samping itu hanya ada satu kisah di dalam Alkitab yang mencatat tentang malaikat pembawa jawaban doa yang dihadang oleh roh teritorial.
IMAN TOMAS
Dari generasi ke generasi banyak pengkotbah yang menuduh Tomas rasul tidak beriman. Mereka lalu mengajarkan agar jemaat tidak meneladani Tomas. Banyak pula yang mengajarkan bahwa Tomas adalah contoh orang rasionalis, orang yang menjadikan akalnya sebagai standard kebenaran.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Yohanes 20:25
Tomas adalah seorang rasional, dia melihat ketika Tuhan Yesus membangkitkan orang mati, bahkan membangkitkan Lazarus yang telah mati empat hari. Tomas percaya Yesus membangkitkan orang mati namun dia tidak beriman bahwa Yesus membangkitkan diri-Nya sendiri. Namun Tomas bukan seorang rasionalis yang menjadikan akalnya sebagai standard kebenaran, itu sebabnya dia tidak meninggalkan kelompoknya. Siapa saja dapat mengaku dirinya Kristus, namun hanya ada satu Kristus yaitu yang memiliki luka bekas paku di tangan dan bekas tombak di lambung-Nya.
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Yohanes 20:27
Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Yohnes 20:28
Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29
Banyak orang Kristen yang memahami bahwa ucapan “Ya Tuhanku dan Allahku!” adalah pengakuan Tomas bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah. Menurut saya itu adalah ucapan seseorang yang kaget, seseorang yang berkata, “Oh my God!” Seseorang yang bereaksi seperti Adam ketika bertemu dengan Hawa, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sama seperti ketika seseorang berkata, “Astaga…” Lalu dalam hati dia berkata, “Dia Yesus Kristus, guruku yang sudah mati itu!”
Tomas sangat mencintai gurunya, selain setia dia juga bernyali dan berani mati untuk orang yang dicintainya. Alkitab mencatat:
Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Yohanes 11:16
Nampaknya selama ini banyak orang Kristen yang salah faham, mereka tidak memahami Tomas sama sekali. Tomas adalah orang yang mengasihi Yesus dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap akal budinya. Ketika dia menyatakan aku tidak percaya, yang dia maksudkan adalah biarkan aku MENGUJINYA.
BAHASA ROH BUKTI TIDAK BERIMAN
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. I korintus 14:22
Bahasa roh adalah TANDA bagi orang Kristen, bukan tanda bagi orang non Kristen. Bahasa roh adalah tanda bagi orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat dunia dan membaptis manusia dengan Roh Kudus. Bahasa roh adalah tanda bagi orang-orang rasional yang tidak beriman bahwa dirinya sudah diselamatkan dan Roh Kudus tinggal di dalam dirinya. Roh Kudus adalah pribadi ketiga Allah Tritunggal, Roh Kudus tidak kelihatan, tidak terdengar, tidak teraba dan tidak terasa, itu sebabnya banyak orang Kristen tidak beriman akan kehadiran-Nya. Orang-orang demikian adalah orang-orang RASIONAL namun bukan RASIONALIS yang menjadikan akal sebagai standard kebenaran.
Tomas sama sekali tidak meragukan kemampuan Yesus Kristus untuk bangkit dari kematian, dia hanya tidak beriman bahwa Yesus melakukannya, dia tidak beriman bahwa Yesus akan bangkit di dalam wujud manusia, di dalam wujud darah daging.
Daniel sama sekali tidak meragukan Allah juga tidak meragukan bahwa Allah sanggup memberinya penglihatan, namun dia tidak beriman bahwa penglihatan terakhirnya berasal dari Allah karena tidak ada malaikat yang memberinya penjelasan akan penglihatan itu.
Baik Daniel, Tomas maupun orang Kristen baru itu TIDAK BERIMAN, itu sebabnya mereka melakukan TINDAKAN iman, merendahkan diri di hadapan Allah dan memohon diberi pengertian. Dan ketiganya mendapat anugerah dari Allah. Daniel bertemu dengan malaikat, Tomas bertemu dengan Yesus Kristus dan orang Kristen baru mendapat anugerah berbahasa roh.
