Tukimin Mau Jadi Tionghoa


tukimin (@tukiminsale) | TwitterNamanya Tukimin, artinya pekerja keras, dia orang Jawa. Kepada suhu hai hai bengcu yang Arief Chrisdiyanto, dia mengaku MAU menjadi Tionghoa, “Bagaimana cara menjadi Tionghoa, mas Beng? Beri aku nama dan marga Tionghoa?” tanyanya.

Bengcu: Xìngmíng 姓名 artinya nama marga. Shìmíng 氏名 artinya nama silsilah kaum. Marga (Xìng 姓) dan silsilah kaum (Shì 氏) adalah warisan dari AYAH ketika seseorang dilahirkan atau diangkat anak. Itu sebabnya orang Tionghoa otomatis menyandang Xìngshì 姓氏 – marga dan silsilah kaum lalu seumur hidup berusaha menjaga nama harumnya kemudian otomatis mewariskannya ketika anak-anak dilahirkan. Itu sebabnya mustahil aku memberimu marga dan silsilah kepadamu, Tukiman.

Tukimin: Aku membaca berita tentang orang Aceh bernama Teungku Azmi Abubakar Bintang, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa menerima Sertifikat Nama Tionghoa LIM SE MING (Lín Shì Míng 林 世 明) dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Semarang, Sabtu (16/11/2019). Tanya, “kenapa?”

“Azmi resmi DITERIMA sebagai suku Tionghoa dengan marga Lim, lengkapnya Lim Se Ming. Satu kehormatan dan kemuliaan dapat menjadi bagian dari keluarga BESAR orang-orang Tionghoa,” tulis Azmi di laman media sosialnya.

Anggaran Rumah Tangga PSMTI. BAB V KEANGGOTAAN, Pasal 5 Anggota, Ayat 2. PSMTI dapat memberikan rekomendasi kepada lembaga marga-marga untuk pemberian marga kepada Warga Negara Indonesia selain suku Tionghoa. Ayat 3. Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan dapat diberikan sertifikat marga dan nama Tionghoa oleh PSMTI Pusat maupun Provinsi.

PROGRAM KERJA PSMTI PUSAT 2017-2021: Pasal 2. BIDANG KOORDINASI MARGA, Ayat 3. Menerbitkan sertifikat Marga/Nama Tionghoa bagi yang membutuhkan.

Bengcu: Berapa jumlah marga di dunia? Pada jaman dinasti Sòng 宋 (960-1279) ada 507 marga yang tercatat, namun saat ini ada 12.000 lebih marga di dunia ini. Kenapa banyak sekali? Karena dari generasi ke generasi jumlahnya terus bertambah.

Sejak purbakala tidak ada kesusilaan (Lǐ 禮) yang membatasi marga (Xìng 姓) juga tidak ada yang mengatur silsilah kaum (shì 氏), itu sebabnya siapa saja BERHAK menanggalkannya lalu membuat yang baru. Kenapa menanggalkannya lalu membuat yang baru? Untuk menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya.

Banyak keluarga di Tiongkok yang awalnya tidak menjalankan kesusilaan (Lǐ 禮) marga dan silsilah kaum lalu setelah melihat manfaatnya lalu mulai menjalankannya. Alih-alih minta Sertifikat Nama Tionghoa kepada PSMTI mereka justru membuat marga dan silsilah kaumnya sendiri. Ha ha ha …

Marga saya Ang (Hóng 洪) artinya banjir. Silsilah kaum kami terdiri dari tujuh generasi yaitu: Guan Ngo Cho Tiao I Kong Tiao (Yuān Wǒ Zǔ Zhào Yú Gōng Zhōu 源 我 祖 肇 于 公 周. Yuān 源 artinya asal-usul. Wǒ 我 artinya aku. Zǔ 祖 artinya leluhur. Zhào 肇 artinya berasal. Yú 于 artinya dari. Gōng 公 artinya menteri umum. Zhōu 周 artinya dinasti Zhou. Asal-usul diriku (dari) leluhur (bukan nenek moyang), (kaum kami) berasal dari menteri umum dinasti Zhou.

Bangsa Tiongkok kuno sangat akurat dalam segala hal termasuk ikatan kekerabatan. Itu sebabnya ketika dua orang Tionghoa berbicara, dari sebutannya saya langsung tahu hubungan atau ikatan kekerabatan keduanya. Contoh: Dalam bahasa Hokkien, Gocek artinya paman kelima adik ayah. Gopek artinya paham kelima kakak ayah. Goku artinya paman kelima adik atau kakak mama.

Kalau membaca kamus Mandarin Inggris maka kata Zǔ 祖 dan Zōng 宗 artinya SAMA yaitu ancestor. Orang Indonesia memahaminya sebagai nenek moyang alias leluhur. Lalu kenapa suhu hai hai bengcu merasa perlu membedakan, Zǔ 祖 artinya leluhur (lengkapnya xiānzǔ 先祖 leluhur pertama) dan Zōng 宗 artinya nenek moyang? Saya tidak membedakannya, bangsa Tiongkok kuno yang membedakannya.

