Anakronisme Dalam Alkitab


Anakronisme adalah hal ketidakcocokan dengan zaman tertentu berupa penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yang tidak sesuai menurut waktu di dalam karya tulis. Contoh: Yesus melirik Rolexnya lalu berkata kepada murid-murid-Nya, “Hari sudah larut malam, kenapa pesawatnya belum datang juga?” Ada dua anakronisme dalam contoh di atas yaitu: Rolex dan pesawat. Pada zaman Yesus di dunia, belum ada jam tangan Rolex dan pesawat terbang. Apakah di dalam Alkitab terjadi anakronisme?

Hai hai Mengungkap Anakronisme Adalah Anakronisme

Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Kejadian 12:14-15

Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Kejadian 12:16

Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu. Kejadian 12:17

Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!” Kejadian 12:18-19

Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya. Kejadian 12:20

Deky Hidnas Yan Nggadas: J.p. Jones menuding penulis Kitab Kejadian melakukan anakronisme historis. Dasar tuduhan ini terdapat dalam narasi Kejadian 12:10-20 dimana dikatakan bahwa Abram bertemu dengan Firaun, raja Mesir. Menurut Jones, ini adalah sebuah anakronisme atas dasar catatan sejarah bahwa gelar Firaun baru digunakan bagi para raja Mesir sejak abad 15 SM, sedangkan Abram hidup sekitar Abad 20 SM.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Sebenarnya saya sudah memberikan reply kepada Jones bahwa saya setuju bahwa penyebutan Firaun sebagai gelar bagi para raja Mesir baru dilakukan pada abad ke-15 SM (lih. Wenham, Genesis 1-15 dalam seri Word Biblical Commentary). Meski begitu, saya tidak setuju bahwa penyebutan gelar Firaun dalam narasi tersebut merupaka sebuah anakronisme.

J.p. Jones: Musa hidup sekitar abad ke 15SM

Deky: Benar

J.p. Jones: Abraham hidup sekitar 450 tahun sebelumnya.

Deky: Benar

J.p. Jones: istilah Firaun alias Par`oh  baru ada pada abad ke 15SM, zaman Musa

Deky: Benar

J.p. Jones: istilah Par`oh  belum ada pada zaman Abraham

Deky: Benar

Catatan: Kerabatku sekalian, karena Deky Hidnas Yan Nggadas terlalu BODOH untuk memahami maka dengan ini saya tambahkan CATATATAN bahwa percakapan imaginer di atas dilakukan dalam KONTEKS, kata PHAR’OH dalam arti GELAR raja Mesir.

Kerabatku sekalian, anakronisme adalah hal ketidakcocokan dengan zaman tertentu berupa penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yang tidak sesuai menurut waktu di dalam karya tulis. Karena Istilah Firaun alias Par`oh  baru ada 450 tahun setelah Abraham, itu berarti menggunakan istilah Firaun pada zaman Abraham namanya Anakronisme.

Apa pun ALASAN Musa menggunakannya, tidak menghilangkan FAKTA bahwa itu adalah Anakronisme.

Apa pun TUJUAN Musa menggunakannya, juga tidak menghilangkan FAKTA bahwa itu adalah Anakronisme.

Kenapa demikian?

Karena istilah Firaun alias Par`oh tidak ada pada zaman Abraham,  Karena istilah Firaun alias Par`oh baru ada sekitar 450 tahun setelah Abraham dan menggunakan yang tidak ada pada zamannya namanya Anakronisme.

Kerabatku sekalian, Deky Hidnas Yan Nggadas boleh tidak setuju bahwa penyebutan gelar Firaun dalam kisah Abraham bukan anakronisme. Dia boleh tidak setuju sampai kuda gigit jari namun FAKTANYA itu adalah anakronisme. Deky Hidnas Yan Nggadas, anda pikir anda siapa sehingga BERKUASA untuk menetapkan mana yang anakronisme dan mana yang bukan?

Memberanikan diri bertanya,  di group  CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC, tercatat seperti ini:

Tuduhan:
J.p. Jones menuding penulis Kitab Kejadian melakukan anakronisme historis. Dasar tuduhan ini terdapat dalam narasi Kejadian 12:10-20 dimana dikatakan bahwa Abram bertemu dengan Firaun, raja Mesir. Menurut Jones, ini adalah sebuah anakronisme atas dasar catatan sejarah bahwa gelar Firaun baru digunakan bagi para raja Mesir sejak abad 15 SM, sedangkan Abram hidup sekitar Abad 20 SM.
+++++

Tanggapan:
Sebenarnya saya sudah memberikan reply kepada Jones bahwa saya setuju bahwa penyebutan Firaun sebagai gelar bagi para raja Mesir baru dilakukan pada abad ke-15 SM (lih. Wenham, Genesis 1-15 dalam seri Word Biblical Commentary). Meski begitu, saya tidak setuju bahwa penyebutan gelar Firaun dalam narasi tersebut merupaka sebuah anakronisme.

Jones, penjelasan saya di bawah sangat panjang. Dan untuk mendapat manfaat darinya, saya sarankan anda membacanya sambil meneguk segelas kopi dan tarik nafas anda dalam-dalam supaya anda tenang:) Di thread anda, saya menuduh anda Straw Man dan atau Eisegeis. Tuduhan saya itu didasarkan atas ketidaktahuan anda akan genre narasi Kejadian 12:10-20 dan literary context, serta theological contextnya. Lihat penjelasan saya di bawah ini.

[Apa Itu Anakronisme?]

Berikut ini adalah defenisi mengenai anakronisme menurut kamus Mirriam-Webster:

(1) an error in chronology; especially : a chronological misplacing of persons, events, objects, or customs in regard to each other. [kesalahan dalam kronologi, terutama: secara kronologis keliru menaruh orang, peristiwa, benda, atau kebiasaan yang saling berkaitan satu dengan lainnya.]

(2) a person or a thing that is chronologically out of place; especially : one from a former age that is incongruous in the present. [seseorang atau suatu hal yang secara kronologis tidak pada tempatnya, terutama: seorang dari zaman sebelumnya yang tidak cocok di masa sekarang]

Saya juga mendapatkan keterangan yang menarik dari Encyclopedia Britannica sbb:

Modern realism, the progress of archaeological research, and the scientific approach to history came to make an unconscious anachronism an offense. But anachronisms may be introduced deliberately for a burlesque, satiric, or other effect; by contrasting contemporary customs or morals with an alien age, the writer or artist reevaluates the past or present, or both.

[Realisme modern, kemajuan penelitian arkeologi, dan pendekatan ilmiah terhadap sejarah menyadarkan akan terjadinya pelanggaran dalam bentuk anakronisme. Tapi anakronisme dapat diperkenalkan secara sengaja untuk bahan ejekan dalam sandiwara, untuk menyindir atau untuk hal lainnya; dengan mempertentangkan kebiasaan atau etika saat ini dengan jaman terasing, penulis atau seniman mengevaluasi kembali masa lalu atau sekarang, atau keduanya.]

