Taman Eden – Misteri Lelaki dan Wanita


Apabila anda bertanya kepada sepuluh orang lelaki dewasa Kristen yang belum menikah, “Apakah engkau akan meninggalkan kekasihmu bila dia mengaku tidak perawan lagi?” Maka dua puluh orang akan tampil untuk menjelaskan kepada anda tentang cinta, pengorbanan dan pengampunan. Apabila kekasih anda mengatakan, “Tidak apa-apa!” ketika anda menyatakan diri tidak perawan lagi, maka itu berarti dia tidak mencintai anda atau pahlawan kesiangan yang sedang membual. Parcayalah pada saya, hingga Tuhan Yesus datang kembali, setiap lelaki tetap akan mencari kekasih yang perawan. Silahkan berteriak membelah angkasa bahwa itu TIDAK ADIL, namun maaf, itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap wanita di kolong langit ini. Memiliki kekasih perawan adalah impian setiap lelaki. Mencari kekasih perawan adalah naluri setiap lelaki di bawah kolong langit ini. Kenapa keperawanan begitu penting bagi seorang lelaki? Mari kita memahaminya dengan memahami kisah cinta yang tercatat dalam Alkitab.

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2:22-23

Itulah kisah pernyataan cinta pertama lelaki kepada wanita, rayuan pertama lelaki kepada wanita. Adam selain seorang pecinta ulung juga seorang perayu ulung! Apa reaksi Hawa ketika mendengar pernyataan cinta Adam? Tidak ada! Bila ada, Alkitab pasti mencatatnya. Mungkin pada saat itu Hawa belum belajar ngomong, namun mustahil dia tidak merasakan cinta Adam padanya, pernyataan cinta yang dasyat dan tak kenal kompromi. Selanjutnya Alkitab menubuatkan:

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24

Kenapa Hawa diam saja? Kenapa Hawa tidak memberi reaksi? Anda tahu pernyataan cinta pertama wanita kepada lelaki, rayuan pertama wanita kepada lelaki? Alkitab mencatatnya:

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Kejadian 3:6

Itulah kisah pernyataan cinta pertama wanita kepada lelaki, rayuan pertama wanita kepada lelaki. Coba anda renungkan, hal pertama yang dilakukan Hawa adalah memakannya, bukan memberikannya kepada kekasihnya. Begitukah prilaku seorang pecinta ulung? Apakah itu Setelah memakannya dan merasakan akibatnya, diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia. Kenapa Hawa memakan buah itu duluan, tidak memberikannya kepada kekasihnya? Kenapa Hawa setelah merasakan akibat buah itu lalu memberikannya kepada Adam? Begitukah prilaku seorang pecinta ulung? Apakah Hawa egois dan mau enak sendiri? Apakah Hawa tidak mencintai Adam?

Selanjutnya Alkitab mencatat, dan suaminya pun memakannya. Kenapa Adam memakannya? Kenapa Adam memakannya tanpa mempertanyakannya? Atau dia mempertanyakannya namun tetap memakannya? Bukankah Alkitab sudah menubuatkan, karena itu (cintanya kepada kekasihnya), dia akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging? Siapakah ayah Adam? Allah! Siapakah ibu Adam? Allah! Adam meninggalkan Ayahnya dan Ibunya untuk bersatu dengan Hawa, sehingga keduanya menjadi satu daging. Menjadi satu daging bukan bersetubuh, namun menjadi satu daging artinya menjadi fana. Adam meninggalkan Allah untuk menjadi satu dengan Hawa, sehingga keduanya menjadi fana, tidak kekal.

Itulah kisah cinta pertama manusia yang dicatat Alkitab, mari kita melihat kisah selanjutnya, Alkitab mencatat:

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Kejadian 3:7-8

Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kejadian 3:12

Adam tidak meninggalkan kekasihnya, namun ketika menghadapi kesulitan dia mencari alasan membenarkan diri dan mencari kambing hitam. Kenapa Adam menyalahkan Hawa? Begitukah prilaku seorang pecinta ulung? Alkitab mencatat walaupun menyalahkan Hawa, namun Adam tidak pernah meninggalkan kekasihnya, mereka tetap hidup bersama dan beranakcucu. Selanjutnya kita melihat kisah cinta kedua yang dicatat dalam Alkitab.

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Kejadian 12:5

Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup. Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.” Kejadian 12:11-13

Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Kejadian 12:14-16

Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu. Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!” Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya. Kejadian 12:17-20

Abraham selain seorang pecinta ulung juga seorang perayu ulung, hal itu nampak dari caranya memuji Sarai sebelum menyuruhnya berkorban. Alkitab mencatat dua kali Abraham mengorbankan istrinya demi keselamatannya, kisah kedua dapat anda baca di Kejadian 20:1-18. Mari kita lanjutkan kisah cinta Abraham dan Sarai selanjutnya.

Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Kejadian 16:1-3

Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.” Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Kejadian 16:4-6

Setiap orang yang membaca kisah ini sepintas lalu, akan menyimpulkan bahwa Sarai adalah seorang istri teladan yang rela dimadu (berkorban) demi kepentingan suaminya. Namun bila anda membacanya secara teliti, maka segera nampak bahwa Sarai memberikan Hagar budaknya untuk digauli Abraham demi kepentingannya sendiri, Alkitab mencatat Sarai berkata, “Mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”

Kita bisa saja melanjutkan untuk mempelajari kisah cinta ketiga bahkan kisah keempat dan seterusnya yang tercatat di dalam Alkitab, namun menurut saya kedua kisah tersebut di atas sudah cukup bagi kita untuk menarik kesimpulan karena kisah-kish selanjutnya, walaupun pelakunya berbeda, namun maknanya tetap sama.

Ketika merasa nyawanya terancam oleh Allah, Adam menyalahkan Hawa dan menjadikannya sebagai kambing hitam. Ketika merasa nyawanya oleh Firaun dan Abimelekh, Abraham menyalahkan Sarai yang cantik dan menjadikannya sebagai kambing hitam.

Hawa memetik lalu memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dengan alasan, “buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.” Sarah memberikan hambanya Hagar untuk digauli oleh Abraham dengan alasan, “mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”

Ketika Hawa menyajikan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, Adam menerimanya dengan senang hati. Ketika Sarai menawarkan Hagar untuk digauli, Abraham menerimanya dengan senang hati.

Hagar adalah selingkuhan Abraham, selain memberikan kesenangan dari kecantikan dan kemudaannya dia juga memberi Abraham seorang anak bahkan anak lelaki, namun ketika Sarah mengeluh, Abaraham tidak peduli Sarah menindasnya, bahkan ketika Sarah menyuruh Abraham mengusirnya, Abraham melakukannya dengan biasa-biasa saja (Kejadian 21:14).

Ketika Adam menyalahkan Hawa dan menjadikannya sebagai kambing hitam, juga ketika Abraham menyalahkan Sarah dan menjadikannya sebagai kambing hitam, baik Hawa maupun Sarah tidak melakukan serangan balik dan menuntut. Dalam kedua kisah cinta itu, baik Hawa maupun Sarai tidak melakukan serangan balik. Mereka tidak berkata, “Katanya kamu mencintai aku, masak kamu …?” Mereka juga tidak menuntut, “Bila kamu mencintai aku, maka kamu …!”

Apa yang dapat kita pahami dari kedua kisah tersebut di atas? Apa hubungan kedua kisah tersebut di atas dengan kekasih yang mengaku tidak perawan lagi? Mari kita mencoba untuk memahaminya.

Adam adalah manusia pertama, dia adalah lelaki paling sempurna karena langsung diciptakan oleh Allah. Abraham adalah lelaki Israel pertama (Kejadian 12:5) dan bapa semua orang percaya (Roma 4:11). Hawa adalah wanita pertama, dia adalah wanita paling sempurna karena langsung diciptakan oleh Allah sedangkan Sarah adalah istri Abraham, lelaki Israel pertama dan bapa semua orang percaya.

Hai wanita, tanpa mengurangi rasa hormat, namun suami paling hebat yang dapat anda nikahi di dunia ini mustahil lebih hebat dari Abraham dan Adam. Anda dapat menolong mereka menjadi orang baik namun anda juga dapat membujuk mereka jadi penjahat. Namun, ketahuilah, bila karirnya terancam, nama baiknya terancam, kehormatannya terancam, harga dirinya terancam apalagi nyawanya terancam, maka andalah yang pertama kali mereka salahkan dan korbankan. Oleh karena itu, berhati-hatilah! Anda bebas memilih, menjadi penolong mereka atau menjadi perongrong mereka. Bila jadi penolong, maka anda akan jadi permaisuri, namun bila anda merongrong, maka anda yang pertama mereka korbankan.

Hai lelaki, tanpa mengurangi rasa hormat, namun istri paling hebat yang dapat anda nikahi di dunia ini mustahil lebih hebat dari Hawa dan Sarah. Ketika anda memintanya berkorban, maka mereka akan melakukannya tanpa mengeluh. Namun ketika anda lengah, mereka dapat membujuk anda turun ke neraka sementara anda melakukannya demi cinta.