Orang Kristen tidak beriman itu mendapat TANDA. Dia berbahasa roh. Dia sadar sesadar-sadarnya, dia tidak mengerti apa yang diucapkannya namun dia sadar dirinya mengucapkannya dan dia sadar kepada siapa kalimat-kalimat itu diucapkan. Dia bisa mengendalikannya, itulah tanda bahwa dia tidak mengigau dan tidak kerasukkan. Dia tidak bisa menjelaskannya namun dia tahu apa yang dilakukannya. Dia berbahasa roh, oleh Roh Kudus dia mengucapkan bahasa yang tidak dipahaminya. Dia tidak melihat, tidak mendengar juga tidak merasakan dan tidak menyentuh, namun dia tahu Roh Kudus ada di dalam dirinya. Selanjutnya dia menjadi orang yang beriman dan ketika dia beriman, maka dia tidak perlu lagi bahasa roh.
Saya tidak bisa bahasa roh karena tidak mendapat anugerah itu. Ketika dipanggil untuk mengikut Kristus di dalam sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani, saya tidak mengalami hal-hal ajaib. Saat itu saya sudah mempelajari Alkitab, sudah membaca Alkitab dari Kejadian 1:1 hingga Wahyu 22:21 namun menolak untuk mempercayainya. Saat itu saya memutuskan dengan sadar, sesadar-sadarnya untuk mempercayainya karena tidak punya pilihan lain selain mempercayainya. Saya tidak takut mati juga tidak takut neraka karena saya yakin jauh hari sebelum hari itu bahwa bila mati, maka nerakalah tempat yang pantas bagi saya. Saya seorang rasional, saat itu saya sadar, bila menolak menjadi orang Kristen maka saya adalah seorang PEMBUAL, seorang MUNAFIK dan seorang PENGECUT yang tidak berani mengakui KEBENARAN.
Saya menjadi orang Kristen dan beriman bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan dan beriman bahwa Yesus Kristus sudah menggantikan saya menerima murka Allah dan saya harus hidup benar, menaati firman Allah, karena itulah KODRAT saya. Maka saya menjalaninya, mengujinya dari hari ke hari dan semakin meyakininya.
Saya tidak perlu tanda bahwa Yesus sudah menyelamatkan saya dan Roh Kudus ada di dalam diri saya. Saya tidak melihat Roh Kudus, tidak mendengar suara-Nya, meraba-Nya dan merasakan-Nya, namun saya tahu Dia ada di dalam diri saya.
Saya tidak bisa bahasa roh, namun banyak handai taulan bahkan adik-adik saya mendapat anugerah itu. Tentu saja, “sadar sesadar-sadarnya” adalah syarat yang saya ajukan. Saya bertanya dan mereka menjawab dengan jujur. Mereka bilang, hanya sekali, yang pertama, tidak ada yang menyamai yang pertama.
KESIMPULAN
Bahasa roh adalah anugerah bagi orang Kristen bukan non Kristen. Bahasa roh adalah anugerah bagi orang Kristen yang tidak beriman, bukan bagi orang Kristen beriman. Bahasa roh adalah bukti ketiadaan iman, bukan bukti dipenuhi Roh Kudus. Bahasa roh tidak boleh dilakukan di depan umum (kebaktian) tanpa penerjemah. Bila ada penerjemah, bahasa roh hanya boleh dilakukan oleh maksimal tiga orang secara bergantian.
Bahasa roh adalah tanda untuk orang Kristen tidak beriman. Setelah berbahasa roh imannya dibangunkan, setelah beriman dia tidak memerlukan TANDA lagi, karena tidak butuh tanda, maka dia tidak perlu bahasa roh lagi. Itu sebabnya saya YAKIN bahasa roh hanya diberikan SATU kali. Walaupun yang mendapat anugerah tidak melupakan cara mengucapkannya, namun ketika mengulanginya, itu bukan bahasa roh lagi. Walaupun mengucapkan kata-kata yang sama, namun itu bukan bahasa roh lagi, hanya ucapan-ucapan tanpa arti.