Dari defenisi dan uraian di atas jelas bahwa penggunaan anakronisme dapat dipersalahkan jika dilakukan terhadap suatu tulisan yang bersifat ilmiah, namun tidak dipersalahkan jika digunakan dalam tulisan-tulisan yang merupakan ungkapan perasaan, intuisi, dan sebagamana tulisan-tulisan sastra (non-ilmiah) pada umumnya. Misalnya, dalam sastra dikenal istilah licentia poetica (english: poetic license; indo: kebebasan sastrawan).  Dr Jerald F. Dirk, seorang penulis muslim, menyatakan bahwa anakronisme dapat dibenarkan jika digunakan untuk membantu Pembaca mengenali daerah, peristiwa, orang atau benda tertentu yang mungkin tidak mudah untuk dikenali tanpa adanya anakronisme ini (lihat Jerald F. Dirk – Ibrahim Sang Sahabat Tuhan; halaman 22; Penerbit Serambi).  Dengan kata lain, karena penggunaan anakronisme pada tulisan non-ilmiah, terutama dalam sastra bukanlah merupakan suatu yang dipersalahkan, maka dianggap bukan anakronisme. Baru dikatakan anakronisme jika kedapatan dalam tulisan ilmiah.

Ada Apa Dengan Narasi Kejadian 12:10-20?

Membaca narasi Kejadian 12:10-20, concern sejarah (historis) tidak mungkin tidak terlihat. Penyebutan tentang Abraham (tokoh historis); “tipuan” Abraham yang mengaku Sarai sebagai saudarinya bukan istrinya (juga merupakan ‘kebiasaan’ yang sesuai dengan jamannya); bahkan penyebutan FIRAUN tanpa menyebutkan nama raja yang digelari demikian, juga menunjukkan konsistensi sejarah [dalam waktunya sang narator tentunya, lihat penjelasan saya di bawah; karena baru pada Abad ke 15 [Amenhotep II] atau 12 SM [Ramses II] gelar FIRAUN digunakan bagi para raja Mesir]. Ini adalah periode di mana Musa memimpin Israel keluar dari Mesir. Penyebutan Firaun + nama raja Mesir baru dilakukan sejak abad 10 SM ke bawah [lih. Tremper Longman, Ian Provan, & V. Philips Long: A Biblical History of Israel, pp. 124-125].

A. Elaborasi Narasi PL sebagai Literary Device

Kisah yang di dalamnya anda klaim mengandung unsur anakronisme di dalamnya (Kej. 12:10-20) dari segi sastra, disebut narasi. Ada banyak unsur penting dalam narasi yang perlu diperhatikan dalam penafsiran, tetapi dalam hubungan dengan isu ini, saya hanya akan menyebutkan dua unsur saja, yaitu:

Pertama,  Narator dan Point of View. Narasi ini dikisahkan oleh sang narator dari sudut pandang orang ketiga. Dalam pengisahan dari sudut pandang orang ketiga, sang narator bertindak sebagai pengisah yang “omniscience” (mahatahu) dan “omnipresent” (mahahadir).  Dalam peran ini, sang narator dapat mengomentari peristiwa yang dikisahkannya dari sudut pandangnya. Dan perhatikan bahwa penyebutan Abram bertemu dengan Firaun (ay. 18) bukan dikisahkan sebagai KATA-KATA ABRAM SENDIRI, melainkan KOMENTAR DARI SANG NARATOR. Ingat, sang narator tidak hidup sejaman dengan ABRAM, melainkan hidup pada masa di mana gelar Firaun SUDAH digunakan bagi para raja Mesir [lihat uraian di atas]. Jadi dari SUDUT PANDANG SANG NARATOR, penyebutan FIRAUN di situ dapatlah dikatakan BUKAN  sebuah anakronisme. [mengenai hal ini, lihat: Tremper Longman III & Raymond B. Dillard, An Introduction to the Old Testament, p. 32].

Kedua, Plot dan Karakter. Komposisi naratif dari Kejadian 12:10-20 ditulis dalam bentuk drama berpola Khiastis-Simetris. Pola dari drama khiastis-simetris ini adalah:

A. Problem – 12:10 [Abram pergi ke Mesir karena bencana kelaparan];
B. Adegan meningkat – 12:11-16a [Abram dan Sarai ditahan di Mesir];
C. Klimaks atau titik balik – 12:16b-17 [Abram diberkati dan sebaliknya Firaun dikutuk];
B. Adegan menurun – 12:18-19 [Abram dan Sarai dibebaskan Firaun];
A. Penyelesaian – 12:20 [Abram meninggalkan Mesir dengan kekayaan].

Dengan menggunakan komposisi ini, TIDAK SULIT untuk melihat bahwa sang Narator ingin membuat paralel antara pengalaman Abram dengan pengalaman Israel. Perhatikan paralel antara kedatangan Abram ke Mesir karena bahaya kelaparan, demikian juga Israel. Kebohongan adalah ciri khas Abram di sini, demikian juga saudara-saudara Yusuf yang menjualnya ke Mesir; Abram ke Mesir dengan harapan mendapat kemakmuran namun memudar dengan Sarai sebagai harganya, demikian juga Israel ke Mesir atas alasan yang sama namun berakhir dengan perbudakan. Allah menulahi Firaun dan seisi istananya karena mengambil Sarai, demikian juga yang terjadi ketika Israel akan dibebaskan dari Mesir. Allah memberkati Abram dan mengutuk Firaun, demikian juga yang dialami Israel ketika mereka keluar dengan membawa kekayaan orang-orang Mesir sementara Firaun dan tentaranya mati. Dari perspektif ini, sang Narator memilih menggunakan term FIRAUN  [mengenai frasa “memilih menggunakan term” akan saya jelaskan di bawah] untuk menyebut raja Mesir pada masa Abram adalah karena sang Narator ingin menunjukkan paralel ini bagi Israel yang saat itu sedang berada di Padang Gurun pasca keluar dari Mesir (Israel in wilderness) – Ada banyak ahli PL yang percaya bahwa kitab ini awalnya ditulis pada masa Israel keluar dari Mesir dan baru diselesaikan bentuk finalnya pada masa pembuangan.

Dengan menunjukkan paralel di atas, sang narator ingin meyakinkan Israel bahwa penguasa besar yang mendeklarasikan diri sebagai allah di Mesir (raja-raja Mesir mendeklarasikan diri sebagai keturunan ilahi yang immortal) tidak dapat berbuat banyak di hadapan YHWH. YHWH-lah penguasa yang mengendalikan sejarah dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Israel “berada di tangan yang tepat”. Dan adalah bodoh bagi Israel untuk melakukan penyembahan berhala sementara mereka berada langsung di bawah perlindungan dan kontrol YHWH [lih. Richard L. Pratt, Jr., He Gave Us Story, pp. 112-115].