Zōng 宗 adalah leluhur yang pernah menjadi manusia sementara Zǔ 祖 adalah leluhur yang tidak pernah menjadi manusia. Zu 祖 adalah Tiān 天 yang maha tinggi (langit) dan Dì 地 yang maharendah (bumi). Itu sebabnya bangsa Tiongkok berdoa kepada leluhur Zu 祖 namun tidak meminta kepada nenek moyang Zōng 宗 karena mereka fana seperti kita. Itu sebabnya dikatakan bahwa Zu 祖adalah leluhur, bukan nenek moyang.

Karena kakek saya generasi Guan (Yuān 源) sementara ayah saya generasi Ngo (wǒ 我 – aku) itu sebabnya generasi saya adalah Cho (zǔ 祖 – leluhur) dan anak saya generasi Tiao (zhào 肇 – pertama) lalu cucu saya generasi I (Yú 于) kemudian generasi Kong (Gōng 公) dilanjutkan dengan generasi Tiao (Zhōu 周), setelah itu kembali lagi ke generasi Guan (Yuān 源).

Karena nama saya adalah Yáng 揚 artinya berkibar. Itu sebabnya nama tiga aksara saya adalah: Ang Cho Yang – Hóng zǔ yáng 洪 祖 揚. Namun kenapa nama saya justru Ang Ci Yang – Hóng zhì yáng 洪 智揚 atau kenapa orang tua mengganti aksara Cho (zǔ 祖) menjadi Ci (zhì 智) yang artinya bijaksana alias berpengetahuan dalam nama saya?

Karena saya tidak berani menyebut diri saya Cho (Zǔ 祖 – leluhur) apalagi orang tua dan nenek saya? Karena tidak berani, itu sebabnya generasi saya dan adik-adik saya pun diplesetkan menjadi Ci (zhì 智) oleh ayah saya.

Ki Tukiman yang mulia, sebagai orang Jawa, tentu saja anda tidak punya marga dan silsilah kaum serta nama Tionghoa. Namun “Sertifikat Nama Tionghoa” PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) mustahil menjadikan anda orang Tionghoa. Itu hanya piencia-piencia (piànchī piànchī 騙吃 騙吃) artinya menipu sekedar bisa makan. Ha ha ha …

Mengaku-aku leluhur LIM (Lín 林) sebagai leluhurmu padahal tidak ada ikatan kekeluargaan? Dalam bahasa Hokkien namanya pai lang e co kong (Bairén zhī zǔzōng 拜人 之 祖宗) artinya menyembahyangi nenek moyang orang lain. Menurut kesusilaan (Lǐ 禮) Tionghoa, perilaku demikian sangat tercela karena menghina leluhur sendiri demi MENJILAT seseorang sampai ke nenek moyangnya.

Itu sebabnya, tolong, jangan melakukan hal itu. Kalau mau sembahyang, sembahyangi saja nenek moyangmu sendiri, jangan sembahyangi nenek moyang orang lain.

Dari pada dibohongi PSMTI dengan Sertifikat Nama Tionghoa, lebih baik membuat marga dan silsilah serta nama sendiri. Mulailah dengan membuat marga (Xìng 姓). Aksara Dū 督 artinya pengawas, lafalnya Tu (mengucapkan Tukiman), itulah margamu sekarang.

Lanjutkan dengan menyusun silsilah kaum (Shì 氏) dengan dimulai dengan kakek lalu ayah baru diri sendiri yaitu: Lǐ Bì Guī Zhōng Yú Tiān Dì禮 必 规 中 於 天地 artinya Kesusilaan harus (menjadi) kompas (yang) tidak menyebelah (dalam) menghormati yang mahatinggi (langit) dan yang maha rendah (bumi).

Perincian silsilah kaummu sebagai berikut: Aksara Lǐ禮 artinya kesusilaan, lafalnya Li (mengucapkan Lina). Bì必 artinya harus, lafalnya pi (mengucapkan pipi). Aksara Guī 规 artinya kompas, lafalnya Kui (mengucapkan tukiman). Aksara Zhōng 中 artinya tidak menyebelah, lafalnya (mengucapkan cungkring). Aksara Yú於 artinya menghormati, lafalnya Yi (mengucapkan i kok gitu?). Aksara Tiān 天 artinya maha tinggi alias langit, lafalnya Tian (mengucapkan kristian). Aksara Dì 地 artinya yang maha rendah alias dunia, lafalnya Ti (mengucapkan anti).

Kemudian buatlah nama dengan aksara Mǐn敏 yang artinya tangkas, lafalnya Min (mengucapkan Tukimin).

Tukimin sahabatku, inilah namamu: Dū Guī Mǐn督 规 敏 artinya pengawas kompas yang tangkas.

One thought on “Tukimin Mau Jadi Tionghoa

  1. Tionghoa lulus ptn cum laude ipk 4 cari kerja ke bumn atau lembaga negara pasti susah masuk. kebanyakan jeroannya pribumi itupun harus nepotisme ada paman, bibi, teteh, uwa, keponakan, menantu. makanya kita harus bersyukur punya presiden yg telah membubarkan lembaga negara yg ngak menghasilkan duit. Seharusnya lembaga negara yg menggerogoti apbn semuanya dibubarkan aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.