Mencintai Dengan Membencinya


Risiko kematian lansia dengan COVID-19 tinggi tapi pelayanan kesehatan  belum berpihak pada mereka: apa yang harus dilakukan

“Jangan sentuh aku!” Iis membentak saat bertemu di dapur aku mengulurkan tangan hendak menepuk dan mengelus bahunya. Saat bertamu ke rumahnya, mama mengulurkan tangannya untuk memelukku namun aku mengelak lalu memusuhinya. Tanya kenapa?

“Jangan sentuh aku!” Iis membentak saat bertemu di dapur aku mengulurkan tangan hendak menepuk dan mengelus bahunya. Saat bertamu ke rumahnya, mama mengulurkan tangannya untuk memelukku namun aku mengelak lalu memusuhinya. Tanya kenapa?

Hati-hatilah! Itu sebabnya Iis (Ini istri saya) memusuhiku saat dia pulang dari pasar atau saya pulang dari melarikan diri atau gowes dan kami belum mandi dan ganti baju.

Waspadalah! Karena mamaku sudah berusia 79 tahun dan mengidap asma sementara papaku berumur 80 tahun itu sebabnya lebih baik aku memusuhi keduanya dengan selalu menjaga jarakku dari mereka.

Karena tidak menyangka itu mustahil terjadi, itu sebabnya sahabatku yang berumur 60 tahun bukan hanya positif namun berjamaah dengan istri dan ketiga anaknya serta satu orang menantunya juga dua orang cucunya yang masih kecil.

Musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya!

Oleh sebab itu maka mulailah mencintai dengan membencinya. Ungkapkan cintamu dengan menjauh dan menjaga jarak darinya. Karena saat ini, Musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya!

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Matius 10:34

Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Matius 10:35-36

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Matius 10:37

2 thoughts on “Mencintai Dengan Membencinya

Leave a Reply to Seorang Pendosa Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.