B. Genre: Narasi-narasi PL sebagai Theological History

Ingat, tidak ada penulisan sejarah (historiography) yang benar-benar objektif. Historiography selalu ditulis dalam perspektif sang sejarawan dengan melakukan seleksi (lihat frasa “memilih….dst” di atas] terhadap materinya, menyusun dan mengcomposenya sesuai dengan “pesan” yang hendak ia sampaikan. Dari aspek ini, pesan teologis dari narasi-historis tentang Abram pergi ke Mesir mesti dipahami dalam konteks Covenant.  Narasi ini mesti dibaca sebagai bagian yang utuh mulai dari Kejadian 12 sampai pasal 22 [latar belakangnya ada pada Kejadian 3:15, yaitu janji tentang “the seed of the woman”], bahkan sampai dengan PB. Ingat, janji yang diberikan Tuhan kepada Abram adalah: a) negeri perjanjian; b) keturunan; c) blessing for the nations. Narasi ini merupakan tahap awal “perjalanan” menggapai ketiga janji ini.

Kejadian 12:10-20 merupakan halangan atau rintangan pertama yang dialami Abram, yaitu Sara terancam menjadi gundik raja Mesir. Jika ini terjadi, bagaimana mungkin Abram mendapat keturunan dari Sarai? Seterusnya, halangan demi halangan menuntun pembacaan kita sampai pada pasal 20 di mana kejadian serupa terjadi lagi yaitu Sarai hampir saja menjadi gundik Abimelekh. Ini adalah klimaks penantian Abram, kemudian diakhiri dengan Ishak, anak perjanjian itu lahir. Jadi ada kesejajaran antara Firaun sebagai halangan pertama dan Abimelekh sebagai halangan terakhir.

Sampai di sini, kelihatannya, janji tentang “keturunan” dalam Kejadian 3:15 mencapai penggenapannya di sini. Tapi ternyata tidak. Kepada Abraham, Allah menyuruh agar Ishak disembelih sebagai korban bakaran (Kej. 22). Dan Abraham taat. Namun, Tuhan tidak membiarkan itu terjadi. Justru pada kisah inilah, Tuhan memberikan unsur janji yang baru yang terlihat dari pemberian nama “Tuhan menyediakan”. Tuhanlah yang akan menyediakan korban bakaran bagi DIRI-NYA. Ini adalah Tipologi tentang Yesus Kristus yang akan menjadi “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”. Dan perhatikan bahwa di dalam Yesus-lah, klimaks dari ketiga janji di atas tergenapi: Yesus adalah keturunan perempuan – lahir dari seorang perawan (the seed of the woman); Yesus mendeklarasikan agar para murid-Nya “menjadikan segala bangsa” menjadi pengikut-Nya [blessing for the nations]; dan Yesus menjanjikan kediaman kekal [negeri perjanjian], yaitu surga bagi para pengikut-Nya. Janji kepada Abraham mencapai penggenapannya HANYA di dalam YESUS KRISTUS.

So, telusuran sejarah-teologis ini menunjukkan kesatuan alur kisah PL dan PB yang klimaks atau puncaknya tergenapi di dalam Yesus. Ini adalah salah satu unsur yang terkandung di dalam redemptive history [sejarah penebusan].

Dan karenanya, saya tidak ragu-ragu untuk mengulangi lagi tantangan saya kepada anda, Jones. Percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, dan anda akan diselamatkan dari kebinasaan kekal. Di luar Yesus tidak ada keselamatan. Maukah anda?

[Penutup]

Mungkin Jones akan mempermasalahkan meski tulisan sastra (non-ilmiah), tapi Kitab Kejadian adalah sebuah karya yang dibimbing Roh Kudus, harusnya tidak perlu ada hal-hal yang bersifat anakronisme. Pertanyaan Jones menyangkut doktrin inspirasi. Mungkin islam menganut doktrin inspirasi mutlak artinya setiap kata yang digunakan dalam berita ter-inspirasi diterima sepenuhnya dari Tuhan, si Messenger benar-benar seperti talang air yang sekedar menyalurkan saja.  Doktrin ini membuat si Messanger tiba-tiba “berubah” menjadi malaikat yang tidak punya kelemahan manusiawi lagi, terutama dalam bercerita. Terkait anakronisme maka dengan doktrin ini, berita inspirasi tidak boleh menggunakan anakronisme untuk tujuan membantu Pembaca memahami isi berita dengan benar. Karena Tuhan bukan pengguna anakronisme dalam berita yang Dia inspirasikan.  Jadi, jika ada kesalahan pada berita yang disampaikan, maka dipastikan itu 100% tanggung jawab Tuhan. Tuhan yang salah, bukan sang Messenger.  Kalau terdapat kesalahan, maka Tuhan yang menjadi tak suci, sementara si Messenger tetap suci. Doktrin yang aneh bin absurd.

Pertanyaannya, apakah kristen menganut doktrin seperti di atas? Saya kira Jones, atau siapapun yang beranggapan demikian, sedang memasung diri pada pre-suposisi doktrin inspirasi mutlak di atas, lalu mencoba menghakimi kitab suci kristen dengan menggunakannya. Terjadi strawman fallacy di sini.

CATATAN:
Bagian sub judul [Apa Itu Anakronisme] dan [Penutup], ditambahkan oleh Ma Lobo
++++

J.p. Jones: Thanks pak Deky, saya baca nanti, sekarang saya mau permisi tidur. Goodnight.
Thursday at 12:33pm
++++

Deky Hidnas Yan Nggadas: Selamat beristirahat J.p. Jones. Tapi saya sarankan anda, kalau balik ke sini, stop ngotot bahwa penyebutan “firaun” dalam konteks Kejadian 12:10-20 adalah sebuah anakronisme. Tuduhan itu straw man dan atau eisegesis.
Thursday at 12:40pm
++++

Ma Lobo‎: Hanya krn mengingat pentingnya “pelajaran” dr bo’i Deky buat Jones ini, maka saya menunda tenggat waktu utk tendang Jones dr sini, hingga Jones selesai membaca tulisan di atas dg seksama. Selamat membaca!!
Thursday at 6:14pm
++++

Deky Hidnas Yan Nggadas: ‎[[[ Dengan kata lain, karena penggunaan anakronisme pada tulisan non-ilmiah, terutama dalam sastra bukanlah merupakan suatu yang dipersalahkan, maka dianggap bukan anakronisme. Baru dikatakan anakronisme jika kedapatan dalam tulisan ilmiah.]]]

J.p. Jones: Shakespierre dalam karya sastra besarnya Hamlet & Julius Caesar disebut telah melakukan ketidak akurasian dalam kesejarahan dan disebut anachronism. Dalam Hamlet ia menyebutkan adanya Unversitas Wittenberg, padahal universitas itu belum ada dijaman Hamlet yang diceritakannya (Abad XIII sedangkan universitas Wittenberg baru didirikan tahun 1502.)

Juga ia menceritakan dijaman itu orang berduel memakai pedang rapier, pedang rapier sendiri baru dipakai sekitar tahun 1500an. Dalam karya drama Julius Caesar ia menulis: Brutus: Peace! count the clock. Cassius: The clock has stricken three. Act II, scene i : lines 193 – 194

http://users.rcn.com/spiel/anach.html
http://users.rcn.com/spiel/jul21.html#anach

Para cendekiawan peserta diskusi, saya cuma menunjukkan contoh bahwa ketidak akurasian kesejarahan dalam tulisan non-ilmiah juga disebut anachronism, so, jangan dianggap red herring.