Apabila tidak mengerti bahasa yang anda ucapkan, maka anda menjadi orang asing bagi diri sendiri. Itu sebabnya Alkitab melarang jemaat berbahasa roh tanpa penerjemah dan membatasi maksimal tiga orang yang boleh melakukannya secara bergantian dengan syarat ada orang yang menerjemahkannya. Ucapan-ucapan tanpa makna tidak ada gunanya sama sekali. Namun, bila anda merasa nyaman untuk berbahasa roh, maka biarlah anda melakukannya sendirian di dalam kamar.
@mukanorak,
Saya kutip beberapa pernyataan anda tentang ‘Bahasa Roh’ :
1. saya tidak berkata bahasa roh adalah kemampuan.
justru karena itu karunia allah bagi manusia untuk berdialog dan memuji allah bersama roh kudus
2. saya tidak pernah bilang bahasa ini bisa di pelajari, tidak pernah.
ini karunia, yang cuma ada pada saat kita dipenuhi roh kudus.
3. saat seseorang dipenuhi roh kudus, dia di karuniakan bahasa ini, sehingga dia mampu berbicara dan mengerti bahasa roh cuma pada saat itu.
4. bahasa roh datang tidak tentu waktunya, tidak bisa anda tunggu, tidak bisa anda undang. tidak bisa anda pelajari,
Saya kutip beberapa pernyataan anda tentang ‘Pelayanan/Penyembuhan’ :
1. dalam nama jesus dia melayani
orang lumpuh langsung berjalan
orang non kristen gila langsung waras kemudia jadi kristen
orang non kristen bongkuk bisa langsung berdiri tegak tegak
saat itu juga, tidak tunggu 2 3 atau tahunan untuk sembuh.
2. yang hadir roh kudus toh pak.
saat awal pelayanan semuanya dibimbing oleh rohkudus “langsung” yang bekerja seperti “orang berbicara dalam diri dia”
misalnya dia disuruh ambil bacaan firman darimana, saat manjamah orang sakit harus dengan cara menumpangkan tangan dan berkata dalam nama bapa abak dan rohkudus, menyiapkan minyak untuk diberkati menjadi minyak urapan,
semuanya “langsung” di bimbing oleh roh kudus..
Dari kedua hal tesebut (‘Bahasa Roh’ dan ‘Pelayanan/Penyembuhan’) terdapat persamaan yaitu ‘Roh Kudus’ yang hadir/bekerja pada orang tersebut.
Pertanyaan saya :
Kenapa pada ‘Bahasa Roh’ waktunya tidak bisa kita tentukan (tergantung maunya Roh Kudus) sedangkan pada “Pelayanan/Penyembuhan’ Roh Kudus bisa seketika datang sesuai kebutuhan
jika berbahasa roh biasanya ada hal penting disampaikan.seperti
– Allah menguatkan imannya untuk tetap fokus jangan terpengaruh orang orang yang mau memperalat dia dalam pelayanan.
– saat rumahnya di lempar setahun penuh tiap malam karena dia jadikan tempat berdoa, maka allah hadir berbicara dengan dia untuk jangan takut.
– ada kejadian besar yang akan terjadi misal gempa bumi.
tapi intinya dalam berbahasa roh dia bisa berdialog, ini yang tidak ada di saat dia melakukan pelayanan penyembuhan.
jika dalam pelayanan atau orang datang untuk memohon doa ke dia. roh kudus hadir dalam bentuk :
– memberi dia nats pembacaan yang harus dia baca saat itu.[nats dia terima saat dia berdoa memulai pelayanan].
– jadi setiap orng yang datang dengan permasalahan mereka masing masing saat dilayani akan mendapat nats pembacaan yang tepat dengan permasalahan mereka untuk menguatkan iman mereka.