Ketika kekasih yang dicintai mengaku dirinya tidak perawan lagi apalagi mengaku bahwa hubungan sex telah dilakukannya berkali-kali, lebih-lebih bila mengaku telah melakukannya dengan beberapa lelaki, maka inilah yang dirasakan oleh seorang lelaki.

1. Dia mengasihani dirinya yang tidak beruntung, lelaki paling malang di dunia.
2. Dia marah pada diri sendiri karena telah menilai kekasihnya terlalu tinggi.
3. Dia kecewa karena dirinya tidak seberuntung dan sehebat yang dia kira, karena hanya mendapatkan barang bekas orang lain.
4. Dia merasa dirinya bodoh karena selama ini berusaha menjaga kesucian hubungan mereka.
5. Dia merasa terhina karena ternyata dia bukan pilihan pertama kekasihnya.
6. Dia merasa terhina karena merasa dirinya layak mendapatkan wanita yang lebih baik dibandingkan kekasihnya.
7. Dia tidak percaya kekasihnya mencintainya sepenuh hati sebab dia menyangka dirinya dipilih karena tidak ada lelaki lain lagi yang mau menerima barang bekas.
8. Dia tidak percaya kekasihnya mampu dan mau setia padanya.
9. Dia marah karena tidak berdaya sebab masih mencintai kekasihnya yang menurutnya tidak pantas untuk dicintainya.
10. Dia marah kepada Tuhan karena merasa Tuhan telah berlaku tidak adil pada dirinya.
11. Dia marah kepada kekasihnya karena merasa kekasihnya telah berlaku bodoh dan tidak bertanggung jawab.
12. Dia merasa cemburu pada keberuntungan lelaki lain yang telah meniduri kekasihnya.
13. Dia takut karena ada dorongan untuk melampiaskan birahinya pada kekasihnya tanpa merasa perlu bertanggungjawab.
14. Dia ragu untuk memutuskan hubungan karena takut dinilai tidak ksatria karena sudah terlanjur berkata bahwa dia tidak memandang masa lalu kekasihnya dan berjanji tidak akan meninggalkannya.

Maafkan saya hai para perjaka, bila mau jujur pada diri sendiri, bukankah anda harus mengakui bahwa anda tetap perjaka karena tidak punya kesempatan atau tidak menemukan wanita yang tepat atau tidak berani melakukannya?

13 thoughts on “Taman Eden – Misteri Lelaki dan Wanita

  1. saya tidak setuju dengan anda … ada banyak pria yang saya kenal memang memilih untuk tetap perjaka meskipun pilihannya ada untuk tidak perjaka, saya juga sudah membuktikan.

  2. Saudara WG, apa itu PERJAKA? Mari kita definisikan dengan baik apa itu PERJAKA baru kemudian kita diskusi apa itu memutuskan untuk PERJAKA? Dan apa yang dihadapi selama menjalani keputusan itu?

  3. definisi perjaka menurut saya adalah tidak pernah berhubungan sex dalam artian senggama.

  4. Koh, apakah perasaan2 yg dicantumkan di atas juga berlaku utk perempuan? Misalnya ternyata sang kekasih atau calon suaminya sudah tidak perjaka (sudah pernah berhubungan sex) atau seorang duda?? Trims, btw, kami sekeluarga mengucapkan turut berdukacita :(, tetap sabar dan tabah ya koh 🙂

  5. “Abraham adalah lelaki Israel pertama (Kejadian 12:5) dan bapa semua orang percaya (Roma 4:11)”
    abraham lelaki israel? bukannya yang disebut orang israel adalah keturunan yakub (yang namanya diganti israel)? mohon pencerahannya

  6. @mautau, Bangsa Israel adalah anak-anak YAKUB. Esau dan keturunannya tidak diakui sebagai bangsa Israel. Itu berarti seharusnya YAKUB disebut orang israel pertama. Namun bangsa Israel mengakui Abraham sebagai BAPAK mereka yang pertama. Dalam hal inilah kita SUDAH melihat bahwa YHWH sama sekali TIDAK KONSISTEN. Dia MEMBUAL alias MENJILAT muntahnya sendiri dengan MELANGGAR perjanjian-Nya dengan Abraham.

  7. haha kalau lelakinya juga udah kaga perjaka udah sering ML entah itu ama pacarnya atau pelacur-pelacur, ga bakalan bisa marah lagi gan kalau lelaki yang seperti itu dapat bini ternyata udah kaga perawan alias sering hubungan sex ama pacar-pacarnya yang dulu, saya jamin 100% kalau ada lelaki yang berani marah itu lelaki najis dan sarap! ga sadar diri!

  8. @ Char, SURVEY dulu bagu NGOCEH. Kalau mau JADI DUKuN jangan di blog gua sebab nanti elu jadi bulan-bulanan diarak keliling kampung.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.