Begini saja pak Deky, anda telah menyetujui bahwa penyebutan Firaun sebagai gelar bagi para raja Mesir baru dilakukan pada abad ke-15 SM.

Sedangkan dalam bible diceritakan Abram yang hidup diabad XX atau- XVIII BCE bertemu dengan Firaun, jika anda ngotot ini bukan anachronism, menurut anda ini ketidak akurasian ini disebut apa?

Hai hai: Deky Hidnas Yan Nggadas, anda benar-banar licik. Namun sayang sekali walaupun licik namun anda tolol sekali, itu sebabnya mengajarkan ajaran tolol bahwa anakronisme hanya berlaku bagi tulisan ilmiah. Kisanak anakronisme itu berlaku bagi semua karya tulis tolol. Ha ha ha ha ha ha ….. Ketangkap basah nich ye?

Ma Lobo‎: [[[Mungkin islam menganut doktrin inspirasi mutlak artinya setiap kata yang digunakan dalam berita ter-inspirasi diterima sepenuhnya dari Tuhan, si Messenger benar-benar seperti talang air yang sekedar menyalurkan saja. Doktrin ini membuat si Messanger tiba-tiba “berubah” menjadi malaikat yang tidak punya kelemahan manusiawi lagi, terutama dalam bercerita.]]]

J.p. Jones: Apa maksud ayat bible ini?

seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Ulangan 18:18

Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulutmu dan menyembunyikan engkau dalam naungan tangan-Ku, supaya Aku kembali membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, dan berkata kepada Sion: Engkau adalah umat-Ku! Yesaya 51:16

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini  dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Keluaran 17:14

Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: Bilangan 33:2

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Wahyu 22:18

Hai hai: Ma Lobo, anda tolol sekali ya? Apakah ayat-ayat tersebut di atas tidak cukup untuk mengajari anda tentang BAGAIMANA cara Alkitab ditulis? Jangan bawa-bawa ajaran Islam TOLOL sebab kita sedang membahas ajaran Alkitab. Gunakan Alkitab saja, bodoh.

Ma Lobo‎: [[[Terkait anakronisme maka dengan doktrin ini, berita inspirasi tidak boleh menggunakan anakronisme untuk tujuan membantu Pembaca memahami isi berita dengan benar. Karena Tuhan bukan pengguna anakronisme dalam berita yang Dia inspirasikan. Jadi, jika ada kesalahan pada berita yang disampaikan, maka dipastikan itu 100% tanggung jawab Tuhan. Tuhan yang salah, bukan sang Messenger. Kalau terdapat kesalahan, maka Tuhan yang menjadi tak suci, sementara si Messenger tetap suci. Doktrin yang aneh bin absurd.]]]

J.p. Jones: Yang aneh bin absurd adalah anda sendiri pak Deky. Tuhan bukan pengguna anachronism dalam berita yang Dia inspirasikan demikian juga nabi yang diutus-Nya dijaganya dari kesalahan manusiawi dalam rangka menyampaikan firman-Nya, so, jika tulisan yang diclaim sebagai catatan dari firman Tuhan ternyata mengandung kesalahan artinya catatan itulah yang tidak benar alias bukan catatan firman Tuhan yang otentik, jangan terbalik-balik pak.
Yesterday at 10:41am

Hai hai: Ma Lobo yang mulia, Keluaran 17:14 mengajarkan bahwa nabi menulis atas perintah YHWH. Bilangan 33:2 mengajarkan bahwa nabi hanya menulis yang diperintahkan untuk ditulis. Menurut Ulangan 18:20, apa yang akan terjadi bila seorang nabi pentang bacot seenak jidatnya atau menulis semau-maunya? Nabi itu harus mati! Menurut Wahyu 22:18 apa yang akan terjadi bila seorang rasul (Perjanjian Baru) ngejeblak seenak perutnya? Rasul itu akan kena malapetaka. Apa yang boleh diucapkan oleh sorang nabi? Perkataan yang diperintahkan oleh YHWH untuk dikatakan olehnya. Itu sebabnya NABI disebut lidah TUHAN. Apa yang boleh disaksikan oleh seorang rasul? Yang diajarkan oleh Yesus Kristus kepadanya untuk diberitakan. Kisanak, bagi orang-orang bodoh seperti anda ajaran Alkitab demikian memang nampak aneh bin absurd. Namun itulah yang diajarkan Alkitab, TOLOL! Bila ada kesalahan dalam Alkitab maka yang menulis mustahil salah sebab dia hanya menulis berdasarkan perintah.
++++

Ma Lobo‎:  J.p. Jones, saya benar2 merasa aneh dg sikap ngotot kamu dlm hal ini. Pdhl di sini ada dua isu besar yg diangkat.

(1) Dr keterangan m’nai anakronisme, sdh jelas bhw penggunaan anakronisme dlm karya sastra (non-ilmiah) dpt dibuat dg sengaja utk memudahkan pembaca memahami maksud Penulis dan ini tdk bisa dipersalahkan. Malah bbrp pihak menganggap itu bukan anakronisme jk anakronisme dipandang sbg suatu btk kesalahan kronologis yg menimbulkan kecacatan tulisan scr keseluruhan dan bersifat MENYESATKAN pemahaman Pembaca. So, isu pertama di sini adalah mau anakronisme ato dianggap bukan anakronisme, jk penggunaannya utk membantu Pembaca memahami maksud Penulis maka anda tdk pd posisi utk mempersalahkan Penulis dan tulisannya.

(2) Dlm kasus Kej 12:10-20, di atas bro Deky Hidnas telah dg gamblang menyatakan bhw apa yg anda bilang anakronisme itu, dlm sudut pandang kristen, hal itu dianggap bukan anakronisme krn Penulis dg sengaja menggunakan kata Firaun utk memudahkan pembaca memahami dan berpikir align dg maksud Penulis terutama PESAN ILAHI yang inherent dalam tulisan-nya. So, gugatan anda baik kpd Penulis maupun Tulisannya, dengan sendirinya gugur di sini.

(3) Rupanya sudah jelas bhw sikap ngotot anda mempersalahkan Penulis kitab Kejadian dan tulisannya, ternyata berbasis pd presuposisi anda mengenai DOKTRIN INSPIRASI MUTLAK. Sorry Jones, dlm hal ini sdh jelas ente terlibat strawman fallacy. Krn kristen tdk berbasis pada doktrin inpirasi ala islam di atas.

Terakhir. Jones, sebenarnya saya senang dg semangat anda yg luar biasa. Cuma sayang sekali, sikap ngotot anda membuat sy terpaksa harus TENDANG ANDA DARI SINI. Good bye, Jones.
Yesterday at 12:43pm
++++

Deky Hidnas Yan Nggadas: Hehehe…Jones emang tak bisa ditoleransi lagi.. dah jelas2 straw man dan atau eisegesis.. masih aja ngotot… hufffft
16 hours ago
++++

Bengcu Menggugat:

Willy Φωτισμένοι: Hello Muslimers…. adakah lagi senjata bermutu kalian untuk menumbangkan kristeners dan argumen mereka….?? Kami tunggu ya.. Please ajak teman-teman Muslimers kalian yang pandai bertausiyah dan berdakwah Islam untuk mendemonstrasikan senjata pamungkasnya disini….