– saat menerangkan alkitab, dia mengatakan pikirannya terbuka untuk mengerti nats alkitab itu, dan saat berbicara pun lidahnya serasa sangat lancar untuk memberitakan firman.
ini sangat terasa saat awal awal pelayanan. dia yang sebelumnya untuk mengeja huruf dan membaca saja sangat susah, tapi sejak di utus dia bisa lancar membaca.
lalu yang dulu untuk mengerti saja sangat lama bahkan sulit, tetapi setelah di utus dia bisa menerangkan dengan baik.
mereka begitu karena disesatkan toh, siapa yang menyesatkan? kita sudah tahu siapa mereka.
dikatakan buah buah roh tidak akan anda punyai sebelum berbahasa roh
dikatakan belum lahir baru jika belum berbahasa roh
dikatakan roh kudus tidak ada dalam diri anda jika anda belum berbahasa roh.
iman anda belum dibangunkan jika belum berbahasa roh.
dikatakan hati masih belum disentuh roh kudus karena tidak menangisi dosa dan berbahasa roh.
belum di urapi allah karena belum berbahasa roh
Gereja dan KKR cuma menjadi tempat bisnis
pendeta jadi psikiater
jemaat jadi pasien.
setelah bisa menangis dan teriak berkungfu ria,
ada kelegaan dirasa maka ucap syukur mengalir.. uang uang uang..
undangan datang untuk hadir dimana mana.. uang uang uang..
orang orang salah mengerti dengan bahasa roh ini.
jelas di alkitab kita bisa lihat bahasa roh ini tidak kaku, seperti fungsinya sebagai bahasa.
beng mengkritisi orang yang berbahasa roh tralala trilili memang benar,
tapi kesimpulan yang dia ambil juga tidak sepenuhnya benar.
mukanorak :
– tapi intinya dalam berbahasa roh dia bisa berdialog, ini yang tidak ada di saat dia melakukan pelayanan penyembuhan
– beberapa contoh ‘berbahasa roh’ :
1. Allah menguatkan imannya untuk tetap fokus ………
2. …. allah hadir berbicara dengan dia untuk jangan takut.
3. ada kejadian besar yang akan terjadi misal gempa bumi.
– beberapa contoh ‘pelayanan penyembuhan’ :
1. memberi dia nats pembacaan yang harus dia baca saat itu.
2. jadi setiap orng yang datang dengan permasalahan mereka masing masing saat dilayani akan mendapat nats pembacaan yang tepat dengan permasalahan mereka untuk menguatkan iman mereka.
3. …. saat manjamah orang sakit harus dengan cara menumpangkan tangan dan berkata dalam nama bapa abak dan rohkudus, menyiapkan minyak untuk diberkati menjadi minyak urapan,
mich :
– Menurut anda INTI perbedaan antara ‘Bahasa Roh’ dan ‘Pelayanan Penyembuhan’ adalah dalam ‘Bahasa Roh’ bisa BERDIALOG sedangkan dalam ‘Pelayanan Penyembuhan’ tidak bisa.
– Dari contoh yang anda berikan untuk ‘Bahasa Roh’ menurut saya justru TIDAK PERLU DIALOG karena Roh Kudus memberitahu/menguatkan seseorang tanpa diminta (inisiatif dari Roh Kudus)
– Dari contoh yang anda berikan untuk ‘Pelayanan Penyembuhan’ menurut saya justru PERLU DIALOG karena kita menghadapi masalah yang kita tidak ketahui penyelesaiannya untuk itu kita perlu minta petunjuk Roh Kudus.
– Jika kita TANPA DIALOG dengan Roh Kudus tetapi bisa memberikan petunjuk untuk orang lain berarti kita tidak bisa mengendalikan diri kita sendiri alias sudah menjadi ROBOT
– beberapa contoh ‘berbahasa roh’
– Dari contoh yang anda berikan untuk ‘Bahasa Roh’ menurut saya justru TIDAK PERLU DIALOG karena Roh Kudus memberitahu/menguatkan seseorang tanpa diminta (inisiatif dari Roh Kudus)
dalam bahasa roh khan dia menyampaikan beban dia pak.
misalnya tentang pelayanan dia yang berat, misal yang karena pelayanan dia orang mengancam lalu rumah dilempar dst setelah dia menyampaikan beban itu, lalu kemudian di jawab roh kudus.
di situ dialognya khan.
dialog tentang bagaimana dia harus melakukan pelayanan khan sebelumnya sudah diajari langsung toh.