Handai taulanku sekalian, benar-benar mengenaskan! Nama Group itu gagah sekali yaitu: CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC. Admin group itu adalah: Ma Kuru Paijo Budiwidayanto, Ma Mone, Ma Lobo, Ama Bura, Rony Sahaduta dan Deky Hidnas Yan Nggadas. Dengan jumawa menantang umat muslim untuk menumbangkan kristeners dan argumen mereka, namun perilaku Ma Lobo dan Deky Hidnas Yan Nggadas yang adalah Admin group dan penulis NOTE tersebut di atas benar-benar BIADAB. Diri sendiri PECUNDANG lawan debat pun ditendang. Bibir sumbing cermin dibelah. Benar-benar mengenaskan karena keduanya melakukannya dalam NAMA Yesus DEMI kemuliaan Allah.

Ma Lobo‎: J.p. Jones, komen terakhir-mu utk saya telah saya hapus. Harap maklum!! Ente hanya berdolah-dalih panjang lebar, tnp menyentuh inti gugatan saya. Ente mempersoalkan data history pd kitab kejadian, pdhl kitab Kejadian bukan buku sejarah. Narasi PL adalah historiografi yg barangkali ente sendiri tdk paham shg lupa menjawab pertanyaan Deky Hidnas. Jadi, ini peringatan buat anda Jones. Kalo masih posting komen yg isinya cuma berdolah-dalih pamer ngotot, terpaksa akan diberangus. Silahkan ente bikin klarifikasi sesuai permintaan Deky di atas. To the point, tak usah berpanjang panjang tak jelas juntrungannya.
December 7 at 6:44pm

Ma Lobo‎: Jones, kalo ente masih bandel juga dg ad nauseam kamu krn gak ngerti historiografi, maka sy pastikan ente akan out dr CLDC. Sdh lama para Admin protes kpd saya krn saya larang tendang anda dr sini. Mereka menjuluki anda sbg peliharaan saya di sini. Tp kl sikap bodoh anda tdk berubah, mk saya yg akan tendang kamu. Paham?
Thursday at 10:26am

Ma Lobo‎: (X): mnrt kristen, narasi PL adalah historiografi, bukan history. (Y) Jones ngotot PL adalah narasi hystoris. Jones menyerang (Y) dan menyimpulkan tjd anakronis dlm kitab Kejadian.  Krn malas belajar law of logic, maka Jones tak sadar dg strawman fallacy yg dia buat sjk awal. Jones malah ngotot mengulang ulang strawman argument-nya, shg malah ad nauseam fallacy. Dlm kebodohannya, Jones tak sadar bhw argumen ber-fallacy is absurd (konyol).
Thursday at 10:48am

Benar-benar mengenaskan bukan? Menuduh lawan melakukan hal yang sama sekali tidak dilakukannya lalu MENGHUKUM-nya berdasarkan tuduhan palsu tersebut? Tindakan demikian benar-benar BIADAB. Orang-orang Kristen yang melakukan hal demikian benar-benar bejat moralnya. Membuat sebuah group dengan nama: CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC, menantang umat Islam untuk berdebat kemudian memaksanya harus begini dan tidak boleh begitu dengan ancaman ditendang keluar dari group? Menuduh membabibuta lalu menendangnya keluar group dengan semena-mena? Benar-benar TAKABUR bin JUMAWA. Bila orang-orang demikian BERKUASA di alam nyata, berapa banyak orang yang mempertanyakan ajaran Kristen akan DIUSIR bahkan DIBUNUH-nya? Bila diberi KUASA, bukankah teroris-teroris Face book itu akan menjadi TERORIS dalam dunia nyata?

Handai taulanku sekalian berdakwa adalah perintah Allah SWT itu sebabnya Yesus yang hanya melakukan kehendak Allah SWT memberi Amanat Agung untuk memberitakan Injil sampai ke ujung-ujung dunia. Apa pun motivasinya, pada hakekatnya, orang yang DATANG mempertanyakan ajaran Kristen kepada orang Kristen adalah orang yang dengan SUKARELA minta DIINJILI. Aneh bin ajaib. Orang-orang demikian justru DIBENCI dan DITENDANG dalam nama Yesus DEMI Kemuliaan Allah dari group-group Kristen di Face Book. Tentang orang-orang demikian, rasul Petrus berkata:

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 1 Petrus 3:15

Aneh bin ajaib. Mereka menyebut dirinya LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY dan mengharamkan SESAT NALAR di dalam groupnya namun perilaku mereka benar-benar TUNA SUSILA. Asal nyeruduk seperti kambing bandot. Asal menyerang seperti babi hutan. Benar-benar tidak berakal budi.

Apologetika Pat Pat Gulipat

Orang Kristen harus JUJUR perilakunya. Orang Kristen harus LOGIS berpikirnya. Orang Kristen harus KSATRIA sikapnya. Sejak awal J.p. Jones menyatakan hal yang BENAR dan MENANG DEBAT. Namun apa yang dilakukan orang-orang Kristen TUNASUSILA itu kepadanya? Mereka main pat gulipat lalu J.p. Jones pun DILIPAT dan ditendang keluar group DALAM nama Yesus DEMI kemuliaan Allah. Ha ha ha ha ha ha …… Benar-benar MENGENASKAN!

Deky Hidnas Yan Nggadas: Dan perhatikan bahwa penyebutan Abram bertemu dengan Firaun (ay. 18) bukan dikisahkan sebagai KATA-KATA ABRAM SENDIRI, melainkan KOMENTAR DARI SANG NARATOR. Ingat, sang narator tidak hidup sejaman dengan ABRAM, melainkan hidup pada masa di mana gelar Firaun SUDAH digunakan bagi para raja Mesir [lihat uraian di atas]. Jadi dari SUDUT PANDANG SANG NARATOR, penyebutan FIRAUN di situ dapatlah dikatakan BUKAN  sebuah anakronisme. [mengenai hal ini, lihat: Tremper Longman III & Raymond B. Dillard, An Introduction to the Old Testament, p. 32].

Deky Hidnas Yan Nggadas yang terhormat, kenapa anda tolol sekali, ya? Anakronisme adalah hal ketidakcocokan dengan zaman tertentu berupa penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yang tidak sesuai menurut waktu di dalam karya tulis. Karena Istilah Firaun alias Par`oh  baru ada 450 tahun setelah Abraham, makanya menggunakan istilah Firaun pada zaman Abraham namanya anakronisme.

Apabila Abram mencatat kisahnya sendiri, mustahil dia pakai gelar FIRAUN, karena istilah FIRAUN baru muncul sekitar 450 tahun setelah dia MATI. Peduli setan dengan sudut pandang sang narator, FAKTANYA adalah: Karena Istilah Firaun alias Par`oh  baru ada 450 tahun setelah Abraham, makanya menggunakan istilah Firaun pada zaman Abraham namanya anakronisme.

Nafsu gede tenaga kurang, akibatnya adalah terkapar sebelum merasakan kenikmatan. Berjanggut namun tidak berjubah, akibatnya adalah jadi kambing yang nyeruduk membabibuta padahal maunya jadi imam. Lagak setinggi langit meskipun ilmu seujung kuku, akibatnya adalah DIPECUNDANGI namun nggak tahu MALU itu sebabnya lawan pun dibunuh. Perilaku para Admin CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC dan beberapa anggotanya terhadap J.p. Jones benar-benar biadab. Mereka sungguh tidak tahu MALU.

J.p. Jones mengaku muslim. Dengan sukarela dia minta di-INJILI. Deky Hidnas Yan Nggadas yang mulia dan Ma Lobo yang terhormat, kenapa alih-alih memberitakan INJIL kepada J.p. Jones kalian berdua justru mendzoliminya? TEGA sekali kalian berdua ya? Ha ha ha ha ha ha ha … Dasar Kristen Sialan! Minta di-INJILI malah di-DZOLIMI? Disuruh menginjil malah men- DZOLIMI? Ha ha ha ha … Itulah yang disebut berjanggut namun tidak berjubah, akibatnya jadi kambing yang nyeruduk membabibuta padahal maunya jadi imam. Ha ha ha ha …

Ma Lobo: Terkait anakronisme maka dengan doktrin ini, berita inspirasi tidak boleh menggunakan anakronisme untuk tujuan membantu Pembaca memahami isi berita dengan benar.

Kisanak, anda bodoh sekali karena teriak-teriak tentang anakronisme padahal tidak memahaminya sama sekali. Anakronisme adalah penyesatan karena menyatakan sesuatu yang tidak ada sebagai ada. Anakronisme untuk membantu pembaca memahami isi berita dengan benar? Ha ha ha ha ha …. kisanak, anda bodoh sekali. Anakronisme adalah berita sesat alias berita yang TIDAK BENAR. Mustahil berita SESAT membantu pembaca memahami isi berita dengan benar, tolol!

Belajar tanpa berpikir sia-sia, berpikir tanpa belajar berbahaya! Dari tulisannya nampak gamblang sekali bahwa baik Ma Lobo maupun Deky Hidnas Yan Nggadas adalah orang-orang yang selain malas belajar juga bebal berpikir. Itu sebabnya yang mereka tulis sangat berbahaya bagi generasi ini karena MENYESATKAN. Kisanak, jangan SOK JAGOAN! Belajar dulu Alkitab baik-baik sebelum MENGAJAR. Jangan TAKABUR! Ilmu kalian baru seujung kuku tolong jangan BERLAGAK setinggi langit sebab itu benar-benar memuakan. Jangan JUMAWA! Ketika ditegor, mawas dirilah! Jangan bebal dan ptantang-ptenteng SOK TUHAN. Itu perilaku PECUNDANG.

Ketika debat tentang ajaran Alkitab, maka Alkitablah sumber pustaka dan standard kebenarannya. Hanya orang-orang Kristen TOLOL yang menjadikan pengetahuannya sebagai standard kebenaran dan memvonis semua yang tidak sesuai dengan pengetahuannya adalah ajaran sesat.

Ketika debat tentang ajaran Alkitab, diri kita bukan hakim. Itu sebabnya jangan SOK TUHAN lalu menghakimi membabibuta apalagi mengharuskan orang lain harus begini dan tidak boleh begitu. Hanya orang-orang kristen tunasusila yang menendang seseorang dari groupnya karena tidak sepaham apalagi karena kalah debat.

Ketika debat tentang ajaran Alkitab, kita mencari KEBENARAN bukan KEMENANGAN. Hanya orang-orang Kristen PICIK yang menghalalkan segala cara untuk menang debat. Siapa pun dia. Apa pun agamanya. Belum tentu pemahaman Alkitabnya di bawah kita. Belum tentu pemahamannya yang berbeda dengan pemahaman kita pasti SESAT. Itu sebabnya kita harus mengujinya dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran, bukan dengan pengetahuan kita sebab pengetahuan kita belum tentu benar.

Alkitab harus dipahami, tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan untuk ditafsirkan. Karena tidak mengerti, maka anda pun menafsirkan Alkitab agar mengerti. Karena menganggapnya tidak logis, maka anda pun anda menafsirkan Alkitab agar logis. Menafsirkan Alkitab berarti membuang peluang untuk memahaminya dengan benar.

Jadilah orang Kristen sejati dan hiduplah dengan FAKTA bahwa Alkitab sangat LOGIS, GAMBLANG, SISTEMATIS, AKURAT, TEGAS dan KONSISTEN. LOGIS artinya tidak ada yang bertentangan dengan akal sehat. GAMBLANG artinya jelas dan mudah dipahami. SISTEMATIS artinya ditulis secara teratur dan berkesinambungan. AKURAT artinya sangat teliti dan cermat. TEGAS artinya jelas dan terang benar serta tidak ada yang samar-samar. KONSISTEN atau taat asas, artinya tidak ada yang saling bertentangan atau saling menyangkal. Anda bisa MENOLAK ajaran Alkitab namun mustahil MENYANGKALNYA. Anda bisa tidak memahaminya namun tidak bisa menafsirkan seenaknya. Itu sebabnya, di dalam perdebatan yang serius dan ilmiah saya selalu katakan, “Apabila pemahaman saya ini benar, maka semua ayat yang anda gunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukungnya.”

Apologetika Sejati

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini  dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Keluaran 17:14

Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: Bilangan 33:2

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Keluaran 33:11

Kenapa Yosua tidak meninggalkan kemah setelah Musa kembali ke perkemahan? Mungkin saat itu Yosua sedang mencatat cerita YHWH atau mungkin dia ngobrol dengan YHWH, atau Yosua membacakan apa yang telah dicatat Musa untuk diperiksa oleh YHWH? Alkitab tidak mencatatnya itu sebabnya kita hanya bisa menduga-duga. Menduga-duga padahal Alkitab tidak mengajarkannya hanya akan memimpin ke entah berentah alias SESAT. Itu sebabnya, pahami saja yang ada dan lupakan yang tidak ada.

Ayat-ayat di atas mengajarkan bahwa Perjanjian Lama bukan karya sastra. Perjanjian Lama tidak dicatat atas ilham Roh Kudus. Perjanjian Lama dicatat atas perintah YHWH (TUHAN). Perjanjian Lama mencatat yang diperintahkan YHWH untuk dicatat. Perjanjian Lama mengajarkan dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya bahwa nabi yang pentang bacot seenak jidatnya atau mencatat seenak perutnya pasti mati.