misal, orang datang lalu bicara bebannya, kemudia dia memulai berdoa, kemudia baca firman, menerangkan, lalu jika sakit dia jamah atau tumpangkan tangan.
kalau seperti ini khan tidak perlu terus terusan dialog.
misal saya punya staf untuk melayani pelanggan, saat awal awal saya mengajarinya langsung khan, tapi setelah di ajari dia melakukannya sendiri khan, tidak perlu setiap ada nasabah datang saya harus bolak balik berdialog dengan dia bagaimana menghadapi nasabah.
nanti di saat tertentu staf saya akan berbicara dengan saya tentang kesulitan dia dan saya tinggal membantu dia memberi nasihat dalam pekerjaannya itu. begitu aja sebenarnya,.
mukanorak :
dalam bahasa roh khan dia menyampaikan beban dia pak.
misalnya tentang pelayanan dia yang berat, misal yang karena pelayanan dia orang mengancam lalu rumah dilempar dst setelah dia menyampaikan beban itu, lalu kemudian di jawab roh kudus.
di situ dialognya khan.
=====
michas :
Saya kutip pernyataan anda tentang ‘Bahasa Roh’ : bahasa roh datang tidak tentu waktunya, tidak bisa anda tunggu, tidak bisa anda undang. tidak bisa anda pelajari,
Jika demikian bagaimana dia bisa BERDIALOG dengan menggunakan ‘Bahasa Roh’.
mukanorak :
– dialog tentang bagaimana dia harus melakukan pelayanan khan sebelumnya sudah diajari langsung toh.
misal, orang datang lalu bicara bebannya, kemudia dia memulai berdoa, kemudia baca firman, menerangkan, lalu jika sakit dia jamah atau tumpangkan tangan.
kalau seperti ini khan tidak perlu terus terusan dialog.
– misal saya punya staf untuk melayani pelanggan, saat awal awal saya mengajarinya langsung khan, tapi setelah di ajari dia melakukannya sendiri khan, tidak perlu setiap ada nasabah datang saya harus bolak balik berdialog dengan dia bagaimana menghadapi nasabah
=====
michas :
Bagaimana dia bisa melakukan hal tersebut TANPA BERDIALOG lagi dengan Roh Kudus karena pasien yang dihadapi berbeda-beda persoalannya. Jika sudah pandai TIDAK BERDIALOG lagi dengan Roh Kudus berarti dia mengandalkan kekuatan/pengetahuan dirinya sendiri
bahasa roh datang tidak tentu waktunya, tidak bisa anda tunggu, tidak bisa anda undang. tidak bisa anda pelajari,
Jika demikian bagaimana dia bisa BERDIALOG dengan menggunakan ‘Bahasa Roh’.
jawab : karena itu karunia. di mampukan oleh roh kudus saat itu juga untuk unutk berbahasa roh
———————————————–
Bagaimana dia bisa melakukan hal tersebut TANPA BERDIALOG lagi dengan Roh Kudus karena pasien yang dihadapi berbeda-beda persoalannya. Jika sudah pandai TIDAK BERDIALOG lagi dengan Roh Kudus berarti dia mengandalkan kekuatan/pengetahuan dirinya sendiri
jawab:
tidak perlu lagi karena awal awal dia di utus dia sudah di bimbing untuk :
masalah sakit cukup dengan berdoa baca firman lalu tumpang tangan
kalau masalah lain seperti ujian sekolah, usaha buka toko, atau mendoakan proposal beasiswa atau projek cuku di doakan saja
@mukanorak,
Setelah panjang lebar kita berdiskusi maka saya menyimpulkan bahwasanya menurut anda :
‘Bahasa Roh’ dan ‘Pelayanan/Penyembuhan’ yang benar dan manjur hanya dapat dilakukan oleh orang yang diberi Karunia dan dibimbing langsung oleh ‘Roh Kudus’. Daripada berdoa/memohon langsung kepada Allah, akan lebih baik jika kita memohon melalui orang itu
@mich, COBA tanya si DUNGu mukanorak, Siapa yang mendapat KARUNIA PENYEMBUHAN yang tercatat di dalam Alkitab? ha ha ha ha …