J.p. Jones yang terhormat, kitab Kejadian ditulis oleh Musa berdasarkan perintah YHWH. Mungkinkah Musa salah catat? Mustahil! Bila Musa ngaco-belo maka dia pasti mati dibunuh oleh YHWH. Bila demikian, mungkinkah YHWH melakukan ketidak akurasian dalam kesejarahan alias anakronisme? Mari kita melihatnya.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah (YHWH Elohim) menjadikan bumi dan langit, Kejadian 2:4

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah (Elohim) berfirman: Semua pohon dalam taman  ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Kejadian 3:1

Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN (YHWH) sebagai korban persembahan; Kejadian 4:3

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan  nama-Ku TUHAN (YHWH) Aku belum menyatakan diri. Keluaran 6:3

Nama TUHAN Allah (YHWH Elohim) mulai digunakan dalam Kejadian 2:4.

Nama Allah (Elohim) mulai digunakan di Kejadian 3:1.

Nama TUHAN (YHWH) mulai digunakan di Kejadian 4:3.

Keluaran 6:3 mencatat bahwa YHWH memperkenalkan diri-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub dengan nama El Shadday (El Yang Mahakuasa). Kepada Musa-lah Dia pertama kali memperkenalkan diri dengan nama YHWH.

Apakah Musa melakukan anakronisme? Mustahil! Musa hanya mencatat sesuai perintah YHWH, itu sebabnya dia mustahil melakukan kesalahan. Bila melakukan kesalahan dia pasti dibunuh oleh YHWH. Apakah YHWH melakukan anakronisme karena sebelum Musa sudah menggunakan nama YHWH padahal nama tersebut baru dinyatakannya pertama kali kepada Musa? Tidak! Kenapa demikian? Karena Musa bukan penulis kitab Kejadian, dia hanya juru tulis, itu sebabnya dia hanya menulis yang diperintahkan YHWH untuk ditulis. Penulis kitab Kejadian adalah YHWH. YHWH menjelaskan dengan tegas dan gamblang bahwa sebelum Musa, Dia menggunakan nama El Shadday (El Yang Mahakuasa). Apa yang dilakukan oleh YHWH alias El Shadday itu ibarat seorang Tionghoa bernama Aliong yang ganti nama menjadi Paijo lalu menulis kisah hidupnya. Setelah memberitahu pembacanya sejak kapan ganti nama maka dia boleh menggunakan nama Paijo sejak awal kisahnya. El Shadday mengganti nama-Nya menjadi YHWH kemudian mulai menulis kisah-Nya. Namun hal demikian menjadi anakronisme bila menceritakan kisah hidup orang lain. Itu sebabnya nama Abraham tidak digunakan sejak awal kisah. Mula-mula digunakan nama Abram, setelah ganti nama menjadi Abraham barulah nama Abraham digunakan. Hal yang sama juga berlaku bagi Sarai yang lalu berganti nama menjadi Sarah. Ada banyak lagi lainnya.

Kata Firaun dalam Perjanjian Baru diterjemahkan dari kata Yunani Pharao <5328> sedangkan dalam Perjanjian Lama, diterjemahkan dari kata Ibrani Par`oh <06547>. Banyak ilmuwan yang mengajarkan bahwa kata Ibrani Par`oh adalah terjemahan literal dari kata Mesir Pr-aa yang artinya rumah besar. Itu sebabnya para sarjana teologi pun mengajarkan bahwa Par`oh punya dua arti yaitu: Rumah besar dan gelar raja Mesir. Kisanak, walaupun diajarkan dari generasi ke generasi namun ajaran demikian belum tentu ajaran Alkitab. Kita akan mengujinya nanti.

Banyak teolog dan ilmuwan yang mengajarkan bahwa gelar Pr-aa baru digunakan oleh para raja Mesir pada zaman Kekaisaran Baru (New Kingdom) yang juga dikenal dengan nama Dinasti Ke Delapan Belas (eighteenth dynasty), itu berarti sekitar tahun 1570-1544SM.

Apakah ada temuan Arkeologi yang mencatat bahwa sebelum tahun 1570-1544SM kata Pr-aa belum digunakan untuk gelar raja dan hanya digunakan untuk menyebut rumah yang ukurannya besar? Adakah dokumen dari zaman 1570-1544SM yang berisi ketetapan mulai digunakannya kata Pr-aa untuk gelar raja? Sayang sekali para Ilmuwan sama sekali tidak menjelaskan apa yang menjadi dasar mereka menarik kesimpulan bahwa kata Pr-aa baru digunakan untuk gelar raja Mesir sekitar tahun 1570-1544SM.

Namun, anggap saja para ilmuwan itu benar, kata Pr-aa baru digunakan untuk gelar raja Mesir sekitar tahun 1570-1544SM. Itu berarti pada zaman Musa kata itu sudah digunakan. Itu berarti pada zaman Abraham yang hidup sekitar 450 tahun sebelumnya, kata tersebut belum digunakan. Bila demikian, bukankah itu berarti YHWH melakukan anakronisme karena menyuruh Musa mencatat kisah Abram bertemu dengan Firaun alias Par`oh alias Pr-aa karena pada zaman itu kata tersebut belum digunakan untuk gelar raja Mesir?

Apabila kata Ibrani Par`oh adalah terjemahan literal dari kata Mesir Pr-aa, maka itu berarti YHWH melakukan anakronisme alias ketidak-akurasian sejarah. Pertanyaannya adalah benarkah itu yang terjadi?

J.p. Jones yang mulia, kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Itu sebabnya bualan Deky Hidnas Yan Nggadas tentang View of point sang narator dan tuduhan Ma Lobo bahwa anda menganut doktrin inspirasi mutlak benar-benar jauh panggang dari api. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, apa yang mereka lakukan bukan APOLOGETIKA namun DEBAT KUSIR. Mereka sama sekali tidak mengajarkan ajaran Alkitab namun ASAL NGEJEBLAK.

Kitab Kejadian mencatat bahwa yang bertemu dengan Firaun adalah Abram, bukan Abraham. Yang hendak dijadikan cemceman oleh Firaun adalah Sarai bukan Sarah. Kenapa kitab Kejadian sangat konsisten tentang Abram alias Abraham dan Sarai alias Sarah namun menggunakan kata yang baru muncul sekitar 450 tahun kemudian untuk raja Mesir? Bukankah itu namanya anakronisme?

J.p. Jones yang terhormat, tentang Mesir, ada satu hal kecil yang belum dipahami oleh generasi sebelumnya itu sebabnya tidak ada di dalam buku-buku Teologi yaitu: Di dalam Alkitab raja Mesir tidak pernah disebutkan namanya. Di dalam Alkitab semua raja Mesir disebut Firaun alias Pharao alias Par`oh. Raja Babel disebut namanya, demikian juga rasa Asyur, namun raja Mesir semuanya disebut Firaun alias Par`oh.

“Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.” Keluaran 6:11

Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir. Kejadian 41:46

Par`oh melek Mitsrayim = Firaun raja Mesir

Kata Ibrani Par`oh sama sekali bukan terjemahan literal dari kata Mesir Pr-aa. Kata Mesir Pr-aa artinya rumah besar sedangkan kata Ibrani Par`oh artinya melek Mitsrayim alias raja Mesir. Itu sebabnya pada awal perjumpaan dengan Musa, berkali-kali YHWH mengucapkan frasa:

Par`oh melek Mitsrayim = Firaun raja Mesir

Apabila membaca dengan teliti maka anda akan menemukan fakta bahwa kata Par`oh digunakan secara konsisten di dalam seluruh Perjanjian Lama dengan arti RAJA MESIR. Kata Par`oh tidak digunakan sebagai GELAR raja Mesir apalagi untuk menyebut rumah yang ukurannya besar. Karena Par`oh bukan terjemahan literal dari kata Mesir Pr-aa maka YHWH sama sekali tidak melakukan anakronisme. Mungkin saja, pada mulanya kata Par`oh memang terjemahan literal dari kata Pr-aa, namun di dalam Perjanjian Lama, YHWH menggunakan kata Par`oh dengan arti RAJA MESIR secara konsisten. Tidak ada anakronisme sama sekali.

Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin. Kejadian 10:13-14

Sesungguhnya selain kesalahan tentang Par`oh para teolog Kristen juga melakukan kesalahan ketika mengajarkan bahwa bangsa Mesir adalah keturuan Nuh karena salah satu anak Ham bernama Misraim. Baik Mesir maupun Misraim, keduanya diterjemahkan dari kata Ibrani yang sama yaitu: Mitsrayim <04714>. Bangsa Mesir mustahil keturunan Nuh sebab Kejadian 10:13-14 di atas mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Misraim (Mitsrayim) adalah bapak bangsa Filistin.

J.p. Jones yang mulia, kata Par`oh digunakan sekitar 268 kali dalam Perjanjian Lama. Anda bisa mempelajari ayat-ayat yang menggunakan kata tersebut dengan klik di SINI. Semoga pembahasan saya ini cukup memuaskan keingintahuan anda tentang ajaran Alkitab.

70 thoughts on “Anakronisme Dalam Alkitab

  1. @budi, MAHARAJA adalah Gelar raja-raja Jawa, khususnya Majapahit, untuk raja wanita gelarnya adalah MAHARAJASA. Gelar MAHARAJA dilekatkan pada NAMA. Aneh sekali bila GELAR tersebut dilekatkan pada FRASA: RAJA MAJAPAHIT, bukan?

    MAHARAJA Raja Majapahit

    Itu sebabnya ketika menulis: MAHARAJA Raja Majapahit, kata MAHARAJA dalam frasa tersebut MUSTAHIL gelar namun sebuah kata yang berarti RAJA BESAR = KAISAR

    Phar’oh Melek Mitsrayim = Firaun Raja Mesir. Kata Phar’oh MUSTAHIL gelar untuk RAJA.

    Kembali Alkitab membuktikan dirinya: Logis, Sistematis, Gamblang, Akurat, tegas, Konsisten dan DUA SAKSI.

    DUA SAKSI = Alkitab membuktikan bahwa Phar’Oh BUKAN gelar raja Mesir. Para Sejarahwan membuktikan bahwa Phar’oh BUKAN gelar raja Mesir sebab gelar raja mesir pada zaman Abraham adalah HORUS.

  2. @Penonton, Deky Hidnas Yan Nggadas adalah seorang Master Teologi, itu sebabny LAGAKNYA setinggi langit walaupun ilmunya BARU seujung kuku. Itu sebabnya dia ptantanng ptenteng di CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC dengan TAKABUR.

    JURUSNYA ketika TERBONGKAR otak kosongnya selalu SAMA yaitu: Menyatakan LAWAN nggak punya pengetahuan itu sebabnya dia nggak mau melayaninya. Dia sama sekali nggak pernah menyatakan bahwa kata Phar’oh sudah DIGUNAKAN sejak zaman Abraham. Si TOLOL itu juga sama sekali nggak SADAR bahwa kata Phar’oh adalah bahasa Ibrani dan BUKAN terjemahan LITERAL dari kata Mesir PR-AA yang artinya RuMAH BESAR.

    Percayalah si TOLOL itu TERLALU bebal untuk MENGAKUI kesalahannya dan KETIDAKTAHUANNYa, itu sebabnya walaupun GELARNYA Master TEOLOGI namun OTAKNYA kosong melompong.

    Deky Hidnas Yan Nggadas dan ADMIN CENTER for LOGICAL DEFENSE of CHRISTIANITY – CLDC memang MENGENASKAN. ptantang ptenteng SOK JAGOAN namun nggak BERANI menerima TANTANGAN dari hai hai. Saya sudah MENANTANG mereka ADU debat tentang Doktrin Allah Tritunggal yang mereka agulkan juga DOKTRIn Yesus 100% manusia dan 100% Allah. Ha ha ha ha ha ha ha ….. Seprti KAMBING BANDOT mereka hanya MENGEMBIK namun nggak berani TERIMA tantangan. Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha … Saya kembali KULITI KETOLOLAN mereka dan KEBIADABAN mereka dalam blog yang lain Untuk membacanya, silahkan klik di SINI.

    Percayalh mereka akan BERLAGAK pilon lalu bilang hai hai NGGAK punya APA pun yang BERNILAI dalam blog tersebut. Ha ha ha ha ha ha ha …..

  3. Dan sepertinya jurus TENDANG masih ampuh dan jauh lebih logis daripada harus ber-apologetika secara sehat.
    Bruakakakakakaka……………………….

  4. @Chesiung Phan, anda benar. Itulah yang dilakukan oleh Bandot-bandot Kristen TUNA SUSILA itu. ilmu seujung kuku namun LAGAKNYA setinggi LANGIT. Ha ha ha ha ha ha ……. MENGENASKAN. Mereka benar-benar MENYEBALKAN namun menimbulkan BELAS kasihan. Ha ha ha ha ha …..

  5. betul pak hai hai, saya juga jadi korban group itu ketika membahas masalah GENEALOGY YESUS, yang berdasarkan data saya, ternyata YESUS keturunan HARUN n bukan keturunan DAUD..

    Thakns sudah memberi pelajaran kepada decky, admin yg paling cerdas di group itu…

  6. @Ibnu Taimiyyah, perilaku Admin dan beberapa anggota Group tersebut memang mengenaskan. Kita mencari KEBENARAN, bukan mencari KEMENANGAN.

  7. memang sdh terkenal dari dulu kalo org2 kristen dan para debaternya selalu ketakutan untuk berhadapan dg jp.jones
    mereka hanya bisa bersilat lidah yg menunjukkan kedangkalan berpikir mereka…

  8. @next misionaris, orang Kristen yang baik hati akan menjelaskan ajaran Alkitab dengna baik. bila tidak mempu menjelaskan krena belum memahaminya dengan baik, mereka akan MENGAKUI ketidaktahuannya dengan KSATRIA. Hanya orang-orang Kristen TUNA SUSILA yang SOK JAGOAN.

  9. Anakronisme tetap anakronisme sekalipun YHWH yang memerintahkan untuk menuliskannya. Kesalahan tetap kesalahan, mau dilakukan untuk kebaikan sekalipun. Mencuri tetap mencuri sekalipun hasil curian digunakan untuk kebaikan. Simple begitu kok dibikin rumit ya…????

  10. luar biasa…..gw jadi salut ama pola pikir ente yg bener2 smart….

Leave a Reply to JP Jones

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.